Release info

왼손잡이 아내ㆍLeft-Handed Wife E83 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2019-05-03
Downloads: 31
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"

"Pemirsa diharap bijak"

Ibu!

Tidak.

"Episode 83"

Jadi,

di mana Gun dan Do Ri?

Mereka bermain di kamar Do Ri, di lantai atas.

Bagaimana keadaan Bu Cho?

Astaga.

Nenek harus berbaring.

Leher dan pundak Nenek tegang

karena stres.

Aku akan memijat Nenek.

Biar aku saja. Minggir.

Nenek, aku juga pandai memijat.

Biar aku saja.

Dia takut kamu akan

mengambil semua cinta Nyonya.

Dia sangat licik.

Baiklah.

- Bagus sekali. - Bagus sekali.

Gun! Kamu ada di kamar No Ah?

- Ibu! - Hai.

Sedang apa?

Kamu bermain dengan No Ah tanpa bertengkar?

- Ya! - Ya!

Di mana ibuku?

Ibumu ada di kamar Buyut.

Ibu!

Di mana Ayah?

Kapan Ayah akan datang?

Ayah harus melakukan sesuatu, jadi, dia ada di rumah sakit.

Dia mungkin tidak pulang hari ini. Kenapa?

Ada yang ingin kuberikan.

Aku sangat ingin memberikannya kepada Ayah hari ini.

Apa itu?

Rahasia.

Rahasia?

Tidak!

Tidak!

Bangun.

Bangun. Ibu tidak boleh mati.

Ibu!

Ibu!

Minggir. Biar kuperiksa. Minggir!

Dia tidak akan mati!

Jangan sentuh dia.

Jangan pernah menyentuhnya.

Polisi akan datang.

Tidak ada waktu. Kamu harus pergi.

Tidak. Aku ingin bersama ibuku.

- Aku tidak mau sendiri. - Dia sudah mati!

Kita harus pergi. Bangun! Sekarang!

Hei.

Kenapa dia?

Di mana Nam Joon?

Kita harus segera memindahkannya.

Ae Ra!

Cho Ae Ra.

Kamu tidak boleh mati.

Kamu harus hidup dan membayar perbuatanmu.

Aku harus tahu yang sebenarnya soal orang tuaku.

Kamu harus memberitahuku.

Kamu tidak boleh mati. Jangan coba-coba.

Ibu.

Ibu...

Ibu...

Ibu...

Apa? Apa katamu?

Ae Ra tertabrak mobil

saat kabur?

Ya.

Nam Joon melepaskan kursi roda yang dia naiki,

dan dia tertabrak mobil yang melintas.

Soo Ho

menunggu di ruang operasi.

Bagaimana keadaannya?

Dia sedang dioperasi saat ini,

jadi, aku belum bisa mengatakan apa pun,

tapi dia belum sembuh benar dari cedera lehernya,

kini tekanan darah dan detak jantungnya tidak stabil.

Dia mengalami kerusakan saraf yang signifikan,

jadi, meski selamat,

dia tidak akan sembuh total.

Hidup dan mati ada di tangan takdir.

Dia tidak akan mati semudah itu.

Ayah.

Aku ingin bertanya.

Apakah Hae Chul

masih hidup?

Seperti kata Soo Ho... Tidak.

Seperti kata Nam Joon,

apakah Hae Chul masih hidup?

Ayah.

Benar, dia masih hidup.

Benarkah? Di mana?

Ayah tahu di mana dia?

Dia ada di tempat yang aman.

Bagaimana bisa Ayah menyembunyikan dia selama 30 tahun lebih

seolah-olah dia sudah tiada?

Bagaimana bisa? Kenapa?

Ayah melakukannya demi perusahaan dan demi dirinya.

Apa?

Menurutmu apa yang akan dilakukan orang-orang

terhadap kakak autismu

yang telah membunuh istrinya sendiri?

Mereka akan menghakiminya, mengejeknya,

dan mempermalukannya.

Ayah.

Menurutmu apa yang akan terjadi pada perusahaan?

Grup Aura akhirnya berkembang.

Menurutmu

orang-orang akan membiarkan itu?

Mereka akan mengingat kita

sebagai perusahaan yang putra pemiliknya

telah membunuh istrinya sendiri.

Itu pilihan yang tidak terelakkan

untuk melindungi perusahaan dan adikmu.

Apa ayahku

benar-benar pembunuh?

Soo Ho.

Kakek yakin

dia membunuh ibuku?

Ibu dan ayah mertuaku bilang

itu mustahil.

Bagaimana mereka mengenal Hae Chul?

Di hari ibuku meninggal,

mereka menemukanku telantar di jalanan

saat mereka akan pindah ke Seoul.

Mereka tinggal di gedung yang sama dengan orang tuaku,

jadi, mereka sangat mengenalnya.

Mereka bersikeras

bahwa ayahku tidak mungkin membunuh ibuku.

Mereka bertanya bagaimana bisa dan untuk apa

seseorang yang seperti anak kecil membunuh istri yang sangat dikagumi.

Semua bukti di TKP

mengarah kepada Hae Chul, ayahmu.

Senjata pembunuh itu milik ayahmu,

dan dia sendiri telah mengaku

membunuh Yun Ah.

Kondisi mentalnya seperti anak kecil.

Dia mengidap autisme. Kakek sungguh percaya itu?

Itu semua sudah berlalu.

Bagaimana bisa?

Selama 35 tahun,

ayahku hidup sebagai pembunuh

secara tidak adil.

Kenapa Kakek tidak memberitahuku

bahwa ayahku masih hidup?

Kakek seharusnya memberitahuku begitu menemukanku.

Bagaimana bisa?

Bagaimana kakek memberi tahu kamu, yang telantar 35 tahun,

bahwa ayahmu

adalah seorang pembunuh yang mengambil nyawa ibumu?

Ayah!

Gun.

Dia bilang ingin menemuimu, jadi, aku membawanya.

Aku membawakan pakaian ganti juga.

Terima kasih.

Gun. Kamu sangat merindukan ayah?

Ya. Ditambah, aku punya hadiah untuk Ayah.

Hadiah?

Kamulah hadiah terhebat bagi ayah.

Apa hadiah lainnya itu?

Dia bilang itu rahasia.

Ayah harus bagaimana

agar kamu memberitahukan rahasia itu?

Ayah ingin tahu.

Kalau begitu, belikan aku makanan enak.

Aku ingin makan hidangan yang enak

dengan Ayah dan Ibu.

Keluar.

Sedang apa kamu?

- Sial. - Ada apa?

Tunggu. Kim Nam Joon tidak ada di sini.

Mobil itu, yang menghalangi kita di gang.

Dia pasti berpindah ke mobil itu.

Gun.

Kamu berasal dari bintang apa hingga mirip sekali dengan ibu?

Bintang Ibu.

Kamu sangat menggemaskan.

Gun. Apa hadiah rahasianya?

Kamu tidak akan memberi tahu ayah?

Ibu, Ayah, tutup mata.

Buka saat aku berhitung sampai tiga.

Satu, dua, tiga.

Buka mata kalian.

Ini dia.

"Aku menyayangi Ibu"

"Aku menyayangi Ayah"

Aku membuatnya sendiri

sambil memikirkan Ibu dan Ayah.

Ibu, Ayah,

terima kasih sudah melahirkanku.

Aku menyayangi kalian.

"Aku menyayangi Ibu"

"Aku menyayangi Ayah"

Gun, kemarilah.

Terima kasih.

I Told You I Was Ill: The Life and Legacy of Spike Milligan subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for I Told You I Was Ill: The Life and Legacy of Spike Milligan

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left