The first 200 lines.
Subtitle oleh PatrickStar.
Film ini didasarkan pada peristiwa yang nyata. (Gwangju Uprising 1980)
Gadis yang pernah memberiku buket bunga...
Kenapa aku sangat merindukannya hari ini?
Rambutnya yang berkilau, seperti rumput yang terkena hujan...
Matanya yang berkilau masih bersinar di hatiku.
Pada saat aku merasa kesepian, ku ingat hari itu...
Pada saat aku merindukannya, ku mulai bermimpi...
Kerinduan yang tidak bisa kulupakan...
Sungguh malang waktu telah membawanya pergi.
- Cabut status gawat darurat militer! - Cabut! Cabut!
Tidak ada lagi darurat militer!
Tidak lagi! Tidak lagi!
Apa itu kecelakaan?
Bubarkan, atau kami akan bertindak keras!
Aku ulangi.
Bubarkan,
atau kami akan bertindak dengan paksa!
Aku bertanya-tanya kenapa hari ini sangat sepi.
Apa mereka pergi kuliah hanya untuk demo?
Cukup sudah...
Para pendemo itu lebih baik dikirim ke Arab Saudi saja..
Bekerja sendiri sampai mati di padang pasir,
lalu mereka akan sadar, "Wow, negaraku hebat!"
Kenapa kau berlari seperti itu ke mobilku?
Jika kau melompat keluar seperti itu...
Lari!
Hei, mau kemana kau?
Hei kau!
Kembali kesini!
- Berhenti! - Taksi!
Taksi!
Sial...
Ke Rumah Sakit, cepat!
Pak, tolong lebih cepat.
Anak pertama butuh waktu lama, bahkan setelah ketubannya pecah.
Istriku menghabiskan 12 jam di ruang persalinan.
Anak pertama selalu seperti itu.
Hei, hei, hei...
Tidak ada lagi darurat militer!
Sial, ini rute paling cepat!
Terserahlah.
(Hapuskan kediktatoran dan bangkitkan demokrasi!)
Kita tiba, Sayang.
Tadi pengantaran terbaikku selama jadi supir.
Lewat sini.
Sopir taksi lainnya tidak mau mengantar ibu hamil.
Tapi aku melakukannya karena mengingat kelahiran anakku.
Terima kasih... Sayang, di mana dompetku?
Kau bawa tas yang salah.
Coba lihat lagi, pasti ada di sana.
Maaf tapi aku meninggalkan dompetku. Besok, aku janji...
Anda tahu sudah berapa kali aku mendengar itu?
Aku sudah bisa membeli rumah dengan semua ongkos taksi itu!
Tidak, aku janji...
Dia begitu lagi!
Sudah mau keluar.
Tunggu sebentar!
Ini kartu bisnisku.
Hubungi aku besok, akan kubayar dua kali lipat!
Bayar dua kali lipat, kan?
Semoga sukses, oke?
Semoga berhasil!
Ini bukan tempat bermain bola. Pergilah bermain di sana!
Apa dia pergi bermain?
Hei nak, sudah tidur?
Kau harus makan malam.
Hah?
Siapa yang melakukan ini?
Aku jatuh.
Sang-gu, anak nakal itu!
Bukan Sang-gu! Aku benar-benar terjatuh.
Apa kau mau berbohong pada ayah?
Eun-jung! Haruskah aku memukulmu?
Bu! Sang-gu!!
Ah, ayah Eun-jung. Aku mencarimu.
Bisa kau jelaskan apa yang terjadi?
Bagaimana dia bisa melakukan ini pada putraku yang berharga?
Tapi dia juga...
Sungguh, aku belum pernah melihat gadis nakal seperti Eun-jung!
Kau terlalu lembut padanya sejak ibunya meninggal!
Itu sedikit...
Dan karena kau di sini, satu hal lagi!
Aku telah menahan mulutku karena tahu kondisimu.
Tapi kau berhutang 100.000 won untuk sewa!
Aku minta maaf. Nyonya, aku akan...
Kau terlambat 4 bulan, setidaknya beritahu kami kapan kau akan membayar!
100.000 won angka yang besar bagi kami.
Sang-gu, kamu mengantuk! Jangan makan terlalu banyak.
Aku tidak peduli apa kata suamiku, aku maklumi kali ini.
Dan tolong disiplinkan putrimu.
Aku tak tega melihat anakku jadi begini.
Aku lapar!
Sup kacang panjang.
Hei, jangan lipat bagian belakang sepatumu.
Lagi-lagi tidak menjawab.
Sepatu itu terlalu kecil. Makan malam sudah siap.
Kalau bagitu minta pada Ayah belikan yang baru!
Wah, rasanya enak.
Sepertinya kau sudah bisa menikah.
Ibu Sang-gu yang membawanya.
Sebenarnya agak asin rasanya.
Angkat kepalamu.
Ayah, apa kita harus pindah?
Ya, kita akan membeli rumah Sang-gu. Setelah jadi kaya raya.
Jadi jangan khawatir dan belajar dengan benar.
Oke?
Aduh, sakit.
Lalu kenapa kau tidak mendengarkan?
Apa yang kubilang? Baik-baiklah padanya, jangan berkelahi.
Tapi dia memulainya!
Abaikan saja dia.
Belajarlah untuk menanggungnya. Hidup tidak pernah adil.
Mau piknik hari Rabu ini?
Tidak ada sekolah di Hari Raya Buddha.
Ayah harus bekerja, banyak pelanggan pada hari libur.
Kau sama saja dengan ibumu.
Siapa yang kamu ikuti, kenapa sangat manis?
Berdasarkan status darurat milter yang dimulai tanggal 18 Mei,
semua aktivitas politik dilarang,
semua universitas ditutup sementara,
dan pemogokan buruh dilarang keras.
Demonstrasi di jalan baru-baru ini oleh para mahasiswa...
Jadi apa ini berarti aku akan kehilangan penumpang lagi?
Pusat Pers Tokyo.
Bir dan sushi lagi?
Hei Peter, bagaimana parlemen hari ini?
Sama seperti biasanya, tidak ada yang berbeda.
Ini adalah Jürgen Hinzpeter dari ARD-nDR, Jerman.
Dia tinggal di Jepang sudah 8 tahun.
Mungkin akan sangat membantu jika mengenalnya.
Senang bertemu denganmu, Pak Hinzpeter. Aku David John, BBC.
Panggil aku Peter.
Ini pertama kalinya aku di Jepang. Apa saja yang harus aku perhatikan?
Disini terlalu nyaman.
Itu tidak bagus... bagi jurnalis,
Jurnalis harusnya tidak berada di tempat seperti itu.
Maksudnya?
Lupakan. Dimana kau sebelumnya?
Korea Selatan. Sangat tegang di sana sekarang.
Aku dengar pemerintah mereka mengumumkan darurat militer.
Selalu tegang di sana.
Kupikir ini jauh lebih buruk saat ini.
Status darurat militer, membuat beberapa pemimpin partai oposisi ditangkap,
dan universitas juga ditutup.
Apa lagi yang kau dengar?
Aku telah mencoba menghubungi beberapa kenalan,
tapi itu... hampir tidak mungkin.
Sejak kapan?
Sejak tadi malam.
Aku bekerja untuk Gereja.
Aku seorang pendeta.
Lama tak jumpa.
Aku harus segera kembali. Sesuatu terasa aneh.
Seberapa buruk situasinya?
Sudah 3 hari sejak darurat militer.
Kim Dae-jung telah ditahan,
dan mereka membuat Kim Young-sam jadi tahanan rumah. (Pimpinan Partai Demokrasi)
Gwang-ju?
Itu adalah sebuah kota di daerah selatan.
Dan tidak ada artikel tentang Gwang-ju? Tidak ada ekspos, tidak ada?
Ini adalah koran lokal dari Gwang-ju.
Mereka menyensor seluruh halaman?
Apa yang sebenarnya terjadi di sana?
Tidak ada yang tau.
Kami mendapat kabar tentang korban pertama pukul 3 pagi pada tanggal 19...
Tapi sekarang,
Bahkan saluran telepon pun sudah dipotong.
Bagaimana dengan pers asing?
Hari ini adalah sidang Kim Jae-kyu (Tokoh Komunis). Mereka semua pergi kesana.
Tapi pemerintah tetap mengawasi mereka.
Mereka tidak bisa bergerak sesuai keinginan.
Kau harus hati-hati.
Aku harus pergi ke Gwang-ju...
Sendiri?
Tapi bagaimana kau bisa sampai di sana?
Bagi pria yang sangat hati-hati dengan mobilnya,
bagaimana kau memecahkan spionnya?
Anak brengsek. Dia kabur setelah berlari ke mobilku.
Kenapa jadi mahasiswa jika tidak bisa menjadi manusia yang baik?
Baiklah. Akan kutagih 5.000 won saja, oke?
Apa? Ambil saja 4.000. Aku melewati hari yang berat.
Baik hatilah! Kenapa kau sangat pelit?
Dan periksakan mobilmu kapan-kapan. Mesinnya tidak terdengar benar.
Periksa? Aku memeriksa mobilku tiap hari.
Setelah 600.000 km, mobil akan hancur.
Hati-hati pada mobilku!
Coba perbaiki setelah rusak, harganya akan lebih mahal.
Jangan doakan aku dapat nasib buruk! Aku kesal.
3.000 won kalau begitu.
Itu sangat tidak adil! Kau tahu berapa harga onderdilnya?
- Buang ini? - Jangan. Akan kugunakan nanti.
Tinggalkan.
Sialan!
Hei, apa yang kamu lakukan?
Tuhan, kamu menyedihkan.
Menyedihkan.
Jadi, anak-anak bertengkar lagi?
Aku sudah marahi Sang-gu agar tidak begitu lagi.
Bu! Disini!
No comments yet. Be the first to leave one.