Twisted Daddy

Twisted Daddy (애비)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Twisted Daddy 2016 BluRay X264 AAC FMZM
A Commentary by Doyan_Nonton
fmoviez.org

Tags

BluRay
x264
Published on: 2019-04-15
Downloads: 29
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

TWISTED DADDY

Sayang, kau sudah cukup menderita.

Kau boleh berhenti sekarang. Istirahatlah dengan tenang.

Aku tahu segalanya.

Tak apa-apa. Ayo.

Choon-nam.

Choon-nam.

Hei, apa yang kau lakukan di sini? Turunlah. Aku sedang sibuk.

Ingat sepupuku yang aku ceritakan padamu?

Yang baru keluar dari penjara?

Ya, itu dia.

Ayahnya dikhianati temannya dan meninggal di dalam penjara.

Jadi, dia menghajar orang itu sampai mati demi balas dendam.

Ternyata, orang itu adalah kepala polisi.

Apa yang kau lakukan? Kau seorang polisi.

Saat itu, aku baru saja mulai.

Ayah.

Aku dapat beasiswa lagi.

Ayah akan membelikan bistik, kan?

Siapa kau?

Kau tidak bisa minum? Kenapa?

Aku tidak pernah minum-minum.

Dan kau menganggap dirimu seorang pria jantan?

Ayah, bolehkan aku minta segelas?

Kau selalu pergi menari dan kini kau juga minum-minum?

Ayah, aku rasa minum alkohol membantuku saat belajar.

Apa kau keberatan?

Enak sekali.

Anak nakal. Ayah penarasan kenapa kau bisa mendapatkan nilai bagus.

Aku seperti Ayah.

Ayah, satu lagi saja. Aku mohon.

Kau ingin minum selagi Ayah tidak ada di sini?

Kau makan mi instan? Kau butuh semangkuk nasi hangat.

Seorang pria harus bisa minum alkohol.

Ini. Minumlah segelas.

Kau tahu apa keahlianku?

Apa?

Cinta datang padaku.

Aku tak bisa melupakanmu.

Aku akan pergi sekarang.

Hentikan. Aku mohon.

Anak wanita jalang.

Dasar anak wanita jalang.

Kau seperti binatang, Bedebah.

Kau..

Hentikan.

Wanita gila.

Anak wanita jalang.

Maafkan aku, Pak.

17 Tahun Kemudian

Hei, kau Huh Duk-soo?

Ya, Pak.

Kau menantu temanku, Choon-nam?

Ya, Pak.

Aku sudah menunggumu. Selamat datang. Senang bertemu denganmu.

Kau juga seperti menantuku sendiri.

Choon-nam. Si Bedebah itu sekarang sudah punya menantu.

Aku sudah dua kali menikah, tapi tidak punya anak.

Senang bertemu denganmu, Pak.

Ini pekerjaan kotor, tapi tidak ada tekanan. Jangan khawatir.

Aku pemilik tempat ini. Dan kau menantu Choon-nam.

Kau seperti menantuku sendiri. Jangan khawatir.

Semua akan baik-baik saja. Percayalah padaku.

Kau ingin tahu bagaimana pertemuannya?

Kita tak perlu lagi mencemaskan soal mencari nafkah.

Aku tidak khawatir.

Kau selalu berhasil melakukan apa pun yang harus kau lakukan.

Sakit.

Sial.

Maafkan aku, Pak.

Ayolah. Kau tidak bisa melakukan apa pun dengan benar.

Duk-soo. Kau membuatku kesal.

Benahi dirimu.

Itu salahku. Maaf. Ini.

Terima kasih.

Ada apa?

Pak.

Pak..

Apa yang terjadi?

Ada seorang pembunuh, Pak.

Pak, kau baik-baik saja?

Ini semua salahku, Pak. Aku pantas mati.

Siapa orang itu?

Dialah yang menyelamatkan nyawamu, Pak.

Dia menantunya temanku.

Dia seperti menantuku sendiri, Pak.

Benarkah? Aku mengerti.

Hidupku sudah cukup panjang.

Namun, terima kasih.

Hei.

Katakanlah, Bedebah.

Katakanlah.

Apa kau mengabaikanku sekarang? Kau mengabaikanku, ya?

Tidak.

Ayolah.

Hei, tatap aku. Tatap aku.

Tatap mataku dan katakanlah.

Lepaskan aku.

Aku tidak mungkin melakukannya karena aku sedang tidur.

Tatap mataku dan katakanlah.

Jangan alihkan tatapanmu. Tatap aku dan katakanlah.

Maafkan aku.

Bodoh.

Ayolah.

Duk-soo.

Duk-soo. Bagaimana ini bisa terjadi?

Dia mengusirku. Bagaimana bisa dia melakukan ini padaku?

Dia memecatku.

Aku menyelamatkan nyawanya. Bagaimana bisa dia melakukan ini?

Jadi, kau yang bernama Huh Duk-soo.

Dia memintaku untuk bersikap baik padamu.

Jadi, aku bilang akan putuskan apa yang akan kulakukan saat melihatmu.

Apa yang kau bicarakan? Kau sudah berjanji?

Apa yang sudah aku janjikan?

Sebelum dia mengubah pikirannya, singkirkan dia, Joon-hyuk.

- Benarkah? - Ya.

Hei.

Paling tidak, kau harus melakukan ini.

Joon-hyuk.

Coba lagi.

Pilihlah.

Bawa dia dan keluar dari sini sebagai manusia yang pantas...

...atau hidup secara menyedihkan di bawahku.

Duk-soo, jangan suka mengkhayal.

Aku kasihan pada Pak Ahn, tapi siapa yang kami andalkan jika kau pergi?

Duk-soo.

Kau tidak akan menyesali pilihanmu, bukan?

Aku akan setiap padamu, Nyonya.

Itu aneh sekali.

Chan adalah anak yang pintar.

Masalah apa yang dia miliki?

Kau benar, Pak.

Dia tidak pernah terlambat atau absen...

...dan selalu mendapatkan nilai tertinggi saat ujian.

Chan adalah murid seperti itu.

Benar.

Tidak apa-apa.

Ini masalah, Pak.

Chan menderita gangguan kecemasan sosial yang buruk.

Jika lulus seperti ini, dia tak bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat.

Dia akan dikucilkan di masyarakat, seperti dirinya di sekolah sekarang.

Lalu apa yang harus aku lakukan?

Aku menyekolahkan dia karena aku memercayaimu.

Kalau begitu, kau yang harus memperbaikinya.

Ya, kau benar mengenai hal itu.

Tapi aku tidak bisa melakukannya sendirian.

Kau juga harus berusaha di rumah.

Kau pernah berpikir apa yang sebenarnya diinginkan Chan?

Chan berbakat menggambar...

...dan dia sangat bahagia saat dia menggambar.

Kau memintaku membiarkan dia menggambar alih-alih belajar hukum?

Chan adalah putraku. Bukan putramu.

Aku minta maaf.

Tapi Pak, kau adalah kau dan Chan adalah Chan.

Bukan kau yang menentukan masa depan Chan.

Chan yang harus menentukannya sendiri.

Wow.

Hei, aku yang akan menentukan masa depan Chan.

Pastikan saja dia mendapatkan nilai bagus, mengerti?

Kelihatannya kau selalu hidup dalam mimpi.

Mimpi itu berharga.

Tentu saja. Kau selalu benar.

Tidak. Kau juga benar.

Aku juga pernah punya mimpi.

Mimpi adalah hal paling penting dalam kehidupan.

Hal paling penting yang tidak bisa dilihat.

Mimpi itu tak terlihat.

Aku menemukannya.

Bodoh.

Putraku.

Cepatlah.

Nak.

- Chan. - Hei.

Kau kenal wanita itu?

Hei, apa kau kenal wanita itu?

Nyonya, apa kau kenal dia?

Sial.

Dia sedang minum.

Berikan aku seteguk.

Hei. Berikan aku..

Siapa kau?

Aku?

Aku Pangeran Kecil.

- Dan siapa kau? - Aku?

Aku Rubah Gurun.

Apa..

Apa mereka gila? Kemarilah.

Hei. Kemarilah.

Chan.

Chan.

Chan?

Ada apa?

Pergilah ke kamarmu.

Pergilah ke kamarmu.

Ke sini.

Ke sini, Pak.

Kenapa dia terobsesi dengan jaksa?

Entahlah. Bagaimana aku bisa tahu?

Aku sudah bertemu banyak orang, tapi aku tidak memahami Huh.

Dia sangat unik.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left