The first 200 lines.
Sebelumnya di Lucifer... Semua perasaanku padanya...
hanyalah tipuan dari Ayah.
Apa kau meniduriku hanya untuk informasi kasus ini?
Tentu saja./ Sedang apa kau di sini?
Jangan biarkan temanmu masuk daerah musuh sendirian.
Kedamaian ada di sini.
Kata-kata terakhirku adalah petunjuk.
Petunjuk? Petunjuk apa?
Kau yang harus mencari tahu, bukan?
Dan menurutmu ini Pedang Api?
Ini tidak terbakar.
Karena hanya dirimu,
Pembawa Cahaya-ku, yang bisa menyalakannya.
Itu saja. Hanya itu yang kupunya.
Oke. Kita akan memperbaikinya. Ada banyak waktu.
Tidak bagiku.
Aku memang ingin menggunakan Pedang Api
untuk memotong Gerbang Surga.
Setelah itu,
aku akan menendang Ibu masuk Surga...
dan menutup gerbangnya.
Tidakkah Tuhan akan menghancurkannya?
Kuharap, Mereka akan saling menghancurkan.
Maka Mereka akan mendapat ganjarannya.
Aku bukan Sang Iblis, aku hanya pria pengkhayal.
Aku mengarang semuanya.
36 jam sebelumnya...
Aku baik-baik saja.
Bagus.
Baik-baik berarti bagus.
Oke, percakapan yang menarik.
Waktu yang sama minggu depan?
Maaf, hanya saja...
beberapa perkataanmu...
di sesi sebelumnya,
membuatku bertanya-tanya.
Katakan./ Jadi, rencana rahasiamu...
untuk memotong Gerbang Surga...
Sebenarnya, kami sedang terhambat.
Pedang Api-nya rusak.
Entah apa masalahnya,
hingga kami tahu itu, kami harus menundanya.
Itu melegakan./ Kenapa begitu?
Tuhan dan mantan istri-Nya bertempur hingga mati?
Kedengarannya buruk bagi umat manusia.
Kalian mungkin akan baik-baik saja.
Mungkin?
Itu tidak menenangkan.
Apa pendapat Maze soal rencanamu?
Entahlah. Aku belum memberitahunya.
Sebab itulah namanya rencana rahasia.
Dia sahabatmu./ Ya.
Meski aku suka budak seks-ku,
Maze sering melakukan hal yang dikiranya demi kebaikanku
dan malah berakhir menjadi bencana.
Dan aku tak mau ambil resiko.
Tapi kabar baiknya...
dia sibuk dengan sahabat barunya kini.
Si Detektif.
Mereka tak terpisahkan.
Hei, Teman serumah.
Kau mau ke mana?/ Maze, hai.
Aku mau bekerja. Aku terlambat.
Tapi kau belum sarapan, ayolah.
Tidak, aku...
Aku tidak lapar.
Ya, aku tahu.
Pekerjaan rumah bukan keahlianku.
Sebaiknya aku tetap menangani kegiatan sosial pertemanan kita.
Mau menghajar seseorang?/ Maze.
Aku merasa kita sering bersama belakangan ini.
Dan kurasa,
mungkin kita harus menambah teman kita.
Aku paham, Decker.
Ya? Benarkah?
Aku paham maksudmu.
Percayalah.
Kau harus menghubungi Maze.
Bukankah sudah lama kalian tidak berkumpul?
Sudah lelah terus tersandung mainan seksnya, ya?
Aku tidak bilang begitu.
Aku hanya merasa akan baik baginya dan diriku,
jika dia tidak terus di dekatku.
Begini masalahnya. Maze seperti...
bayi burung yang mengikuti apa pun yang dilihatnya pertama kali.
Sayangnya, itu dirimu. Kau diriku yang baru.
Aku tidak ingin menjadi dirimu. Aku hanya butuh ruang.
Pada akhirnya Maze akan menemukan tempatnya,
tapi hingga saat itu, apa hal terburuk yang bisa terjadi?
Pembunuhan. Sudah dipastikan.
Pukulan benda tumpul di belakang kepala.
Korban dipukul dengan papan Backgammon.
Sangat tidak sportif.
Dia seorang perawat.
Toby Mulligan, 32 tahun.
Mayat ditemukan di sini./ Oke.
Mereka sudah menanyai staf rumah sakit?
Belum. Ini rumah sakit jiwa,
jadi para staf tidak ingin para pasien ketakutan
akibat mayat ini.
Mereka sedang sibuk memindahkan pasien
ke lantai lain.
Aku suka orang sakit jiwa.
Siapa yang tidak tertarik melihat orang yang mengira dirinya Elvis
atau Napoleon atau Wesley Snipes?
Siapa penemu mayatnya?
God. (Tuhan)/ Ah, lihat?
God Johnson, dia pasien. Dia di dalam sana.
Dia sungguh mengira dirinya Tuhan.
Dia bahkan mengubah namanya.
Kalian berdua pasti bisa membahas banyak hal./ Ya.
Aku ingin berbincang dengan Sang Maha Kuasa.
Tahan dulu. Ada banyak...
rintangan birokratis yang harus dilalui...
untuk mengatur interogasi.
Admin rumah sakit punya semua infonya.
Halo, God.
Halo, Anakku.
Ya, kurasa itu cara standar...
untuk menyapa anak-anakmu.
Bagus juga.
Apa yang bisa kubantu?
Sebenarnya, aku yang bisa membantumu.
Aku bisa mengungkap kebenaran tentang Sang Maha Tinggi
yang kau coba tiru.
Aku yakin kau ingin jadi Tuhan karena...
Dia baik, maha kuasa, dan sebagainya.
Tapi sebenarnya, Dia menyebalkan.
Jika kau ingin marah padaku,
silakan saja.
Aku bisa menjadi apa pun yang kau inginkan.
Baiklah, cukup basa basinya.
Saatnya mengungkap kebenaran dari sandiwara ini.
Apa hasratmu?
Hmm?
Menghindari mantan istri jahat?
Penggelapan pajak? Apa keinginanmu?
Apa ini kontes menatap?
Karena aku ahli dalam hal itu.
Bagaimana mungkin?
Oh, ya, aku yakin kau dalam...
pengaruh obat-obatan, ya?
Jika iya, berbagilah.
Kau tidak seharusnya di sini.
Oh, lupakan.
Aku sudah selesai dengan penipu ini.
Senang bisa melihatmu, Samael.
Apa katamu?
Ayah?
Lucifer S02E16 God Johnson
Apakah Ayah pernah mengunjungi Bumi?
Setahuku tidak.
Lagipula, untuk apa Dia melakukan itu sekarang?
Entahlah, mungkin karena...
kita berencana menumbangkan Dia.
Meski begitu, Luci, itu bukan cara kerja Ayah.
Jika Dia punya masalah,
Dia mengirim utusan, sepertiku,
atau semak duri berapi.
Jadi bagaimana God Johnson tahu soal Samael?
Namaku.
Oh, tunggu, aku tahu.
Kau tahu?/ Dari internet.
Sungguh luar biasa hal-hal yang bisa kau temukan secara daring.
Kau pernah melihat video kucing melompat ke dalam kotak?
Sangat lucu, tapi aku bahkan tidak memperkenalkan diri sebagai Lucifer.
Dan ada yang aneh tentang...
Tak bisa kujelaskan.
Karena itu hanya perkataan gila dari manusia sakit jiwa.
Mungkin ada alasan lain./ Baik.
Apa itu?
Bumi adalah mainan kesukaan-Nya.
Mungkin Dia sudah muak hanya melihat dari jauh.
Ini bukan tempat yang buruk.
Bahkan kau harus mengakuinya.
Sekarang kau yang terdengar gila, Luci, karena Bumi...
Bumi tidak ada apa-apanya dibandingkan Surga.
Ayolah, Kakak.
Kurasa kau mulai menyukai tempat ini, bukan?
Ayolah, jujurlah.
Saat kita kembali ke Surga, pasti akan ada sesuatu...
yang kau rindukan, bukan?
Atau mungkin seseorang?
Seseorang dengan celana ketat dan suka bermain pisau?
Maksudku Maze, tentu saja.
Ayolah, Teman-teman.
Apakah benar segila itu?
Maksudku, bagaimana jika Tuhan salah satu dari kita?
Hanya orang biasa seperti kita.
Benar. Atau hanya...
Orang asing di bis.
Ayahku tidak akan pernah memakai kendaraan umum.
Lagu itu sangat tidak realistis.
Lagu apa?/ Lagu yang kubenci...
sama seperti aku membenci kemunafikan ini,
seperti God Johnson.
Munafik? Entahlah.
Aku melihat kesamaan di antara kalian.
Pria itu bukan Ayahku.
Itu bagus, karena mungkin dia pembunuhnya.
No comments yet. Be the first to leave one.