The first 177 lines.
Yuu!
Bukannya kamu lagi buru-buru?
Iya!
Rambut belakangmu masih acak-acakan.
Eh, masa?
Nah, sudah rapi.
Terima kasih, Bu.
Tumben hari ini berangkat cepat.
Soalnya hari pertama.
Aku enggak mau terlambat dan membuatnya menunggu.
Titip salam buat Shikimori.
Iya.
Hati-hati di jalan.
Hati-hati sama batu, mobil, gagak, juga genting rumah.
Iya. Aku berangkat.
Selamat jalan!
Aduduh!
Baru juga berapa langkah.
Nenek baik-baik saja?
Kamu sendiri tidak apa-apa?
Rambutmu berantakan begitu.
Enggak apa-apa, kok.
Biar aku bantu.
Padahal baru menyisir rambut.
Jadi percuma, deh.
Shikimori!
Shikimori, selamat pagi!
Selamat pagi, Izumi!
Coba lihat dia, deh! Manis banget!
Wah, iya, seperti idola!
Maaf membuatmu selalu menunggu.
Tidak, kok.
Aku senang menunggumu.
Daripada itu,
pagi ini sudah ada banyak kejadian enggak enak yang menimpamu, ya?
Kamu enggak apa-apa?
Sudah biasa, kok.
Pacarku sangatlah manis.
Tapi terkadang...
terlihat enggak manis.
Eh?
Kok jahat banget bilang aku enggak manis!
Maaf, keceplosan.
Hmph! Itu lebih parah lagi!
Eng, maksudnya bukan begitu.
Izumi!
Hampir saja.
Maaf, selalu saja begini.
Kamu enggak terluka, 'kan?
Bukan malah minta maaf.
Pacarku, terkadang...
Ya ampun,
jangan bikin aku khawatir.
paling keren sejagat!
Mekar penuh!
Indah, ya.
Iya!
Waktu upacara penerimaan murid tahun lalu pun enggak kalah indah.
I-Iya, ya.
Jadi ingat lagi.
Waktu itu aku gugup banget.
Aku juga jadi teringat lagi,
Ijumi.
Jangan diungkit lagi, dong!
Banyak yang sudah mengeceknya.
Iya, ya, sudah banyak yang berkumpul.
Kamu gugup, Izumi?
Iya. Soalnya ini pembagian kelas.
Oh, Dewa, semoga tahun ini aku sekelas lagi sama Shikimori!
Kabulkanlah!
Hamba mohon!
Kamu enggak perlu berdoa sampai seperti itu.
Habisnya, aku ingin banget sekelas lagi denganmu.
Tenang saja.
Beda kelas pun aku akan sering menemuimu.
Syuka!
Lihat sini!
Awas, dong!
- Kamu yang di sana, awas, dong! - Kita sekelas lagi!
Namaku...
Itu dia, Kelas 4.
Kalau Shikimori...
Ah!
Kita sekelas lagi, Shikimori!
Lihat, deh!
Ah, ternyata benar.
Terima kasih, Dewa!
Mohon bantuannya lagi untuk tahun ini.
Aku juga mohon bantuannya.
Micchon!
Neko!
Kita sekelas lagi! Hachimitsu juga!
Mohon bantu.
Foto dulu, yuk!
Izumi!
Kita sekelas lagi, ya.
Inuzuka!
Syukurlah.
Kamu juga masuk kelas 4.
Mohon bantuannya untuk tahun ini.
Ya.
Shikimori juga sekelas?
Iya.
Shikimori, nanti kita ketemu lagi.
Iya.
Untunglah bisa sekelas.
Tapi apa cuma aku yang kegirangan sendiri?
Ah.
Hah?
Oh, iya, Shikimori, pulang sekolah nanti...
Asyik!
Shikimori?
Masih terlalu cepat buat kegirangan, Micchon.
Terbawa suasana.
Sekarang kalian sudah menjadi senior.
Kalian memiliki peran penting di acara sekolah nanti.
Buat tahun ini menjadi menyenangkan.
Karena ada juga yang belum saling kenal,
jadi kita akan mulai dengan perkenalan ringan dulu.
Sesuai urutan tempat duduk...
dimulai dari Izumi.
Baik!
Namaku Ijumi.
Lidahnya tergigit.
Mulai hari ini aku jadi siswa kelas dua SMA.
Eh, ada apa?
Seperti ada yang kejatuhan sesuatu.
Shikimori, kamu sama sekali enggak marah?
Kamu baru tanya itu sekarang?
Maaf.
Ah!
Ciat!
Te-Terima kasih.
Sama-sama.
Kamu enggak apa-apa?
Enggak apa-apa, kok.
Syukurlah kamu enggak terluka.
Maaf, selalu saja begini.
A-Aku mau membersihkannya di toilet!
Ah...
Izumi!
Belum apa-apa sudah pamer.
Bikin iri saja.
Kena sial terus itu repot juga, ya.
Lagi pula penghapus itu muncul dari mana?
Benar juga.
Hati-hati, ya.
Jangan merepotkan pacarmu yang manis melulu.
Dia jadi ikut kena sial.
Tapi Shikimori kenapa bisa mau sama Izumi?
Izumi kan culun.
Yah, kita juga satu spesies, sih.
Cih, aku iri.
Sebenarnya aku harus bagaimana supaya dapat pacar semanis dia?
Aku juga pengin tahu.
Izumi, aku kembali.
Ah, iya.
Kamu sudah enggak apa-apa?
Iya.
Izumi, mau temani aku ke perpustakaan?
Boleh.
Waduh.
Kedengaran enggak, ya?
Kayaknya enggak.
Ngeri.
Tapi...
Kok keren.
Sepertinya aku ini sedikit jahat, deh.
Hm? Kurasa enggak, deh.
Yang tadi itu jangan terlalu kamu pikirkan, ya!
Eh?
Yang mana?
Bukan apa-apa.
Pacarku sangat manis.
Tapi...
kalau dia sampai terluka gara-gara aku...
Aku enggak rela.
No comments yet. Be the first to leave one.