Release info

당신이 소원을 말하면 If You Wish Upon Me E15 220928-NEXT-VIU
당신이 소원을 말하면 If You Wish Upon Me E16 END 220929-NEXT-VIU
A Commentary by RuoXi
Ep. 15

Tags

other
Published on: 2022-09-29
Downloads: 25
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Mari bersenang-senang bersama

setelah kematian.

Pak Kang. - Jangan ikut campur.

Ini yang kamu inginkan dariku.

Tidak. - Benar, bukan?

Pak Kang.

Hentikan sekarang.

Gyeo Rye.

Tolong hentikan sekarang.

Bisakah?

Hentikan!

Berhenti!

Hentikan.

Hentikan.

Itulah yang dia inginkan darimu.

Tidakkah kamu tahu

berapa banyak orang berusaha menghentikanmu menjadi pembunuh?

Jadi, hentikan.

Yoon Gyeo Rye.

Aku tidak bisa menemukanmu di mana pun.

Sedang apa kamu di sini? - Astaga.

Sedang apa kalian di sini, Preman?

Hei.

Gyeo Rye!

Gyeo Rye. - Dasar gila.

Tunggu.

Kamu mengenalnya?

Ya. Dahulu dia bekerja untukku, tapi dia menyebabkan masalah.

Jangan cemaskan dia.

Lepaskan dia. Lepaskan dia!

Kamu tuli?

Pimpinan Yoon. Ada apa?

Dia putraku.

Apa? - Dia putraku.

Aku tidak tahu kamu punya putra. Maafkan aku.

Aku tidak tahu

sampai aku tiba di sini.

Lepaskan aku.

Tepati janjimu.

Janji apa?

Jika aku menyerahkan Pak Kang, kamu bilang akan pergi.

Jadi, tepati janjimu. Aku sudah menelepon polisi.

Kamu melaporkannya ke polisi?

Hei.

Dasar preman.

Ambillah.

Apa itu? Morfin?

Tinggalkan morfinnya.

Ikut aku sekarang.

Ikut kamu?

Ya, ikut aku.

Gyeo Rye.

Tidak.

Kamu tidak boleh meninggalkan tempat ini.

Jangan terlibat dalam masalah keluarga.

Itu bukan urusanmu.

Beraninya kamu mencoba mencuri putraku.

Lupakan saja. Ayo.

Gyeo Rye.

Gyeo Rye!

Gyeo Rye.

Kamu tidak perlu melakukan ini untukku.

Siapa bilang aku melakukan ini untukmu?

Kata siapa?

Aku mungkin juga akan...

mendapat keuntungan dari orang tua yang berkuasa.

Gyeo Rye.

Lihat?

Dahulu, aku bahkan

tidak berani melakukan kontak mata dengannya.

Benar, bukan?

Setelah aku menjadi putra Yoon Ki Chun,

dia bahkan tidak bisa berkata-kata.

Ini...

bukan dirimu.

Kang Tae Sik.

Terima kasih untuk semuanya. Mari kita berpisah sekarang.

Kamu harus dihukum atas perbuatanmu.

Biarkan aku menikmati hidupku

di bawah orang tuaku yang kaya.

Ayo, Ayah.

Gyeo Rye.

Gyeo Rye.

Gyeo Rye. Lihat aku.

Apa yang kamu lakukan?

Kami bisa

melindungi rumah sakit sendiri.

Kamu tidak perlu melakukan ini. - Hei, Seo Yeon Joo.

Sejujurnya, masalah permohonan itu.

Siapa pun bisa melakukannya selain aku.

Dan rumah sakit ini...

Maksudku, kamu dan aku.

Kita bukan pasangan serasi.

Menyenangkan punya seorang putra.

Ini sebabnya semua orang menginginkan seorang putra.

Benar, bukan?

Tae Sik.

Putra?

Putra.

Gyeo Rye.

Mati sendirian dan kesepian

bukan aku, tapi Kang Tae Sik.

Aku tidak peduli soal itu.

Tepati saja janjimu.

Kamu takkan pernah mengunjungi

rumah sakit ini atau Pak Kang lagi.

Tentu.

Jika itu yang diinginkan putraku,

kenapa tidak?

Dahulu, aku tidak akan duduk di sini.

Menyenangkan sekali.

Di sini menyesakkan.

Aku akan berjalan-jalan.

Kamu baik-baik saja?

Kamu tahu Yoon Gyeo Rye dan Kang Tae Sik

berpura-pura. - Ayo.

Selama Kang Tae Sik masih hidup,

entah dia di Busan atau Tokyo

atau di Amerika,

aku bisa menemukannya jika mau.

Hubungan kami nahas.

Bagaimana dengan Yoon Gyeo Rye?

Biarkan saja.

Aku menikmati sandiwara ini.

Aku di sini karena diminta Gyeo Rye.

Apa yang terjadi?

Aku tahu. Apa yang terjadi?

Dia menyuruhku berkeliling dan mengantarmu.

Dia menyuruh kita menghabiskan waktu.

Terserah. Ikuti saja mobil itu.

Tidak.

Tae Sik! Tetaplah di sini.

Ikuti mereka!

Pak Kang.

Mari lakukan apa yang dikatakan Gyeo Rye.

"If You Wish Upon Me"

Gyeo Rye.

Karena kita... Tidak.

Aku tahu kamu pergi untuk melindungi rumah sakit.

Tapi ini rumahmu.

Jangan menyerah seperti ini.

Jangan lakukan ini sendirian. Mari berjuang bersama.

Berjuang?

Aku muak berjuang sekarang.

Aku ingin berhenti.

Seo Yeon Joo.

Keinginanku.

Ingat keinginanku?

Bahwa aku ingin bahagia

bahkan untuk sesaat sebelum aku mati?

Harapanku terwujud

di rumah sakit ini.

Jadi, aku tidak menyesal.

Aku sangat bahagia.

"Tim Genie Yoon Gyeo Rye"

Terima kasih.

Berkat kamu,

aku jauh lebih bahagia daripada yang kuharapkan.

Hei.

Jika kamu pergi dengan mereka,

kamu harus terus berjuang lagi.

Tidak, itu tidak akan terjadi lagi.

Aku

minta maaf.

Aku sungguh minta maaf.

Gyeo Rye.

Sudah kuduga.

Kejar dia.

Ini aku, Yoon Gyeo Rye.

Tunggu aku. Aku akan segera ke sana.

Bunuh aku.

Berengsek.

Apa? Kamu akan memukulku?

Pukul aku.

Kamu hanya preman yang menjilat ayahku.

Dasar gila.

Pukul aku. - Pukul dia.

Kamu harus dipukul jika pantas mendapatkannya.

Itu pelajaran yang sesungguhnya.

Bukankah begitu, Gyeo Rye?

Ayah. Tolong aku.

Ayah. Jaga aku.

Tolong ampuni aku.

Aku tidak mencoba membunuhmu.

Aku hanya memberimu pelajaran.

Dahulu dan sekarang.

Apa yang kamu lakukan?

Hei.

Kalau begitu, ajari aku.

Hei. Lepaskan aku.

Ini akan menjadi momen terakhirmu.

Hei.

Pak Kang.

Pak Kang. Kamu baik-baik saja?

Bagaimana ini bisa terjadi? Pak Kang.

Halo? Aku di depan Rumah Sakit Woori.

Ada kecelakaan mobil.

Seorang pria terluka.

Kecelakaan mobil.

Tidak.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left