The first 200 lines.
Don't turn back osorezu mae e mae e
Jangan berbalik. Maju, majulah tanpa gentar.
yosomi shiteru hima wa nai
Kita tak punya waktu menoleh.
no way kienai itami mo daite
Mustahil
mendekap
perih yang tak bisa lenyap,
hosoi ito wo tsunage
karena justru itu yang hubungkan kita.
One chance nogasazu seme no attitude
Satu peluang dari sikap agresif yang teguh.
sono ryoute de kirisake kyoufushin
Belahlah takut itu dengan kedua tanganmu.
kantan ni wa yuzurenai revenge
Dendam yang tak mudah tergoyahkan,
tozasareteta michi wo hirake
itulah yang membuka jalan yang terkunci.
kasanatteku koukai mo itsuka mirai ni kaete ikeru
Penyesalan yang menumpuk itulah
yang jadi bekal masa depan.
machigatte hiroiatsumeta garakuta wo migake
Kesalahan yang terkumpul itupun
yang buat sampah sepertiku berubah.
I will never ever give up
Aku tak 'kan pernah menyerah.
mada torimodoseru glory
Karena ada kemenangan yang harus kuambil.
nagashita namida no nigasa nomikonde
Meski harus kutelan pahitnya linang air mata.
I will never ever give up
Aku tak 'kan pernah menyerah.
boroboro ni nattatte
Meski harus babak-belur, nanti.
tsunage sono ishi wo
Tekad kita yang terhubung ini,
asufaruto no aji wasurenai ze
juga rasa aspal ini
tak kulupakan.
wasurenai ze
Tak kulupakan!
Manami dan Sakamichi
Manami dan Sakamichi
Aku akan maju, Kak Fukutomi!
Majulah, Manami!
Manami!
Pertarungan sudah diputuskan.
Ada masalah pada sepedanya, ya?
Sepertinya dia tidak bisa bereaksi.
Tapi itu juga bagian dari balap sepeda.
Sepertinya kau kurang beruntung, Imaizumi.
Tidak, mungkin lebih baik kusebut Kinjou.
Kami adalah pemenang!
Tekanan meningkat apa ini?
Tekanan untuk terus tetap maju, maju ....
Tanganku berkeringat!?
Kenapa Sohoku tersenyum?
Aku sudah mengira kalau kau pasti sampai.
Naiklah, Sakamichi!
Nomor 176?
Dia?
Ya.
Dia bahaya.
Mereka masih punya upaya seperti ini?
Inikah tekad Sohoku yang tak pernah menyerah itu, Kinjou?
Paling depan sudah tinggal 2.500 lagi.
Maju, Sohoku.
Sudah tahu, 'kan?!
Sudah tahu!
Rebutlah!
Yang bisa mengejar Manami di depan hanyalah kau!
Ya!
Hentikan sendiri gemetar tanganmu.
Keputusan saat ada celah putuskan sendiri.
Hanya kau yang bisa!
Tapi jangan khawatir.
Di seragam Sohoku ini, terpendam seluruh tekad kami!
Ya!
Menanjaklah, Sakamichi Onoda!
Aku paham!
Aku akan menanjak, Imaizumi!
Sohoku juga maju!
Yang memimpin dua orang!
Tinggal 2.5 kilometer!
Dan ... kenapa aku tersenyum?
Sudah tahu, 'kan?!
Sudah tahu!
Begitu, ya.
Pasti begitu.
Imaizumi.
Ya?
Saat balapan berlangsung, kami ...
... melihat pergerakanmu dan Midousuji yang maju ...
... dan mengirim Climber terbaik di saat terbaik.
Kupikir dia pasti akan maju sendirian.
Apa kau membaca di saat terakhir itu?
Tidak.
Sejujurnya, aku terkejut.
Aku tidak bisa menduganya.
Tapi di saat terdesak itu, aku juga bingung ....
Aku percaya.
Kalau dia akan mengikutiku.
Aku bilang padanya agar mengikutiku.
Lalu dia bilang "baiklah."
Hanya itu?
Apa strategi kalian hanya itu?
Percaya, memercayai ...
... dipercayai lalu maju sekuat tenaga.
Sesederhana itulah strategi Sohoku.
Tapi itu ....
Jika salah sedikit saja ....
Aku baru saja menyadarinya.
Itu pasti kesenangan dari balap sepeda.
Itu sebabnya aku tersenyum.
Majulah, Sakamichi.
Bawa hati kami semua ...
... dan maju.
Kaki dan tanganku bergetar.
Berhenti, berhenti, berhenti!
Manami, aku ...
... aku akan melewatimu dan merebut finis!
Sebenarnya ... aku ... tidak menduga kamu akan mengejarku sampai sini.
Luar biasa sekali, di hari ketiga Interhigh ...
... bisa bertarung bersamamu seperti ini!
Berjuang!
SMA Hakone!
Sohoku!
Itu sebabnya aku tidak bisa berhenti balap sepeda.
Mungkin sejak hari itu, hal ini sudah ditentukan.
Majulah!
Aku juga tidak akan menyerahkan finis begitu saja.
Ini waktu yang dijanjikan!
Aku akan melewatimu!
Putar.
Putar, putar, putar!
Demi teman-teman!
Berputar!
Susul! Kamu mau menyusul, Sakamichi!?
Aku bisa merasakannya seluruh tekad bertarungmu!
SMA Hakone nomor 6 semakin cepat!
Di tanjakan seperti ini?
Maju!
Dia ingin langsung menyelesaikannya!
Putar, putar!
Demi teman-teman!
Baru saja ada informasi masuk.
Di tempat pertama saat ini adalah nomor 6, Sangaku Manami dari SMA Hakone.
Dan yang mengikutinya adalah nomor 176,
Sakamichi Onoda dari SMA Sohoku.
Onoda?
Oi, oi.
Si Kacamata?
Sakamichi, kau mengejar barisan depan?
Dia terus membuatku terkesan!
Sangaku Manami
Sakamichi Onoda
Sangaku Manami
Sakamichi Onoda
Sangaku Manami
Sakamichi Onoda
Sangaku Manami
Sakamichi Onoda
Sangaku Manami
Sakamichi Onoda
Sangaku Manami
Sakamichi Onoda
Sangaku Manami
Sakamichi Onoda
Sangaku Manami
Sakamichi Onoda
Sangaku Manami
Sakamichi Onoda
Sangaku Manami
Sakamichi Onoda
Sangaku Manami
Sakamichi Onoda
Sangaku Manami
Sakamichi Onoda
Sangaku Manami
Sakamichi Onoda
Sangaku Manami
Sakamichi Onoda
Sangaku Manami
Sakamichi Onoda
Sangaku Manami
Sakamichi Onoda
Sangaku Manami
Sakamichi Onoda
Sangaku Manami
Sakamichi Onoda
Nomor 176 itu anggotamu?
Sangaku Manami
Sakamichi Onoda
Sangaku Manami
Sakamichi Onoda
Sangaku Manami
Sakamichi Onoda
Sangaku Manami
Sakamichi Onoda
Sangaku Manami
No comments yet. Be the first to leave one.