The first 200 lines.
Sang Gadis dan Pangeran
Episode 25
Saat kami sampai di kuil itu,
kami menemukan para pelayan istana tua itu.
Saat aku memeriksa nadi mereka,
aku menemukan
bahwa mereka ternyata memang bukan diusir dari istana
karena menderita penyakit menular.
Keanggunan Anggrek
Dugaan kita benar.
Kakak Xie,
ada apa denganmu hari ini?
Kau tertawa sampai bulu kudukku berdiri.
Saudara Xie, apa kau baik-baik saja?
Dia baik-baik saja.
Rushuang, apakah kau bisa memeriksa
mereka terkena racun apa?
Itu adalah sebuah racun yang bersifat lambat
Saat itu, para pelayan istana tua itu
diusir dari istana karena telapak tangannya
tiba-tiba bengkak dan memerah,
tak kunjung sembuh.
Setelah tujuh tahun,
banyak dari mereka
yang telapak tangannya sudah berubah bentuk.
Para pelayan istana keracunan hanya membuat telapak tangan mereka berubah bentuk,
namun, mendiang kaisar...
Mendiang kaisar meninggal tiba-tiba,
ini memang tidak sesuai dengan sifat
dari racun bersifat lambat pada para pelayan istana tua itu.
Jadi, aku rasa
pasti ada orang yang menambahkan sebuah zat obat katalis
untuk mempercepat reaksi racun pada mendiang kaisar.
Apakah kau yakin?
Berikan aku sedikit waktu lagi.
Setelah mengetahui mereka terkena racun apa,
maka akan mengetahui apa zat obat katalis itu.
Bagus sekali kalau begitu.
Kakak Xie,
ada apa denganmu sebenarnya hari ini?
Dua hari yang lalu kau masih terlihat murung,
mengapa hari ini tertawa sampai seperti ini?
Apakah ada hal yang membahagiakan?
Beri tahu kami.
Fei Yuan,
tidak ada hal yang membahagiakan,
namun aku juga tidak tahu kenapa,
selalu ingin tertawa.
Belakangan ini aku lihat kau selalu murung.
Aku hanya berharap kau bisa lebih senang sedikit,
jadi, aku memberimu sedikit obat tertawa.
Obat tertawa?
Kakak Rushuang, kau hebat sekali,
bahkan bisa membuat obat tertawa.
Rushuang,
berikan obat penawarnya padaku.
Aku tertawa sampai...
tertawa sampai perutku sangat sakit.
Baik.
Memberikanmu obat penawarnya juga boleh,
namun kau harus berjanji padaku,
tidak boleh murung lagi,
harus sering tertawa seperti sebelumnya.
Rushuang, aku berjanji.
Cepat berikan obat penawarnya padaku.
Baik, baik.
Obat penawarnya ada di meja di dalam kamarku,
ada sebuah botol obat berwarna putih,
setelah meminumnya, efek obatnya akan hilang.
Baik.
Kalian berbincanglah dulu, aku pergi ambil obat.
Sudah lama tidak mendengar
suara tawa bahagia dari Saudara Xie.
Kakak Pei, Kakak Su,
apakah belakangan ini Xie Beiming
mengatakan sesuatu pada kalian?
Ada apa?
Aku juga tidak tahu ada apa dengannya,
aku merasa dia belakangan ini sengaja menghindariku.
Sepertinya ada masalah pikiran.
Apakah kau sudah bertanya padanya?
Sudah.
Dia selalu menghindari pertanyaanku.
Aku juga tidak tahu ada apa sebenarnya,
sepertinya dia tidak ingin aku tahu.
Rushuang,
setiap orang memiliki kesulitannya sendiri,
sama seperti aku dulu.
Kau harus memberinya sedikit ruang.
Aku mengerti,
jadi, aku juga tidak berencana memaksanya mengatakannya.
Aku hanya ingin menemaninya,
membuatnya senang.
Saat pikirannya sudah terbuka,
dia akan memberitahuku.
Racun pada para pelayan istana tua itu
sangat mirip dengan sebuah
racun bersifat lambat yang langka yang bernama Fei Yue.
Obat katalis bagi Fei Yue adalah anggrek eceng gondok,
biasanya digunakan dalam obat-obatan penutrisi tubuh dan penambah darah.
Aku sudah menyuruh Tabib Kekaisaran Zhang untuk menuliskan
seluruh resep obat yang pernah digunakan oleh mendiang Kaisar
sebelum beliau meninggal.
Di dalam sini tidak ada anggrek eceng gondok.
Apakah masih ada obat katalis lainnya?
Aku pergi periksa bahan-bahan obat ini lagi.
Kau tidak mau menemaniku?
Aku masih ada urusan.
Obat katalis bagi Fei Yue adalah anggrek eceng gondok,
namun di dalam resep obat penutrisi itu
sama sekali tidak ada anggrek eceng gondok.
Nona Rushuang.
Bos.
Apakah hari ini kau mau membeli bahan obat?
Apakah baru-baru ini ada obat yang baru?
Kebetulan ada obat baru, coba Anda lihat.
Lihatlah.
Kalau begitu coba aku lihat-lihat.
Silakan Anda lihat sesuka hati.
Apa yang kau inginkan, beri tahu aku,
- akan kubungkuskan untukmu. - Terima kasih banyak.
Bos.
berikan aku 100 gram ginseng magnolia.
Baik, tunggu sebentar.
Bos, kau salah membungkus obat.
Tidak salah kok.
Yang dia inginkan adalah anggrek eceng gondok.
Bukankah yang dia inginkan adalah ginseng magnolia?
Ginseng magnolia adalah anggrek eceng gondok.
Bagaimana mungkin ginseng magnolia adalah anggrek eceng gondok?
Itu tampak seperti ginseng
juga seperti bunga magnolia.
Para orang tua di zaman dulu
suka menyebutnya sebagai ginseng magnolia.
Sekarang sudah tidak disebut seperti itu lagi.
Ini, Pelanggan.
Ternyata begitu.
Obat katalis?
Benar. Anggrek eceng gondok.
Meskipun anggrek eceng gondok pada dasarnya tidak beracun,
namun karena mendiang kaisar
sebelumnya sudah terkena racun yang bersifat lambat,
jadi...
Siapa yang memberikan obat penutrisi ini?
Ibu suri.
Hubungan antara ibu suri dan mendiang kaisar sangat baik,
aku mengetahuinya.
Jadi,
Ibu suri tidak mungkin mencelakai mendiang Kaisar.
Kalau begitu
mungkinkah ada orang lain yang memberikan obat penutrisi itu
melalui ibu suri?
Tenang saja,
jika ada kesempatan, aku akan mencoba mencari tahu dari ibu suri,
mungkin bisa menemukan jawabannya.
Kamu ingin menutrisi tubuh?
Benar.
Saya sebelumnya bertarung di medan perang,
memiliki banyak luka,
jadi ingin memakan obat penutrisi untuk menutrisi tubuh.
Benar,
usiamu juga sudah tidak muda lagi,
juga sudah saatnya merawat kesehatanmu,
mendapatkan keturunan secepatnya.
Saya ingat, saat mendiang kaisar masih hidup,
beliau sering minum obat penutrisi,
jadi, ingin bertanya pada Ibunda.
Obat penutrisi yang dikonsumsi oleh Ayahandamu itu
memang ditemukan olehku,
namun itu juga diberikan oleh tabib kekaisaran.
Kamu sekarang bertanya padaku,
saya juga tidak bisa memberitahumu dengan jelas.
Saya ingat, Ayahanda pernah bilang padaku
bahwa obat penutrisi
yang dia makan tiga kali sehari itu sangat manjur,
setelah memakannya, beliau langsung merasa segar dan bersemangat,
juga merasa jauh lebih muda.
Namun siapa yang menyangka,
tidak lama kemudian, beliau diracuni.
Iya.
Omong-omong, obat penutrisi itu
ditemukan berkat bantuan dari
Putri Permaisuri Yun.
Obat penutrisi itu diberikan oleh Putri Permaisuri Yun?
Apa yang mau kau lakukan?
Aku mau pergi
melaporkan pada kaisar.
Pangeran Yun-lah orangnya,
dia yang menyuruh orang dari Divisi Pencuci Pakaian menaruh racun pada kain,
lalu memberikan obat penutrisi melalui Putri Permaisuri Yun.
Dialah yang membunuh mendiang kaisar
lalu memfitnah Klan Bailiang-ku.
Tenangkan dirimu.
Pangeran Yun memiliki kedudukan yang sangat tinggi,
dia memegang kekuatan besar dalam pemerintahan,
hanya berdasarkan bukti surat-surat ini
dan penyimpulan kasus
tidak akan bisa menggulingkannya.
Lalu, apakah mau membiarkannya tetap terbebas dari hukuman?
Mendiang kaisar,
No comments yet. Be the first to leave one.