Release info

오!-삼광빌라-Homemade-Love-Story-E07-E08-NEXT-VIU
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-09-28
Downloads: 31
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Subtitle bY VIU Resynced == ANANG KASWANDI ==

"Episode 4"

Siapa kamu menyuruh ayah pergi?

Ibu hampir mati karena Ayah.

Kenapa itu salah ayah?

Dia tersedak dan pingsan

hanya karena ketahuan makan sesuatu di belakang ayah.

Ini bukan kali pertama terjadi.

Setidaknya aku ingat lima insiden...

Tidak, ini sudah kali ketujuh.

Ayah memarahi Ibu

untuk tidak makan makanan mahal dan pelit

membuatnya tersedak, stroke, dan berakhir dalam keadaan darurat.

Ini sudah kali ketujuh!

Yang benar saja.

Dia hanya tersedak kesemek kering itu

karena anjing bibimu Happy, bukan karena ayah.

Atau apakah itu Merry.

Karena anjing kampung itu mulai menggonggong.

Tapi tampaknya Ayah ingat kejadian itu.

Ayah lebih pintar darimu, tentu saja.

Ayah bilang Ayah pintar.

Lalu kenapa Ayah pura-pura tidak ingat saat kubahas Beom Jin?

Kumohon kepada Ayah.

Aku meminta Ayah membantu temanku, Beom Jin.

Tapi Ayah mengabaikannya.

Dan begitulah ayah Beom Jin meninggal.

Kedengarannya ayah yang membunuhnya.

Hanya bisnisnya gagal. Dia tulang punggung keluarganya.

Dia seharusnya tidak bersikap pengecut seperti itu.

Ini sebabnya aku membenci Ayah.

Ayah tidak pernah menyesali kesalahan Ayah.

Ayah tidak pernah minta maaf.

Ayah hanya memedulikan ambisi Ayah.

Tapi Ayah tidak pernah peduli dengan orang-orang di sekitar Ayah.

Ayah selalu berpikir Ayah benar, dan yang lainnya salah.

Baiklah. Begitulah ayah.

Apa yang akan kamu lakukan?

Apa salahnya menjadi seperti itu?

Ibu membesarkanmu dengan penuh perhatian dan kasih selama 20 tahun,

tapi kamu memutuskan hubungan dengan ayah

dan meninggalkan rumah dengan celana dalammu di tengah malam.

Lalu kenapa kamu bilang semua ini kepada ayah sekarang?

Cukup!

Apa? "Cukup"?

Ibu baik-baik saja?

Jae Hee.

Sedang apa kamu di sini?

Kamu meninggalkan ibu dan kabur dari rumah demi hidupmu sendiri.

Kenapa kamu mengatakan semua itu sekarang?

Ibu bukan anak kecil.

Kamu mau melindungi dengan membentak dan bertengkar dengan ayahmu?

Aku hanya kesal Ibu pingsan.

Ibu mudah terkejut.

Ibu sudah seperti itu sejak kecil.

Jadi, julukan ibu adalah Ayam.

Kenapa ribut-ribut? Ini memalukan.

Ibu.

Kenapa kamu membelikan ibu camilan?

Ayo masuk, Sayang. Di sini dingin.

Dia sudah lebih ceria.

Aku tahu staminanya bagus.

Tunggu. Hati-hati.

Pergilah.

Ayo.

"Putra"

"Putra"

"Pintu Masuk"

Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.

Astaga, Ibu.

Ibu.

Chae Woon.

Kamu sudah tiba.

Sedang apa Ibu di sini? Ini sudah larut.

Ibu hanya mencemaskanmu.

Apa? Kamu minum-minum?

Sedikit.

Kamu seharusnya minum dengan ibu.

Apa yang mereka lakukan? Kenapa mereka membiarkan Ibu di luar

saat dingin? - Astaga.

Chae Woon.

Ibu sungguh minta maaf soal tadi.

Tidak perlu.

Maafkan aku.

Ibu sangat konyol.

Ibu hanya ingin membantumu.

Ibumu sangat baik kepadaku.

Ibu memang konyol.

Kamu pasti malu.

Maafkan aku.

Ibu, kenapa...

Kenapa Ibu selalu meminta maaf?

Akulah yang salah.

Aku bersikap kejam kepada Ibu.

Tapi kenapa Ibu yang meminta maaf?

Itu tidak benar. Ibu tidak melakukan kesalahan.

Ibu tidak berpikir panjang.

Ibu bertemu dengannya, bukan?

Wanita yang datang ke rumah kita, bilang dia ibuku.

Apa?

Astaga, dia berjanji

bahwa dia tidak akan memberitahumu.

Ibu menawarkan teh dan buah.

Kudengar Ibu memperlakukannya dengan baik.

Tidak. Bukan begitu.

Udaranya dingin, jadi, ibu memberinya teh jeruk dan...

Kenapa Ibu...

Ibu sama sekali tidak punya perasaan?

Aku mengkhianati Ibu

dan mencoba mencari ibu kandungku. Ibu tidak kesal?

Ibu tidak membenciku?

Tidak, Chae Woon. Kenapa itu membuat ibu kesal?

Itu bisa saja terjadi.

Dan ibu mengerti perasaanmu.

Astaga, yang benar saja.

Kenapa Ibu selalu berusaha untuk mengerti?

Kenapa Ibu selalu minta maaf? Kenapa selalu merasa tidak enak?

Kenapa Ibu selalu bilang itu salah Ibu?

Ibu frustrasi karena aku.

Ibu marah kepadaku, tapi kenapa tidak bisa bilang?

Astaga, hei.

Man Jeong, apa yang kamu...

Kenapa? Bukankah sudah jelas?

Bibi. - Menurutmu kenapa? Dia bodoh.

Karena ibumu bodoh dan lemah.

Ibumu

orang bodoh yang mudah ditindas.

Karena itu dia membesarkan gadis tidak bersyukur sepertimu, paham?

Kamu tahu itu? - Man Jeong!

Hentikan!

Astaga, Ibu memukul hidungnya.

Apa?

Kenapa kamu membentak putri kakak?

Kamu pikir kamu siapa?

Beraninya kamu memukul putriku! Kenapa?

Astaga, Ibu.

Ayo masuk. Orang-orang melihat.

Sudah cukup sulit mencari penyewa.

Orang mungkin berpikir kita perundung.

Astaga. - Ayo masuk.

Astaga, Chae Woon.

Bibi baik-baik saja?

Bibi baik-baik saja. Bibi seorang dokter.

Apa?

Hei, Bit Chae Woon!

Kakak akan masuk kamar seperti itu?

Kakak pura-pura tidak tahu setelah melempar bom?

Hae Deun.

Chae Woon, pergilah ke kamarmu.

Pastikan Kakak minta maaf kepada Ibu.

Apa yang membuat Kakak begitu kesal?

Karena hadiah Kakak dibatalkan?

Karena Kakak tidak bisa pergi ke Amerika?

Atau karena Kakak gagal menemukan orang tua kandung Kakak?

Hae Deun, hentikan.

Begitu rupanya. Karena Kakak gagal lolos dari keluarga ini.

Hae Deun, kenapa kamu memperburuk keadaan?

Kakak pikir kami tidak tahu itu?

Aku tahu Kakak punya catatan yang bertuliskan kebebasan di meja Kakak.

Dan Kakak sudah tidak sabar untuk melarikan diri dari kami.

Kakak sungguh membenci rumah ini dan keluarga kita?

Kami bukan zombi.

Bukan "The Shawshank Redemption". Kakak lari dari apa?

Kakak bersikap konyol.

Hae Deun, kamu...

Ibu perlu bicara denganmu. Kemarilah.

Benar.

Bagiku, tempat ini adalah Shawshank.

Ini seperti Pulau Alcatraz.

Kalian zombi.

Kalian beban berat dan merepotkan.

Astaga.

Ibu. - Ibu.

Hei!

Kamu tidak pernah berhenti.

Sejak kecil,

kalian tahu apa yang kualami?

Ibu adalah orang yang manis dan baik,

jadi, dia selalu tertipu dan dibohongi orang lain.

Untuk melunasi utang,

Ibu selalu bekerja sebagai pembantu.

Jadi, saat dia bekerja,

kakak harus mengurus kalian berdua sejak berusia delapan tahun.

Tahukah kalian betapa kakak lelah, letih, takut,

dan frustrasi?

Jadi, begitu saja?

Kakak belum pernah mengatakannya. Kenapa bilang semua itu sekarang?

Kakak harus bicara dengan siapa?

Kakak harus bicara dengan siapa tentang semua ini?

Kepada Ibu yang selalu meminta maaf?

Atau kepada kalian yang belum dewasa?

Sampai Ra Hoon masuk kelas enam,

dia selalu sakit seolah-olah akan mati keesokan harinya.

Dia harus minum banyak pil setiap hari.

Kakak selalu harus ke rumah sakit menggendongnya.

Setiap pagi jantung kakak copot

saat harus memasukkan jari ke hidungnya dengan perasaan takut.

Itu mengerikan.

Kak Chae Woon. - Baik, Bit Chae Woon.

Bibi mengerti. Cukup.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left