The first 200 lines.
Sudah lama menunggu?
Tn. Fujiwara.
Hari ini siapa yang ingin kau temui?
Yang mana?
Mamasan mana yang bisa menjalankan bisnis sebaik dirimu?
Mesin yang bernilai lebih dari sepuluh juta telah tiba di Taiwan.
Kurasa kita punya kesempatan bagus untuk bekerja sama.
Karena itu perusahaan mengirimku ke sini untuk membahas masalah ini denganmu.
Seleramu bagus.
Tidak perlu terburu-buru.
Mari kita minum dahulu.
Baiklah. Bersulang.
Kau mau rokok?
Terima kasih.
Benar.
Kudengar
Cahaya di seberang sana akan bangkrut?
Sebentar lagi.
Begitu rupanya.
Sayang sekali.
Dahulu itu tempat yang sangat nyaman.
Menakutkan sekali.
Seseorang dari kelab itu meninggal.
Selain itu,
kudengar pembunuhnya adalah salah satu Mamasan.
Mamasan?
Jadi, kami mengundang Lo Yu-nung
ke acara kami hari ini.
Apa dia pembunuh Su Ching-yi?
Sekarang, mari kita dengar pendapatnya.
Mana buktinya?
Nona Lo. Kami hanya…
Bukankah jurnalis harus membuat laporan yang adil?
Kata sambutanmu
tidak adil bagiku.
Kami hanya mengundangmu untuk menyiarkan pertanyaanmu
yang diterbitkan oleh majalah.
Aku bersumpah demi kehormatanku.
Aku sungguh tak membunuh Su Ching-yi.
Baiklah. Aku ingin bertanya
apa kau pernah mengalami konflik
dengan Su Ching-yi karena seorang pria.
Kau bahkan mengincar pria yang sama,
benar?
Kau tidak bisa mengatakannya seperti itu.
Pria itu mencampakkanku lebih dahulu.
Lalu dia mencampakkannya.
Kami berdua korban cinta.
Jika aku membunuh seseorang,
aku akan memilih membunuh pria itu.
Tapi kurasa bukan itu yang dipikirkan Su Ching-yi.
Dia berencana menikah di Jepang.
Itu sebabnya dia memutuskan memberikan sahamnya
kepada hostes lain di bar secara gratis.
Dia bahkan tak berkonsultasi denganmu, rekannya.
Bukankah itu berarti dia tidak mau memberikan bar
kepadamu?
Benar.
Aku baru menyadari betapa rapuhnya dia
sehari sebelum dia meninggal.
Rapuh?
Karena alasan keluarga,
Ching-yi selalu hidup dengan rasa tidak aman.
Kukira selama aku bisa melindunginya,
aku bisa mengeluarkannya dari bayang-bayang masa lalunya,
tapi aku tak menduga dia akan menerjemahkan
perlindungan sok bijakku sebagai tukang pamer.
Bisakah aku menyimpulkan
persahabatan antara kalian berdua
melibatkan rasa rendah diri
dan kecemburuan?
Jika aku memahaminya lebih cepat
dan menyelesaikan kesalahpahaman,
mungkin dia tak meninggalkan Cahaya.
Dia tak akan setuju untuk menikah di Jepang,
dan dia tak akan meninggal.
Aku tanya padamu, kenapa Chiang Han?
Bukankah kau sahabatku?
Bukankah kau bilang akan selalu mendukungku?
Aku bersama orang yang kusukai.
Apa itu sangat menyakitkan bagimu?
Banyak hal kecil dalam hidup
secara tak terduga berakhir dengan penyesalan besar.
Ya, hidup tidak terduga.
Siapa tahu apa yang akan terjadi di masa depan?
Ini,
aku punya satu pertanyaan lagi untukmu.
Ini…
Kau pernah dipenjara.
Bisa beri tahu kami alasannya?
Saat usiaku 28 tahun,
untuk mendirikan perusahaan,
mantan suamiku meminjam uang dari rentenir.
Setelah dihasut oleh rekannya…
Kemudian…
Aku yakin kalian bisa menebak yang terjadi selanjutnya.
Perusahaan mantan suamiku bangkrut.
Dia mengambil uangnya dan pergi.
Aku dijatuhi hukuman UU Instrumen Negosiasi
dan dipenjara selama tiga tahun.
Itu mengerikan.
Aku bertahan melaluinya.
Apa menurut kalian
bahwa demi seorang pria,
aku akan membunuh sahabatku?
Mengingat identitas dan keadaanku,
aku akan bekerja sama dengan penyelidikan polisi.
Tapi artikel berita tidak berdasar
bukan hanya menyakitiku,
tapi juga melukai kelabku, rekan-rekanku,
dan Su Ching-yi.
Itu sebabnya aku memilih merespons secara proaktif.
Jika orang-orang yang menonton ini
masih memercayai artikel berita
Terima kasih. Jaga dirimu.
silakan mendatangi Cahaya.
Aku akan menyiapkan telurnya
dan menunggumu melemparnya.
Selain itu,
aku ingin memberi tahu pembunuh sebenarnya,
Aku tak tahu kenapa kau melakukannya.
Kau pikir polisi tak bisa menangkapmu jika kau menyalahkanku?
Kau ditakdirkan
untuk menanggung beban atas perbuatanmu.
SERIAL NETFLIX
Rose.
Aku melihat siaran televisi…
Tak apa.
Mandilah dahulu.
Aku lelah. Mari bicara besok.
Baiklah.
Tzu-wei.
Kenapa kau belum tidur?
Aku membaca buku, aku baru mau tidur.
Baiklah.
Mau duduk sebentar dengan Ibu?
Aku melihatnya.
Ya.
Ibu tahu.
Aku merasa tak berguna.
Begitu banyak hal terjadi kepada Ibu,
tapi tidak ada yang bisa kulakukan untuk membantu.
Kau tidak perlu terganggu dengan hal-hal ini.
Ibu bisa memberitahuku apa pun.
Aku bisa berbagi beban dengan Ibu.
Kau selalu begitu.
- Terima kasih. - Sampai jumpa.
Jaga diri kalian.
Maaf, Tn. Li. Kami sedang penuh.
Kami sudah jauh-jauh datang.
Sisakan kursi untuk kami. Kami akan kembali.
Tentu, tak masalah.
Baiklah.
Halo, kami dari stasiun televisi.
Apa Nn. Lo Yu-nung ada?
Ya, silakan masuk.
Lewat sini.
- Tn. Lin. - Selamat datang.
- Selamat datang. - Selamat datang.
- Terima kasih, Nn. Rose. - Ya.
Tunggu sebentar.
Nn. Rose, reporter datang.
Kami sibuk sekarang.
- Tunggu di ruang santai, ya? - Tentu.
- Lewat sini. - Terima kasih.
Ya-ya, hibur meja VIP.
Baiklah.
Kenapa mereka di sini?
Wawancaranya dapat rating bagus.
Jadi, stasiun TV ingin melakukan wawancara khusus dengan Rose.
- Namanya Kehidupan Tiaotong. - Maaf membuatmu menunggu.
Waktu yang tepat untuk promosi.
Hari ini sangat ramai.
Nn. Chi,
kau pasti bahagia.
- Ya, enak sekali. - Benar.
Lihat laporan media.
Bukankah itu memalukan bagi kita?
Media yang mengerjakan kasus ini atau kita?
Tidak, Pak.
Aku sungguh…
Kau punya informasi.
Benar.
Kau selalu bilang punya informasi.
Kapan kau benar-benar membuat kemajuan?
Beri aku waktu lagi. Aku serius.
Jika kita memecahkan kasus kali ini, kau akan dipromosikan.
Sebaiknya itu terjadi.
Aku akan menunggu.
Baiklah.
BASMI KEKERASAN, JAGA PERDAMAIAN DAN KETERTIBAN
Wen-cheng.
Di mana Chiao-ju?
Dia masih menyelidiki di Tiaotong.
Dia ingin berkeliling karena ada beragam orang.
Kenapa merokok di sini alih-alih membantunya?
Aku juga menyelidikinya.
Informasi apa yang kau bicarakan tadi?
Kau bosnya sekarang?
Kau bertanya kepadaku?
No comments yet. Be the first to leave one.