The first 200 lines.
"April 2019"
"MBC"
- Halo. - Halo.
- Halo. - Hai, Ho Tae.
Kami berpikir
bersama Yu Jae Seok,
kami harus melakukan hal yang berbeda, sesuatu yang eksperimental.
Aku berpikir sangat sederhana.
Aku ingin melakukan sesuatu yang menyenangkan, menarik,
berbeda dari yang kulakukan saat ini.
Format yang membuat semua orang berpikir, "Astaga, itu baru."
- "Ini merupakan yang pertama." - Hal seperti itu tidak ada.
Jika ada,
semua pembicaraan ini tidak ada gunanya.
Beri tahu aku tanggal berapa harus datang, aku akan datang.
Sesuatu yang agak berbeda.
Mungkin tidak 100 persen, tapi hanya 10 persen berbeda.
Jika hal seperti itu ada, aku bersedia untuk apa pun.
Seperti "The Twilight Zone",
bagaimana jika setiap hal tidak saling bergantung
dan punya kehidupan sendiri?
Alih-alih banyak kamera yang ditujukan untuk banyak orang,
mungkin pekan ini hanya ada satu kamera.
Ini sepele, tapi jika kamu pikirkan bioskop...
Kita bisa mulai dengan sesuatu yang kecil,
kemudian memperluasnya.
Sesuatu yang bisa dikembangkan beragam orang.
Jika ada sesuatu yang mirip dengan acara
di mana aku bisa keluar dan bergabung lagi nantinya,
kurasa itu akan lebih baik.
Kita terus bertemu untuk membahas formatnya,
lalu mendiskusikan harus merekrut siapa,
dan keduanya tidak pernah cocok.
Kurasa kita harus tetap bersikap terbuka.
Kami tidak banyak membuat acara ragam berdasarkan karakter tertentu
karena kekurangan penghibur dan itu menimbulkan semacam deja vu,
lalu pemirsa cepat kehilangan minat.
Itu sebuah masalah.
Intinya, kita harus mencari orang untuk direkam.
- Benar. - Itu misi kita.
Kita akan melalui fase banyak mencoba dan gagal,
tapi aku ingin fase itu menjadi bermakna.
Tentu saja.
Kita harus terus mencoba banyak hal.
Meski tidak berhasil, penting untuk mencobanya.
Kita pasti akan belajar sesuatu dari hal itu.
Bahkan jika kita gagal, aku ingin mencoba mengupayakan sesuatu.
Bagaimana jika kita melakukan sesuatu
yang lebih eksperimental, ketimbang yang menarik perhatian orang banyak?
- Aku suka itu. - Baiklah.
Jika meniru format yang terbukti berhasil,
mungkin kita akan dapat persentase tertentu dalam penilaian,
tapi kurasa petualangan baru memiliki arti
dan itulah yang kuinginkan.
Hal yang aku ingin tahu adalah apa yang ingin kalian lakukan.
Itu yang terpenting.
Kami rasa situasi yang muncul saat para pemeran
dan tim produksi tidak tahu apa yang akan terjadi
tidak penting jika tidak muncul di kamera.
- Kita bisa memainkan audionya saja. - Benar.
Itu menunjukkan para pemerannya dengan lebih baik.
Situasinya diperlihatkan dengan lebih baik.
- Benar. Jadi, ganggulah aku. - Baiklah.
Tentu.
Buat aku kesulitan. Lakukanlah.
Jangan biarkan aku tenang.
"Kemudian"
"Untuk memenuhi ekspektasi Jae Seok"
"Pada tanggal 2 Mei 2019, kami memberinya satu kamera"
"Kameranya banyak dioper, sebelum dikembalikan sebulan kemudian"
"Pukul 3 sore, Kamis, 2 Mei 2019"
"Langkah kaki"
- Halo. - Hai, Ho Tae.
Kudengar kamu senggang hari ini.
Jadi, aku datang untuk menemuimu.
Untuk apa kamera itu?
Kamu selalu meneleponku saat libur
dan bilang,
- "Bagaimana caramu bermain?" - Lalu?
Tidak ada gunanya menyia-nyiakan hari Kamis,
jadi, kubawakan ini.
Kamu membawakanku kamera di hari liburku,
karena berpikir aku akan muntah jika tidak ada kegiatan?
"'Kamera Estafet' Hari Pertama, Bagaimana caramu bermain?"
Kamu hanya membawa kamera ini?
Ya, hanya ini yang aku punya.
"Hanya satu kamera"
Pada dasarnya, ini tentang caramu bermain.
"Sebuah kamera kecil untuk melihat caranya bermain"
Aku tidak banyak bermain, Ho Tae.
"Bagaimana caraku bermain?"
Aku tidak ada jadwal kerja di hari Kamis.
Ini hanya... Apa yang ingin kamu lakukan?
Kami tidak merencanakan apa pun.
Kami hanya memberimu kamera ini.
Kamu bisa merekam video tentang keseharianmu.
Kamu tiba-tiba muncul
dan memberiku kamera? Kamu ingin aku melakukan apa?
Bukankah ini sangat lucu?
Mungkin lucu untukmu.
Kamu sungguh membuatku kesal.
Kamu bisa merekam ini saja, lalu selesai.
"Rencana sempurna adalah tidak ada rencana"
Omong-omong, kamu mau lakukan apa sekarang?
"Meniup"
Kenapa kamu bertanya saat kubilang belum kuputuskan?
"Berpikir"
"Meniup"
Saat ini...
"Mengibas"
- Lucu melihatmu mengibas serbuk. - Apa?
- Melihatmu mengibas serbuk lucu. - Mengibas serbuk sari lucu?
Omong kosong apa itu?
Kalau begitu, kutinggalkan di sini untukmu.
Sampai jumpa.
Apa yang harus kulakukan...
Kamera ini merekam apa?
Astaga.
"Jae Seok ditinggalkan dengan kamera itu"
"Merasa bingung"
"Dia tidak punya rencana"
"Mengelap"
Astaga, apa yang harus...
"Dia menelepon seseorang karena bosan"
"Salurannya sibuk"
"Menghela napas"
"Hanya serbuk sari temannya"
"Meniup"
"Meniup"
"Percobaan kedua untuk menelepon"
Salurannya sibuk.
Tinggalkan pesan...
Seharusnya kini sudah berakhir.
"Menelepon orang lain"
"Orang ini juga sedang terhubung"
"Mendengus"
Kenapa dia membuatku melakukan hal aneh?
- Halo? - Ho Sae, Ho Sae, Ho Sae.
Halo, ini Ho Sae, Ho Sae, Cho Sae Ho.
Aku baru saja selesai kelas pembentukan tubuh.
Aku baru mau pergi makan.
Itu bagus.
Selain menemui seseorang untuk makan malam, aku punya waktu.
Ini bagus.
Apa?
Mari makan bersama.
"Bermainlah denganku"
- Sekarang? - Ya. Hei.
"Kamera Estafet"
"Tidak lama kemudian"
"Tertawa"
- Los, Los, Carlos. - Ya?
"Ya?"
Apa ini?
Bukankah maskermu terlalu kecil?
- Ikut aku. - Apa?
"Terkejut melihat Jae Seok memegang kamera"
Ini tidak masuk akal.
Ini bukan...
Bukan ini yang kurencanakan.
Kamu mau menjadi kreator konten internet?
"Tertawa"
Benarkah?
Aku sangat terkejut.
Hei.
Kim Tae Ho...
Apa?
"Apakah sudah dimulai?"
- Tae Ho menitipkan ini kepadaku. - Benarkah?
- Ya. - Kamera ini? Tiba-tiba?
Ya.
Dia menyuruhku melakukan apa pun yang aku mau
dan meninggalkan ini untukku.
- Untuk saluran televisi apa? - Entahlah.
- Jangan hiraukan itu. - Jangan hiraukan?
- Jangan pedulikan kamera itu. - Ini serius.
- Kenapa? - Aku tidak menduga akan ada kamera.
Dia menyuruhku datang sebentar, dan inilah yang terjadi.
Kalau begitu, aku...
Untuk apa ini?
"Seolah menatap kameranya akan membantu"
Jam berapa sekarang?
Aku harus pergi pukul 5.20 sore.
Aku punya rencana.
Aku harus syuting pukul 6 sore.
- Banyak hal lainnya. - Aku juga punya...
Banyak hal lainnya.
Ini celana berpinggang tinggi.
Seharusnya
aku syuting dengan pakaian ini.
"Gaya berpakaian pinggang tinggi membuat Sae Ho tampak lebih pendek"
Aku punya rencana.
Itu bagus.
Kamu akan ke KBS,
- kamu juga tinggal di dekat sana. - Ya.
Berikan kamera ini kepada Tae Ho nanti.
- Aku? - Jika sudah sempat.
Itulah yang dia katakan.
- Kamu ingin aku... - Itulah yang dia katakan.
Ulang videonya dan saksikan saja sendiri.
No comments yet. Be the first to leave one.