The first 200 lines.
.: Diterjemahkan oleh Baalthazar :.
Ayah.
Ayah? Ayah!
Ayah? Ayah!
Sekarang,
berhentilah hidup dan mati saja.
Hey...
Kau yakin kita akan selamat setelah membunuhnya?
Ketika ibumu sakit-sakitan dan tak berguna,
dia melemparnya ke jalan bahkan sebelum ibumu pingsan.
Kau sudah lupa?
Ini kesempatan terakhirmu.
Kesempatan ini takkan datang dua kali.
Baik. Aku mengerti.
Jangan khawatir./ Tunggu.
Sekali saja. Pukul yang keras, ya?
Man Seok.
Man Seok!
Man Seok.
Pencuri!
Kita dirampok.
Hong
Sang Pemberontak
Pencuri mulai beraksi lagi?
Belakangan ini banyak pencuri dimana-mana.
Mereka menguras gudang...
dan membunuh Tuan Jo.
Jo Cham Bong...
tewas?/ Kalian yakin mereka pencuri?
Ada yang melihat mereka?
Ya. Ya, saya lihat.
Aku melihat mereka dengan mata kepala saya sendiri.
Mereka memakai topeng hitam...
dan membawa tali merah.
Itu mereka./ Siapa?
Ada pencuri di Soodong-ri tiga hari lalu.
Mereka juga memakai topeng hitam...
dan membawa tali merah.
Ya, ya.
Ah Mo Gae, dasar sinting. Dia menginginkan barang-barangnya kembali.
Jadi...
saya minta tabib dan portir untuk membawa jasadnya ke sini...
untuk pemeriksaan.
Aku belum pernah sekalipun...
menangani kasus pembunuhan.
Saya juga.
Tapi anda harus menyelidiki dan menyerahkan laporan.
Mengingat situasinya,
sebaiknya anda datang langsung ke kediaman Jo Cham Bong.
Aku yakin.
Para pencuri yang belakangan ini beraksi memiliki metode yang sama.
Yang sigap masuk lebih dulu dan menjatuhkan pelayan yang berjaga,
mengikatnya,
dan mencuri kunci gudang.
Mereka mencuri saat penghuni tidur...
hingga tidak melihat apapun.
Kudengar mereka selalu meninggalkan pisau berdarah di tempat kejadian.
Aku yakin ada di sini. Kita harus mencarinya.
Pencuri...
Mereka bukan pencuri.
Mereka bukan pencuri!
Tuan Jo...
marah besar pada salah satu pelayan.
Dia mungkin ingin membalas dendam.
Tidak! Aku yakin sekali!
Pelayan?
Maksudku Ah Mo Gae! Ah Mo Gae!
Nyonya. Tolong dipikirkan lagi...
sebelum bicara.
Jika dia melakukannya, berarti pidana moral yang sebanding dengan pengkhianatan.
Kejahatan serius yang bisa menghancurkan seluruh kota.
Tuan!
Tuan! Tolong panggil Ah Mo Gae!
Jika anda mencabik daging dan mematahkan tulangnya,
dia akan mengaku.
Tuan!
Tolong panggil dia ke sini!
Dimana ayahmu?
Ayah tidak ada. Lihat saja sendiri.
Sepatunya tak ada.
Bukankah itu ayahmu?
Ada ribut-ribut apa?
Ada perlu apa ke sini?
Dimana sepatu ayah?
Setelah membunuh Jo Cham Bong, kita harus membawa semuanya...
dan pergi dari tempat ini.
Tidak.
Jika kau tetap tinggal,
kau akan jadi tertuduh.
Jika aku lari, aku akan diburu sepanjang hidupku...
dan hidup anak-anakku berakhir.
Lantas?
Lantas, kau akan diam di sini...
kemudian mati?
Kau bilang ingin mendapatkan hartamu yang dicuri Jo Cham Bong.
Itu sebabnya aku setuju membuatnya seperti pencurian.
Berani sekali kau membunuh tuanmu?
Kau kira kau akan selamat?
Ya. Aku harus mati.
Aku akan mati. Namun,
aku harus mengungkapkan semua ketidakadilan terhadap diriku.
Aku yakin anda sudah dengar.
Lalu? Kau kira di Joseon cuma kau seorang...
yang teraniaya?
Geum Ok!
Kau pasti tak tahu,
tapi di Joseon, seandainya pelayan melaporkan tuannya,
apapun alasannya,
pelayan itu akan dihukum mati.
Bagaimana caramu mengungkapkan semua ketidakadilan yang kau terima?
Jika kuserahkan hidupku, bisakah aku mengungkapkan semua ketidakadilan?
Bicaralah.
Ah Mo Gae sudah pasti membunuh Tuan Jo.
Ketika dia dimarahi karena menyakiti paman Tuan Jo,
dia tak bisa mengendalikan amarahnya dan melakukan pembunuhan.
Hey, Man Seok.
Apa kau lihat aku dimarahi oleh Tuan Jo Cham Bong?
Lihatlah.
Lihatlah.
Apa ada luka baru di tubuh saya?
Semuanya bekas luka saya dulu.
Yang ini waktu saya tujuh tahun karena memanggil Tuan Jo dengan namanya.
Wajah saya dipukul dan terjatuh di atas batu.
Yang ini saat saya masih 10 tahun.
Ditusuk dengan tongkat besi karena terlambat kembali dari ladang hingga berakibat terlambat menyambutnya.
Dan luka-luka di punggung saya...
dicambuk karena salah meletakkan perkakas.
Kau bicara apa?
Saya menahan semua pukulan ini.
Bahkan sekarang saya memiliki anak.
Mana mungkin saya membunuh tuan saya hanya untuk memuaskan amarah?
Aneh.
Hari itu dia bilang akan menghukum Ah Mo Gae dan menyeretnya ke dalam.
Kenapa tidak dihukum?
Karena...
Tuan Jo...
kasihan pada Ah Mo Gae karena sudah lama sekali melayani kami.
Jadi dia hanya memarahi mengunakan kata-kata.
Itu juga maksud saya.
Mana mungkin saya membunuh Tuan Jo padahal dia tak memukul saya sekalipun?
Aku setuju. Bukti kurang mencukupi...
menuduh Ah Mo Gae telah membunuh Tuan Jo.
Aku sudah tahu.
Mana mungkin ada penjahat moral di desa ini?
Anda keliru, Tuan! Ah Mo Gae pelakunya!
Kau pelakunya!
Aku tahu!
Nyonya, kenapa bersikap begitu pada saya?
Tuan! Dia punya alasan lain untuk marah.
Jahanam!
Bukankah karena kau mengira paman Tuan Jo bertanggung jawab atas kematian Geum Ok?
Nyonya.
Kalau begitu...
maksud anda, Tuan Jo penyebab...
kematian Geum Ok?
Istrimu ingin memperbaiki hidup dengan menjadi gundiknya
maka dia merayu paman Tuan Jo. Istrimu mati setelah paman menolaknya.
Dengan pikiranmu yang dangkal...
kau menyalahkan Tuan Jo atas kematiannya. Bukan begitu?
Tuan! Lihat dia tertawa! Tuan!
Nyonya.
Geum Ok takkan pernah merayu paman Tuan Jo.
Penduduk desa yang baik.
Kalian mengenal Geum Ok dengan baik, kan?
Saya dan Geum Ok tinggal di desa ini...
selama lebih dari 40 tahun.
Sekalipun dia tak pernah membohongi saya!
Dia tak pernah mencoba merayu paman Tuan Jo.
Penduduk desa yang baik!
Penduduk desa yang baik!
Tak ada yang perlu dipertimbangkan.
Kita bisa menghukum Ah Mo Gae dan membuatnya mengakui kejahatannya.
Tak bisa sesederhana itu.
Seandainya benar dia membunuh Tuan Jo,
dia akan menjadi penjahat moral.
Anda tahu kalau ada penjahat moral di sini,
desa akan dimusnahkan dan anda akan dipecat?
Apa? Dipecat?
Lalu aku harus bagaimana?
Maksudmu aku harus merekayasa kalau dia tak melakukannya?
Anda sebaiknya tak berbohong atau hukumannya akan semakin berat.
Gubernur akan mengkaji...
laporan kasus ini karena ini kejahatan serius.
Bagaimana jika nantinya mereka mengetahui terdapat rekayasa?
Oleh sebab itu,
anda harus membeberkan kebenarannya, tanpa rekayasa...
dan segera menyerahkan laporan kepada Gubernur.
Hanya itu...
cara anda menyelamatkan diri.
Lalu.../ Ya.
Anda harus membeberkan kebenaran...
di balik peristiwa antara Geum Ok dan paman Cham Bong.
Siapapun yang menyaksikan kejadian antara Geum Ok dan paman Cham Bong...
harus melaporkan yang mereka lihat.
Ini perintah resmi dari pengadilan.
Jika tidak melapor,
akan dihukum berat!
Hakim naif sekali.
Siapa yang mau membela pelayan dan bersaksi untuknya?
Aku pergi ke sana tadi dan Ah Mo Gae menangis,
No comments yet. Be the first to leave one.