Post Mortem

Post Mortem

Download Indonesian Subtitle

Release info

Post Mortem 2010 720p BluRay x264 850MB-Pahe in
A Commentary by akbarpahla
Terjemahan manual. Rating 'good' sebelah kanan panel download.

Tags

BluRay
x264
720p
720
Published on: 2021-09-14
Downloads: 35
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

IMDb : 6.5 Metascore : 72 Ratten Tomatoes : 88%

Bisa minta tiketnya?

- Apa-apaan ini? - Ada apa, Pak Patricio?

Kenapa kok sekelompok orang kelas bawah menengah menonton pertunjukkanku?

Siapa?

Mereka yang ada di lorong 6, Lucho.

- Mereka membayar, seperti yang lainnya, pak. - Tidak, bung.

Katakan padaku. Apakah kau pernah melihat pelacur di sini? Apakah di sini rumah bordil?

Apakah kau melihat pelacur di sini?

Apakah orang-orang ingin bercinta?

Bisa minta tiketnya?

Jangan menghinaku, ini tempat yang terhormat.

Aku tak melihat adanya masalah, pak.

Masalahnya ada pada mereka para bajingan yang ingin ejekulasi di mana-mana!

Aku tak tahan dengan mereka, Lucho!

"Father, aku telah berdosa," dia bilang.

"Apa dosamu?"

"Di pantai, aku menyentuh payudara temanku."

"Kau menyentuhnya dari luar atau dari dalam pakaiannya, nak?"

"Dari luar, Father."

"Kau bodoh, dosanya sama!"

Terima kasih!

Ini lagi.

Wanita cantik naik ke bis.

Dia bilang kepada salah seorang pria yang duduk, "Bolehkah aku duduk di situ? Aku hamil."

"Tentu saja," dia bilang, "Aku kurang perhatian. Silahkan."

Dia pun melihat ke perutnya dan ternyata perutnya datar.

"Permisi, tapi katakan padaku,

seberapa jauh kau pergi?"

"30 menit, tapi aku sangat lelah!"

Terima kasih banyak!

Kau terlihat terlalu kurus.

Tak ada seorang pun yang mau menari denganmu.

Beratku selalu segini, Patricio.

Itu bohong. Kau bohong.

Kembalilah ketika kau agak gemukan. Kau dipecat.

Diamlah, homo.

Kau-lah yang terlihat tak punya payudara. Kau terlihat seperti laki-laki.

Hati-hati dengan apa yang kau katakan. Kau bukan apa-apa tanpaku.

Kau mengetahui bahwa wanita di sini harus terlihat elegan.

Kau membiarkan monyet tampil di pertunjukan. Sekarang, kau bicara soal elegan.

Kau tak akan tampil lagi! Kau sudah kacau!

Aku adalah orang paling elegan yang pernah kau lihat.

Rumahku penuh dengan buku, jadi jangan kasar.

Aku Nancy Puelma, bajingan. Siapa kau?

Homo yang sok mewah. Padahal gak punya apa-apa.

Nancy Puelma, Nancy Puelma! Itu terus!

- Aku tidak lelah. - Pulanglah, kita bicara lagi nanti.

Bagaimana bisa Fabiana meyakinkanmu agar dia bisa tampil?

Apakah dia membayarmu? Apakah dia menyetubuhimu?

Atau kau mengizinkannya karena dia lebih muda?

Dia bukan artis, Patricio.

Dia tidak tahu caranya menari. Dan payudaranya kendor.

Kau tinggal di seberang jalan, bukan?

Halo, tetangga.

Dan kau?

Ada perlu apa?

Aku mampir untuk mengucapkan selamat.

Siapa namamu, wahai tetangga?

Mario.

Kau lihat betapa banyak orang tak tahu bagaimana cara yang benar memperlakukanku?

Jika kau mau...

Aku bisa mengantarmu pulang atau ke tempat lainnya.

Ke mana kau ingin membawaku, tetangga?

- Kau mau minum? - Ya.

Ayolah!

Ramai sekali!

Jangan lewat sini.

- Kau tahu, cobalah mundur. - Apa kau yakin?

Mari kita coba maju saja.

- Kita akan melewatinya. - Maju saja.

Ayo maju saja.

Tidak, biarkan mereka lewat dulu.

- Aku tidak bisa. - Ayolah.

- Aku tidak bisa. - Pelan-pelan saja.

Víctor!

- Apa yang kau lakukan, Nancy? - Tidak ada.

Apa yang kau lakukan di mobil yang konyol ini?

Aku mau pulang.

Pulang?

Apa kau gila? Tak ada seorang pun yang di rumah.

Tidak, aku tidak suka ini.

Kita lihat saja nanti, ayo.

- JJ! - CC!

- JJ! - CC!

Pemuda Komunis Chile!

Pemuda Komunis Chile!

Kembalikan kekuatan pada rakyat!

Berjuang!

Jenazah wanita.

Teridentifikasi sebagai

Nancy Puelma Olivares.

Berat: 41 kilo.

Penyebab kematian: kekurangan gizi serta protein

dan dehidrasi.

Perkiraan meninggalnya

sekitar enam...

atau tujuh hari lalu.

Tesnya berupa:

resus golongan darah, kadar gula darah,

ginekologi, tes kanker,

tes kimiawi.

"Tesnya berupa:

resus golongan darah, kadar gula darah,

ginekologi,

tes kanker,

tes kimiawi...."

Tunggu sebentar.

Mario, bayar aku.

Cacatan berkenaan wajah:

luka,

3 centimeter,

ada di bagian depan.

Mata.

Sekitar mata.

Wanita ini dipukuli sampai mati.

Kasihan sekali.

Tidak, lewati saja. Tak usah dicatat bagian itu.

Lewati saja, tak usah dihapus!

Maaf?

Baiklah, hapus.

Bisa kita lanjutkan?

Aku tak tahu bagaimana bisa kau membaca tulisan tanganmu sendiri.

Paru-paru:

warnanya merah muda kepucatan,

dengan sedikit debu.

Tanda-tanda tadi adalah penyebabnya dia terkena Emfisema,

lubang pada gigi yang membesar...

Kerongkongan : Warna pink kepucatan,

dengan noda darah.

Seperti yang orang bilang, "Udang yang tertidur akan berakhir menjadi adonan".

Apa kau akan memakannya?

Tidak.

Boleh aku ambil?

Ada suatu...

Suatu hal dan penyebabnya

yang bisa dianalis melalui berat badannya,

meskipun mereka tidak terlalu berat.

Tapi, tak seorang pun bisa lolos

dari roda sejarah.

Dan di sana, dalam keadaan itu, dalam putaran roda itu,

terbentang kontradiksi

yang mana membuat bayi yang baru lahir memiliki:

kesucian, kekuatan,

daya mencipta, tenaga,

kebijaksaan,

tinggi badan...

Sialan, presiden baru lagi!

Saat ini, yang aku percayai adalah solusi mengenai semua permasalahan ada pada tentara.

Presiden mungkin tidak setuju, tapi aku pikir itulah solusinya.

Kekuatan rakyat, partai politik,

organisasi sosial,

paguyuban,

tetangga...

Semuanya, bersenjata.

Begitulah bagaimana orang- orang Vietnam bertempur,

dan begitulah semestinya kita bertempur.

Ho Chi Minh mengalahkan imperium besar.

"Ho Chi Minh, kita akan bertempur sampai darah penghabisan."

Ho-ho-ho-chi-minh, kita akan bertempur sampai darah penghabisan!

Mario, mau mampir sebentar ke rumahku malam ini?

Bukannya Dr. Castillo mampir beberapa hari yang lalu?

Apa itu masalah?

Dokter itu adalah temanku.

Aku tidak tidur bersama wanita yang tidur dengan pria lain.

Itu tak bisa dibenarkan, Sandra.

Sungguh, tidak bisa dibenarkan.

Halo.

Ke sini untuk pertemuan?

Apakah Nancy ada?

Ada yang nyari Nancy!

Kakakku sedang kurang enak badan. Seperti biasanya.

Dia selalu begitu.

Oke.

Apa ada yang meninggal?

Tidak.

Kabari aku.

Aku minta maaf, di luar dingin. Mau masuk?

Kami mendirikan serikat untuk para petani.

Kita belum usai

mendirikan yang pertama dan justru langsung mendirikan yang kedua ketika aku mendapatkan telepon dari Santiago.

Jadi aku dikirim ke Santiago.

Aku datang dan aku sadar bahwa aku perlu

mendiskusikan petisi secepatnya.

Bahkan jika aku pergi ke Perpustakaan Nasional,

aku perlu 10 tahun untuk membaca semua buku yang ada di sana, bukan?

Waktunya tidak cukup.

Tunggu sebentar.

Halo.

Maksudmu siapa? Bicaralah.

Apa?

Aku tidak bisa, aku sedang sibuk.

Rasanya sungguh luar biasa betapa dekatnya orang-orang

dan yakin dengan harapan-harapan yang ada.

Akhirnya, impian kita terwujud.

Aku ingat ketika pertama kali aku tiba di Universitas di Osorno.

Kau harus menaiki perbukitan sambil membawa mesin ketik.

Halo.

Boleh aku masuk? Aku membawakanmu hadiah.

Aku kasar padamu. Itu bukan hal yang baik.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left