The first 200 lines.
Apakah kau tahu rasanya tinggal sendiri?
Tidakkah kau kasihan padaku, seorang yang sudah 30 tahun menjanda?
Aku telah berdoa, tetapi tidak ada laki-laki yang muncul.
Kenapa kau tetap diam?!
Apa kau mengabaikanku?
Katakan sesuatu!
Dewa!
Benar-benar aneh.
Untuk apa tongkat ini?
Apa yang...
Apa yang sedang terjadi?
Apa yang...?!
Siapa kalian?
Setelah dia selesai berucap,
benda itu berubah menjadi pria-pria Dan kemudian melayaninya?
- Apa apan ini... - Tuan!
Perutku...
Dasar sialan...
Ini untuk apa?
Mari kita menikmati hidup.
Aku katakan kepadamu agar tidak menceritakan itu
Kelihatan begitu keras dan kuat
Untuk apa tongkat ini?
Patung keramat tidak bisa dihancurkan.
Maka kita menaruh anggur berusia 100 tahun dan menguburkannya...
...dibawah patung keramat.
A Tale of Legendary Libido
Berapa lama sudah berlalu?
Aku tidak percaya ini.
Desas-desus itu benar adanya
Peristiwa itu menyebabkan peningkatkan Yin didalam.
Keseimbangan Yin dan Yang...
Aura kewanitaan terlalu kuat disini.
Gosok dengan baik!
Siapa mereka?
Mereka penjahat kejam dari desa tetangga
Tidak ada pria dari desa kita yang berani menantang mereka.
Banci menyedihkan!
Kami kehabisan minuman disini!
Babi itu tidak punya keberanian pria sejati
Punya uang?
Kami bayar ketika pergi. Berikan kami minuman lagi!
Lupakan! Keparat bodoh...
Apa yang!
Lalu apa yang ia minum?
Kau punya masalah? Ada yang ingin diucapkan?
Apa yang kau pakai?
Apa aku mencium parfum?
Byun, tolong abaikan mereka.
Aku tidak mau ada keributan disini.
Apa yang!
Kau anak...
Kelihatannya enak.
Kau!
Apa yang!
Wah!
- Siapa orang itu? - Berhenti menggulung!
Lihat hidungnya.
Hidung besar artinya penisnya besar. Benarkan, teman-teman?
Hei! Hei! Hei!
Dia bukan pria seperti yang kalian pikirkan.
Apa?
Dia paling lemah dari yang terlemah.
Jangan nilai buku dari sampulnya.
Apa maksudmu?
Apa aku harus menceritakan cerita itu lagi?
Saat itu tengah malam.
Dia sedang berjualan kue nasi.
Kue nasi! Kue nasi!
Kue nasi! Kue nasi!
Kue nasi...
Disini!
Dua harganya 1 dolar.
Tapi aku akan beri satu lagi gratis
Apa ini pertama kali bagimu?
Pasti ini pertama kali bagimu.
- Suaramu... - Kenapa?
Apa suaraku terdengar tua?
Orang tua bisa bernafsu, juga.
Mungkin hidupku dikutuk.
Dari semua pria yang ada didunia Kau yang datang kemari.
Sungguh beruntung!
Kenapa? Apa yang salah denganku?
Kau tidak tahu?
Jerami lebih tebal dibandingkan punyamu.
Jerami?
Kau seperti kasim!
Kasim? Benarkah?
Các cô ở đây chưa đủ lâu để biết đâu.
Kalian para gadis cukup lama disini Untuk mengetahuinya.
Jika bagian bawahnya bekerja sama seperti mulutnya.
Dia hanya pria pecundang.
Aku masih gadis pertamamu! Ingat?
Abang!
Tuhan, Dia sangat jantan.
Tidak seperti adiknya!
Lihat barangnya. Tidak ada wanita yang bisa bilang tidak
Begitu besar...
Kau Byun, ya kan?
Tidak, aku bukan.
Aku bisa menebak dari suara kencingmu.
Aku bukan Byun!
Bukan, bukan...
Apa yang!
Kang-mok!
Dia mabuk. Tolong maafkan dia.
Maafkan.
Byun, ayo pergi.
Berhenti bersikap seperti itu.
Aku mau mabuk-mabukan.
Aku tidak berguna!
Pria jantan dengan saudaranya yang loyo...
Bagaimana mereka bisa bersaudara?
Kang-mok sangat perhatian dengan saudaranya...
... karena adiknya setengah pria itulah kenapa.
Ia lebih mementingkan adiknya dari dirinya.
Merasa lebih baik?
Turunkan aku. Aku akan berjalan.
Berhenti bergoyang, Byun.
Turunkan saja aku.
Aku punya beberapa cumi-cumi kering untukmu.
Siapa bilang aku suka? Turunkan aku!
Duduk.
Duduklah!
Ini.
Ini kura-kura tanah dan empedu beruang.
Menguatkan lengan dan kakiku.
Mereka bilang tak ada yang lebih baik untuk masalahmu.
Aku tidak butuh.
Hei!
Byun! Byun!
Kue nasi!
Kue nasi!
Kue nasi!
Kau jualah ini untuk anak-anak?
Byun, kau terbakar!
Abang!
Air... Air! Air!
Berbaring! Cepat!
- Abang! - Berbalik!
Minggir!
Byun!
Semua telah terbakar.
Darling yang terbaik.
Siapa itu?
Tidakkah kau tahu?
Ia telah pindah ke gubuk reyot beberapa hari lalu
Ah, dia? Aku dengar dia sedikit kurang waras.
Oh, yang itu!
Mendekatlah.
Katanya ketika dia masih sangat muda..
...dia ditangkap oleh Jepang sebagai budak sex.
Lalu dia berhasil kabur.
- Kau tahu apa? - Apa?
Matanya begitu seksi.
Begitu juga bibir merah tuanya.
Aku bertaruh dia memiliki nafsu besar.
Sepertinya kau sudah menidurinya!
Belum. Tapi aku merencanakannya..
Kalian mau kesana?
Di mana?
Dia mandi di sini setiap malam?
Kita sia-sia kesini.
Malam ini bukan malamnya. Maafkan aku.
Bukankah itu Byun?
Apa yang kau lakukan disini?
Kau mau mengintip dia, juga?
- Bukan, aku mau mandi disini. - Ya, tentu saja!
Bukan itu payudara?
Sepatuku!
Tolong!
Apa itu?
Inilah yang mereka cari!
Jadi dia pelacur yang menawan itu!
Berhenti!
Dingin?
Kau datang kesini. Berapa banyak orang yang kau rayu?
- Matilah kau! - Kau mau mati!
Kesini! Kau pelacur!
- Ayolah, pelacur! - Kesini!
Nyonya-nyonya!
Omong kosong apa ini?
Kang-mok...
Kesini, brengsek!
Jika aku melihatmu lagi, Kau akan mati!
Kau tak seharusnya ikut campur!
Berhenti!!
Kau baik-baik saja?
Tidakkah kau mengerti?
Kau ingin aku katakan sekali lagi?
Kita punya 5 hari untuk persiapan perkawinannya.
Menikah? Kau menyembunyikan seorang gadis?
Ayo keluar.
Dia akan menjadi keluarga kita.
Perlakukan dia dengan baik.
Dia sangat lelah.
Berikan dia air.
Byun? Byun? Hei!
Tolong!
Aku mohon, tolong!
No comments yet. Be the first to leave one.