The first 200 lines.
Seri Thriller Fantasi
Anak-anak Tuhan.
-=Konten drama tidak terkait dengan kelompok tertentu, agama tertentu dan lainnya.=-
=Episode 6=-
Ya ampun.
Ya Tuhan.
Tolong jelaskan.
Uang itu dari mana?
Sudah hentikan.
Sudah cukup aku melihat permainanmu.
Dan uang itu...
milik warga desa.
Uang penjualan hasil laut.
Bohong.
Kau menggali beberapa liang lahat.
Kau akan dikubur di dalamnya.
Kau...
tak bisa hidup melewati tahun ini.
Itu tak ada dalam rencana kami.
Brengsek!
Brengsek?
Demi punya anak
aku rajin berdoa pada 3 Dewa.
tapi kau malah membakar Dangjib.
Dan suamiku mati karenamu,.
Gongsu... itu gongsu.
-= Gongsu: Arwah yang merasuki tubuh orang dan menyampaikan maksud tujuannya. =-
Hei...
permainan sudah selesai.
Nak...
Kau sudah makan?
Ayahmu menjual sepetak tanah.
Hingga akhir hayatmu apa tak cukup?
Bagaimana bisa kau ditipu oleh mereka?
Hati Ibu sakit sekali.
Benar.
Ini semua salah Ibu.
Bu...
Seumur hidup Ibu menyelam di laut dan berjuang,
namun yang bisa Ibu berikan
hanyalah kemiskinan.
Maafkan Ibu, Nak.
Ibu...
Tapi...
Kau masih punya semangat.
Jangan hidup seperti Ibu.
Omi, aigoo, lihatlah ingatanku ini.
Oh, tunggu sebentar ya?
Nak...
Ini kue kesemek kesukaanmu.
Makanlah.
Mom
Bu, maafkan aku.
Jangan menangis.
Bu...
Jangan menangis.
Aigoo, anakku sayang.
Tahun ini kapan musim ikan barakuda datang?
D
Da
Dam
Damn
Damn!
Damn! S
Damn! Su
Damn! Sup
Damn! Super
Damn! Super
Damn! Super S
Damn! Super Su
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub I
Damn! Super Sub In
Damn! Super Sub Ind
Damn! Super Sub Indo
Damn! Super Sub Indon
Damn! Super Sub Indone
Damn! Super Sub Indones
Damn! Super Sub Indonesi
Damn! Super Sub Indonesia
Diterjemahkan oleh: ~ Ifa bee ~
Awas!
Sudah kuperingatkan pergi dari sini, kan?
31 orang merah.
Tunggu, Seonbae.
Ada kematian massal.
Kecuali orang-orang ini.
Apa maksudmu?
Sebetulnya kau siapa?
Banjang-nim!
Tolong hentikan.
Itu karena
kau duluan yang tak mau berhenti.
Kau melihat sesuatu yang tak seharusnya kaulihat.
Aku ini kalau ke karaoke begitu pegang mik
harus menyanyikan lagu sampai habis baru dikatakan selesai.
Karena sebelum kau mulai nyanyi mikmu sudah direbut orang.
Dan!
Satu hal yang pasti
aku tak akan tinggal diam atas perlakuanmu pada rekanku.
Karena itu
apa kalian suka sains?
=1 Jam Sebelumnya=-
Ini benar pupuk?
Mengandung nitrogen, oke.
Pupuk dan gula.
Apa yang kaulakukan?
Tunggu hingga upacara pemakaman selesai. Kau akan melihat hantu.
Seonbae gimana?
Sejak kecil aku selalu ingin memainkan peran ini.
Apa?
Harry Potter.
Aigoo, apa yang mau kau lakukan dengan botol plastik itu?
Kulihat di rumah semua warga.
Semua keluarga punya seember pupuk nitrogen.
Anda menggunakan nitrogen begitu banyak dalam pupuk.
Kalau itu dicampur dengan sukrosa(gula)...
Akan jadi bom rakitan.
Jangan mendekat!
5, 4, 3, 2...
Meledak!
Apa-apaan?
Dasar.
Meledak!
Nih orang.
Kau terlalu memaksakan diri.
Tapi hari ini tidak ada kapal.
Karena peringatan ada badai.
Seonbae.
Seonbae!
Jangan terlalu khawatir.
Dunia baru akan segera datang.
Tunggulah hingga hari itu.
Seonbae.
Seonbae, bangun!
Bangunlah!
Seonbae!
Seonbae.
Apaan...
Sial.
Tunggu.
Apa...
kami akan dikubur?
Hidup-hidup?
Stop!
Tidak!
Kenapa?
Sebetulnya, aku tak mau mengatakan ini.
IQ-ku 167, 167.
Saat Ajussi hafal perkalian 9
aku belajar menyelesaikan soal kalkulus.
Artinya, aku tak bisa mati di desa kecil ini.
Tentu saja.
Orang-orang jenius itu kebanyakan mati muda.
Tidak.
Diamlah!
Ampuni kami.
Kami polisi!
Jangan bergerak.
Siapa mereka?
Polisi.
Hei...
Kalian masih hidup?
Hei, kalian.
Ampuni aku.
Hentikan!
Aku salah apa? Kau berani melakukan ini.
Hei, kenapa lama sekali?
Aku hampir mati.
Biasanya orang sepertiku akan dicap sebagai penyelamat, Seonbae.
Setelah ledakan, harusnya kau muncul!
Itu sinyalku.
Ah, memalukan sekali.
Salahkan aku, karena tak bisa menghentikan cuaca buruk.
Sebelumnya kalian saling kontak?
Kapan?
Ah...
Kami berdua tahu satu kode rahasia.
Aku menangkap tersangka
saat aku tak di sana
kau Nomor 1.
Tapi...
Bisa kita ganti kodenya?
Memangnya "Nomor 1" kenapa?
Kenapa "Nomor 1"?
Aku malu bicara seperti anak kecil.
Biar kujelaskan,
Singkatan dari Pelarian dari Krisis No.1.
"Aku dalam bahaya. Selamatkan aku."
Kalau aku tahu, akan kubiarkan kau reinkarnasi.
Hei, memangnya ada sinyal yang lebih baik dari ini?
Seonbae, kau baik-baik saja?
- Halo, apa ada helikopter? - Maaf, aku harus bergegas.
Ah, tidak.
Kau mau kucarikan helikopter?
Itu bisa langsung ditemukan.
Keknya kau harus kukubur lagi.
Apa yang terjadi?
Dan, ada apa?
No comments yet. Be the first to leave one.