The first 171 lines.
"Episode 4"
Astaga, siapa
yang pagi-pagi bau koyok?
Apa pria tua itu?
Ini sanitarium atau apa?
Dia seharusnya di rumah jika sakit. Kenapa berkeliaran di luar?
Beri tahu aku saat dia melepas koyoknya.
Aku juga akan membantu melepas kulitnya.
Kekacauan apa ini?
Tidak bisakah kamu menulis lebih bersih?
Kami rapat klien kemarin dan hari ini rapat pertama.
Berapa lama lagi sisa waktu kita untuk presentasi?
Tiga pekan, dan durasinya 40 menit.
Total 50 menit termasuk sesi tanya jawab.
Berapa banyak yang hadir? Dan berapa anggarannya?
Lima perusahaan.
Anggarannya 800.000 dolar.
Kamu tidak
menggosok gigi?
Apa?
Gosok gigimu lagi.
Napasmu bau sekali.
Kita kedatangan konsumen asing hari ini.
Jadi, kita butuh anggur lagi di pesawat.
- Baiklah. - Terima kasih.
Menurutmu dia mau menikah?
Kamu harus berpura-pura mencintainya.
Seolah-olah kamu jatuh cinta.
Seolah-olah aku jatuh cinta.
Ini An Soon Jin.
Alam bawah sadarku ingin menghubungimu.
Maukah menjawab teleponku?
"Ya"
Itu saja jawabannya?
Halo.
Ini Son Mu Han. Halo?
Halo? Aku...
Aku dengar dari In Woo...
Aku minta maaf sudah salah paham kepadamu.
Mungkin kita tidak akan bertemu lagi,
tapi menurutku aku harus minta maaf.
Soal kejadian kemarin...
Maafkan aku.
Aku juga minta maaf soal kemarin.
Semalam aku tidak bisa tidur.
Aku sudah menghitung ribuan domba karena kamu.
Jadi, masalahnya sudah selesai, bukan?
Ya, kurasa begitu.
Syukurlah.
Semoga harimu menyenangkan.
Jaga kesehatanmu.
Sama-sama.
Sudah, ya.
Sampai jumpa.
Kenapa aku bilang kami tidak akan bertemu lagi?
Kenapa kubilang aku akan memotong alat vitalnya?
Astaga, dia pria idamanku.
"Panggilan berakhir"
Nona, aku minta segelas bir.
Baik. Akan kubawakan.
Tunggu, kamu tidak pantas dipanggil "nona".
Kamu sudah cukup tua.
Kamu bukan gadis usia 20-an.
Kamu juga bukan wanita usia 30-an.
Berapa usiamu?
Akan kuberi tahu saat Anda meninggalkan pesawat ini.
Karena penumpang lain tidak boleh tahu.
Selamat menikmati.
Semua penumpang kaget. Jangan berisik.
Anda baik-baik saja?
Aku harus menghentikan pendarahannya dulu.
Kenapa kamu diam saja?
Ambilkan kotak pertolongan pertama dan selimut.
Baik.
Cari seorang dokter di pesawat ini.
Periksa juga informasi penumpang.
Baik.
Bagian arterinya tidak kena. Berikan penghenti pendarahan.
- Kamu yakin? - Ya.
Kamu memang ahlinya dalam bidang ini.
Periksa semua area vitalnya.
Ya, ini asli.
Tentu saja. Ini hadiah pernikahanku.
Ini kotak dan sertifikatnya.
Arloji ini nyaris tidak ada lecet. Anda menyimpannya dengan baik.
Tentu saja. Ini arloji mahal.
Anda mau menggantinya dengan arloji lain?
Berikan saja uangku.
Aku bisa mengirimnya ke rekening bank Anda.
Jangan. Uang tunai saja.
Di mana Kyung Soo?
Jangan menyerahkan toko kepada pekerja paruh waktu.
Jangan percaya mereka.
Mungkin dia sedang makan di luar.
Dia tidak pernah meninggalkan toko. Dia pekerja keras.
Itu harus. Dia harus kerja keras karena tidak ada yang dibanggakan.
Kenapa kamu pikir ibu membuka toko untuknya?
Itu agar kamu dan Ji Soo tidak merasa kecil hati.
Aku tahu itu.
Udaranya dingin. Tutuplah kacanya. Hati-hati di jalan.
Jika bukan karena Ji Soo...
Ibu, kumohon sudahlah.
Baiklah.
Ada apa?
Selamat malam.
Jangan sapa aku seperti itu.
Sampai kapan kamu akan berada di dekat anak-anakku?
Menurutku Anda salah besar.
Aku tidak pernah mendekati mereka.
Anak-anak Andalah yang buka toko di sini.
Apartemen anak-anak Anda juga ada di sini.
Sekolah TK Jo Soo di sini. Begitu juga toko ini.
Jangan ada tiga orang tua dalam hidupnya.
Apa kamu masih bisa merasa nyaman hidup seperti ini?
Ibu, hentikan. Kumohon!
Anda tidak bilang apa pun saat aku merawat orang sakit
dan bukannya merawat anak-anak Anda.
Semua orang di keluarga Anda kejam, semua sama saja.
Persoalan yang itu berbeda.
Jangan datang dan pergi seperti ini dengan rasa angkuh.
Jangan membodohi diri sendiri.
Sepertinya kamu masih menganggap dirimu istri yang baik.
Jika kamu masih terus muncul,
kamulah perusak rumah tangga orang.
Kenapa Ibu bicara begitu?
Ibu tidak boleh bilang begitu.
Pergilah. Cepat pergi.
Kamu tahu perasaan putriku karena kamu pernah di posisinya.
Dia diam saja karena merasa bersalah kepadamu.
Bukan karena memaklumi sikapmu.
Setidaknya kamu bisa marah kepadanya, tapi dia...
Terserah Ibu saja. Aku pergi!
Tidak bisakah kamu jalani hidup dengan lebih baik?
5.000 dolar itu bukan uangku.
Baek Ji Min yang mengatur kencanmu.
- Ini... - Itu...
Apa itu?
Kurasa itu kotak makan siang. Dia meninggalkannya kemarin.
Dia datang untuk mengambil beberapa dokumen ahli waris peradilan.
Aku mengomelinya,
jadi, dia bergegas pergi dan lupa membawanya kembali.
Dia ke rumahmu untuk mengantarkan makanan untukmu, bukan?
Aku belum makan apa pun.
Kenapa kamu tidak percaya?
Dia tidak menyuruhku untuk makan.
Kurasa dia tidak suka menyisakan makanan.
Kamu tahu dia seperti apa.
Jangan pikirkan ucapan ibuku...
Jangan khawatir.
Aku tidak khawatir. Untuk apa aku khawatir?
Apa?
Kamu tahu,
tidak ada yang bisa membuatku khawatir.
Hanya pemilik sesuatu yang berhargalah yang merasa khawatir.
Apa pun yang terjadi,
aku akan hidup dengan serampangan.
Aku akan pasrah menjalani hidup.
Tapi kita hanya hidup satu kali.
Aku ingin
menelantarkan hidupku.
Aku akan membuang hidupku.
Kenapa tidak kamu habiskan hidupmu bersama laki-laki lain?
Dengan begitu, Kyung Soo akan melupakanmu.
Jika kamu membuangnya di tempat yang salah,
Kyung Soo akan bilang ini salah kami,
dan berusaha bertanggung jawab.
"Eun Kyung Soo"
Ini depositnya.
Berhenti.
Ini unit 401...
Ini suami penghuni 401.
No comments yet. Be the first to leave one.