The first 44 lines.
Hanya kau yang bisa kulihat
Hatiku hanya tertuju padamu
Ajaibnya, hatiku bergetar
Untuk pertama kalinya
Kenapa kau muncul sekarang?
Kau seperti takdir yang sudah kutunggu
Kau sangat berharga
Membuatku bisa mempertaruhkan segalanya
Hatimu bisa kurasakan
Dari awal sampai akhir, aku sangat penasaran
Tanpa sadar, kedua mataku terpejam dan tiba-tiba membuka sendiri
Tanpa sadar, kedua mataku terpejam dan tiba-tiba membuka sendiri
Membuatmu merasakan
Rasa cintaku
Sekarang, kau tidak sendirian lagi
Cintaku mulai tumbuh perlahan
Sungguh, hanya dirimu yang kutahu
Kaulah satu-satunya bagiku
Kumohon, lihat aku saja
Meski kau berada di ujung bumi
Aku bisa berlari padamu dan melindungimu
Akulah satu-satunya untukmu
Aku suka saat kau tersenyum
Aku semakin memimpikan dirimu
Dan akan semakin mencintaimu
Cemburu dan perdebatan ringan
Itu bukan masalah
Meski awalnya aneh dan susah dimengerti
Aku semakin kuat menghadapinya
Cinta adalah kemenangan
Tulus atau tidak, itulah hukumanku
Tulus atau tidak, itulah hukumanku
Tentu saja, aku membencinya
Seperti lari maraton, aku butuh kendali
Jika kau terus berbicara tentang cinta
Rasa haus tentang cinta akan hilang
Kau harus percaya padaku sekarang
Selamat tinggal kesedihan
Pertemuanku denganmu sangat berharga
Jika kau jadi aku
Perasaan ini dan kecantikanmu
Aku penasaran bagaimana itu bisa ada
Bahkan jika bisa kuambil bintang di langit
Keindahanmu jauh lebih baik
No comments yet. Be the first to leave one.