The first 200 lines.
=Episode 13=-
Mungkin tak ada lain kali.
=Selamat Datang di Festival Kembang Api=-
- Ayo. - Kita mau nonton kembang api?
Jung Jung Won.
D
Da
Dam
Damn
Damn!
Damn! S
Damn! Su
Damn! Sup
Damn! Super
Damn! Super
Damn! Super S
Damn! Super Su
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub I
Damn! Super Sub In
Damn! Super Sub Ind
Damn! Super Sub Indo
Damn! Super Sub Indon
Damn! Super Sub Indone
Damn! Super Sub Indones
Damn! Super Sub Indonesi
Damn! Super Sub Indonesia
Diterjemahkan oleh : -- if a bee --
Diterjemahkan oleh : -- i fabee --
Diterjemahkan oleh : -- ifabe e --
Diterjemahkan oleh : -- ifa b ee --
Diterjemahkan oleh : -- i f abee --
Diterjemahkan oleh : -- ifab e e --
Diterjemahkan oleh : -- i fabee --
Diterjemahkan oleh : -- i f abee --
Diterjemahkan oleh : -- if a bee --
Diterjemahkan oleh : -- ifa b ee --
Diterjemahkan oleh : -- ifab e e --
Diterjemahkan oleh : -- ifabe e --
Diterjemahkan oleh : -- ifa bee --
Jung Won-ssi.
Daepyo-nim, Anda tak apa-apa?
Sebentar, kupanggilkan dokter.
Jin Soo, kembang apinya keren ya?
Iya! Menarik sekali!
Luar biasa.
- Daebak! - Memang bagus nonton langsung.
Kita datang lagi ya. Aku suka.
- Tahun depan kita nonton lagi ya? - Harus itu.
- Aku mau. - Iya.
- Bersulang! - Bersulang!
Terima kasih.
Daepyo-nim, Anda tak apa-apa?
Aku kaget sekali.
Kau pasti kaget sekali.
Aku tak apa-apa.
Syukurlah.
Jung Won-ssi, kupikir kau mau pergi.
Iya. Begitulah.
Sepertinya janji penting.
Maafkan aku.
Tak apa.
Sekarang pergilah. Aku tak apa-apa.
Tapi bagaimana bisa kubiarkan Anda sendirian di sini?
Aku bisa meminta orang lain ke sini. Kau harus pergi.
Aku sungguh tak apa-apa.
Tapi kondisi Anda cukup serius.
Jangan membuatku merasa bersalah. Pergilah.
Daepyo-nim.
Bagaimana kondisi Anda? Ada tulang Anda yang patah?
Sudahlah. Anda tak apa-apa, Daepyo-nim?
Aku tak apa-apa. Lukaku tidak parah.
Kalian datang di saat yang tepat.
=Selamat Datang Di Festival Kembang Api=-
Luar biasa.
- Menyenangkan ya? - Iya.
Sung Hae Sung!
Aku khawatir kau sudah pergi.
Syukurlah kau masih di sini.
Ada yang terjadi padamu?
Iya, terjadi sesuatu.
Begitu keluat dari restoran,
Daepyo-nim ditabrak mobil.
Lukanya cukup serius.
Daepyo-nim bagaimana? Dia baik-baik saja?
Iya.
Sukurlah, ternyata lukanya tak begitu serius.
Aku kaget sekali.
Tak bisa datang tepat waktu. Aku ke rumah sakit dulu. Maaf.
Maaf apa?
Dalam situasi seperti itu kau tak bisa apa-apa.
Memalukan sekali.
Aku sungguh mengira tahun ini bisa melihat kembang api.
Kembang apinya bagaimana? Cantik tidak?
Pasti bagus sekali.
Iya, bagus sekali.
Lebih bagus lagi kalau aku juga bisa melihatnya.
Hei, Sung Hae Sung.
Dengan wajah itu kau membuatku merasa bersalah.
Apa? Apa maksudmu? Aku sungguh tak apa-apa.
Maafkan aku.
Festival berikutnya apapun yang terjadi kita harus melihatnya.
Tahun depan kita bawa tenda. Lebih enak begitu.
Kau belum makan sama sekali, kan? Kubawakan dosirak(bekal).
Hae Sung, bisa gelar tikarnya?
Nih.
Kemana dia?
Kuharap dengan ini kau merasa baikan.
Aku manusia kembang api.
Ya ampun.
Hei, hentikan.
Kurasa kau masih gak bisa menari gaya kepiting.
Sepertinya iya.
Ayo makan. Sepertinya enak.
Aku lapar sekali.
Makanlah.
Enak rasanya?
Sekarang kau harus pergi.
Iya, dah.
- Sampai nanti. - Iya, dah.
Wah, aku pasti sudah gila.
Aku mimpi, jadi tak ada yang lihat apa yang terjadi, kan?
=Rumah sakit Taesan=-
Orang yang terkait kematianku ada di rumah sakit ini.
=Pusat Pemeriksaan Kesehatan=-
Dadaku sudah tak sakit lagi.
Di dep. store aku juga tak merasakan apa-apa.
Tolong masukkan wine-nya ke mobil.
Baik.
Mulai sakit lagi.
Kali ini harus kutemukan siapa.
Itu apa?
Permisi.
Apa?
Maaf. Maafkan aku.
Kemana dia?
Siapa?
Kenapa orang ini terus menghubungiku?
Halo.
=Ini Bibinya Min Joon.=
=Halo?=
Halo. Tak ada yang mau kukatakan. Hentikan.
=Seorang polisi mendatangiku.=
Polisi?
Seorang polisi mendatangiku saat pemakaman suamiku.
Kenapa?
Kalau kau datang ke pemakamannya,
kau pasti lihat sendiri.
Karena itukah kau menelponku?
Polisi bilang apa?
Dia tanya karena penasaran mengenai...
kecelakaan di depan sekolah.
Kecelakaan yang terjadi 12 tahun silam.
Kenapa dia mengungkitnya?
Aku tak bilang apa-apa. Jangan khawatir.
Kau butuh uang? Begitu?
Minggu depan datanglah ke dept. store.
Lupakan. Aku kemari karena ingin tanya sesuatu.
12 tahun lalu,
kenapa suamiku menerima tawaran tak masuk akal itu?
Hal tersebut bukan semata karena uang.
Saat itu apa yang Anda katakan pada suamiku?
Kuperingatkan kau.
Lebih baik tutup mulutmu dan jangan macam-macam.
Ini foto Pamanmu. Dia sering memandanginya.
Aku ingat foto ini, Bi.
Akan kusimpan.
Iya.
Kau tak terluka serius, kan?
Tidak.
Bibi tiba-tiba pindah ke Australia?
Aku punya adik di sana. Dia memintaku datang.
Oh ya, Min Joon.
Jangan sakit, jaga kesehatanmu.
Bibi juga semoga selalu sehat.
Kau juga.
Kau sendirian setelah Ibumu meninggal saat usiamu 10 tahun.
Tapi Ayahmu bilang dia punya keluarga sendiri...
bahkan tak mau pusing mengurusmu.
Kalau dia menganggap dirinya seorang ayah, tak seharusnya dia begitu padamu.
Jangan menangis, Bi.
Aku sama sekali tak terganggu.
Maafkan aku, Min Joon. Maafkan Bibi.
Makanya airnya bocor.
=Jung Won, kuperbaiki...=-
Jung Won, ledengnya kuperbaiki.
Sekarang sudah tak masalah lagi. Siap dipakai.
Ajussi.
Ini rumah pacarmu yang ke festival bersamamu itu?
- Iya. - Harusnya dibersihkan.
Mereka merusakkan rumahnya.
Wah, harus kubersihkan sebelum kuperlihatkan pada yang lain.
Apa? Kenapa dia?
Hei, kau kenapa sih?
Harus kubersihkan. Oh, ya ampun.
Hei, kau.
Kau sepepu penyewa rumah ini, kan?
Halo.
Lihat wajahmu membuatku marah.
No comments yet. Be the first to leave one.