Mahoutsukai Reimeiki (The Dawn of the Witch)

Mahoutsukai Reimeiki (The Dawn of the Witch)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Mahoutsukai Reimeiki S01E06 Bilibili id
A Commentary by furosty
Bilibili Retail

Tags

TS
Published on: 2022-05-13
Downloads: 6
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 193 lines.

Sudah dua bulan sejak kedatangan kami di desa pelatihan.

Agar kami

- menjadi penyihir yang berguna, - Pagi, Sayb!

Pagi.

- kami disuruh mengurus kedai masing-masing. - Hari ini cuacanya cerah, ya?

- Ya. Aku buatkan teh, ya. - Hort menerima berbagai permintaan

- Terima kasih, ya, Sayb. - pekerjaan sebagai tukang di desa.

Kudo menjadi asisten di klinik...

karena sihir penyembuhan adalah keahliannya.

Pagi, Kudo.

- Pagi. - Lalu, aku...

menjadi penyihir yang menjadi suplai energi sihir bagi mereka.

Sayb!

Hari ini aku minta pasokan energi sihir lagi!

Ini!

Diriku serasa terisi penuh...

Aku jadi terbiasa dengan perasaan ini.

Maaf, Hort. Kamu tidak apa-apa?

Kenapa aku mimisan?!

Kamu ini terlalu rakus, bodoh.

Kalau terlalu rakus, nanti bisa mati.

Habisnya...

Astaga! Rasanya lezat sekali!

Kami berangkat dulu, ya!

Duluan!

Seiring berjalannya waktu,

kami mulai terbiasa dengan kehidupan di sini.

Pagi, Sayb.

Ternyata bangun pagi enak juga, ya!

Oh, kamu sudah terbiasa, ya?

Tapi, kamu malah berdiam diri di kedai.

Bagaimana ceritanya kamu terbiasa?!

Ya ampun!

Kamu sama sekali tidak berbaur dengan lingkungan sekitarmu.

Seorang wanita yang menunggu pria tampan bangsawan untuk diajak berdansa...

Kamu berpikir seperti itu?!

Aku hanyalah seorang penyihir pelatihan

yang suka berdiam diri di dalam rumah.

Jadi kamu suka mendekam, ya?

Tapi, kalau ada yang kehabisan energi sihir,

terus aku tidak di sini...

Terus, aku pun melakukan tugas bersih-bersih,

dan mencuci pakaian yang lain.

Punya Hort juga?

Iya.

Hort tidak pandai dalam mencuci.

Sebelumnya pun...

Aku menemukan pakaian dalam yang berada di bawah kasur,

saat aku sedang bersih-bersih.

Aku hanya ingin memastikan,

apakah Hort pernah memintamu untuk mencuci bajunya?

Tidak.

Aku melakukannya sendiri.

Apa itu alasan kenapa Hort menyembunyikan pakaian cuciannya?

Dia tidak bermaksud menyembunyikannya.

Jelas-jelas dia menyembunyikan pakaiannya, tahu!

Hei, tidak boleh begini!

Bahkan aku kehabisan kata untuk memarahimu!

Gadis seumuranmu yang

bekerja keras sepanjang hari, sampai pakaian dalamnya yang berkeringat,

Lalu dicuci oleh seorang lelaki yang juga seumuran dengannya?!

Apa yang kamu pikirkan saat mencuci pakaiannya?!

Aku jadi ingin sabun pencuci noda.

Profesor Los!

Barusan kamu bilang noda, kan?!

Eng, karena pakaian dalamnya menyerap keringat,

kalau cara mencucinya tepat, nodanya akan ikut hilang.

Hentikan!

Kalau ada yang mendengar percakapan ini sekarang,

semua gadis di desa ini akan mencibirmu sebagai orang mesum!

Kita hanya membicarakan cucian, bukan?

Ini jelas bukan pembicaraan cucian yang biasa, tahu!

Kita bicara soal pakaian dalam asli seorang gadis!

Ini hanya firasatku saja, tapi...

Kamu tidak bilang ke Hort masalah noda di pakaian dalamnya, 'kan?

Aku bilang langsung padanya kalau nodanya sudah kubersihkan.

Ya Tuhan...

Asal kamu tahu, ya, Sayb!

Pakaian yang dia lepas, dan bau keringatnya,

dan semua noda yang menempel itu dari dia!

Coba bayangkan.

Pakaian dalam yang baru saja kamu lepas,

kemudian diendus oleh pria dewasa,

tidakkah itu menjijikkan?!

Iya juga.

Berarti, bagi Hort aku ini lelaki lancang.

Sepertinya bukan seperti itu.

Sebaliknya.

Hort menyukaimu, 'kan?

Aku tidak begitu paham.

Dia suka kamu, tahu!

Saat kamu di hutan malam-malam,

kamu bilang ke Hort, "Kamu imut", begitu!

Itu adalah sebuah satu langkah besar menuju kedewasaan!

Berarti, aku ini om-om?

Tak seperti itu!

Maksudnya bukan begitu!

Maaf.

Aku tidak begitu tahu tentang sesuatu.

Dengar, ya, Sayb.

Orang punya penampilannya tersendiri.

Terutama dengan seseorang yang disukainya,

dia ingin kamu hanya melihat hal-hal baik tentang dirinya.

Tapi, aku merasa kalau ini pekerjaanku.

Aku jadi khawatir kalau tidak dikerjakan.

Sayb yang telah kehilangan ingatannya,

terus menderita seperti budak yang tertindas.

Begitu rupanya.

Sini, sini.

Kamu anak yang baik, Sayb.

Terima kasih.

Kamu memang anak yang baik, tapi...

itu tidak memberimu waktu untuk belajar.

Tapi, daripada aku latihan sihir,

lebih baik aku membantu mereka berdua

yang pada akhirnya akan berkontribusi pada desa.

Sayb, daun teh kesukaanku sepertinya sudah habis.

Tolong ambilkan di hutan, ya.

Tapi, aku harus menjaga kedai...

Hah?

Padahal kamu meluangkan waktu demi Hort dan lainnya.

Tapi kamu tidak meluangkan waktu untukku?!

Alasan kenapa aku melakukan pekerjaan rumah tangga,

karena pekerjaan yang membuatku tetap berada di rumah.

Bukan begitu.

Karena hanya kamu yang ada di rumah,

jadi kamu harus menemukan kesibukan di dalam rumah ini.

Wah, Kak Sayb!

Tumben banget.

Eng, kamu Uls, 'kan?

Dasar!

La-i-o-s!

Daun apa itu?

Oh, ini...

Menunggu tamu di dalam rumah,

- dan menunggu tamu di dalam desa, - Sini, sini!

- itu semua sama saja. - Laios!

Tunggu!

Tapi...

Di sini ada daun itu.

Aku tidak bisa lewat jalan ini.

Padahal kalau begini saja, ayah bisa mengikutiku.

Dia mengikutimu?

Om Uls?

Oh, kadang-kadang.

Jika tidak ada peralatan, kita tidak bisa maju ke sana.

Sebaiknya kita kembali dulu.

Ka-Kamu berpikir kalau aku bohong, 'kan?!

Ya sudah! Biar aku yang ambil. Kamu diam saja di situ!

Laios, tunggu!

Laios!

Laios.

Kamu marah?

Aku tidak marah.

Tapi aku sudah berbohong.

Aku tidak tahu jalan pulang.

Ini adalah kesalahanku karena telah tertipu.

Jadi mungkin, aku akan dimarahi Om Uls.

I-Itu aneh!

Aku pasti akan dimarahi ayah!

Soalnya Kak Sayb memercayaiku.

Tikus?

Lily!

Lily?

Lily dari gereja!

Lily adalah tikus dan teman.

Kak Sayb, ayo ikuti tikus itu!

Dengan begitu, kita akan kembali ke desa dengan mudah!

Gereja!

Ibu!

La-i-o-s!

Dasar anak ini!

Ibu, maaf!

Kau pasti lelah saat melewati hutan, bukan?

Bagaimana kalau istirahat di gereja dulu?

Aku akan menyiapkan makanan.

Boleh...

Baru pertama kali aku masuk ke gereja.

Mungkin ada lebih sedikit tempat di desa kecil ini,

apalagi gereja yang pernah kau kunjungi.

Lily.

Kenapa berpakaian seperti itu?

Soalnya nanti orang lain kaget.

Biarkan saja kaget.

Sudah, sekarang lepas.

Tidak mau!

Lily!

Tidak mau!

Tidak mau!

Ti-Tikus?!

Tidak! Tidak!

Kembalikan!

Lily, siapkan makanan untuk pelanggan.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left