Release info

Goddess of Marriage E31 131012 HDTV LIMO-KOR-HANrel
A Commentary by Baalthazar
Manual Translation

Tags

HDTV
hdtv
HD
Published on: 2013-10-14
Downloads: 15
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Goddess of Marriage

.: Diterjemahkan oleh Baalthazar :.

Episode 31

Mengapa kau terkejut?

Ini... Bagaimana?

Penjelasan detailnya,

nanti saja.

Sekarang kita siapkan sarapan lebih dulu.

Seperti biasanya, bisa kau siapkan jus untuk ayah dan ibu mertua?

Ya?

Hati-hati. Kau bisa terluka.

Maaf, Nyonya.

Saat aku tidak ada, kau pasti tidak disiplin.

Jam berapa sekarang?

Maaf.

Aku minta maaf.

Halo, Nyonya. Ini pertama kalinya saya bertemu Anda.

Saya baru disini.

Sebelumnya saya bekerja untuk Grup Min Sung.

Bagus kalau kau sebelumnya bekerja di Grup Min Sung.

Meski aku tidak menjelaskan satu persatu,

kau tahu apa yang harus kau lakukan?

Ya, tentu saja, Nyonya.

Seperti hari ini, pembantu

datang lebih terlambat dari menantu

tidak boleh terjadi.

Aku akan membiarkannya untuk hari ini.

Lebih serius dan lebih perhatian.

Ya, Nyonya.

Kembali ke tugasmu dan bersiaplah.

Ya, Nyonya.

Ah. Bibi, kau bisa mulai dengan membereskan gelas dan piring pecah itu.

Ya, Nyonya.

Aduh, aduh. Gadis-gadis cantikku.

Kalian tidur nyenyak?

Ya.

Kalian merasa nyaman?

Tidak ada yang membuat tidak nyaman.

Benarkah?

Meski kalian tidur malam, kalian tetap bangun pagi.

Sudah lama kita tidak bertemu, kalian harus cium nenek.

Yoo Jin, kau juga. Sini.

Aduh. Nenek bahagia sekali hingga hampir pingsan.

Ada apa ramai-ramai di pagi hari?

Kakek!

Sayangku. Kalian tidur nyenyak?

Ya.

Cucu kita cantik sekali.

Meski demikian, kecerobohanmu...

Uh... Ketua.

Jaga imejmu.

Masuklah. Kita makan.

Ayo pergi dengan kakek.

Ya.

Ibu Yoo Jin!

Ya, Ayah mertua.

Apa sarapannya sudah siap?

Sudah siap, Ayah mertua.

Ah, bagus. Kita semua makan bersama.

Yoo Ri dan Yoo Jin,

sudah lama sekali, kenapa kalian tidak duduk disamping kakek?

Ya.

Kang Tae Wook,

kenapa kau hanya berdiri di sana?

Tidak apa-apa, Ayah.

Masuklah, adik ipar.

Apa tidurmu nyenyak?

Ah,

ya.

Bagaimana kabarmu?

Duduklah.

Ya, Ayah.

Ayah mertua.

Itu sup ikan.

Oh, benarkah?

Kau membuat sup kesukaanku hari ini.

Hari ini aku bisa memakannya. Sudah lama sekali tidak memakannya.

Untuk ulang tahun Ayah mertua besok, aku akan membuat sup rumput laut.

Sebenarnya aku berpikir membuat sup ikan, tapi karena ada anak-anak.

Kurasa lebih baik jika anak-anak bisa melihat dan belajar.

Kurasa formalitas harus dipelajari melalui formalitas.

Sup ikan untuk hari ini,

dan besok untuk ulang tahun Ayah mertua, sup rumput laut.

Tidak masalah. Terserah padamu saja.

Oh, kau duduklah juga.

Ah... Ya, Ayah mertua.

Mari kita makan.

Menyenangkan melihat banyak orang di meja makan.

Yang kurang hanya Tae Jin, maka akan melengkapi ya?

Ya sudah, mari kita nikmati sarapan hari ini.

Kaldunya menyegarkan.

Oh, enak sekali.

Duduklah, Adik ipar.

Apa kau terkejut karena aku kembali?

Ya.

Tentu saja, sudah pasti.

Tapi jangan memandangku begitu tanpa perasaan.

Adik ipar, caramu memandangku,

dan apa yang tersirat di matamu,

Aku tahu betul.

Karena saat aku membuat keputusan untuk kembali,

aku juga memandang diriku dengan pandangan yang sama.

Mulai dengan, 'Mengapa kau lakukan ini?'

'Kenapa kau membuat keputusan ini?'

'Meski setelah semua yang kau lalui, kau masih belum sadar?'

Atau...

Maupun, 'Apa kau sangat menyukai uang?'

Hingga mencapai emosi sepertimu saat memandangku seperti itu,

itu sangat sulit dan berat.

Bagaimanapun, aku memutuskan untuk kembali,

dan alasannya adalah

anak-anakku.

Karena anak-anakmu?

Benar.

Sangat berbeda dari apa yang kau katakan,

saat kau menemuiku di depan rumah kakakku.

Dulu saat aku membicarakan tentang Yoo Ri dan Yoo Jin,

kau bilang aku baik hati dan naif sehingga aku tidak bisa melakukan apa-apa,

itu yang kuingat.

Apa begitu kejadiannya?

Jika demikian, aku minta maaf.

Pada saat itu, aku sedang merasa tidak tenang,

Aku tidak memperhatikan kata-katamu dengan baik.

Bagaimanapun juga,

setelah waktu berlalu dan saat aku memikirkannya,

yang kau katakan benar.

Meski aku lebih tua darimu,

aku harus mendengarkan apa yang harus didengarkan.

Aku merenungkannya.

Kau benar-benar

membuatku tak bisa berkata apa-apa.

Aku tidak memintamu untuk mengerti

Tapi tolong jangan mencelaku.

Seiring waktu berlalu,

Aku ingin kau memikirkan situasiku lagi,

Adik ipar.

Itu sebabnya, Ketua...

Itu... tidak boleh terjadi.

Kumohon padamu.

Sudah terlambat.

Berhenti berbicara yang tak berguna.

Kumohon.

Kumohon, tidak boleh terjadi seperti itu.

Ibu Yoo Jin, berikan apapun yang dia minta

dan membuat kesepakatan, kumohon?

Wanita konyol ini sungguh...

Apa kau pikir Ibu Yoo Jin kembali agar dia bisa membuat sup sesuai keinginannya?

Tapi di dunia kita,

mana ada Ayah mertua yang memberikan posisi Wakil Presdir Grup kepada menantunya?

Dimana kau pikir? Dia di sini.

Ketua.

Bocah bodoh, tak berguna,

tidak bisa memenuhi perannya sebagai anak dengan baik,

pergi ke putra sulung dan keduamu dan mengomel.

Apa kau pikir aku melakukan ini karena keinginanku?

Namun bagaimana bisa kau memberi Ibu Yoo Jin

jabatan wakil presdir?

Jika ini terjadi, Ibu Yoo Jin bisa

bersikap kasar padaku.

Sup yang dibuatnya untukmu,

makan tanpa nasi.

Maka kau tidak akan dikasari.

Apa? Ketua!

Sayang.

Sayang... Ketua...

Apa kau sudah siap?

Ya, Ayah mertua.

Mari kita pergi!

Sayang...

Diam!!

Aku... Aku...

Diam dan urus rumah tangga bersama menantu bungsu.

Ayo pergi!

Sayang...

Jadi...

Bagaimana menurutmu?

Tentang apa ibu mertua?

Apa maksudmu tentang apa?

Ibu Yoo Jin atau aku. Kau berpihak pada siapa?

Berpihak?

Kau akan satu tim denganku atau Ibu Yoo Jin?

Seperti... "datang dan bergabung dengan timku."

Mungkin karena sekarang Ibu Yoo Jin menjadi Wakil Presdir,

kau akan membuang ibu mertuamu seperti sepasang sepatu tua

dan berpihak padanya, begitu?

Apa benar dia akan menjadi Wakil Presdir?

Astaga. Sungguh!!

Apa tadi kau tidak dengar pembicaraan mereka?

Sekarang sudah dipastikan Ibu Yoo Jin akan menjadi Wakil Presdir Grup.

Pokoknya, kau dan aku, kita satukan kekuatan.

Supaya kita bisa mencegah Ibu Yoo Jin mengambil segalanya dari keluarga ini.

Begitu cara mencegahnya, benarkan?

Ya?

Mengapa kau pelupa dan tidak mengerti?

Mengapa kau lamban lagi?

Kenapa lagi? Kenapa selalu begitu?

Bagaimanapun kau belum berubah sejak kau meninggalkan rumah.

Astaga. Beruang!

Beruang!!!

Setiap melihatmu, membuatku gila!!!

Goddess of Marriage (Gyeolhonui Yeosin / 결혼의 여신) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Goddess of Marriage (Gyeolhonui Yeosin / 결혼의 여신)

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left