Release info

눈이 부시게ㆍThe Light in Your Eyes E02 NEXT VIU
눈이 부시게ㆍThe Light in Your Eyes E02 Unknow VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-02-13
Downloads: 43
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Karakter, lokasi kejadian, dan organisasi pada drama ini"

"Adalah fiksi"

Kesempatan untuk kembali ke masa lalu.

Bagus sekali jika jadi kenyataan.

- Kamu sangat ingin ke masa lalu? - Tentu saja.

Kamu serius, bukan? Jangan menyesal.

Sekali ke masa lalu, kita tidak bisa kembali lagi.

Dasar gila...

Lingkaran hitam ini.

Kulitku. Kulitku mulai menurun.

Aku tua.

Astaga, aku memakai jam itu lagi.

Aku mual.

Begini lebih baik.

Ibu! Ada apa?

- "Apa?" - Apa?

Aku sudah dewasa. Aku boleh minum kapan pun.

Ibu tidak peduli soal itu. Kamu ingin menjadi pewarta baru,

tapi kamu minum sampai tengah malam dan melukai kepalamu seperti itu.

Kepala? Kenapa?

Astaga. Apa ini?

Astaga. Apa aku hampir mati semalam?

Bukan hampir. Kamu akan mati hari ini.

Ibu, tunggu sebentar!

Setidaknya biarkan aku makan sebelum mati.

Memangnya ini waktumu untuk makan?

Ke sini kamu!

- Baik, aku tidak akan makan! - Sini kamu!

Sakitnya. Keterlaluan, pukulannya keras sekali.

Astaga, Ayah bisa membuat taksi itu bolong.

Kenapa Ayah selalu bersihkan taksi usang ini? Tidak ada bedanya.

Nantinya kamu akan membelikan ayah taksi baru,

jadi, ayah harus rawat taksi yang ada dahulu.

Sepertinya tidak akan bisa.

Beli saja mobil baru dahulu.

Kamu sudah berubah.

Sejak kamu punya pacar.

Pacar?

Apa maksud Ayah?

Kepalamu baik-baik saja?

Benar, kepalaku.

Kamu tidak tahu kenapa kepalamu terluka?

Tentu saja. Aku tidak semabuk itu.

Ayah pernah cerita asal mula nama baja?

Kamu pasti sudah tahu sekarang.

Baja?

Jangan menyesal.

Jadi, ini sebabnya diberi nama baja.

Baja.

Kamu pengemudi yang andal. Ayah sampai kaget.

Aku menyetir?

Ya. Kamu menyetiri pacarmu.

Baiklah. Belok kanan.

Belok kiri.

Lurus terus.

Berhenti!

Aku sudah gila.

Berengsek!

Kamu pasti mabuk berat semalam.

Tanganmu penuh dengan rambut pacarmu itu.

Lain kali kamu jambak lebih banyak.

Ayah mau tanam di kepala ayah.

Dia tidak bilang apa-apa?

Dia tidak salah apa-apa, tapi dia terus menerus minta maaf pada ayah.

Lalu?

Kamu tidak ingat apa pun, ya.

- Lalu apa? - Apa lagi?

Ayah bilang ayah akan bunuh dia jika dia membuat putri ayah semabuk itu.

- Sungguh ayah bilang begitu? - Kenapa?

Apa kamu takut tidak akan pernah bertemu dengan pacarmu lagi?

Siapa bilang dia pacarku?

Dia bukan pacarku.

Reaksimu menyatakan sebaliknya.

Dia bukan pacarku! Kenapa memaksaku?

Menurut Ayah dia bagaimana?

Sepertinya dia pria baik.

Benarkah? Astaga.

Ayah tidak merestui hubungan kalian.

Aku kaget.

Astaga. Enyahlah!

Enyahlah! Enyahlah!

Mau apa kamu?

Kakak membuat angin dari tangan?

Kamu tidak lihat kakak mematikan lilin tadi?

Kakak memang menyedihkan.

Omong-omong, di mana rumah si berengsek itu?

Siapa?

Kenapa Kakak mau tahu?

Menurutmu kenapa pria membuat gadis mabuk?

Akan kakak habisi bajiangan itu. Jangan halangi kakak.

Sebaiknya kakak diam saja jika tidak mau dipukuli oleh dia.

Dipukuli? Kakak?

Kakak juga dipukuli oleh Hyun Joo juga, bukan?

Jika itu maumu, aku akan melawanmu dengan taekwondo.

Mana mungkin kakak pukul perempuan? Kakak sengaja.

Sudahlah. Omong-omong...

Kak Yeong Soo.

Bisa ambilkan aku nasi dan sup?

Kenapa?

Kamu habis melakukan kesalahan?

- Ibu! - Tunggu.

Aku akan mengenali Kakak dengan wanita.

Siapa? Sang Eun? Hyun Joo?

Aku masih punya teman lain.

Dia sangat cantik.

Kalau begitu, percayalah pada kakak.

Jangan sampai ketahuan Ibu.

Kakak ini anak tertua,.

Ibu! Aku lapar.

Minta makan!

Kim Yeong Soo.

Ibu sendiri yang membuatkan ini untuk kakak.

Kakak makan keripik saja?

Kakak bahkan tidak bisa membuka bungkus keripik itu karena Ibu.

Jangan sok.

Lihat siapa yang bicara. Makan saja kimchi lobakmu itu.

Aku memang sedang menikmatinya.

Perlu kukunyah keras-keras?

Kalian makan apa?

Tunggu!

Ibu sudah menamparku di sini.

Larangan Terhadap Bahaya Ganda.

Tidak seorang pun bisa dikenakan pelanggaran yang sama dua kali.

Ini beda pelanggaran.

- Pelanggaran apa? - Kamu mencuri uang dari dompet ibu.

Tadinya aku mau bilang, tapi aku lupa

karena ada kebutuhan darurat.

Kebutuhan darurat apa?

Aku sangat ingin makan keripik...

Anak bodoh!

Sakit, Ibu!

- Jangan lari! - Ibu!

- Tunggu. - Ke sini kamu!

Ibu, teman-temanku datang.

- Halo. - Halo.

Halo, Hyun Joo dan Sang Eun.

Aku akan buatkan kalian ikan kukus yang enak. Kalian makan, ya.

- Tentu saja. - Terima kasih.

Ibu, bisa bawakan air minum untuk teman-temanku?

Romantis sekali.

Dia baru tertimpa mangkuk udon. Romantis apanya?

Sepertinya aku tidak berani menemuinya lagi.

Aku sudah mempernmalukan diriku.

Dari situlah cinta bermula.

Kamu beruntung jika dia tidak menganggapmu gila.

- Gila? - Kamu layak dipanggil itu.

Ya, kamu benar.

Aku masih iri padamu.

Selama 10 tahun jadi pemagang, aku belum pernah berkencan.

Kerjaku hanya membersihkan kantor, dan sekarang aku sudah tua.

Aku sudah menyia-nyiakan 25 tahun dalam hidupku.

Hei. Berusia 25 tahun bagi wanita itu

adalah saat kita tidak pernah berbuat sesuatu yang berarti.

Mereka menanyaiku tiap sesi wawancara.

Kamu masuk sekolah lebih awal?

Itu berarti wajahku terlihat tua.

Setidaknya kalian bisa melalukan apa yang kalian mau.

Tidak ada yang ingin kulakukan, dan aku tidak punya keterampilan.

Orang lain sibuk mencari pekerjaan dan berkencan.

Aku akan hanya menua dan mati membuat chunjang.

Ini tidak bagus. Teman-teman, ayo keluar.

Semangatkan diri kita. Ayo!

Dia sedang apa?

Ibuku akan tahu jika terdengar suara gigitan keripik.

Benar-benar menyedihkan. Aku sudah putuskan

untuk bersyukur atas semua yang kumiliki dan bekerja keras.

Aku sudah merasa lebih baik.

Tapi aku ingin mencicipi yang dia makan itu.

Dia lihat kita.

Hai, Yeong Soo!

Sial. Aku pergi.

Hyun Joo.

Hyun Joo.

Hei, Lee Hyun Joo.

Kenapa kamu ke sini?

Apa?

- Hye Ja... - Kamu datang mau menemuiku?

- Bukan, Hye Ja... - Sudah kubilang kita putus.

- Bukan itu... - Benar.

Pasti berat untukmu melupakanku.

Aku yakin kamu sangat menyesal.

Pasti kamu berusaha keras menemukan pria yang seperti diriku.

Tapi mengertilah, aku tidak ingin kembali denganmu.

Berhentilah memakai Hye Ja sebagai alasan

untuk menemuiku.

Fakta bahwa aku pacar pertamamu

adalah berkat untukmu.

- Jangan... - Hyun Joo. Letakkan.

Saat itu kamu masih SD.

Astaga, kamu tidak tahu apa-apa.

Aku bahkan sudah mengalami bencana saat masih SD.

Aku memang masih kecil, tapi kenapa seleraku begitu rendah...

- Dia tampan. - Kamu sudah gila...

Dia lihat apa?

Diakah itu?

Dari wajahmu sepertinya begitu.

Siapa wanita itu?

- Seo Yeon. - Siapa itu Seo Yeon?

Adik kelasku yang kini menjadi pewarta berita.

Jadi, di si Gajah itu?

More Indonesian subtitles for The Light in Your Eyes

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left