The first 200 lines.
Gwanghwamun?
Apa? Kita di periode Dinasti Joseon?
Era apa pun ini, cari Hong-joo dahulu.
Ada-ada saja.
Kok hilang?
Moo-yeong, awas! Jangan dihirup!
Apa-apaan? Hei!
- Moo-yeong! - Ikatannya tak bisa dilepas!
Duh.
Jangan, Nona-Nona! Bisa kita bicarakan baik-baik, 'kan?
Mari bicara! Ayolah!
Hei, Moo-yeong!
Kita belum mati. Apa yang terjadi?
Ini darah palsu.
Mubazir membuang pisau mahal yang sudah tumpul.
Mari kita coba.
Cukup dorong dan tarik beberapa kali dengan pengasah pisau serbaguna ini.
Wah! Pedangnya seperti baru lagi!
PENGASAH PEDANG AJAIB
Bentuknya yang ergonomis membuatnya mudah dipegang
- tanpa selip. - Cut! Oke!
Lanjut ke adegan berikutnya.
DALAM RANGKA MENDUKUNG PENGANTIN JANG SAN-BEOM
Ayo berdiri. Kita lanjut sepuluh menit lagi!
Berikan.
"Pengantin Jang San-beom"?
Ini lokasi syuting serial TV. Ini bahkan bukan periode Dinasti Joseon.
Inikah dunia yang dia ciptakan?
Kita pergi dari lokasi syuting ini dahulu.
Ini serial TV atau iklan sih?
Naskahnya jelek dan bahkan belum selesai!
- Kita butuh seember darah lagi. - Ambilkan sirop jagung dan pewarna.
Lihat saja detailnya. Ini seperti lokasi sungguhan.
Tapi bagaimana mungkin?
Sehebat apa pun kekuatannya, iblis tak bisa menjelajah waktu.
- Tapi di mana Hong-joo? - Astaga. Ini gila.
- Hei, tokoh utama wanitanya telat lagi? - Dia baru saja tiba, Pak.
Aktor papan atas selalu bersikap seenaknya.
Sial. Kita harus mencarinya ke mana? Coba ke sebelah sana.
Selamat datang, Bu.
- Hong-joo! - Syukurlah, kau baik-baik saja.
Apa sih?
Siapa mereka?
Ini aktor pria nomor empat dan lima.
Sejak kapan figuran boleh bicara denganku?
Mohon maaf, Bu. Mereka orang baru.
- Usir mereka. - Tidak, Hong-joo. Kami…
- Hei! - Minggir.
Mohon maaf sekali, Bu.
- Itu Hong-joo, 'kan? - Kenapa dia tak mengenali kita?
Dia disihir oleh Jang San-beom?
Apa boleh buat. Kita seret dia saja.
Tapi kenapa dia jadi tokoh utama, sementara aku cuma figuran?
Kenapa kau nomor empat, tapi aku nomor lima?
- Pentingkah itu dipermasalahkan? - Penting!
Jang San-beom sialan.
Bersiap, action!
- Di mana kita sekarang? - Kok kita di sini?
Hei, pakaianmu… Topi… Duh, sekarang apa lagi?
Kalian siapa?
Hong-joo.
Hong-joo.
- Ini aku, Moo-yeong. - Ya, Moo-yeong.
- Moo-yeong? - Aku temanmu. Kau tak ingat?
Aku menderita amnesia setelah terjatuh ke danau.
Oke, lama-lama aku muak. Tak usah banyak drama. Ikut kami.
- Aku tak mau pergi. Tidak bisa. - Kenapa tidak bisa?
Karena dia pengantinku.
Sadarlah, Bangsat! Kau disihir oleh Jang San-beom. Ayo.
Cut! Berhenti merekam!
- Dasar gila! - Hei!
- Astaga! - Ada apa lagi?
Kau dari agensi mana? Beraninya kau menonjok aktris!
Dari mana sih kalian menemukan para bedebah ini?
- Maaf, Bu. Ayo kita coba lagi. - Aku jengkel banget!
Kata siapa kami mau?
TAKE DUA
Aku tak mau pergi. Tidak bisa.
Karena dia pengantinku.
- Ini adegan yang tadi? - Sepertinya begitu.
- Berengsek! Sudahi lelucon ini! - Cut! Take tiga!
TAKE TIGA
- Aku tak mau pergi. Tidak bisa. - Hei.
Cut! Take empat!
TAKE EMPAT
Aku tak mau pergi. Tidak bisa.
Karena dia pengantinku.
Lama-lama aku gila! Kenapa terus diulang-ulang?
Hei, ini naskahnya.
- Karena dia pengantinku. - "Tentu saja.
Jang San-beom lebih kuat dan cantik daripada kami.
- Tapi kami datang untuk menyelamatkanmu." - Naskah apa sih? Yang benar saja.
Sudah, baca saja.
"Moo-yeong, tidakkah semestinya kita pergi demi kebahagiaan Hong-joo?
Buka kurung. Bicara sambil menangis. Tutup kurung.
- Hong-joo, di sinilah tempatmu." - Itu bukan…
Kalian memang teman-temanku,
tapi kalian bermuka dua dan penjahat.
Aku bermuka dua?
Kau ada dua.
Dan pecandu opium di Manchuria adalah yang asli.
Kau ada dua.
Dan pecandu opium di Manchuria adalah yang asli.
KAU ADA DUA…
Apa? Kenapa dialog ini ada di naskah?
Rupanya keparat itu tahu betul tentang kita.
Firasatku buruk. Ayo kita bawa dia.
Sakit hati karena mengusir mereka…
Aku harus menenangkan diri dengan makgeolli.
MAKGEOLLI DEWA GUNUNG MURNI TERBUAT DARI BERAS LOKAL
Karena difermentasi di suhu rendah dalam waktu yang lama,
raginya tetap segar.
Ditambah, tak bikin serdawa dan pengar!
- Cut! Oke! - Bagus.
- Kau hebat, Bu! - Duh, ini berat banget! Awas.
Kau tampil bagus, Bu.
- Cepat! - Aku lapar. Minggir!
Bagaimana ini?
Hong-joo sedang tidak normal. Ditambah, kita tak bisa keluar dari sini.
- Jang San-beom lebih kuat dari dugaanku. - Hei, kita bakar saja lokasi syutingnya.
- Kau yakin? - Tentu saja. Lagi pula, ini hanya ilusi.
Nyalakan api.
- Kau sedang apa? - Apinya tak mau menyala.
- Kau cobalah. - Astaga.
Sial! Apa yang terjadi?
- Petir, guntur… Tak ada yang berhasil. - Kekuatan kita mati di sini.
Tunggu.
Acara itu disebut Pengantin Jang San-beom.
Jika Hong-joo adalah pengantinnya…
dia pasti juga ada di sini.
Kita tangkap dia dahulu.
Yeon dan Moo-yeong berbuat apa?
Beraninya mereka asal pergi ke tempat semacam itu!
- Memangnya itu tempat apa? - Dengar.
Ini Alam Manusia, dan ini Alam Baka.
Jalan Terkutuk berada di antara keduanya.
Tampaknya memang seperti realitas,
tapi itu adalah taman bermain bagi iblis usia ribuan tahun!
Itu tempat yang tak bisa kami, atau dewa, masuki seenaknya!
Ditambah, lawannya adalah Jang San-beom.
Dan siapa dia?
Seorang peniru.
Dahulu kala, hiduplah seekor harimau di Jangsan,
yang dapat menirukan makhluk lain.
Awalnya, dia meniru suara monster, lalu suara manusia.
Dan akhirnya, dia bisa meniru dewa.
- Maksudmu dewa… - Dia ingin menjadi dewa gunung.
- Dia ingin menjadi dewa gunung? - Dia tak hanya menirukan suara.
Dia bisa menirukan yang kita lihat, dengar, atau ucapkan.
Termasuk ingatan kita.
Bagaimana cara Yeon kembali?
Dia diikat dengan benang sutra, dan Tuan Lee Rang memegang untingnya.
Jalurnya masih terbuka?
- Kalian bodoh sekali! - Kenapa? Ada apa?
Dia berniat menyeberang dari dunia itu.
Lee Rang dalam bahaya!
Apa?
Halo?
- Koo Shin-ju? - Tuan Lee Rang! Dia datang!
- Apa maksudmu? - Tak ada waktu lagi. Dengarkan baik-baik.
Oleskan darahmu pada talinya. Cepat!
Oke. Sudah.
Jadi semua sudah disiapkan?
Disiapkan untuk apa?
Untuk aku memasuki dunia itu.
Dia bukan Shin-ju!
- Tak diangkat? - Jaringannya sibuk. Akan kuperiksa.
Pokoknya beri tahu dia, jangan oleskan darahnya pada benang itu.
- Itu sama saja mengundang mereka! - Baik.
Jika benangnya dilepaskan,
- jalan kembalinya akan menghilang. - Tuan Lee Rang tak akan melepaskannya.
Kenapa harus Jang San-beom?
- Apa kebetulan saja mereka bertemu dia? - Ini pasti ulah Moo-yeong.
Dia butuh Jang San-beom untuk memulihkan tubuhnya.
Dia tak sadar betapa bencinya Jang San-beom pada dewa gunung.
Sayang, kita harus bagaimana untuk anak-anak?
Mau tak mau, mereka harus mengatasinya sendiri.
Untuk memulangkan Hong-joo dari dunia itu…
pada akhirnya…
mereka harus saling menyelamatkan.
- Aku beli satu. - Baik.
Permisi.
Begini, aku penasaran saja. Siapa yang menulis naskahnya?
Sutradara sendiri yang menulisnya.
- Sutradara? - Ya.
- Pak Sutradara. - Ya?
- Oke, apa kau Jang San-beom? - Kau ini bicara apa, Berandal?
Kalau kau tidak tahu, kita pukul-memukul dahulu.
Apa, Berandal?
Itulah akibatnya.
Siapa yang menyuruhmu menulis ini?
- Pak, aku hanya disuruh. - Siapa yang menyuruhmu?
Namanya…
Siapa namanya, ya?
- Katakan siapa Jang San-beom! - Jang San-beom?
Hei!
Rang, kau di situ?
Lee Yeon?
Lee Yeon?
- Tidak. Kau bukan Lee Yeon, 'kan? - Ini aku!
No comments yet. Be the first to leave one.