The first 200 lines.
"Hari Jadi ke-53 Grup Taesan"
"Dan Upacara Pelantikan Pimpinan Kang Jin Bum"
"Episode Dua"
Pimpinan Kang, selamat atas promosimu.
Terima kasih. Terima kasih sudah datang jauh-jauh kemari.
Selamat, Bu Jang.
Karena kini Pak Kang menjadi pimpinan,
mungkin kamu bisa menjadi pimpinan
Perkumpulan Wanita Elite.
Entahlah.
Tapi aku akan mempertimbangkannya.
Tapi kami sudah memilihmu sebagai pimpinan baru.
Sampai jumpa di pertemuan bulanan kita.
Sekali lagi selamat, Pak.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Nikmati waktumu selama pesta.
Kamu melihat ini?
Melihat apa?
Semua orang yang berkumpul untuk menjilat kita.
Ini sebabnya seseorang harus punya kekuasaan.
Mereka melihat kita berbeda setelah kamu menjadi pimpinan
dibandingkan cara mereka melihatmu saat kamu menjadi wakil pimpinan.
Akhirnya,
mereka mengakuimu sebagai penerus sah Grup Taesan.
Dasar para pecundang.
Kini mereka harus melihat kinerja kita.
Astaga. Kamu datang, Pak.
Kukira kamu di Amerika.
Aku datang untuk menemuimu, Bu Jang.
Kenapa hanya kamu yang awet muda?
Kamu jenaka seperti biasanya, Pak.
Terima kasih sudah datang.
Selamat.
Kami akan mengunjungimu kapan-kapan.
Tentu.
Astaga, bukankah kamu Tae Ho?
Lama tidak berjumpa.
Sekarang kamu lebih elegan.
Kamu baik-baik saja?
Ya.
Kali terakhir kita bertemu adalah di pemakaman orang tuamu.
Ya.
Keadaan membuatku sangat sibuk,
dan aku tidak sempat berterima kasih atas kedatangan kalian.
Aku minta maaf untuk itu.
Tidak apa-apa.
Kamu pasti tidak fokus saat berusaha menenangkan diri.
Maaf kami tidak bisa melakukan lebih untukmu.
Beri tahu aku. Kamu akan tinggal di Korea lagi?
Ya.
Kalau begitu, kamu akan resmi bekerja di kantor.
Ya, mungkin itu tindakan berikutnya.
Astaga, lihat siapa itu.
Bukankah kamu putra Wakil Pimpinan Kang Jun Bum?
Senang bertemu denganmu.
Kenapa dia terbang pulang pada saat ini?
Katanya dia muak belajar.
Kamu percaya itu?
Dia selalu belajar adalah
hal yang membuat orang tuanya khawatir sejak dia kecil.
Saat kuliah, dia mengambil jurusan antropologi arkeologi
dan menghabiskan waktunya menggali tanah di Mesir
seperti Indiana Jones modern.
Tapi tiba-tiba dia mulai belajar bisnis
dan kuliah pascasarjana.
Kini dia kembali ke Korea tanpa mendapatkan gelar doktornya.
Jika dia bosan belajar,
dia pasti sudah lama berhenti kuliah.
Apa Penasihat Choi, nenekmu, masih menghilang?
Sepertinya begitu.
Astaga.
Aku tidak percaya apa yang terjadi.
Orang tuanya sudah tiada,
dan nenek yang menyayanginya tidak ada lagi di sini untuk memihaknya.
Jadi, apa yang bisa dia lakukan?
Ada para direktur tidak berguna
yang masih menunggu kepulangan ibumu.
Mereka yang tanpa malu
memilihmu sebagai pimpinan tanpa berpikir dua kali.
Itu sudah disepakati. Aku sudah menjadi pimpinan.
Aku akan membuatnya bekerja di perusahaan
dalam posisi tidak berarti.
Lebih baik menjaga anak harimau itu tetap dekat dengan kita.
Kendalikan dirimu.
Adikmu, Wakil Pimpinan Kang Jun Bum,
masih hidup dan sehat seperti yang kamu lihat.
Mau minum?
Siapa di sana?
Astaga.
Apa...
Kenapa kamu kemari?
Aku datang untuk berolahraga.
Begitu rupanya. Tapi kami buka pukul 6.00.
Bukankah kamu buka pukul 5.00?
Tidak, kami buka pukul 6.00.
Ketua timmu tidak meneleponmu?
Dia bilang akan mengizinkanku berolahraga pukul 5.00.
Aku tidak diberi tahu.
Selain itu, sebenarnya aku ketua tim di sini.
Lalu siapa manajer utamanya?
Aku sudah bicara dengannya.
Bosku datang bekerja di siang hari,
jadi, dia tidak bisa dihubungi sebelum siang.
- Bagaimanapun, aku akan... - Tidak.
Kamu menyarankan aku menunggu di sini selama satu jam?
Aku ingin membiarkanmu masuk,
tapi sayangnya kamu harus menunggu.
Aku bisa ditegur
karena mengizinkan anggota kami berolahraga sebelum buka.
Maafkan aku.
Hei. Tunggu.
Aku pesan satu sup pengar.
Baik. Supnya akan segera disajikan.
- Kamu memesan dua sup, bukan? - Benar.
Terima kasih.
Selamat menikmati.
- Tolong satu botol soju lagi. - Tentu. Segera datang.
Ini sojumu.
Terima kasih.
- Astaga. - Pak.
Jangan minum terlalu banyak.
Jangan memulai hari dengan sakit perut.
Baik.
Bu Lee, tolong bersihkan meja tiga.
Tentu saja. Baik.
Pintu akan ditutup.
Halo. Selamat datang, Semuanya.
Selamat pagi. Hai.
- Selamat pagi. - Selamat datang.
Pagi, Instruktur Lee.
Kamu tidak masuk? Kukira kamu kemari untuk berolahraga.
Baik, kita coba sekali lagi.
Sepuluh.
Baiklah.
Sebelas.
Kakinya tampak baik-baik saja.
Kalian saling mengenal?
Tidak, dia hanya anggota di sini.
Dia tampan.
Kamu dan Instruktur Lee pasti sebaya.
Mari kita lanjutkan.
Berikutnya, kita akan melatih kaki.
Baiklah.
Cobalah menjalin hubungan dengannya.
Kamu harus mengencani seseorang selama masa emasmu.
Kamu setuju, bukan?
Saat seusiamu,
aku merayu dan mengencani lebih dari 100 pria.
Selamat sudah merayu lebih dari 100 pria.
Aku tidak mau dipecat seperti Choi Mi Nam.
Itu sebabnya kamu harus berkencan diam-diam.
Dia memang tampan.
Spektakuler sekali.
Hai.
Apa-apaan?
Ayo. Kita mulai, Bu.
Aku akan memotret dalam satu, dua, tiga.
Silakan isi formulir keanggotaan ini.
Aku akan menelepon untuk memastikan,
tapi kusarankan kamu bertanya pada resepsionis juga.
Mulai besok, aku ingin berolahraga pukul 5.00.
Seperti kataku, kamu tidak bisa mulai berolahraga pukul 5.00.
- Kenapa? - Karena aku datang pukul 5.00.
Saat itulah aku bersiap untuk buka.
Pastikan saja dahulu.
Aku harus mulai berolahraga pukul 5.00.
Kenapa?
Karena aku harus bekerja pukul 7.00.
Mengerti?
Tapi...
Apa kalian tidur nyenyak?
Aku tidak tidur nyenyak.
Ibu. Kenapa Ibu banyak bergerak?
Aku tidak tahan tidur dengan Ibu.
Kenapa apartemen kita kecil sekali?
Ada retakan di mana-mana.
Aku lebih suka rumah lama kita.
Aku ingin pindah kembali ke tempat kita tinggal dahulu.
Tahukah kamu betapa bagusnya apartemen ini?
Orang lain ingin tinggal di sini, tapi tidak bisa.
Ini kompleks apartemen terbaik
yang ingin ditinggali siapa pun yang punya anak.
Sekolah Ru Bi, gedung akademi,
stasiun kereta bawah tanah, dan pasaraya ada di dekat sini.
Astaga.
Air kerannya berkarat.
Akan bersih jika kamu membiarkannya mengalir sebentar.
Apartemen kita sebelumnya punya taman bermain yang jauh lebih besar.
Kamu terlalu tua untuk bermain.
Dia di usia yang pas untuk berlarian di taman bermain.
Bisakah kamu berhenti bersikap tidak bertanggung jawab?
Kita hanya perlu menjadikan Ru Bi dokter.
Dia akan memanggang wajah tetangga kita dengan laser,
mengisap lemak mereka, dan menghasilkan jutaan.
Jangan bicara seperti itu di depan anak-anak.
Bukankah itu butuh puluhan tahun?
Selalu ada kemungkinan Kak Ru Bi tidak bisa menjadi dokter.
Beraninya kamu. Jaga ucapanmu.
Maksudku adalah...
Tidak bisakah kalian diam?
No comments yet. Be the first to leave one.