F is for Family

F is for Family

Download Indonesian Subtitle

Season 4

Release info

F Is for Family - Fourth Season (2020) - Netflix Retail Completed
A Commentary by Chesapeake_Ripper
Retail Netflix

Tags

other
Published on: 2021-06-03
Downloads: 41
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

PANDUAN TV PENJARA

PRATAYANG MUSIM GUGUR

TAMAN HIBURAN ARNIE CARNY TUTUP SAMPAI MUSIM PANAS MENDATANG

JANGAN GANGGU

OBRAL PERLENGKAPAN KEMBALI KE SEKOLAH

SEPULUH ALBUM COREY MARS SEHARGA $1

BAGUS UNTUK OLAHRAGA MENEMBAK!

LEKAS SEMBUH, BOB

SALAM CINTA, BRANDY DAN TEMAN-TEMANMU DI MOHICAN

SANTA MARIA SENANTIASA MENDERITA

SETIAP SABTU PUKUL 16.00-18.00

TUTUP

BUKA

1001 HUMOR POLANDIA COCOK UNTUK ORANG ITALIA JUGA

Kini kau menghadap ke hadirat Tuhan, Pencipta semesta, Bapa Maha Pengampun,

dan Hakim terakhir menuju kehidupan kekal.

Buat aku kagum!

Aku melakukan perbuatan tercela kepada pria tua yang malang.

Aku mencuri batu nisan dari pemakaman dan menyalahkan saudaraku.

Aku memasukkan barbiturat dalam kopi ibuku agar aku bisa menggelar pesta bir.

Kau tahu? Nenek membelikanku ikan emas dan aku memakannya.

Aku memendam perasaan benci terhadap suamiku.

Marie marah padaku karena aku memotret foto bagian selangkangan

tetangga kami.

Aku menabrakkan bus sekolah ke tiang listrik dan menyalahkan putraku.

Aku menerima sakramen seks oral,

tapi aku pingsan sebelum bisa membalas.

Tak lama kemudian, aku menemukan ikan emas itu di toilet.

Tapi tak berwarna emas dan tak berenang.

Aku tahu Chet diracuni, tapi aku diam saja.

Aku menyembunyikan uang lima dolar milik muncikariku.

Aku penonton, bukan pelaku!

Ayah sangat menyayangiku.

Putraku sesungguhnya adalah keponakanku dan mendiang saudariku seorang pelacur!

Tak ada tisu toilet di kamar mandi canggih ini.

Baik, sudah pukul 18.00. Dah.

Setidaknya Kau bisa mati di akhir sif-Mu.

Ada orang di sini?

Pak, sayangnya waktu pengakuan dosa sudah berakhir pekan ini.

Ayolah, ladeni aku. Aku harus bicara.

Ini aku, Frank Murphy.

Aku mengintipmu duduk di toilet di retret pasangan.

Aku ingat. Ini seharusnya anonim.

Ayolah, Pastor, aku sangat frustrasi. Kau harus mendengarku.

Kau tahu, Frank, aku rela melanggar aturan andai kau pernah ke Misa.

Baiklah, maaf aku jarang hadir,

tapi datang ke Misa mengacaukan Mingguku.

Aku harus bangun pagi, bercukur, mengumpulkan keluarga di mobil.

Lalu begitu tiba di sini, aku berlutut, berdiri, berlutut, duduk,

berjabatan dengan orang yang tak kupedulikan.

Itu pun belum berakhir karena aku harus mengajak keluarga makan wafel!

Semuanya dapat wafel! Lalu ada masalah lain.

Kami bisa membuatnya di rumah, tapi malah pergi ke tempat semua orang makan wafel!

Kuberi istriku pemanggang wafel saat hari jadi.

Dia bilang, "Untuk apa ini?" Kubilang, "Agar hari Mingguku kembali!"

Jadi, ya, aku tak pergi ke gereja, oke?

Karena aku memang tak akan masuk surga.

Tak satu pun impianku terwujud di dunia ini.

Apa bedanya dengan akhirat?

Tapi keadaanku buruk belakangan. Ini hari terburukku dalam beberapa bulan.

Istri dan anakku pikir aku gila dan aku tak tahu harus bagaimana.

Jadi, kau akan duduk di situ, mendengarkanku,

beri sedikit solusi, beri tahu Dia,

lalu suruh Dia turun, dan memberiku kebahagiaan!

Pak, maaf, kami bisa mendengarmu di sini.

Dan Tuhan bisa melihatmu menggangguku, jadi enyahlah!

Berkati aku, Bapa, karena aku berdosa. Aku baru saja memaki seorang biarawati.

PEMBERITAHUAN DRAF

Maaf aku memakimu, Suster. Aku kira tadi kau orang awam.

Kau pria gemuk penuh dosa.

Sudahlah, Suster Layla.

Pria ini menderita dan aku akan mendengar pengakuannya.

Tapi kembalilah lima menit lagi dan katakan ada hal darurat.

Ketel meledak,

anak lelaki berpopok mandi di air suci, sesuatu yang bisa dipercaya.

Silakan, Frank. Katakan alasan yang membuatmu begini.

Benar, ini karena ayahku.

Dia sudah lama pergi dari hidupku. Tak ada kontak.

Lalu dia kembali begitu saja seperti Fred Astaire.

Mungkin kau terhibur mengetahui kau tak sendirian.

Ayah tiriku sulit diajak bicara.

Apa dia menyuruhmu memakai rok rumbai karena menangis saat Pearl Harbor terjadi?

Tidak. Astaga. Rok rumbai?

Dan payudara dari kelapa.

Ya ampun. Baik, lanjutkan.

Ceritakan tentang dia.

Oke.

Saat aku kecil, ayahku adalah pria terpopuler di Rustvale.

"Big Bill Murphy" adalah julukannya.

Dia ibarat raja di toko perkakasnya di Main Street.

Dick Sawitzki berkata padaku, "Big Bill," katanya, "Kau berbakat meyakinkan orang.

Kau bisa menjual koper penuh pasir kepada unta."

Ayahku serba bisa.

Lihat ek kecil ini yang persis sepertiku.

Begitulah ayahku kepada publik.

Rumah adalah situasi yang berbeda.

Ibuku, adikku, dan aku, bisa melihat sifat aslinya.

Lalu Jack O'Connor berkata padaku,

"Big Bill, kau bisa menjual bola salju kepada orang Eskimo."

Kenapa kau menjual bola salju kepada orang Eskimo?

Tidak akan.

Lalu kenapa Jack mengatakan itu? Dia tak tahu betapa dinginnya di sana?

Demi Tuhan, Nora, dia hanya ingin bilang aku penjual yang baik.

Orang Eskimo tak membeli. Mereka punya sistem ekonomi barter.

Astaga! Sesulit itukah memberiku pujian?

Kau hebat.

Tak terlalu sulit, bukan?

Ada saja yang membuatnya marah.

Bisa hari yang buruk di kantor,

atau suara tawa anak yang polos,

tapi pasti ada alasan.

Binghamton, kukira kau bawa mobilku ke bengkel.

Belum berfungsi dengan baik.

Mobilnya tak rusak, Bos. Masalahnya adalah orang gila yang mengemudikannya!

Lucu karena dia tak sadar posisinya.

Ayah, minggu lalu dia...

Astaga, Francis!

Ada apa denganmu, Anak bodoh?

Radio membuatku tertawa. Itu lucu.

Ini sesuatu yang lucu.

Ibu!

Kau akan menangis kepada ibumu, Anak nakal manja?

Bersihkan kekotoran ini sebelum kujatuhkan kau ke sumur itu.

- Kita tak punya sumur. - Itu kiasan!

Ya ampun, kau persis seperti ibumu!

Itu sebabnya kuubah jadi ancaman "kudorong ke tembok"

karena selalu ada tembok.

Itu makian "persetan kau" untuk ayahku.

Baiklah.

Dia hanya duduk dan mengisap pipa sialan itu.

Sampai hari ini, aku benci orang mengisap pipa.

Popeye sialan.

Keadaan pak tua itu memburuk pada tahun '52.

Dia menginvestasikan semua tabungannya pada kruk dan paru-paru besi

saat ledakan wabah polio tepat saat wabah itu sirna.

Polio kini musnah.

Berkat dr. Jonas Salk dan vaksin ajaibnya,

jutaan anak tak akan pernah tahu kengerian paru-paru besi.

Sial!

Ketika dia terpuruk, dia makin kejam.

Matikan itu!

Tapi seperti anak-anak yang baru divaksin,

kini aku bisa membela diriku.

Kubilang aku tak mau lagi mendengar suara bisingmu!

Ini bukan suara bising, tapi musik! The Sweatermen adalah seniman hebat!

Rudy Vallée adalah seniman!

Aku tak sabar beranjak dewasa agar pindah dari sini!

Lalu kau akan terbang dengan pesawat ajaibmu, ya, Tinker Bell?

Alih-alih tinggal dan membantu ayahmu menyelamatkan bisnisnya.

Untuk apa? Aku membencimu!

- Aku senang polio sembuh! - Tarik ucapanmu!

Hentikan! Pria macam apa yang melampiaskan kegagalan pada putranya?

Semua pria di Amerika!

Menjauh darinya!

Saat dia kehilangan rasa hormat ibuku, itu adalah awal dari akhir.

Dia memukulimu dengan kruk?

Ya, kruknya berlimpah-limpah.

Aku tak akan lupa ucapan terakhirnya padaku.

Anak bawang.

Begitulah. Dia pergi untuk selamanya.

Ibuku tinggal dengan adikku sekarang di California.

California. Smothers Brothers sialan. Ibu kalian membenci kalian berdua!

Frank, bisa kembali ke bagian "kembali begitu saja"?

Baik. Jadi, aku tak mendengar kabar dari pria ini selama 18 tahun.

Lalu dia muncul, duduk di depan rumahku dalam taksi.

Kurasa komet sudah mendarat.

Tidak!

Kita punya dua kakek?

Keren!

Tidak. Tidak keren. Pria itu jahat!

Kau bilang Walter Cronkite jahat.

Tidak, kubilang dia pengkhianat sialan

yang botak dan pantas mati di lumpur di Woodstock!

Si berengsek itu tak boleh masuk ke rumah ini!

Frank, dia ayahmu.

Mungkin dia kembali menemuimu untuk alasan yang baik

dan kita tak bisa membiarkannya duduk di sana dan bla bla bla!

Bla bla bla!

Sue bilang "bla bla bla"?

Tidak, suaranya begitu saat berusaha menjelaskan sesuatu.

Katanya aku harus menghadapinya. Jadi, aku hadapi.

Baiklah, akan kulakukan.

Berpikir positif, Frank. Mungkin dia sekarat.

Dasar keparat.

Kenapa dia benci ayahnya?

Entah. Mungkin dia melihat Ayah main drama.

Aku suka itu.

Kau muncul. Begitu saja.

Keluarlah, Perundung Besar. Aku tak takut padamu, Jagoan.

Ayo, hadapi putramu, Ayah.

Senang melihatmu, Nak.

Apa?

Sudah lama sekali. Terima kasih sudah menyambutku.

Kau kena strok?

- Pak Murphy, aku... - Tidak!

Bukan Pak Murphy. "Pak Murphy" adalah ayahku.

Pria busuk itu sudah meninggal

sejak Frank memuaskan pelaut,

yang dia lakukan beberapa kali semasa perang.

More Indonesian subtitles for F is for Family

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left