The first 200 lines.
"Episode 37"
"Musim Dingin Mu Han"
"Jalani, beli, bangun"
"Jalani kehidupan, beli rumah, kehidupan manusia"
"Menanak nasi, menulis puisi, membangun mimpi, tersenyum"
Bagaimana caraku menjalani kehidupan yang singkat ini?
Bagaimana?
Beri tahu aku, Byeol.
"Musim Semi Mu Han"
"Hiduplah untuk hari ini"
"Hiduplah untuk hari ini. Aku hidup lagi hari ini."
"Mari hidup untuk hari ini. Aku hidup lagi hari ini. Aku hidup"
Aku tinggal bersamanya.
Astaga, hidup ini terlalu lama.
Seandainya aku tahu sejak dahulu
bahwa yang menakutkan itu bukan sekarat,
tapi hiduplah yang menakutkan.
Beruntungnya dirimu. Kehidupanmu singkat.
Aku harus hidup 40 tahun lagi seperti ini.
Hei, 401!
Aku dari unit 501!
Kamu bisa mendengarku?
Jika bisa, pukul langit-langit dua kali!
Apa-apaan...
Hei, 401!
Tidak! Jangan pergi!
Tolong! Kumohon bantu aku keluar!
Tolong!
Astaga, dingin sekali.
"Musim Semi Soon Jin"
Benar. Semua makhluk hidup
yang ada itu
memang indah.
"Aku hidup untuk hari ini, Aku juga hidup hari ini, aku hidup"
"Aku tinggal dengannya, aku hidup dengan orang-orang"
Hariku
berisi masa hidup dan juga masa sekarat.
Bagaimana aku akan hidup?
Bagaimana aku akan mati?
Satu hal yang aku yakini
adalah aku tidak sendirian.
Aku tidak kesepian lagi.
- Kita hidup lagi hari ini. - Kita hidup lagi hari ini.
"Hari-hari yang tersisa"
"Rumah Sakit Sungeul"
Permisi.
- Anda suka kamarnya? - Tidak.
- Ingin kamar lain? - Tidak.
Tolong keluarkan aku.
Di mana istri Anda?
Aku di sini.
Silakan duduk. Biar kujelaskan jadwalnya.
Besok Anda akan menjalani Pindai CT pukul 8.00,
jadi, Anda harus puasa mulai pukul 20.00 malam ini.
Puasa?
Suntikan akan diberikan di kulit saja,
tidak sampai ke pembuluh darah.
Akan diberikan tiap dua hari sekali mulai besok.
Hanya disuntik saja.
Ini lebih mudah ketimbang kemoterapi.
Kamu pernah mendapatkan suntikan ini?
Pernah menderita kanker?
Ada efek sampingnya?
Jika tidak cocok dengannya, perutnya akan sakit dan muntah.
Tapi efek sampingnya lebih sedikit ketimbang obat antikanker biasa.
Perhatikan agar pasien tidak mengalami depresi.
Aku sudah depresi.
Ada pertanyaan lain?
Kapan aku pulang?
Jika tidak ada efek samping, Anda akan pulang tiga hari lagi.
Astaga, golongan darahmu AB?
Sudah kuduga.
Duga apa? Bahwa aku genius?
Tidak. Kamu tidak perlu tahu.
Kutinggal dahulu.
Ulang tahunmu sebentar lagi.
Apa yang ingin kamu lakukan di hari ulang tahunmu?
Apa yang bisa diinginkan pasien kanker untuk ulang tahunnya?
Apa golongan darahmu?
B, bukan? Bengis.
Golongan darahku O.
Orang baik.
Entahlah.
Mungkin saja.
Baru sekarang kita tahu golongan darah masing-masing.
Ada banyak hal yang tidak kuketahui tentang dirimu.
Selama sebulan mulai dari sekarang...
Tidak.
Selama enam bulan mulai dari sekarang,
kita harus secepatnya saling mengenal.
"Maaf Ayah sekarat."
"Tidak ada yang bisa kita perbuat."
"Jadi, terima saja."
Entah bagaimana soal yang lain,
tapi aku tidak bisa memberi tahu I Deun.
I Deun, kamu melamun lagi.
Maaf.
Ingin kuajari membuat kopi?
Apa?
Benarkah?
Kita mulai dari meneteskan kopi.
Meski memakai biji kopi yang sama,
rasa kopi selalu berbeda.
Rasanya berubah bergantung kepada barista
dan suasana hatinya.
Angkat tegak lurus setinggi 3 atau 4 cm di atas penyaring.
Tuangkan seolah-olah kamu menuangkan air di atas biji kopi.
Lalu perhatikan selama 30 sampai 40 detik.
Anggap saja upacara minum teh.
Menetes.
Tuang air lagi.
Ulangi proses ini selama empat menit.
Inti membuat kopi adalah menunggu.
Kamu bisa senang selagi menunggu.
Kamu bisa istirahat dan bermeditasi.
Kamu juga harus istirahat.
Meski tidak bisa meminumnya, kamu bisa istirahat.
Lalu
aku akan selalu menemanimu.
Dia tadi bilang begitu, tapi sekarang ke mana?
Kamu mengurungku di sini. Ke mana saja kamu?
Coba tahan saja meski kamu merasa terjebak.
Marah tidak akan mengubah apa pun.
Selama ini kamu juga selalu menyendiri dan terasing.
Ruangan ini seperti kamar hotel. Bagus.
Kenapa beli banyak sekali padahal kamu saja yang makan?
Memang kamu sedang piknik di sini?
Bukan aku yang beli. Ada malaikat yang membawakannya.
Aku merasa tidak enak menolak kebaikannya.
Kamu tidak berencana memakannya di sini, bukan?
Baunya tajam.
Aku harus makan di ruangan sebelah?
Berhentilah membuat suara keroncongan.
Jangan membuatku merasa bersalah.
Perutku yang bunyi. Aku tidak bisa mencegahnya.
Kamu bahkan tidak mengizinkanku keluar.
Makanlah saja jika mau.
Bukannya aku tidak ingin makan sendirian.
Aku tidak bisa menolak pertemanan.
Nikmati pertemanan kalian.
Isi perutmu.
Aku akan makan
makanan hambar ini sendirian saja.
Ayam goreng bodoh.
Laparnya.
Astaga, aku marah sekali.
Aku pusing.
Rasanya seperti sekarat.
Pepatah bilang, jangan mengganggu orang yang sedang makan.
Kamu bisa makan enak
- di depan orang sakit? - Tidak.
Aku bukan hanya sakit, tapi sakit parah.
Kamu tahu ada orang sakit di mana-mana.
Kamu terlihat yang paling sehat dari mereka semua.
Lagi pula, orang hidup harus hidup.
Orang hidup? Maksudmu aku sudah mati?
Aku juga masih hidup.
Kamu tidak akan mati karena puasa.
Jika ingin makan denganku, pulihkan kondisimu.
Kamu ingin makan denganku, bukan?
Jangan lihat aku. Tidur saja.
Tidurlah.
Aku ingin makan.
Jangan lihat aku.
Sayang.
Sayang, kamu tetap cantik meski tidak berpakaian bagus.
Nanti juga bakal dilepas.
Aku tidak peduli caramu berpakaian.
Keluar saja.
Jangan bergerak. Angkat tanganmu.
Apa?
Kubilang angkat tanganmu.
Sudah lama tidak begini.
Hari ini aku polisi.
Kamu tidak marah lagi kepadaku?
Kamu dan Mu Han
sudah membantu Soon Jin.
Kerja bagus.
Kita bisa tidur nyenyak sekarang.
Siapa itu yang merusak suasana?
Maaf berkunjung larut malam.
Saya Opsir Kim dari Divisi Patroli Distrik Seoul Barat.
Saya Opsir Lee dari divisi patroli yang sama.
Kenapa ada dua polisi
ke rumahku?
Bukan main.
Istri Anda bersalah karena menyamar menjadi polisi.
Dan Anda bersalah karena pencurian khusus.
Anda tahu maksudku, bukan?
Kenapa kamu cuma berdiri di sana? Ayo ke tempatku.
Pulanglah denganku.
Ayo ke rumahku.
Anda melakukannya karena cinta,
jadi, kali ini Anda akan terbebas dari hukuman.
Baiklah, terima kasih.
Kalian bisa pulang sekarang.
Baiklah.
Permisi, Opsir Kim.
Boleh kulihat rekaman CCTV itu sekali lagi?
- Kenapa? Ayo kita pergi saja. - Sekali saja.
No comments yet. Be the first to leave one.