Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba

Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba (鬼滅の刃)

Download Indonesian Subtitle

Season 4

Release info

Kimetsu No Yaiba - Katanakaji - S3 - E03 [1080p HEVC]
A Commentary by Popopupo1
Untuk releasan Nyaa, Judas, Asw, Anime Time, Jangan lupa berikan Ratings ya*Ig : @Sebastianus_Ariston20

Tags

1080
HEVC
TS
Published on: 2023-04-24
Downloads: 75
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 156 lines.

Apa-apaan pedang ini?

Seenggaknya pedang ini sudah berumur tiga abad, kan?

Benar.

Bukankah ini hebat? Kita harus bagaimana?

Aku enggak bisa berhenti heboh!

Aku juga!

Kebetulan Kak Tanjiro sedang kesulitan karena belum dapat pedang baru, kan?

Gimana kalau Kan Tanjiro ambil saja?

Tidak, tidak, tidak! Mana bisa!

Baja dari zaman Sengoku bermutu tinggi, loh!

Jangan dikasih semudah itu, dong!

Kita menemukannya berkat Kak Tanjiro menebas bonekanya.

Itu karena akumulasi kerusakan yang diterimanya selama ini.

Terus kebetulan bonekanya rusak ketika kugunakan berlatih.

Yakin enggak mau?

Mau coba menghunusnya?

Iya, aku mau lihat!

Sudah berkarat.

Wajar, sih, ya.

Enggak ada yang tahu dan enggak ada yang merawatnya selama tiga abad.

Maaf sudah memberi harapan palsu.

Tak apa-apa. Bukan masalah.

Kak Tanjiro!

Kak Tanjiro, aku minta maaf!

Apa itu?

Pemburu Iblis

Arc Desa Pedang

Ke mana aku harus berlari dalam gelapnya malam?

Satu-satunya pemandu hanyalah sinar rembulan

Aku tidak bisa menghapus rasa sakit serta kepedihan

Namun, aku tak akan membiarkan kobar api dalam hatiku mati

Untuk siapa kita harus mengemban kehendak ini?

Haruskah kita emban hingga sinar mentari menyingkap kegelapan?

Dengan diselimuti api yang menyala dari hati yang bebas

Aku melesat jauh, dan kini, bisa melewati fajar

Sampai aku bisa mencintai dunia ini tempat kamu berada sekali lagi

Akan aku teruskan meski harus meregang nyawa

Menyambung keajaiban yang terlahir dari ikatan batin yang telah kita jalin

Episode 3: Pedang yang Berumur 300 Tahun

Siapa? Pak Haganezuka, ya?

Aku sudah dengar semuanya.

Serahkan padaku.

Serahkan apa, hah?

Apa yang Anda lakukan?

Serahkan padaku.

Tolong lepaskan! Kenapa Anda mencoba merebutnya?

Diam dan serahkan saja padaku!

Kami mana paham kalau Anda tiba-tiba muncul dan minta menyerahkannya dengan paksa!

Serahkan saja padaku!

Tidak! Ini punya Kotetsu!

Serahkan padaku!

Saya ke sini untuk bertemu Anda. Anda ke mana saja?

Kalau aku bilang serahkan, serahkan saja!

Mau serahkan bagaimana? Jelaskan dulu alasannya!

Sudah kubilang, serahkan padaku!

Orang dewasa tidak seharusnya bersikap begini!

Anak-anak, kelemahan Haganezuka ada di bawah ketiaknya.

Incar bagian sini.

Gelitik, gelitik.

Ah, Pak Kanamori. Lama tidak berjumpa.

Sama-sama, Tanjiro.

Haganezuka akan tumbang setelah kepayahan karena digelitik.

Biar aku saja yang jelaskan.

Tolong maafkan Haganezuka.

Sebenarnya dia mengasingkan diri di gunung untuk berlatih.

Berlatih?

Ya. Berlatih membuat pedang yang lebih kuat agar kamu tidak mati.

Oh...

Tapi orangnya tidak mau jujur.

Demi saya?

Kamu selalu mempercayakan Haganezuka untuk membuatkan pedangmu, kan?

Menurutku, dia senang, loh.

Dia dibenci oleh pendekar pedang lainnya, jadi, sering tidak diberi tugas.

Begitukah?

Dia payah banget dalam bersosialisasi.

Enggak heran belum menikah sampai sekarang.

Wah, dia sudah bangkit.

Biar aku yang bawa pedang berkarat ini.

Akan kuasah menggunakan seni asah pedang Nichirin keluarga Haganezuka.

Kenapa enggak bilang begitu dari awal?

Sudah tahu enggak saling percaya, bilangnya cuma, "Serahkan padaku!"

Duh, kayak orang bodoh yang cuma bisa satu hal.

Apa kamu bilang? Katakan sekali lagi!

Bawah ketiak! Bawah ketiak! Incar bawah ketiaknya!

Sementara aku mengasah yang ini, pakai dulu pedang ini.

Terima kasih.

Begitulah kejadian kemarin.

Katanya butuh tiga hari tiga malam untuk mengasah pedang itu.

Jadi, selesainya besok lusa.

Aku cemas karena metode mengasahnya amat ekstrem hingga bisa menghilangkan nyawa.

Tapi beliau melarangku untuk mengintip.

Menurutmu, apa aku jenguk saja, ya?

Bukan urusanku! Keluar kau!

Jangan ajak aku bicara kayak aku temanmu saja!

Eh? Kita bukan teman?

Ya jelas bukan!

Ingat, lenganku pernah kaupatahkan.

Jangan bilang kau lupa.

Genya, saat itu kamu yang salah karena memukul perempuan.

Apa boleh buat.

Jangan panggil namaku seenaknya!

Keripik beras ini enak, loh. Mau coba?

Ogah!

Aku enggak butuh! Pergi sana!

Eh? Bukankah gigi serimu copot saat di pemandian air panas?

Kau pasti salah lihat.

Mana mungkin salah lihat. Ini masih aku simpan.

Kenapa malah disimpan? Kau ini jorok amat!

Habis, kamu menjatuhkannya, makanya ingin kukembalikan.

Otakmu geser, ya?! Buang sana!

Keluar!

Begini, begini, lalu begini.

Eng, terus begini.

Kenapa Genya selalu marah?

Apa dia lapar, ya?

Mungkin aku ajak saja Genya makan bersama besok pagi.

Kamu juga pikir itu ide bagus, ya?

Berhubung sudah berendam bersama, selanjutnya makan bersama.

Aku ingin lebih akrab dengan Genya.

Mengepang rupanya sulit.

Nezuko, ini persis gaya rambut Kak Kanroji yang kamu sukai.

Nezuko, malam ini bulan tampak indah.

Aku terlalu lama santai berendam.

Padahal harus kerja lebih awal besok pagi.

Guci?

Aku tidak ingat ada guci di sini saat naik tadi.

Siapa, sih, yang taruh guci di sini? Bisa membahayakan orang, tahu.

Lima Atas

Astaga, tidak enak!

Daging penempa pedang gunung memang tidak layak dimakan.

Tetapi itu pun boleh juga.

Menghancurkan tempat ini sudah dipastikan akan melemahkan para pemburu iblis.

Harus bergegas. Harus bergegas.

Berkat Gyokko, kami menemukan kampung ini.

Namun, beliau sedang marah besar.

Harus bergegas.

Kami harus membunuh mereka...

Membunuh mereka yang menentang beliau.

Paman, sudah selesai, belum?

Enggak ada orang.

Abang...

Aku harus melakukannya.

Apa kamu tahu penempa bernama Kanamori?

Wah! Tokito! Kok kamu ada di sini?

Sebentar, barusan kamu mencubit hidungku?

Iya.

Menurutku, reaksimu terlalu lamban.

Tentu aku akan sadar kalau ada hawa mengancam.

Iya, sih. Kalau aku berniat mengancam, aku tidak akan mencubit hidungmu.

Aku tahu Pak Kanamori. Memangnya kenapa?

Kemungkinan dia bersama Pak Haganezuka.

Kanamori adalah penempa pedangku yang baru.

Di mana Haganezuka?

Mau cari bersama-sama?

Kenapa kamu begitu peduli pada orang lain?

Bukankah kamu punya kewajiban sendiri?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left