The first 200 lines.
Siapa anggota keluarganya yang memberitahu Kakak soal ini?
Aku berterima kasih. Andai bukan karena orang itu,
aku pasti sudah hanyut ke dalam tipuannya.
Aku ingin meminta maaf secara tulus kepada adikmu.
Tidak ada yang harus kukatakan.
Kamu sudah bangun?
Ibu.
Kamu mau berolahraga?
Ibu sendiri? Tidak bisa tidur lagi?
Ibu tidak bisa tidur saat berbaring di ranjang.
Ayahmu gelisah semalaman tidak bisa tidur
dan baru saja tertidur.
Ibu akan menyiapkan sarapan pukul 7.00 untuk nenekmu.
Aku tidak sarapan. Setelah berolahraga, aku berangkat kerja.
Sampai nanti.
Jin Yoo.
Apa Yi Yoo akan baik-baik saja?
Dia mengaku baik-baik saja dan tidak mau bicara dengan ibu.
Ibu memaksanya menjalani kencan buta,
tapi ibu tidak menyangka akan menjadi begini.
Ibu mengenal Yi Yoo. Dia akan mengatasinya dengan baik.
Ibu harap dia tidak dewasa dalam waktu seperti ini.
Setidaknya dia akan merasa lebih baik
jika menyalahkan ibu.
Jangan cemaskan dia dan beristirahatlah nanti sore.
Ibu.
Kamu pikir tindakanmu tidak membawa konsekuensi?
Jangan pernah kembali.
Pergilah yang jauh. Paham?
Ibu.
Pijat refleksi.
Aku kemari tanpa alas kaki karena ingin memijat telapak kakiku.
Aku permisi dahulu.
Im Chi Woo.
Bagaimana jika kamu menginjak paku berkarat?
Kamu tidak takut terkena tetanus?
Aku akan memakainya sendiri.
Ayo.
Sekalipun sementara, aku harus hormati pilihanmu.
Pilihlah.
Kamu tidak perlu melakukan ini.
Aku harus melakukan ini untukmu.
Apa?
Aku harus memakai sepatu itu untuk berolahraga.
Ini.
Kamu suka bertelanjang kaki, bukan?
Bagaimana menurutmu? Mau memilih yang merah muda?
Aku akan memilih yang biru.
Tentu.
Aku akan membayarnya.
Jika kamu meminjamiku 10 dolar, aku akan membayarnya hari ini.
Apa itu cukup? Kamu juga harus sarapan.
Sarapan?
Karena kamu meminjam uang dariku,
belilah sarapan juga.
Karena kamu membantuku, boleh kupinjam ponselmu juga?
Silakan.
Astaga.
Aku tidak tahu nomor ini.
Nomor yang sama lagi.
Apa masalahmu? Aku harus tidur.
Cepat angkat teleponku, Wan Seung.
Nomor yang Anda tuju sedang tidak dapat dihubungi.
Kamu membeli banyak makanan.
- Ya. Terima kasih atas ponselnya. - Baiklah.
Apa ini cukup untukmu?
Bukankah kamu berbakat memilih makanan terbaik dari toko?
Bagaimana kamu tahu?
Entahlah.
Semoga kamu segera tahu bagaimana aku mengetahuinya.
Terima kasih.
Seharusnya aku tidak marah kepadamu.
Pasti sulit untukmu mengatakan yang sebenarnya kepadaku.
Itu pasti membuatmu berada di posisi sulit dengan keluargamu.
Kemarin aku sangat marah.
Aku tidak bisa berpikir sejauh itu.
Adikku juga sangat berterima kasih.
Sepertinya aku tidak layak menerima terima kasih dari kalian.
Aku sangat menyesal kepada nenek dan orang tuamu.
Aku tidak bisa mengungkapkan betapa menyesalnya aku
kepada adikmu.
Kemarin kamu bertemu dengan nenekku.
Seperti yang mungkin kamu ketahui, dia sangat kuat.
Kamu beruntung hanya tergores.
Aku bisa memakainya sendiri nanti.
Saat kamu menunda dan berniat melakukannya nanti,
tempat yang sama akan tergores lagi.
Hingga lukamu sembuh, pakailah ini secara teratur.
Kapan aku bisa membalas kebaikannya?
Ayolah, Im Chi Woo. Jangan bersikap tidak tahu malu.
Aku baik-baik saja. Saat itu aku sedikit marah,
tapi aku berkesempatan membalasnya.
Membalasnya?
Berarti kamu tahu dia pria seperti apa?
Kemarin Kakak memberitahuku.
Benarkah?
Ya. Kakak iparnya memberitahukan kebenarannya kepadanya.
Saat memberitahukan kebenaran soal adik iparnya,
dia meminta maaf dan memohon ampun kepada Kakak.
Sepertinya tidak semua anggota keluarganya jahat.
Bagaimana dia mengenal Jin Yoo?
Ingat hari saat kami mengantar
wanita hamil yang akan melahirkan?
Bayi yang dia lahirkan adalah bayi yang kita lihat kemarin.
Apa?
Astaga.
Dia pria terjahat yang pernah nenek temui.
Jika dia mengunjungimu dan berusaha menipumu lagi,
- langsung datang kepada nenek. - Baiklah.
Tapi dia tidak akan mengunjungiku lagi.
Aku mengejarnya dan memukul belakang kepalanya sekeras mungkin.
- Yi Yoo. - Makanlah.
Makanmu sedikit tadi malam dan sekarang kamu nyaris tidak makan.
Sebaik apa pun aku,
tadi malam aku tidak berselera makan, begitu pun hari ini.
Bibi tidak akan menikah, bukan?
- Ya, bibi tidak akan menikah. - Benarkah?
Kenapa kamu sangat senang?
Maka aku tidak perlu mengenakan gaun, bukan?
- Apa? - Nenek buyut bilang,
aku tidak boleh memakai seragam taekwondo di pernikahan Bibi.
Dia bilang aku harus memakai gaun.
Aku tidak suka Bibi akan menikah.
Baiklah. Syukurlah setidaknya ini membawa
kabar baik bagimu.
Syukurlah.
Aku harus mendatangi biro jodoh itu dan menyuruhnya bertanggung jawab.
Aku tidak bisa membiarkan ini. Aku terlalu kesal.
Jangan.
Jika melakukannya, kamu akan memberi mereka kesempatan
untuk membicarakan putri kita dan itu akan merugikannya.
Ini terlalu memalukan untuk dibiarkan.
Dia bilang keluarga pria itu sangat terhormat.
Aku percaya kepadanya dan menyuruh Yi Yoo berkencan.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Fokuslah memperhatikan Yi Yoo.
Aku akan mengurus masalah ini.
Benarkah kamu akan menemuinya?
Maaf.
Seharusnya aku mencari tahu lebih jauh tentang dia.
Ini salah orang yang menipu kita.
Kita ditipu. Ini bukan salahmu.
Jangan menyalahkan dirimu.
Grup Hansoo tidak mau membatalkan pertunangan itu?
Kita tidak pernah tahu kapan akan mendapat jodoh dari keluarga kaya.
Kenapa kamu menolak mereka?
Meski itu menyangkut putraku, aku tidak bisa memaksakannya.
Aku bilang kepada putraku,
lakukanlah, jika itu memang keinginannya.
Yi Bok, kamu berharap banyak tanpa alasan.
Benar. Lantas kenapa kamu mentraktir kami makan?
Bukankah sudah jelas?
Dia memberi tahu kita bahwa putranya lajang lagi.
Bukan begitu.
Saat kencan buta dengan keluarga konglomerat itu gagal,
tersebar rumor yang aneh.
Orang yang suka bergosip mengarang cerita
dan menyebarkan rumor.
Kupikir kalian para ibu dari para pengacara sukses,
harus tahu seluruh ceritanya.
Itu sebabnya aku langsung mengadakan pertemuan ini.
Yi Bok.
Hei.
- Astaga. - Astaga.
Apa yang kamu lakukan?
Kamu menyiksaku seharian untuk mengatur kencan buta
dengan putri Grup Hansoo.
Kenapa kamu tega menipuku?
Bu Lee, aku akan...
Kudengar Jun Seung punya seorang wanita dan bayi.
- Apa? - Apa?
Karena putranya teman sekolah putraku,
kubiarkan dia masuk ke grup kami tanpa melalui proses.
- Dia berbuat onar di mana-mana. - Dengar.
Pasti ada kesalahpahaman. Bicara di luar saja. Ayo...
Kesalahpahaman apanya.
Beberapa hari lalu, Pengacara Park menjadi ayah.
- Astaga. - Astaga.
Bahkan saat mengetahui semua itu,
dia berusaha mempercepat pernikahan dengan Grup Hansoo.
Itulah perbuatan wanita pemberani ini.
Seakan-akan masih kurang, dia kemari untuk mencari jodoh baru.
Wanita ini menipu kita semua.
Aku tidak bisa memaafkan orang seperti dia.
Ini sulit dipercaya.
Aku tidak akan bergaul dengan orang rendahan seperti dia.
Maka mulai sekarang, dia dikeluarkan dari kelompok kita.
Ada yang keberatan?
- Tidak. - Tentu saja tidak.
Entah kejahatan apa yang akan dia lakukan di pertemuan berikutnya.
Agar hal ini tidak terjadi lagi,
sebarkan ini kepada kenalan kalian.
- Kita hapus nomornya dahulu. - Ya, kita hapus sekarang.
Bisa-bisanya dia melakukan hal semacam ini?
- Astaga. - Aku tidak menduga hal semacam ini.
Tidak kusangka mereka begitu.
Kamu diusir?
Aku bahkan tidak boleh masuk.
Jadi, kamu hanya bisa melihat dia
menjadi gelandangan dengan anak yang baru lahir itu?
No comments yet. Be the first to leave one.