The first 200 lines.
SEMUA KARAKTER, LOKASI, ORGANISASI, KEJADIAN, DAN AGAMA
DALAM DRAMA INI SEPENUHNYA FIKSI
Apa? Ada apa ini?
Kenapa tidak bisa?
MOHON MAAF
NOMOR SANDI SALAH.
Apa yang terjadi? Apa yang salah?
Han Son, ada apa ini?
Ingin tanya kenapa aku diam padahal sudah tahu?
Kalian tampak lucu menghabiskan biaya produksi.
Kulihat cukup menarik disaksikan.
Bank palsu dan emas batangan.
Kau sungguh tak punya hati nurani.
Dokumentermu populer berkat akting ayahku,
dan kudengar kau beli gedung di Gangnam.
Bukankah harus kau kembalikan semua itu padaku?
Aku tahu kau merekam pembicaraan ini.
Kalau kau merasa terdesak dan berusaha mendesakku dengan rekaman,
berarti kau sungguh belum menemukan bukti apa pun.
Aku buktinya.
Selain kasus Ayah,
ada banyak hal konyol yang terjadi di perusahaan pemasaran berjenjang ini.
Akulah bukti itu.
Bu Cha Joo-eun, anggota Berlian.
Kau sudah digugat.
Seluruh anggota yang kau kelola
baru saja menggugatmu
atas tuduhan pemerasan, kerja rodi, dan jual beli paksa
yang melanggar Hukum Jual Sontak.
Aku takkan jatuh sendirian.
Terserah kau saja.
Antar dia dengan sopan ke kantor polisi.
Hei!
- Aku baru ingat. -Hei!
Sejam lagi aku pergi ke Tiongkok.
- Kali ini, aku takkan pernah kembali. - Hei!
Janganlah putus asa dan bekerjalah dengan keras.
Hidupmu belum berakhir. Paham?
Baiklah. Semangat.
Hei!
Mereka sudah kabur membawa semua barang.
EPISODE 2
Nona Cha Joo-eun.
Jangan lama-lama. Dua jam lagi dia harus ditransfer.
Siapa kau?
Kau bukan pelaku kekerasan.
Ini berlebihan, ya?
Silakan duduk.
Kita segera mulai saja.
YANG IN-SUK KEPOLISIAN
Melihat dokumen kesaksianmu,
jelas kau bukan pemimpinnya.
Ungkapan yang tepat.
Benar. Mereka mengambinghitamkanku.
Ini tak adil.
Penyidik di sini seperti zombi. Mereka sama sekali tak mendengarku.
Aku merasa mereka telah disuap.
Cha Joo-eun.
Hati-hati dalam berkata.
Kata ”suap” membuatmu terdengar seperti penipu sungguhan.
Kita mulai lagi.
Namun, kenapa kau?
Kau tak ada hubungannya dengan perusahaan itu.
Kau hanya anggota. Kenapa mereka menjebakmu?
Soal itu…
Mestinya kau tanya mereka.
- Aku sudah bertanya. - Kau bertemu mereka?
Apa kata mereka?
Sesuai dengan pernyataan tertulis mereka.
Serasa membaca dialog dalam naskah.
Anehnya, mereka tak tampak kesal.
Mereka tak berlaku seperti korban penipuan.
Benar. Tentu saja mereka tak kesal.
Mereka dibayar.
Kira-kira siapa yang membayar mereka?
Jeong Bok-gi.
Bagaimana aku bisa tahu dia?
Meski tidak banyak,
aku juga berinvestasi…
kepada Pendeta Cha.
Ayah dan anak sama saja.
Kau menyelidiki aku?
Itu penting sekarang?
Kerjamu bagus, ya?
Bagaimanapun, aku memburu Jeong Bok-gi,
dan di sinilah aku sekarang.
Lucunya bertemu kau di sini.
Apa kau berencana balas dendam padanya?
Bisa dibilang begitu.
Jadi, apa yang kau temukan dan apa yang dia lakukan
sampai kau ada di sini?
Aku ingin bertanya.
Kenapa kau melakukannya?
Kau sudah ingin bicara soal kerja?
Kau bisa memecat Cha Joo-eun
saat dia bergabung.
Dia lucu. Dia ingin belajar soal hidup…
dan kami bukannya orang asing lagi.
Aku tak bisa melewatkan peluang itu.
Kuajari dia, karena aku orang yang baik.
Tentu aku paham.
Mengajar lebih berarti dan membahagiakan daripada belajar.
Karena itu, orang sering mengajar.
Namun, pikirkan juga dari sisi pelajar.
Siapa yang mau belajar?
Proses belajar itu mengerikan, bukan?
Maksudku, itu perbuatan kejam.
Itu alasannya kulakukan.
Aku khawatir dia ingin terus belajar.
Kini dia pasti menyerah untuk belajar.
Aku senang kau bersemangat berbagi,
tetapi tolong batasi kuliah gratis tak berharga.
Jiwa filantropiku terlalu kuat.
Namun, akan kucoba.
Satu hal lagi.
Sejak Cha Joo-eun bergabung,
kita cukup merugi.
Biar kutebus.
Omong-omong, Pak Park bagaimana?
Pak Park?
Jadi, kau sukses mendekati Pak Park?
Dalam bisnis ini, musuhmu bisa menjadi temanmu besok.
Kau banyak belajar. Lantas?
Kami mulai bersahabat,
tetapi hal ini terjadi.
Pak Park…
Bisa dibilang menjadi bahan kuliahku.
Tunggu sebentar.
Hei, Cha Joo-eun.
Kau harus bisa membedakan kawan dan lawan.
Aku sudah bisa.
Aku pun sama-sama suka ikut campur.
Aku tak bisa lewatkan peluang memberinya pelajaran.
Namun…
kalau dia benar-benar belajar,
aku akan merasa setidaknya mendapatkan imbalan.
Kau tak melihat daftar penggugat?
Pak Park adalah salah satunya.
Itu mengagumkan.
Situasinya buruk bagimu.
Salah satu korban bunuh diri.
Terdakwa.
Silakan sampaikan pernyataan terakhirmu.
Menangislah.
Kau harus mengaku bersalah dan menangis.
Kau masih muda, dan ini kejahatan pertama.
Besar kemungkinan dapat hukuman percobaan.
Saya…
tak bersalah.
Namun…
saya menyesal.
Saya sungguh minta maaf.
Akibat perbuatan saya…
Akibat perbuatan saja, seseorang…
Saya sungguh menyesal.
Saya, panel independen, akan menetapkan vonis kasus nomor 2019978.
Terdakwa dijatuhi hukuman penjara 18 bulan dan denda 100 juta won.
Nona Cha Joo-eun? Kita jangan bertemu lagi, ya.
Pengacara Oh Hyeon-kyung dari firma hukum besar.
Polisi rendahan sepertiku mustahil bicara dengannya.
Jeong Bok-gi
sepertinya menyuap mereka sebelum kabur.
Ini kejahatan pertamamu,
dan kita sudah berdamai dengan korban lain.
Hukuman penjaramu tak masuk akal.
Namun, seseorang kehilangan nyawa.
Lupakan saja.
Kita…
jangan menyerah…
memburu Jeong Bok-gi.
MUSIM PANAS 2019
Sudah kubilang, aku bukan dibebaskan dari penjara.
Ini memalukan bagi kita berdua.
Mari lupakan masa lalu. Masa depan masih panjang.
Benar. Besok, kita punya mangsa baru.
- Apa ini? - Kunci mobil.
Aku tidak butuh.
- Aku minum alkohol. - Kau minta aku menyetir?
Kau punya tujuan?
Panggillah sopir kalau masih mabuk.
Kita makan.
Steik untuk sarapan?
Kau bisa pesan juga untuk makan malam.
Bukan itu maksudku.
Kau yakin kau sanggup membiayai hidupku?
Jangan beri kartu kredit selain Gold.
- Ini kartu akses. - Akses apa?
Pintu rumah.
Di mana ini?
Keren, ‘kan?
Berbeda dengan rumah atap dahulu.
Rumah atap.
Pemandangan malam indah dan alkohol terasa nikmat.
Barbeku pun bisa.
Kau belikan tempat ini untukku?
Tinggallah di sini sampai kita sukses.
Istirahatlah.
GANTUNGAN DARI SITUS DARING
MEJA RIAS BEKAS
DIBAWA DARI SASANA
No comments yet. Be the first to leave one.