Release info

❤❤Mama Fairy and the Woodcutter E03
A Commentary by katy_belekeme
Episode 3

Tags

other
Published on: 2018-11-13
Downloads: 43
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Follow my IG

K

Ka

Kat

Katy

Katy_

Katy_r

Katy_ra

Katy_rah

Katy_rahi

Katy_rahim

Namanya "Kafe Peri".

Ada yang aneh dengan tempat ini.

Kau adalah seorang wanita tua.

Aneh sekali. Seorang nenek menjadi wanita muda.

Jeom Soon!

Bagaimana kau tahu nama Jeom Soon?

Kemarin, bagaimana kalian bisa sampai ke telaga?

Ibu mungkin...

menemukan ayahmu.

Ayahku?

Bukankah ada dua lelaki muncul di air terjun?

Wanita yang menyeduh kopi ini...

terlihat seperti nenek, wanita muda, dan peri.

Apa yang harus kulakukan?

Bisakah kau datang ke sini lagi pada jam anjing?

Aku ingin menanyakan sesuatu padamu.

Apa kau pernah melihat ini sebelumnya?

Tidak.

Maaf, tapi ini pertama kali aku melihatnya.

Entah kau keliru menganggapku mirip seseorang,

tapi aku bukanlah yang kau maksud.

Izinkan aku mengajukan satu pertanyaan juga.

Bagaimana kau melakukannya?

Aku jelas melihatmu sebagai nenek pada awalnya,

tetapi sejak di telaga itu,

Aku terus melihatmu sebagai wanita muda.

Bagaimana kau melakukannya?

Sejak saat itu?

Ya.

Aku tahu ini tidak masuk akal,

tapi penampilanmu berubah di depan mataku.

Dan tadi pagi ini,

aku melihatmu mengenakan pakaian aneh.

Aksesori berbentuk kupu-kupu dan baju bermotif kupu-kupu.

Apa sebenarnya dirimu?

Dia bukan pria biasa.

Dia salah satu dari kami.

Apa kau memantraiku atau semacamnya?

Ataukah itu hanya khayalanku?

Kau tahu ini soal apa.

Katakan padaku siapa dirimu.

Apa kau...

yakin tidak ingat apa-apa?

Aku mohon padamu.

Jangan hanya menganggapku gila,

dan tolong...

cobalah ingat sekali lagi.

Apa yang salah dengan wanita ini?

Dia aneh.

Apakah aneh...

bagi makhluk abadi mencintai manusia?

Kenapa?

Adalah tugas abadi mencintai dan melayani dewa.

Dan para dewa mencintai...

manusia, yang mereka ciptakan.

Itu juga alami bagi kita, menjadi abadi,

untuk mencintai dan menghormati manusia.

Apa itu mimpi?

Kapan aku tertidur?

Apa? Aku terlambat.

Aku tidak percaya aku ketiduran.

Profesor Jung berada sekarang tak bisa dihubungi,

jadi kita batalkan saja kuliah hari ini.

Maaf. Aku ketiduran.

Apa Anda baik-baik saja?

Aku terlambat 10 menit.

Mari kita mulai. Buka buku kalian.

Profesor Jung.

Kancingmu.

Oh, maaf.

Hari ini kita libur saja selagi kita melakukannya.

Cuacanya bagus, jadi ayo keluar dan main.

- Aku tak ingin belajar. - Ayo keluar.

Ayo bermain.

Kalian sungguh-sungguh?

Katakan padaku.

Berapa biaya kuliah yang kau bayar untuk satu jam ini?

- Ya? - Dengan biaya sebesar itu,

kau tidak berpikir sama sekali?

Apa kau yakin ke sini untuk belajar?

Beberapa orang sangat ingin mengambil kuliah ini,

tapi mereka tak mampu bayar. Apa kau tidak malu pada dirimu sendiri?

Kau marah saat pacarmu terlambat 10 menit, kan?

Dan kau tak peduli saat dosenmu terlambat 10 menit?

Apa kau akan membatalkan kencan dan pulang...

hanya karena pacarmu terlambat?

Apakah ada yang ingin belajar di sini?

Apa kalian ke sini hanya untuk dapat ijazah?

Karena ada sebagian besar dari kalian,

menekan akal sehat dengan hal yang tak masuk akal.

Kalian percaya pada apa yang kalian dengar...

tanpa memverifikasi faktualitasnya.

Ilmuwan alami mengabaikan studi dasar...

yang akhirnya mengarah pada ilmu semu.

Tanpa sadar ketidaktahuan adalah kebodohan seumur hidup,

kalian dibutakan oleh hal-hal tidak ilmiah.

Apa kalian akan puas dengan kehidupan seperti itu?

Apa kalian di sini untuk hidup seperti itu?

Kenapa memarahiku?

Mungkin dia dicampakkan oleh seorang wanita dan melampiaskan amarahnya pada kita.

Dia seperti seseorang yang kukenal.

Makhluk abadi adalah melayani para dewa di alam.

Mereka mengikuti arus alam semesta,

menghubungkan dewa dengan manusia,

dan menyeimbangkan antara material dan non-material.

Apa yang kau lakukan?

Apa kau tidak lihat?

Aku sedang menyirami sawah.

Tuan Park tidak ada.

Jika kau butuh bantuan,

gunakan orang ini di sini saja.

Mereka sama-sama "Park".

Benar, manfaatkan dia.

Tidak, aku "Park" lain dari Miryang.

Jangan.

Mereka terkadang hidup di alam peri...

dan kadang di dunia ini di sekitar manusia.

Mereka tidak punya keserakahan meraih keberuntungan.

Mereka relatif bebas dari uang, otoritas, dan reputasi.

Alih-alih ilusi ditampilkan di dunia yang terlihat,

mereka melihatnya melalui kebenaran dari dalam.

Mereka tinggal di sekitar manusia tanpa ada yang tahu.

Beberapa dari mereka tidak sadar tentang identitas mereka yang sebenarnya...

karena mereka ada di dunia ini.

Ibuku pasti meninggalkan ini saat dia berkunjung ke sini terakhir kali.

Apa selonggar itu?

Selama aku hidup kakiku tak pernah terlihat sejenjang ini.

Lihatlah.

Lihat betapa longgarnya ini.

Nona Peri sangat lucu.

Haruskah aku memilih baju ini untuk OOTD-ku?

Jung Min bilang, wanita jaman sekarang bisa tahan dengan wajah jelek,

tapi mereka benci pria dengan selera mode yang mengerikan.

Entah apa yang harus kupakai agar terlihat keren.

Bagaimana menurutmu?

Haruskah aku pakai setelan warna hitam sepertimu?

Untuk hari ini, pakai ini saja.

Ada urusan apa kau menghubungi tukang obat sepertiku?

Apa maksudmu?

Kau seperti Sigmund Freud, Carl Jung, dan Alfred Adler.

Profesor Jung, hentikan.

Untuk apa kau menelponku?

- Aku di kantormu. - Apa sekarang itu kantormu?

Apa itu rumah bersama atau apa?

Kau bermalas-malasan di kantorku melebihi aku.

Jangan seperti itu dan cepatlah ke sini.

- Tunggu di sana. - Sementara menunggu,

bolehkah aku memeriksa kotak suratku dengan tabletmu?

Seperti kau pernah minta izin saja.

Silakan dan gunakan.

Oke.

("Jendela Rahasia Tuan Muda" ditulis oleh Jeom Soon Si Harimau)

Jantung tuan muda berdegup kencang seperti ikan salmon dalam musim kawin.

Ini dikirim ke jari telunjuk budak.

Ikan asin yang diikat dengan jerami...

berguncang seolah-olah mereka masih hidup.

Tangannya gemetaran seakan itu bergerak setiap saat.

Lalu bersentuhan dengan tangan budak itu yang kasar dan gelap untuk beberapa waktu.

Tuan muda terkejut dan melangkah mundur.

"Keringatmu berbau mengerikan."

Rusanya pasti mengeluarkan banyak air mata.

Ya?

AKu hanya memesan satu Air Mata Rusa.

Maaf,

tapi bisakah kau membawa ini ke Profesor Jung Yi Hyun?

Aku mohon.

Oke.

Kapan kau datang? Apa kau menunggu lama?

Tidak. Aku lupa waktu sembari membaca ini.

"Jendela Rahasia Tuan Muda".

Kau membacanya?

Jadi apa kau insomnia lagi tadi malam?

Apa yang harus kukatakan soal ini?

Ini secara sangat nyata menjelaskan bagaimana kesenjangan antara...

cinta terlarang dan norma yang diterima secara sosial mempengaruhi seseorang.

Ini karya tulisan erotis modern.

Sebagai ilmuwan otak, aku pikir ini punya nilai.

Anda akan melakukannya.

Tampaknya ideal bagi pembaca...

yang bernafsu dengan petualangan erotis...

yang tak bisa diwujudkan dalam kehidupan nyata,

mengarah ke ledakkan batin yang putus asa.

Aku butuh ini. Terima kasih.

Dari nenek di truk kopi dekat perpustakaan untukmu.

Sial.

Maaf.

Apa dia terlihat seperti nenek bagimu?

Seorang wanita yang sangat tua.

Kenapa dia menaruh kopinya di situ?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left