Release info

iQIYI~LoveRevolution(연애혁명)10
A Commentary by koleksifilmserial

Tags

other
Published on: 2024-04-26
Downloads: 17
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 174 lines.

- Ambil ini. - Baiklah.

Baik.

- Ini satu lagi. - Hei!

Sial.

Kau melempar sembarangan karena ini bukan milikmu?

[Gong Ju-young, 17 tahun, murid SMA, pindah hari ini]

Hei. Pesan makanannya sekarang.

[Lee Kyung-woo, 17 tahun, murid SMA, teman Gong Ju-young]

Bersiaplah untuk menangkap yang ini.

Astaga, hentikan.

"SCV siap."

Ini untuk orang berikutnya.

Hei.

Kau benar-benar...

Hanya ada kita bertiga di sini.

Astaga. Jika ada yang rusak,

salah satu dari kalian melakukannya.

Yang benar saja. Ini semua pakaian.

Hei. Ini pakaian favoritku.

Jika kalian akan seperti ini, pulang saja.

Apa maksudmu?

Kami seharusnya menikmati hidangan lengkap jjajangmyeon dan tangsuyuk.

Kau bercanda?

- "Tangsuyuk"? - Benar.

Astaga, kalian sama sekali tidak murah.

Hei. Aku akan meninggalkan rumah ini

dan mengambil langkah pertama menuju kemandirian.

Tapi kalian hanya mencari alasan untuk makan.

Orang tuamu membayar uang sewamu dan memberimu uang saku.

Bagaimana bisa itu mandiri? Kau hanya beruntung.

Astaga.

Astaga.

Apa ini? Apa aku yang menggambarnya?

Maafkan aku.

Aku di sini. Aku di bus.

Pemberhentian ini adalah Ilsam-dong.

Apa ini? Kenapa dia terlihat seperti gambar ini?

[Semua Pertemuan Pertama Biasanya Kebetulan]

[Episode 1, Pindahan, Pertemuan Pertama, Takdir]

Ju-young sedang tidur.

[Kau akan terlambat di hari pertama sekolah?]

Kenapa Ibu tidak membangunkanku?

aku?

Kyung-woo, tunggu aku.

Cepatlah.

Pak, bisa tunggu sebentar?

Kyung-woo, bisa tolong bayar ongkos busku?

Ini.

Apa tidak ada uang di sana?

Kau punya uang tunai?

Pak, bisa izinkan aku naik gratis hari ini?

Aku akan membayar dua kali lipat besok.

Bagaimana aku tahu kau sungguh akan begitu?

Aku pasti akan naik bus paman besok. Kumohon?

Besok aku libur. Lupakan saja. Turunlah.

Ada seseorang yang menunggu di belakangmu.

Maafkan aku.

Tarif untuk dua orang. Aku juga akan membayarnya.

Terima kasih

banyak.

Kyung-woo, bukankah menurutmu dia cantik?

Siapa?

Dia.

Lalu?

Aku melihatnya kemarin saat pindahan.

Kurasa kami ditakdirkan bertemu.

Maafkan aku.

Bapak yakin ada beberapa dari kalian

yang memilih SMA Informasi Isam karena tidak mau belajar.

Tapi selama kalian di kelas ini, bapak ingin kalian mengesampingkan

delusi itu sebelumnya.

[Dokgo Moon, 45 tahun. lajang, wali kelas Ju-young dan kepala sekolah]

[Kudengar dia kepala sekolah. Itu menakutkan.]

Bapak tidak akan mempersingkat kelas karena ini hari pertama.

Jadi, belajarlah dengan baik.

Bapak harap kalian tidak menyulitkan di hari pertama kita.

[Jo Yeon-sa, 38 tahun, lajang, wali kelas Ja-rim]

Dia tidur.

Lupakan saja. Absen sudah selesai.

Mari bergegas sebelum kita kehabisan waktu.

- Kau mau pergi ke toko? - Ya. Ayo cepat.

Sial. Dasar bodoh.

Baunya seperti acar lobak busuk. Kau sudah sikat gigi?

- Aku mengumpulkan bau semalaman untukmu. - Astaga.

Kenapa kau datang ke kelas orang lain dan membuat bau tempat ini?

[Ahn Kyung-min, 17 tahun, murid SMA, tidak pernah berpacaran]

Kalian masih SMP?

Lagi?

Cepat.

Hei, bagaimana?

Astaga, panas. Itu membuatnya lebih buruk.

[Wang Ja-rim, 17 tahun, murid SMA, kerahnya ditarik]

Kau gila.

[Yang Min-ji, 17 tahun, murid SMA, terkena sendawa]

[Oh Ah-ram, 17 tahun, murid SMA, punya sabuk hitam]

Astaga. Kau menarik kerahnya?

Kau melakukan hal legendaris di hari pertama sekolah.

Itu kecelakaan.

Menurutmu, Wang Ja-rim merasakan hal yang sama?

Dia mungkin berpikir kau ingin berkelahi.

Wang Ja-rim? Namanya Wang Ja-rim?

Itulah yang kudengar.

Kenapa kau tidak bilang dia ada di kelasmu?

Aku sibuk tidur.

Periku menatapku dengan jijik karenamu.

Teman-teman, bukankah ini takdir?

Aku bertemu dengannya dua hari berturut-turut

dan kami seangkatan di sekolah yang sama.

Selain itu, dia membayar ongkos busku

dan aku bahkan menarik kerahnya.

Aku tidak tahu menarik kerah adalah takdir.

Kurasa saat mengungkapkan perasaanmu, kau akan menendangnya.

Astaga. Dengarkan saja aku.

Romansa antara pria dan wanita dimulai dengan kecelakaan.

Kau bilang namanya Wang Ja-rim.

Namaku Gong Ju-young.

Kami terdengar seperti pangeran dan tuan putri.

Bukankah ini takdir?

Komik romansaku sudah dimulai!

Tutup mulutmu.

Takdir apanya?

Bagaimana bisa dia sudah jatuh cinta hanya setelah berpapasan?

Astaga, aku ingin memukulnya dengan shigan.

Karena ini takdir.

Berkat kau, aku bisa segera mengeluarkan barang-barangku.

Terima kasih atas bantuanmu.

Mampirlah ke rumahku.

Ibuku bilang akan membungkuskan lauk untukmu karena kau tinggal sendirian.

Benarkah? Aku suka jangjorim.

Tutup mulutmu dan terima saja apa yang diberikan kepadamu.

Baik, Pak.

- Astaga. - Tunggu.

Ada apa?

Hei. Kurasa dia tinggal di kompleks apartemen ini.

Lihat.

Rumahku di sana, dan rumahnya di sini.

[Apartemen Wang Ja-rim, rumah Kyung-woo, studio Ju-young]

Selain itu, kami satu kelas.

Astaga.

Baiklah. Kalau begitu, jika kita melihatnya

besok pagi pukul 08.30, berarti itu takdir.

Lihat? Kami bertemu lagi.

Kami ditakdirkan bersama.

Kau gila.

Kita sudah menunggu selama 20 menit.

Aku hampir terlambat karenamu.

Kalau begitu,

jika kami membeli minuman yang sama di toko sekolah,

ini takdir.

Lihat? Kami ditakdirkan bersama.

Pisang putih di dalamnya.

Beruang kutub berwarna putih.

Beruang kutub menyukai Coca-Cola.

Kau mau dihajar beruang kutub?

Apa ini? Kapan kau tiba di sini?

Itu bukan urusanmu.

Jika Wang Ja-rim memakai rok, dia takdirku.

Katakan saja dia takdirmu jika dia bernapas.

Bagaimana kau bisa merobek rokmu di awal semester?

Aku tahu.

Kau yakin ini bukan pertanda?

Mungkin kau ditakdirkan menjalani tahun sekolah yang meriah.

Apa maksudmu? Aku tidak percaya hal seperti itu.

Kalian di sini. Ayo ke warnet

Saat ini, kurasa aman mengatakan kau harus memacari Byung-hoon.

Dia takdirmu.

Kenapa kau melakukan ini kepadaku?

Apa yang kulakukan?

Aku akan ke jalur tengah.

- Ada orang di lubang naga. - Baiklah.

Kurasa kau benar. Kami tidak berjodoh.

Haruskah aku merelakannya?

Berhentilah merengek dan fokuslah.

- Serang jalurku. Hei! - Hei! Aku melihatnya.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left