The first 200 lines.
Episode 4
Ini alat perekam suara.
Pena itu bukan milik saya.
Ini bukan pena, tapi alat khusus yang digunakan mata-mata!
Orang macam apa kamu?
Siapa kamu?!
Apa anda mencurigai saya?
Aku tidak mencurigai kamu. Aku yakin.
Bawa dia pergi.
Untuk beberapa alasan aku memiliki perasaan jelek tentang dia.
Bukankah dia kelihatan seperti mata-mata?
Kang Ki Tan di eliminasi.
Aku ingin bersaing melawan dia, tapi sekarang ini akan menjadi terlalu mudah.
Siapa yang mengirim kamu? Geuk Dong? Atau Grup JP?
Atau apa kamu bagian dari Badan Intelejen Nasional?
ADa mata-mata itu pasti karena
seseorang memasukkan itu ke koperku.
Kamu tidak bisa komunikasi.
Kembalikan ponsel saya. Biarkan saya membuat satu panggilan.
Tidak perlu. Kamu di eliminasi.
Bukankah anda baru saja menanyakan saya dari mana saya berasal?
Jika anda membiarkan saya menelepon, anda akan tahu siapa yang mengirim saya sebagai mata-mata.
Berikan Kang Ki Tan ponselnya.
Beritahu Direktur Moon dan eliminasi pria ini.
Ini ponsel Kang Ki Tan.
Ini oleh Yang Wei Lei, yang berafiliasi dengan Akademi Lukisan Nasional China.
Pantas saja.
Energi yang berasal dari kanvas ini luar biasa.
Saya akan berikan ini pada anda sebagai hadian, Nyonya.
Kamu tidak boleh melakukan itu.
Harap terima. Ini ketulusan saya.
Kamu sangat murah hati. Wakil Ok kita...
Tunggu sebentar.
Ya?
Ini Kang Ki Tan.
Kang Ki Tan?
Oh! Sepupu Wakil Ok?
Bagaimana? Apakah magangmu bisa dilakukan?
Ada seseorang yang ingin bicara dengan anda.
Siapa?
General Manager Byun Il Jae.
Mohon terima teleponnya.
Siapa ini?
Ini aku, Menantu Byun.
Ya.
Aku akan meneleponmu, Menantu Byun.
Tolong jaga baik-baik Kang Ki Tan.
Dia seseorang yang sangat aku kenal. Aku sangat menghargainya.
Apakah begitu?
Baik. Saya mengerti, Nyonya.
Dengan Nyonya, maksud anda...
VIP.
Hubungan macam apa yang kamu miliki dengan Nyonya?
Apa yang dia katakan?
Dia mengatakan dia sangat menghargaimu.
Sekarang, saya akan mengikuti apa saja yang anda katakan.
Jika anda mengeliminasi saya, saya akan pergi.
Kita hampir kehilangan pria berkompeten! Itu melegakan itu bukan kamu.
Terima kasih karena menarik kecurigaan anda.
Soo Yeon!
Hei, sadarlah!
Apa kamu tidak apa-apa?
Hidung berdarah!
Aku tidak apa-apa.
Hei. Bangun!
Hei, apa kamu punya penyakit? Kenapa tanganmu seperti itu?
Apa kamu bosan? Apa kamu mencoba membuatku marah?
Apa ini desa atlit? Pelatihan macam apa ini untuk perusahaan yang besar?!
Apa hubungan push up dengan pekerjaan kantor?
Mereka seharusnya membuat departemen olah raga kalau begitu? Benarkan?
Soo Yeon.
Kita harus berlomba secaa adil dan dididik setara.
Dengan begitu, kita tidak akan merasa disalahkan jika kita dieliminasi nanti.
Baiklah, siapa yang ingin bergabung denganku bicara dengan staf?
Apa ada dengan kalian semua? Di depan ketidakadilan seperti itu, kamu menjadi ketakutan dan takut?
Soo Yeon.
Diam! Kecuali kamu akan ikut denganku.
Tentan apa yang kamu tidak senang?
Aku kira aku menjelaskan peraturan dengan baik.
Tapi pasti ada orang lain selain saya yang berpikir bahwa ini tidak adil.
Kang Ki Tan, apa kamu pikir latihan fitness itu tidak adil?
Ya, ini tidak adil.
Tapi mengatasi ketidakadilan ini adalah kekuatan!
Bukankah ini apa yang ketua maksudkan dengan cinta dan kesetiaan pada perusahaan?
Itu jawaban yang sangat akurat. Oh Soo Yeon.
Ya, Direktur.
Kamu bisa berhenti kapan saja kamu inginkan.
T-t-tidak. Pikiran saya pendek.
Penalti 5 poin untuk dia.
Y, baiklah Direktur.
Apa rasanya enak?
Kamu seharusnya tetap dia. Duduk dan makanlah.
Makan semua milikku juga.
Ada apa dengan dia?
Dia kembali dari tentara.
Hei, kamu.
Aish. Tidak bisakah kamu pindahkan itu?
Berhentilah menggangguku. Aku sedang belajar.
Kamulah yang menggangguku.
Belajar selesai selama waktu kelas.
Pergilah ke perpustakaan atau semacamnya. Apa yang kamu lakukan saat semua orang sedang tidur.
Itu karena aku tidak sepintar seperti kalian.
Bukan otakmu tapi kepribadianmu yang ada masalah.
Berhenti bicara dan sudah pergilah tidur!
Orang seperti kamu selalu tidur selama kelas.
Itu sebabnya mereka selalu yang terakhir.
Ini bukan pertempuran memasak khas.
Ini latihan yang digunakan untuk menilai semangat tim kerja kalian.
Mulai sekarang, gunakan apa saja uang ingin kamu gunakan.
Ketua tim, silahkan berbalik.
Hanya 5 orang di masing-masing tim, yang lainnya silahkan pergi ke Oh Soo Yeon.
Ketua suka lauk yang sederhana.
Tgas hari ini adalah memasak malam malam ketua malam ini.
Menu makan malam hari ini adalah sup pasta kedelai, daun bawang goreng, telur da telur kukus, dan tumis tahu.
Hei, kami tidak memberitahu kamu untuk memesan makanan.
Aku akan lakukan itu! Aku!
Kamu yakin, kan?
Dalam apa?
Kamu pintar memasak. Aku bisa tahu hanya dari melihat kamu.
Hidangan apa yang kamu pintar masak?
Ramyun?
Aku juga pintar membuat itu.
Tidak, bukan seperti itu, tapi sesautu yang kamu benar-benar yakin dalam pembuatannya.
Ramyun kue beras?
Wow.
Hei! Hei!
Kebakaran! Kebakaran! Kebakaran!
Kebakaran!
Hei! Hei!
Aku kira aku sudah memberitahu kamu untuk membuat makanan.
Apa kamu main-main dengan bahannya?
Asisten Manager Mo. - Ya?
Cicipi.
Baik.
Ini bukan makanan untuk manusia.
Berikutnya.
Cicipi.
Ini yang terbaik.
Apa itu bisa ditahan?
Ini dan itu.
Jangan khawatir tentang Kang Ki Tan.
Pertempuran untuk tempat pertama dimulai sekarang.
Ini kertas jawaban untuk besok.
Tidak bisakah aku lakukan itu sendiri?
Apa kamu memberitahuku kalau kamu tidak menginginkannya?
Itu sedikit menyakiti harga diriku.
Bagus kamu punya hasrat untuk menang.
Tapi Gun Woo, kamu berbeda dari orang-orang itu.
Kamu akan jadi pewaris Grup Dodo.
Hal semacam itu tidak seharusnya menyakiti harga dirimu.
Seseorang dari keluarga bangsawan seperti kamu tertinggal di belakang, seperti mereka, itu apa yang seharusnya menyakiti harga dirimu.
Metode atau cara apa saja yang kamu gunakan itu buatku cari tahu
supaya kamu hanya mendapatkan pujian.
Itu harga diri Raja sejati.
Rangking Divisi Strategi Masa Depan Grup Dodo
1. Do Gun Woo, 2. Kang Ki Tan, 3. Jo Seo Hyeon, 4. Jung Song Yi
5. Lee Hwa Ryeong, 6. Yoo Seong Ae, 7. Kim Hyo Joon, 8. Hong Nan Jeong
28. Kang Byeong Hun, 29. Lee Dong Han, 30. Oh Soo Yeon
Semuanya, kalian bekerja keras.
Kamu lihat itu, kan? Aku di tempat ke-30!
Aku naik 10 tempat!
Soo Yeon, selamat. Kamu bekerja keras.
Aku tidak akan jadi seerakah.
Aku akan membaik dengan 10 tempat setiap minggu.
Aku akan ada di tempat eprtama dalam 3 minggu.
Keserakahanmu cukup tinggi.
Ayo cepat pergi.
Kamu tampaknya jenius.
Bukan sepertinya kamu berusaha keras, tapi kamu mendapat tempat pertama dalam setiap ujian tertulis.
Jika kamu punya petunjuk khusus, beritahu aku.
Kamu pasti tahu dengan baik.
Apa itu?
Kamu memberitahu aku sendiri. Aku jenius.
Aku mengatakan ini karena kamu tidak kelihatan seperti jenius.
Hei, Kang Ki Tan.
Kamu tidak seharusnya bicara kasar denganku atau kamu akan berada dalam masalah.
Omong kosong macam apa itu? Apa kamu keluarga raja?
Yah.
Aku sadar kamu memiliki khayalan yang besar,
tapi jangan terlalu berlebihkan.
Terserah. Aku beritahu kamu untuk jangan mendapatkan sisi jelekku.
Apa kamu perlu obat? Apa kamu ingin aku mengambilnya untukmu?
Ding! Selesai.
Apa? - Kamu baru saja mendapatkan sisi jelekku.
Aku tidak peduli tentang itu.
Kerja keras. Aku tidak akan kehilangan tempat pertama mulai besok.
Ah!
Hah! Lihat kamu.
Apa yang bisa kamu lakukan saat kamu sangat lemah?
Hei!
Lepaskan aku.
Kamu mati.
Lepaskan! - Kamu lepaskan!
Lepaskan, kamu bajingan!
Lepaskan dalam hitungan tiga!
1, 2, 3.
Apa kamu tidak akan lepas?! Hei!
Orang-orang berpengalaman silahkan maju ke depan.
Orang-orang rangking tinggi akan menghadapi orang rangking tinggi lainnya.
Orang tidak berpengalaman akan menghadapi orang yang tidak berpengalaman lainnya juga.
No comments yet. Be the first to leave one.