Enemies from the Past

Enemies from the Past (전생에 웬수들)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

전생에 웬수들-Forever Enemies E 82 NEXT
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-04-04
Downloads: 9
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 82"

Apa katamu?

Kamu mau menjalani tes?

Ya. Aku ingin melakukan tes untuk transplantasi ginjal.

- Ji Seok. - Aku ingin

memberikan ginjalku kepada Go Woon.

Tolong biarkan aku menjalani tes.

Paman.

Kamu sudah berbicara dengan Go Ya soal ini?

Belum.

Ibumu juga tidak mengetahuinya?

Ya. Ini keputusanku sendiri.

Aku tidak mau memberi tahu siapa pun sebelum hasilnya keluar.

Go Ya akan bingung

saat mengetahuinya.

Aku mau adiknya sehat.

Dia sakit karena Bibi.

Paman memahami perasaanmu.

Tapi kamu harus memikirkannya secara saksama.

Kamu harus bicara dengan Go Ya,

tapi bagaimana jika ibumu mengetahuinya?

Masalahnya bisa makin serius.

Itu sebabnya aku meminta Paman.

Biarkan aku menjalani tes tanpa sepengetahuan mereka.

Jika ternyata cocok,

aku akan memberi tahu mereka dan merundingkannya.

Kumohon, Paman.

Astaga.

Ini agak sakit sedikit.

Ini dia.

Aku akan mengambil satu sampel lagi.

"Ruang Transplantasi Ginjal"

- Kak San Deul. - Kenapa kamu di luar?

- Tidak ada alasan. - Kenapa?

- Kamu merasa hampa tanpa Go Ya? - Sedikit.

Rasanya dia akan masuk melewati pintu ini sebentar lagi.

Aku mengerti.

Jika duduk di sini, aku merasa dia akan masuk

dan bilang, "Hei, San Deul. Kamu di sini."

- Kak Go Ya? - Itu sungguh kamu?

- Ini aku. - Lihatlah. Kakak kacau.

Belajarlah untuk sadar.

Berhenti pulang dalam keadaan mabuk.

- Astaga. - Bocah itu.

Mungkin dia masih kecil, tapi dia lebih baik darimu.

Kamu yang seharusnya begitu.

- Apa? Aku? - Ya, kamu.

Hal ini terjadi karena kamu bilang itu mustahil.

Diam. Para tetangga bisa mendengarmu.

- Nanti kamu dilaporkan ke polisi. - Aku tidak peduli.

Aku sudah sangat sedih.

Kenapa tidak boleh?

Kenapa tidak bisa berhasil?

Apa yang dia bicarakan?

Tahan.

"Klub Badminton Lala sedang mencari anggota baru"

Bagus! Aku menang.

Itu busnya.

Sebentar.

Jalanilah hidup yang baik.

Kuharap kamu bahagia.

"Kelas Memasak Jang Ok Ja"

Maaf aku terlambat.

- Selamat datang. - Kamu datang.

- Kamu lapar? - Sangat.

Inikah sup ikan kuhli yang antreannya panjang itu?

Jangan membahasnya. Istrimu sudah membahasnya.

Astaga, Go Ya. Ini pasti hari yang sulit.

Aku bertanya kepada Ibu kita harus makan malam apa

dan katanya Nenek sangat menyukai sup ikan kuhli.

Benarkah?

Ya, Ibu sangat suka sup ikan kuhli.

Sulit dipercaya kamu memikirkan ibu.

Katamu ibu seperti tiket lotre dalam hidupmu.

Bahwa kita tidak pernah cocok.

Ibu pikir ibu adalah tiket yang kalah.

Astaga, kapan aku mengatakan itu?

Ibu tidak pernah bilang, tapi ibu sangat perhatian kepada Nenek.

- Kalian sudah lama hidup bersama. - Begitukah?

Omong-omong, terima kasih.

Tiba-tiba nenek teringat hal ini.

Sangat penting

untuk membersihkan lumpur dari ikan kuhli.

Di kelas nenek, ada pasangan suami istri baru

menaburi garam tanpa mengetahui apa pun,

lalu semua ikan kuhlinya melompat berhamburan di kelas.

Ikan kuhli itu sangat licin.

Kami bergerak cepat, tapi tidak bisa menangkap mereka.

Lalu semua murid naik ke kursi mereka,

berteriak keras-keras.

Kenapa? Apakah selucu itu?

Ya.

Ya.

- Mari makan. - Terima kasih untuk makanannya.

- Konflik di antara mereka? - Ya.

Aku andal membuat kesepakatan dengan orang-orang,

tapi tidak pernah berhasil dengan Nenek dan Ibu.

Bagaimana bisa terjadi konflik di antara mereka?

Ibuku menderita depresi

setelah bibiku pergi.

Suatu hari, dia tiba-tiba ingin keluar.

Jadi, kami bepergian agar dia merasa lebih baik.

Saat itulah kami mengalami kecelakaan mobil

dan ayahku meninggal.

Setelah itu, nenekku menganggap ibuku membunuh putranya.

- Astaga. - Tapi ini kali pertama

mereka saling berterima kasih.

Ini semua berkat kamu.

Aku tidak melakukan apa-apa.

Omong-omong, kudengar

kamu lama dirawat di IGD setelah kecelakaan itu.

Benar.

Aku akan memastikan mimpi burukmu berhenti.

Aku tidak takut lagi.

Meskipun aku bermimpi buruk,

kamu akan berada di sampingku dan menggandengku.

Benar. Aku akan menemanimu bahkan di mimpimu.

Ada sesuatu yang ingin kulakukan untukmu.

Apa?

Duduklah.

- Tunggu sebentar. - Apa?

Berikan kakimu.

Kamu mau apa?

Kamu mengantre selama satu jam.

Aku akan memijat kakimu.

- Tidak usah. - Kenapa?

Kakiku jelek. Aku tidak mau kamu melihatnya.

- Jangan konyol. - Tunggu...

Kakimu

memang tidak cantik.

Ini jelek.

Aku hanya bercanda. Semua bagian tubuhmu cantik.

Aku sangat bahagia.

Aku juga bahagia.

"Rumah Sakit Universitas Hanguk"

Aku ingin memberikan ginjalku kepada Go Woon.

Tolong biarkan aku menjalani tes.

Jika ibunya Ji Seok mengetahui ini,

dia pasti akan menggila.

Aku sangat khawatir.

Haruskah aku memberi tahu Go Ya?

Tidak.

Ji Seok sudah memohon kepadaku agar tidak memberi tahu Go Ya.

Aku harus bagaimana?

Haruskah aku bicara dengan Eun Seok?

Eun Seok, kamu ada waktu?

Baik. Sampai jumpa.

- Siapa itu? - Paman.

Dia ingin berbicara denganku soal Ji Seok.

- Ada apa dengannya? - Perawatannya akan dimulai lagi.

Ibu rasa soal itu.

Apa dia juga akan disuntik?

Ibu tidak suka jika dia disuntik.

Aku datang.

Kenapa kamu kemari pagi-pagi sekali?

Tidak ada nasi di penanak nasiku pagi ini.

Jadi, aku kemari untuk sarapan.

Omong-omong, Eun Seok,

kamu bernyanyi dengan sangat baik

di pernikahan Ji Seok.

Suara Eun Seok bagus seperti bibi.

Apa maksudmu? Ayahnya penyanyi andal.

Omong-omong, kamu hampir terdengar seperti penyanyi profesional.

Kamu bahkan bisa meluncurkan album.

Itu...

Itu berkat rekan bernyanyiku.

Apa maksudmu? Nyanyiannya payah sekali.

Astaga, aku membenci dia.

Kapan pun memikirkan dia, aku tidak berselera makan.

Astaga.

Hei! Kenapa kamu memukul mulutku?

Jangan menghina Go Bong.

Apa?

- Eun Seok. - Eun Seok.

Eun Seok.

Eun Seok.

Ya?

Ada apa denganmu? Apa yang kamu lihat?

Apa ada sesuatu di mulutku?

Tidak.

Kamu membayangkan sesuatu?

- Apakah kentara? - Tentu saja.

Ibu bisa melihatnya dari matamu.

Saat ibu membayangkan

sedang mengomeli nenekmu, ibu persis seperti...

Kamu membayangkan sedang mengomeliku?

Tidak. Itu konyol.

- Aku pergi dahulu. - Makanlah lagi.

Rasanya luar biasa.

Hidangan rumah memang yang terbaik.

Saat seseorang pergi, memang sangat terasa.

Di sini terasa sangat hampa.

Kak Go Ya menyukai hidangan ini.

Benar.

Aku merindukannya.

San Deul, kamu harus segera menikah.

Kenapa tiba-tiba Ibu bicara begitu?

Saat seseorang pergi, harus ada orang baru yang menggantikannya.

Aku juga bisa mengisi kekosongan itu.

- Kamu berpacaran? - Apa?

Enemies from the Past subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Enemies from the Past

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left