An Affair to Remember

An Affair to Remember

Download Indonesian Subtitle

Release info

An Affair to Remember 1957 720p BRrip x264 SUJAIDR
A Commentary by Chyrus

Tags

brrip
x264
720p
720
Published on: 2017-08-06
Downloads: 42
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Selanjutnya, selagi Bursa Efek New York

menunjukkan tanda-tanda kekhawatiran,

ada sedikit atau tak ada kekhawatiran buat yang punya keyakinan.

Ada kabar baik buat para bujangan.

Persaingan terhadap wanita cantik

dapat dipastikan jadi lebih mudah

saat ini Nickie Ferrante, si pemburu wanita kaya,

bukan lagi jadi batu sandungan.

Ya, ini akan jadi lonceng pernikahannya setelah sekian lama.

Mr. Ferrante sedang berlayar hari ini dari Eropa

sedang Nona Lois Clark akan menantikannya

di pelabuhan di New York.

Lois dengan 600 juta dolarnya. Banyak sekali!

Bukan hanya semua uang itu, tapi seorang wanita yang cantik juga.

Wow.

Ada kabar menghebohkan.

Nickie Ferrante, si jagoan penakluk wanita...

dengan Nona Lois Clarke, perempuan Amerika penerima warisan...

kekayaan yang banyak sekali sebesar 600 juta dolar...

600 juta dolar!

Dalam lira Italy, berapa milyar itu kira-kira?

Mamma mia!

Ini sebaliknya ada sekilas kabar baik,

Nickie Ferrante berlayar malam ini untuk melangkah ke jenjang pernikahan

dengan salah satu kaum bangsawan industri Amerika.

Pasangan yang serasi, aku rasa.

Dia adalah Nona Lois...

Clark.

Ya.

Jadi...

Jadi, itulah kabar baiknya.

- Tuan Ferrante? - Bukan, bukan.

Tuan Ferrante?

Dia ada di kapal?

Ya. Tuan Ferrante!

Tuan Ferrante.

Tuan Ferrante.

Tuan Ferrante?

Bung, aku di sini.

Anda Tuan Ferrante?

Aku ada panggilan telepon buat anda dari Paris.

Mr. Ferrante, bisa kau tanda tangani ini...

Kalian manis sekali, tapi aku dibutuhkan di telepon.

Terima kasih.

Halo? Ya, ini Ferrante.

Siapa yang menelepon? Oh, sambungkan padanya.

Dasar brengsek.

Halo, Gabriella.

"Halo, Gabriella." Tak usah bicara denganku.

"Tak usah bicara..." Lalu kenapa kau menghubungiku?

Bisa-bisanya kau bicara cinta padaku, mengatakan hal-hal yang sudah kau lakukan?

Dan kau, perihal untuk dinikahi!

Kau ingat yang kau bisikkan

waktu aku memberimu kotak rokok itu?

Tentu saja, sayang. Aku bilang...aku bilang...

Halo! Halo! Kau bisa mendengarku, Gabriella?

Aku rasa kita terputus.

Kita tidak terputus!

Operator! Operator!

Oh, ini keterlaluan. Operator!

Munafik! Aku pegang sebilah pisau

dan aku mau hujamkan ke punggungmu.

Pembohong! Pengecut! Menjijikkan! Kau tak punya malu?

Astaga! Mr. Ferrante. Namaku Hathaway, Ned Hathaway.

- Begitu? - Selamat datang di kapal.

Aku ingin tahu

apa kau bersedia gabung bersama istriku, adikku, dan aku

dalam sebuah permainan bridge.

Maafkan aku, Mr. Hathaway, tapi aku mainnya curang.

Itu suatu kebiasaan.

Maaf. Kupikir kau pegang kotak rokokku.

Aku sebaiknya mengaku. Aku ini pencuri permata.

Aku tak percaya.

Aku mau serahkan ini ke petugas kapal. Aku temukan di...

Sebentar. Mana aku tahu ini milikmu?

Ada sebuah tulisan ditujukan padaku di dalamnya.

"Buat Nicolo."

Jangan bilang padaku kau itu si terkenal...

Aku sudah baca banyak hal tentangmu di majalah Life and Look dan...

Barangkali di majalah Good Housekeeping? Sekarang, bisa aku minta kotakku?

Tidak, tidak. Tunggu sebentar.

Ini hubungan yang akrab sekali.

Aku tahu cukup banyak orang Prancis yang merasa kebingungan.

Bisa kau permudah sedikit

lalu beritahukan apa maksud perkataan ini?

Maksudnya, itu mengatakan,

"Kenangan tiga malam yang tak terlupakan menaiki kapal La Gabriella,"

yang mana itu kapal pesiarnya.

Aku rasa ini memang benar milikmu.

Katakan padaku, kau yang mengarang lagu, "I'll Never Smile Again?"

Bukan.

Tapi aku sedang memikirkan mengarang lagu yang berjudul "Moon Over La Gabriella."

Menurutmu itu akan bisa mengungguli popularitas acara night baseball?

Tunggu sebentar.

Aku ada masalah, masalah serius.

Aku bisa beritahukan padamu.

Bicara yang tidak-tidak di kapal. Sungguh terlalu.

Aku harus bicara dengan seseorang.

Aku bukan orang yang tepat untuk hal semacam itu.

Aku ini banyak bicara.

Aku sudah berusaha menghentikan kebiasaanku, tapi...

Tapi kau punya wajah yang jujur.

Benarkah?

Aku bisa memercayaimu, kan?

Ya, aku rasa begitu.

Bagus. Ikutlah denganku.

Ya, tapi kapten punya wajah yang jujur juga.

Kenapa kau tak ceritakan padanya masalahmu?

Bisa kita ke kabinmu atau ke kabinku?

Tidak, kabinku.

Tapi kabinku ada di dekat...

Kabinku di sini.

Bukannya aku tak mau,

tapi ibu bilang padaku agar jangan pernah masuk

ke kamar pria di bulan yang berakhiran dengan huruf "R."

Benarkah?

Ibumu bukan hanya cantik, dia juga pintar.

Siapa namamu?

Terry McKay.

Terry McKay dan aku bepergian sendirian.

Itukah kira-kira yang jadi masalahmu?

Ya.

- Bisa aku? - Boleh.

Terima kasih.

Aku pikir kau bisa taruh di sini.

Kau tahu, ini sungguh tak menyenangkan. Kau telah selamatkan hidupku.

Aku sangat bosan.

Aku belum jumpai satu pun wanita menarik di kapal ini sejak kita berlayar.

Bukankah itu sangat tidak menyenangkan? Aku jadi gelisah.

Aku bilang pada diri sendiri, "Tak adakah wanita cantik yang bepergian lagi?"

Kemudian aku melihatmu, aku terselamatkan, aku harap.

Katakan padaku, bagaimana kau bisa simpulkan dengan perkataan seperti itu?

Atau haruskah aku merasa terkejut?

Kalau kau terkejut, aku jadi terkejut.

Kedengarannya seperti sebuah sindiran pedas.

Aku bisa buat beberapa juga,

- kalau aku mau. - Aku yakin kau bisa.

Aku yakin aku bisa.

- Itu yang aku bilang. - Baiklah. Aku pikir aku bisa.

Aku mendengarkan.

Calon istrimu tahu wanita pemilik kapal...

- Gabriella? - Gabriella.

Tentu saja. Dia teman terbaiknya.

Jalinan pertemanan yang akrab.

Kau tahu, kapal ini melaju terlalu cepat.

Kita harus ambil manfaat dalam setiap kesempatan.

Tidakkah kau berpikir hidup itu harusnya menyenangkan, membahagiakan,

dan bergelembung seperti sampanye?

Aku suka sampanye merah muda.

Ya, itu minuman yang aku maksud, sampanye merah muda.

Adakah alasan mengapa mulai saat ini

perjalanan ini tak seharusnya seperti sampanye merah muda?

Apa?

Astaga.

Dia takkan suka?

Tidak.

- Suami? - Bukan.

- Dia tetap takkan suka? - Tidak.

Kenapa dia tidak pergi bersamamu?

Karena dia harus ke Texas untuk peleburan sebuah perusahaan besar.

Dia pikir itu akan jadi ide bagus

jika aku lakukan perjalanan singkat selagi dia selesaikan persoalan besar itu

karena aku tak punya bakat untuk berbisnis.

Itu di luar kemampuanku seberapa banyak uang perusahaan yang keluar,

seberapa banyak uang yang dihasilkan,

- karena pengambilalihan terhadap beberapa perusahaan gagal ini. - Oh, ya.

Rahasia besarnya sepertinya ada pada

peleburan sebuah perusahaan yang sakit

dengan perusahaan besar, baik, sehat

lalu setelah itu keadaan semua orang akan membaik.

Berlebihan, bukan?

Dia tidak anggap aku ini bodoh,

tapi dia tidak anggap aku ini pintar-pintar amat untuk hal-hal seperti itu.

Itu tidak penting, kan?

- Terima kasih. - Kembali.

Jadi dia percaya padamu?

Sepertinya.

Tak ada kesalahan, tak ada kekeliruan,

- tak ada sedikit pun yang meleset? - Tepat lima tahun.

Kedengarannya itu tidak mungkin, tapi itu benar.

Ya. Sepertinya.

- Rokok? - Tidak, terima kasih.

Aku tak...

Kau bisa nyalakan dari tulisan di kotak ini, kan?

Aku mau. Aku harus terus memandangimu.

Ya. Dia orang yang sangat beruntung.

Pasti orang hebat.

Kau bisa bayangkan seberapa menariknya dia

waktu aku sanggup menolak sosok yang sangat mempesona seperti...

Ya. Ya. Aku mengerti.

Itu bagus, kan?

Masih ada permainan tenis dan shuffleboard, bingo.

Jangan bilang padaku kau merasa dipermalukan.

Ya. Ya, sebenarnya, aku merasa seperti itu.

Maafkan aku.

Tak apa. Tak perlu meminta maaf.

Aku sungguh berharap ini takkan melukai harga dirimu karena...

Tidak, tolong. Tolong, jangan berpikir yang tidak-tidak.

Aku baru mau ajak harga diriku jalan-jalan.

Kecuali, tentu saja, kau bersedia untuk...

More Indonesian subtitles for An Affair to Remember

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left