The first 200 lines.
Merunduk! Kubilang merunduk!
Kau tahu kau tidak harus menonton sampai akhir, kan?
Jelas-jelas porno... hapus saja dan lanjutkan.
- Aku menunda. - Berapa hitunganmu?
19.
Sebaiknya kau lanjut jika mau mencapai kuotamu.
Aku takut dengan apa yang akan muncul selanjutnya.
- Lebih baik porno daripada pembunuhan. - Hmm?
Semuanya bercampur.
Pekerjaannya mudah...
Kau duduk di meja, menatap komputer,
dan menjelajahi media sosial, yang merupakan
hal yang kau lakukan sepanjang hari.
Tapi di sini kau meninjau unggahan yang ditandai pengguna.
Kita menyebutnya tiket.
Jika suatu tiket melanggar "Ketentuan Penggunaan" yang diamanatkan perusahaan kita...
klik hapus.
Jika tidak, klik setujui.
Itu saja.
Beberapa tiket tidak masuk akal.
Orang-orang menjadi terlalu sensitif.
Yang lainnya, ya, mereka bisa memberi dampak.
Aku akan memandumu melalui beberapa contoh.
Rekaman seorang lelaki membunuh seekor kelinci
merupakan penyiksaan binatang dan harus dihapus.
Tapi rekaman seorang lelaki yang membunuh kelinci lalu memakannya
bisa dianggap sebagai kuliner dan harus tetap diunggah.
Masuk akal, kan? Selalu pertimbangkan niat.
Apa postingannya mengutuk atau mendukung?
Apa kita melihat sesuatu yang nyata atau palsu?
Satir atau ketulusan?
Nuansa adalah kuncinya.
Tiket berikutnya sedikit lebih rumit, jadi perhatikan baik-baik.
Aku punya ide: Kenapa tidak kubakar saja gedung itu?
Aku bisa membuat tempat sialan ini menghilang.
Yang kuperlukan hanya minyak tanah, pemantik, dan sikap pantang menyerah!
Komentar, pertanyaan, kekhawatiran?!
Haruskah kita melakukan sesuatu? Menenangkannya? Memanggil petugas keamanan?
Halo...?
Dia melakukan itu sepanjang waktu. Begitu cara dia mengatasinya.
Sejujurnya, kami agak kesal karena dia tidak pernah menindaklanjutinya.
Omong-omong, selamat datang di tim.
Jika kau menggunakan torniket, jangan mengikatnya terlalu kencang.
Tekanan darah baik untuk membuat pembuluh darah muncul di kulit,
tapi juga bisa mendorong jarum keluar, sehingga lebih sulit untuk dimasukkan.
Terima kasih, Aaron.
Hal lain yang diminati calon perawat yang selalu kami tahu adalah perawatan pasien sehari-hari.
Dengarkan ini:
Apa namamu Chipotle?
Karena aku mau membenamkan wajahku di taco-mu.
Aku tidak bisa.
Kau tahu aplikasi itu tidak memeriksa latar belakang, kan?
- Jadi? - Jadi, para pemerkosa menggunakannya.
Oke, aku akan ke kiri ke para pemerkosa.
Tampaknya giliran kerja malam hari kembali menyenangkan.
Astaga.
Misalnya, melakukannya di kamar mandi atau mobil.
Silakan saja.
Terima kasih.
Daisy, kau belum log in.
- Apa-apaan ini?! - Aku akan log in! Aku akan log in!
Apa kau dibayar untuk nonton film porno?
Bukan cuma porno, hal-hal lain, hal-hal mengerikan.
Bukan hal yang cocok dibicarakan saat kencan pertama.
Apa semua orang selalu bergairah?
Sebagian orang tampaknya, ya.
Tapi itu tidak memengaruhimu?
Eh, juga bukan hal yang bisa dibicarakan saat kencan pertama.
Kau suka tidak? Maksudku, itu yang penting.
Bukan itu cita-cita yang kubayangkan.
Tidak ada pilihan lain saat ini.
Jika kau bisa melakukan pekerjaan apa pun...
Apa itu?
Perawat.
- Benarkah? - Ya.
- Bukan astronot atau presiden? - Bukan..
Tidak tertarik, tidak memenuhi syarat untuk itu.
Maka, jadilah perawat.
Tidak sesederhana itu.
Ada sekolah, aplikasi, wawancara dan tes.
Mengikuti tes?
Ya.
Masih bukan perawat.
Ha ha, yeah!
Oke? Hah?
Oh ho ho ho ho ho!
Ring!
Suara apa itu?
Di mana kau mendapatkan itu?
Oh, hei, lemari perlengkapan.
Mau coba?
- Tidak. - Yakin?
Kalau begitu pergilah... Ya!
Ada apa denganmu?
Hmm... bisa kau lebih spesifik?
Kenapa kau menghapus video itu?
Yang mana?
Oh, itu kejam dan mengganggu, dan jumlah darahnya berlebihan.
- Ini disematkan di situs berita. - Jadi?
Ayolah, Daisy. Kita bisa dituntut!
Kebebasan bicara adalah sesuatu yang nyata.
Oke, tapi kebebasan dalam menjangkau sesuatu tidak.
Apa maksudnya itu?
Perempuan malang itu bunuh diri. Tak seorang pun perlu melihat itu.
Kau tidak menulis pedomannya. Kau mengikutinya. Buruk sekali.
Oke, ya, terkadang pedomannya salah.
Kau belum di sini selama enam bulan... Kau bicara omong kosong.
Lain kali jika kau berpikir kau lebih tahu, cobalah ingat: Kau tidak tahu.
Jika kau berubah pikiran.
Sebelum kita membahas lebih jauh tentang apa pun hari ini,
aku mau mengklarifikasi beberapa perubahan pada paket ketentuan penggunaan yang sudah direvisi.
Ada sedikit kebingungan dengan jenis kiriman tertentu,
itu menurunkan peringkat akurasi kita.
Hanya karena sebuah tiket memuat kata-kata yang buruk,
tidak berarti tiket tersebut harus dihapus.
Pelecehan atau kata-kata kotor yang tidak beralasan harus selalu dihapus.
Tapi, pengguna diperbolehkan mengumpat jika frasa tersebut bersifat "artistik,"
seperti lirik lagu, atau "pujian" seperti, kau orang favoritku.
Oh! Oh!
Ya, Bob. Ya.
Ya, "orang" bukanlah kata yang buruk.
Itu semacam isi-kosong. Kau mengerti maksudnya, kan?
Tidak, aku tidak tahu. Bagaimana kalau aku mengisinya dengan "brengsek"?
- Tak apa. - Bagaimana dengan "penyentuh pantat"?
Tidak. Terlalu seksual. Kau pasti sudah tahu itu.
Bagaimana dengan hinaan rasial?
Baiklah, cukup, Bob.
Tidak, aku serius.
Aku menjumpai hal semacam ini sepanjang waktu,
dan aku tidak pernah tahu cara mengatasinya.
Bagaimana jika kubilang, "kau Mick favoritku," atau "kau si tolol favoritku,"
atau "kau pemakan keju favoritku,"
yang merupakan istilah Prancis-Kanada, yang baru kubuat.
Kau tidak bisa bilang itu. Ini tempat kerja.
Tapi kalau ada di tiket, kita harus menyetujuinya, kan? Atau...
Secara teknis, tidak satu pun kata-kata itu ada dalam daftar frasa terlarang saat ini.
Ingat, kita bukan sensor. Kita moderator.
Tarik napas dalam-dalam...
...tahanlah selama yang kau bisa.
Lalu hembuskan napas dalam-dalam...
- Halo. - Hei.
Bisa kau mengawasi Violet? Aku ada panggilan kerja.
Hmm, aku sedang asyik dengan sesuatu saat ini.
Ya, aku bisa menciumnya.
Oke, tentu. Ya, kau bisa membawanya ke sini.
Bisa kau memberiku waktu sebentar, misal membersihkan dan membuka jendela?
- Ide bagus. Terima kasih! - Ya.
Kau lapar?
Tidak terlalu.
- Apa kau ada di Reddit? - Mm-hmm.
Oh, Reddit itu untuk orang dewasa.
Tidak, tidak.
Ya, benar.
Aku sudah punya akun sejak aku usia 9 tahun.
Oke, um...
Oke, ayo kita buat kesepakatan.
Kau bisa begadang sesuka hati, tapi tidak boleh membawa tablet atau ponsel.
Apa gunanya begadang kalau aku tidak bisa menggunakan tablet?
Uh, film dan popcorn tanpa batas?
- Boleh aku minum bir? - Tidak.
Oh Tuhan.
- Kau mau bintangmu? - Ya, silakan.
Saat aku seusiamu, yang kami punya hanya stiker yang menyala dalam gelap.
Dan tidak pernah berhasil.
Itu sebenarnya agak membuka mata.
Pekerjaannya menyebalkan, tapi tetap melindungi orang.
Ya, seperti ksatria dengan baju zirah paling berkilau.
Kami menonton ini agar tidak ada orang lain yang harus menontonnya, seperti anak kecil.
Ya, anak-anak memang mengganggu, tapi ya, aku mengerti.
Ya, kami seperti penanggap pertama internet, tahu?
Itu hikmah yang bisa kupetik mulai sekarang, setidaknya.
Itu pola pikir yang bagus. Bagaimana menurutmu?
- Ya. - Aku juga. Aku cuma...
Aku memikirkan itu saat aku sedang mabuk berat, jadi aku tidak yakin.
Oh, ngomong-ngomong, aku belum tanya. Gimana kencanmu?
Wah, bagus sekali. Menurutku dia imut. Dia manis.
- Kalau begitu, kau harus menelponnya. - Ya, seharusnya.
Ini...
Di sini, lepaskan torniketnya.
Tekanan darahnya terlalu tinggi. Membuat jarum sulit masuk.
- Aku melihatnya di YouTube. - Cobalah untuk duduk diam, oke, Bu?
- Oke. - Terima kasih.
Lalu kita masuk.
Apa kau menyukai pekerjaanmu?
Kadang-kadang. Tentu.
Apa kau melihat banyak hal buruk?
Sayangnya, ya.
Ya, benar.
Kecelakaan mobil, overdosis.
Tapi kebanyakan pasien kami orang obesitas yang mengira mereka mengalami serangan jantung.
Apa aku terkena serangan jantung?
Tidak, sayang, kau tidak.
Oke, ayo aku sambungkan.
Nah, itu dia. Selesai.
Percayalah, kau sama sekali tidak perlu malu.
Pingsan itu seperti ritual di Paladin. Kita pernah mengalaminya.
Semua orang mungkin menganggapku banci sekarang.
Ayolah, tidak ada yang berpikir begitu. Kalaupun mereka berpikir begitu, persetan.
Secara harafiah, bodo amat dengan mereka.
Karena minggu depan, pasti salah satunya akan ada di lantai.
No comments yet. Be the first to leave one.