The first 200 lines.
TOKOH, TEMPAT, ORGANISASI, KEJADIAN, GRUP,
DAN LATAR FILM INI ADALAH FIKSI, PANDUAN KESELAMATAN ANAK JUGA DITERAPKAN
PROGRAM INI DIDANAI OLEH DANA PENGEMBANGAN KOMUNIKASI
KEMENTERIAN SAINS DAN TIK
Hee-ae.
Hee-ae, lenganmu baik-baik saja?
Ada apa?
Tadi malam, di gang,
aku mendengar nama Ro-hee.
Aku punya pertanyaan.
Siapa kau?
Penculik?
Lalu siapa aku?
Namaku.
Ro-hee.
Choi Ro-hee.
Hanya itu yang kutahu.
Maaf.
Kau minta maaf?
Kau seorang penculik.
Bagaimana dengan ibu dan ayahku?
Ayah kandungku.
Kau membunuhnya?
Tidak, bukan aku yang melakukannya.
Ro-hee.
Ro-hee.
Ro-hee!
Ro-hee!
Ro-hee, tunggu!
Lepas!
Aku ingin pulang.
- Ro-hee. - Aku ingin pulang!
Lepaskan aku!
Kubilang aku mau pulang!
Antar aku pulang.
Antar aku pulang.
Aku tidak akan memberi tahu siapa pun.
Aku tidak bisa mengatakan apa pun.
Lagi pula, aku hilang ingatan.
Jika kau mengantarku pulang,
aku akan berpura-pura
tak melihat atau mendengar apa pun.
Aku...
Antar saja aku pulang.
Antar aku pulang.
Aku ingin pulang.
Antar aku pulang.
Aku ingin pulang.
Antar aku pulang.
Baiklah.
Ayo.
Ayo pulang.
RUMAH SAKIT UMUM YOUNGIN
Apa? Kau merokok?
Pak?
Hei.
Hei, anak itu berlari dengan Kim Myeong-jun
sambil memegang tangannya.
Apa?
Anak itu memegang tangannya lebih dahulu.
Anak yang diculik memegang tangan penculiknya lebih dahulu?
Ya.
Hei, kita di rumah sakit.
Lalu kenapa ada di mulutmu? Itu membuatku ingin menyalakannya.
Jangan hiraukan aku.
Ayo selidiki lagi apa yang Kim Myeong-jun lakukan hari itu.
Baik.
Ada apa?
Kurasa lebih baik aku pergi sendiri.
Aku akan masuk setelah lima menit.
Pada saat itu, Ayah, kau...
Kau bisa pergi sendiri.
- Kenapa? Aku harus... - Kau bilang anakmu sakit.
Karena itulah kau menculikku.
Apa itu juga bohong?
Tidak, itu benar.
Dia dioperasi sepuluh hari lagi.
Aku berjanji.
Aku bersumpah.
Kau bilang ingin melihatnya dioperasi.
Terserah kau mau menyerahkan diri atau tertangkap setelah itu.
Sebelum itu, jangan sampai mereka menangkapmu.
Terima kasih.
Kau sungguh tidak apa-apa pergi sendirian?
Memangnya kau siapa bisa mengkhawatirkanku?
Kau hanya penculik.
Cepatlah pergi.
Sampai jumpa.
POLISI
Hei, Nak. Kenapa kau kemari?
Permisi.
Tenanglah.
Tenanglah!
Permisi!
Ini membuatku gila!
Permisi!
Astaga.
Ayah!
Ayah!
Ro-hee?
Apa?
Apa?
Kau...
Maafkan aku, Ayah. Aku tidak akan berkeliaran sendirian lagi.
- Apa? - Aku terus memanggilmu.
Kenapa kau mengabaikanku dan terus berjalan?
Dia pasti sudah gila karena mencariku.
Benar, Ayah?
Tentu saja. Ya.
Terima kasih, Pak.
Sama-sama. Hati-hati di jalan.
Jangan kehilangan putrimu, ya?
- Baiklah. - Sampai jumpa.
BAB 3. KAKI TANGAN
BERDASARKAN NOVEL HARI PENCULIKAN KARYA JEONG HAE-YEON
Pak.
Astaga.
Berapa kali kau melihat rekaman yang sama?
Entahlah. Anak di video itu mungkin bisa memberi kita jawaban.
Kalau begitu, aku akan berdoa selama satu jam,
berharap mendengar suara Tuhan.
Astaga.
Apa? Pelakunya polisi?
Aku tidak bilang aku yakin. Aku hanya ingat mobil polisi.
Itu omong kosong. Bagaimana bisa polisi pelakunya?
Lalu siapa? Kau?
Astaga, sudah kubilang bukan.
Ada mobil polisi di depan rumah.
Sirene itu.
Astaga.
Kepada siapa kita harus melaporkan ini jika pelakunya polisi?
Kau sungguh menanyakan itu kepada anak kecil?
Maksudku...
Omong-omong, kau ingat hal lain?
Seperti kerabatmu?
Entahlah.
Ingatanku belum sepenuhnya pulih.
Kau harus mencari tempat tinggal yang aman.
Aku?
Bukan aku! Aku penculik.
Kau menculikku, jadi, kau harus bertanggung jawab!
Bertanggung jawab atas apa?
Polisi harus bertanggung jawab atas korban penculikan!
Mereka bertanggung jawab atas keselamatan kita.
Bagaimana jika polisi yang membunuh orang tuaku?
Meskipun itu benar, ada banyak polisi di Youngin.
Aku ragu mereka bersekongkol.
Pikirkanlah. Katamu keluargaku sangat kaya.
Kau pikir polisi mengeroyok dan membunuh ayahku?
Itu pasti perintah dari atasan!
Tapi tetap saja, jangan aku! Aku penjahat.
Aku akan menyerahkan diri setelah sepuluh hari.
Kalau begitu, bertanggung jawablah untukku selama sepuluh hari.
Bertanggung jawab atas apa?
Keselamatanku.
Serta...
membantuku mendapatkan ingatanku kembali.
Yang benar saja!
KANTOR POLISI YOUNGIN
Astaga, kotor sekali.
Ada air panas.
Hei, kau harus terlihat seperti tidak pulang.
Jika aku bersih sepertimu, dia tidak akan menyuruhmu pulang.
Warga ketakutan melihat kotoran dan penampilanmu.
Pikirkan warga miskin.
- Astaga. - Hei.
Dia benar. Kau harus mandi.
Kau membuat semua detektif terlihat buruk.
Jika rupaku mirip denganmu, aku akan mengurus diri.
Lagi pula, detektif yang terlihat agak kotor itu menarik.
Ju-hyeok.
Jika kau terus berusaha membuat kulitmu lebih baik,
kau akan kehilangan warnamu sebagai detektif.
Kapan kau akan menjadi detektif sungguhan?
Hei, Chang-hun.
Ya, Pak.
Bisakah kau Astaga.
Kenapa menatapku? Belum pernah melihat masker wajah?
Apa yang kalian lakukan? Kami ada rapat dengan tim lain.
Kita tidak ingin tim kita terlihat paling berantakan.
Kalian harus bercukur.
- Dan kau, cuci rambutmu. - Sudah.
Kemarilah.
Sial! Cuci lagi!
Ada kabar dari inspeksi?
Ada petugas di stasiun kereta, terminal bus, dan jalan raya.
Dia masih di Youngin.
Begitu rupanya. Bagaimana dengan rumahnya?
Dia terdaftar tinggal di gosiwon di Youngin,
tapi ternyata, dia pindah dua bulan lalu.
Begitu.
Kenapa sepertinya ada yang mengganggumu?
Benar sekali.
Entah apa yang dipikirkan Kim Myeong-jun.
Astaga.
Astaga, apa topeng ini terlalu kecil?
Astaga.
Pak.
Pak Park.
Halo.
No comments yet. Be the first to leave one.