The first 200 lines.
Maaf, Hae Sung.
Aku ingin menjadi koki yang baik untukmu,
tapi aku tidak bekerja dengan baik hari ini.
Maaf.
Maaf.
Jung Won.
Kamu tidak perlu menjalani hidupmu untukku lagi.
Aku sudah kembali sekarang.
Mengerti?
Mulai sekarang kamu harus menjalani hidupmu sendiri.
Aku akan selalu mendukungmu.
Halo.
Hai.
Jung Won mengalami sesuatu yang menyedihkan hari ini.
Ya.
Aku sudah mendengarnya.
Jung Won.
Aku keluar karena ingin membicarakan pekerjaan.
Tapi aku tidak tahu sepupumu ada di sini.
Kalau begitu, sampai jumpa lain kali.
Tidak apa-apa. Aku akan pergi.
Silakan bicara dengannya.
Aku pulang dahulu.
Pulanglah setelah bicara dengannya.
Aku akan pulang sekarang.
Baik.
"Episode 11"
Jung Won.
Hae Sung.
Cepat sekali.
Kupikir kamu menaiki bus itu dan sudah pergi.
Kupikir kalian akan mengobrol lama.
Tidak, sudah selesai.
Ayo.
Jung Won, apa pun hasilnya,
kamu tetap bekerja dengan baik hari ini.
Hari ini bukan akhir dari segalanya.
Kamu bisa dipromosikan lain kali.
Semangatlah.
Maaf.
Aku tidak mengatakan ini untuk mendapatkan permintaan maaf darimu.
Aku punya teman yang juga seorang koki.
Dia dipromosikan lebih lama daripada yang lain.
Aku khawatir dia akan berhenti
karena dipromosikan lebih lama daripada aku.
Tapi kini, dia koki terkenal yang mengelola restoran besar.
Bagaimana jika kamu mengunjunginya dan bertanya
bagaimana cara menghadapi promosi yang lama?
Makanan di sana lezat,
dan dia orang yang sangat ceria.
Ayo temui dia bersamaku agar suasana hatimu lebih baik.
Pak Cha, maaf,
tapi kurasa lebih baik aku pulang saja hari ini.
Maaf karena menolak tawaran baik Anda.
Silakan pulang jika itu keinginanmu.
Pulang dan istirahatlah.
Menurutku itu lebih baik.
Baik, kalau begitu,
sampai jumpa.
Kenapa?
Kamu menangis tersedu-sedu setelah gagal dalam tes promosi?
Karena kamu kesal?
Bukan.
Karena tidak bisa memberitahukanmu bahwa aku dipromosikan.
Aku juga sedih.
Tapi ada satu hal yang kupelajari.
Kamu menyuruhku
menjalani hidupku sendiri, bukan menjalaninya untukmu.
Aku akan hidup untuk diriku sendiri.
Jadi, aku juga ingin kamu hidup untuk dirimu sendiri.
Berhentilah memikirkan adik-adikmu dan pikirkan dirimu sendiri.
Apa maksudmu?
Kamu menyadari itu?
Kamu meninggalkan pesan suara.
Kamu terdengar sangat sedih.
Itu pasti berkaitan dengan adik-adikmu, bukan?
Ini soal Young Jun.
Orang-orang mengira
aku tidak punya saudara.
Young Jun, terima kasih untuk...
Aku berjanji kepada Young Jun
untuk berpura-pura tidak saling mengenal,
dan akan berhenti mengunjunginya mulai sekarang.
Aku sendiri yang menjanjikan itu.
Hae Sung.
Young Jun bukan orang yang jahat.
Dia bukan adik kandungku, tapi aku mengenalnya.
Sebenarnya dia memiliki hati yang baik.
Kamu juga tahu itu, bukan?
Young Jun yang akan mencarimu lebih dahulu.
Jadi, jangan terlalu khawatir.
Menurutmu begitu?
Dia orang yang baik.
Kamu menangis?
Mulai sekarang jika ingin menangis, menangislah di depanku.
Itu bukan salahmu.
Jadi,
jangan terlalu menekan diri sendiri.
Sudah malam.
Benar.
Astaga, kita harus pulang sekarang.
Sudah malam, tapi kenapa masih panas sekali?
Ini pasti malam tropis.
Pulang sekarang? - Ya.
Bagaimana rasanya menginap di rumah Moon Sik?
Dia tinggal bersama rekan kerjanya.
Aku mulai merasa tidak nyaman setelah beberapa hari.
Kamu merasa bersalah pulang malam karena akan membangunkannya.
Cepat pergi.
Belum terlalu malam. Aku akan pergi setelah mengantarmu pulang.
Aku bisa pulang sendiri. Kita sudah dekat.
Ayo lari.
Ayo naik.
Baik.
Ini...
Aku hampir lupa.
Panas.
Kamu bilang ini malam tropis.
Aku akan pulang sekarang. Kunci pintu sebelum tidur.
Baik. Hati-hati di jalan.
Sampai jumpa.
Masuklah.
Baik. Sampai jumpa.
Hae Sung.
Ho Bang.
Terima kasih. - Ini.
Kenapa kemari di cuaca sepanas ini?
Berikan itu kepadaku. - Tidak perlu, ini berat.
Pasti berat pindah sepagi ini. Cuacanya panas, bukan?
Sejujurnya, aku bahkan tidak bisa merasakan panasnya saat ini.
Ini terasa seperti mimpi.
Akhirnya aku menjadi detektif kasus pembunuhan.
Kamu pasti senang sekali.
Selamat. - Terima kasih.
Aku lapar. Ayo makan sesuatu.
Baik.
Astaga, sekarang aku detektif.
Kamu sudah menemukan tempat tinggal?
Apa? Belum.
Aku harus mencarinya.
Kutitipkan dahulu barangku di kantor polisi. Waktuku banyak.
Baiklah. - Hae Sung, omong-omong,
aku memeriksa tempat kecelakaan itu
sebelum berangkat ke Seoul,
dan aku juga memeriksa semua laporan kasus
untuk mencari petunjuk kasus Yang Kyung Chul.
Tapi kamu ingat pengemudi mobil yang menabrakmu, bukan?
Sopir ayahnya Tae Hoon?
Ya.
Aku pergi untuk menemuinya,
tapi di hari itu dia dimakamkan.
Jadi, dia sudah meninggal?
Ya. Di rumah duka,
kudengar istrinya menangis dan mengatakan
bahwa suaminya tidak bersalah atas kecelakaan itu.
Dia tidak bersalah atas kecelakaan itu?
Benar. Jadi, aku bertanya kepadanya apa maksud perkataannya,
tapi tiba-tiba dia menyangkal semuanya.
Jika orang lain bertanggung jawab atas kematianku, tapi menutupinya,
mungkin itu juga berkaitan dengan pembunuhan di kelas seni.
Artinya ada kemungkinan pelakunya bukan Young Jun.
Hae Sung!
Pak.
Kenapa terkejut? Sudah kubilang aku selalu tahu keberadaanmu.
Benar.
Ada kabar baik?
Ya, aku berbicara dengan putraku lagi.
Kurasa dia mengatakan bahwa dia merindukanku.
Aku ikut senang.
Hae Sung, aku berutang budi kepadamu.
Terima kasih banyak.
Sebenarnya, aku ingin meminta tolong kepada Anda.
Pak Ahn, Anda bilang kita lebih kuat daripada orang biasa
dan kelima indra kita juga sangat tajam.
Aku tahu diriku kuat dan bisa mendengar dengan sangat baik,
tapi aku tidak tahu indra lainnya.
Apa indra penglihatan, perasa, dan perabaku juga tajam?
Kamu ingin menggunakannya untuk apa?
Aku ingin melakukan apa saja untuk membantu adik-adikku.
Aku masih muda dan tidak punya uang.
Aku tidak bisa berbuat apa pun untuk mereka.
Aku frustrasi.
Pak Ahn, kumohon.
Aku tidak melihat apa pun.
Dibandingkan orang-orang biasa, kelima indra kita
ratusan kali lebih sensitif.
Aku sudah berulang kali memberitahumu.
Aku mendengar suara dengan sangat baik,
tapi penglihatanku tidak luar biasa.
Anda juga harus mengajariku cara menggunakan kekuatanku.
Hanya kamu yang tahu caranya. Kamu akan memahaminya sendiri.
Saat itu terjadi, bahkan hal-hal yang jauh pun
seakan-akan ada di depan matamu.
Baik, aku akan mencobanya lagi.
Konsentrasi. Sudah bagus.
Kamu membuatku makin frustrasi. Astaga.
Kenapa tidak bisa melakukannya? Cobalah berkonsentrasi.
"Menyebalkan."
"Apakah menjadi tua patut dipamerkan?"
Hei, itu tidak sopan.
No comments yet. Be the first to leave one.