The first 131 lines.
Mari berjanji!
Jika pada malam hari cerah,
kita akan bertemu di tepi pantai berbintang.
Aku berangkat.
SMA Kuyo
Tujuan Chirihama
Katanya pemandian di tempat kemah itu adalah sendang!
Apa bedanya pemandian air panas dengan sendang?
Entahlah. Khasiatnya?
Aku enggak peduli dengan semua itu.
Mager banget kemah.
Masih ngerajuk?
Kenapa harus tidur di luar coba?
Kesannya dipaksa balik ke gaya hidup zaman purba, misalnya nyalain api sendiri.
Tapi rasanya malah dag-dig-dug tidur di luar!
Aku akan berusaha menyalakan api!
Zaman kita sudah modern, 'kan?
Tidurnya ya di kasur empuk.
Nyari api ya tinggal nyalain kompor.
Di hutan ada riuh suara jangkrik dan menambah keseruan api unggun.
Oh gitu.
Mending makan jangkrik bakar saja sana?
Tapi agak berat dilarang memakai ponsel selama kemah, ya.
Benar, benar.
Bagaimana mau ngabisin waktu di dalam hutan coba?
Apalagi sampai tiga hari!
Bisa-bisa tanganku gemukan, tahu!
Kalau begitu, mau main gim?
Gim?
Iya. Apapun yang kukatakan nanti,
kamu harus terus balas "Shizuoka", ya
Aku tahu itu.
Apa kalian semua sudah tahu?!
Coba katakan "onsen" sepuluh kali.
Onsen. Onsen. Onsen. Onsen. Onsen. Onsen. Onsen. Onsen. Onsen. Onsen.
Berapa setelah sanzen?
Yonsen!
Sanzen ichi, tahu!
Sialan!
Kau ketipu!
Hei, Nakamicchi!
Apapun yang kukatakan, kau harus jawab "Nakatomi Kamatari", ya?
Nanti jawabannya "Nama gomi no katamari" , 'kan?
Hei!
Jangan malah dibocorin!
Hei, Nakamicchi!
Apa di Chirihama bisa mancing gurita?
Hei, Nakamicchi!
Coba tanya ke guru, apa mawar boleh dimakan?
Hei, Nakamicchi!
Hei, Nakamicchi?
Sudah sampai.
Kelompok yang sudah selesai mendirikan tenda ...
... segera ke tempat masak untuk memasak kari untuk makan malam!
Tak ada waktu main-main!
Aduh!
Jangan asal lempar, anak bisbol!
Aku sudah keluar.
Kali ini lemparan melengkung, ya.
Wah, tenda banget!
Hei, Isaki.
Besinya masih sisa, terus untuk apa lagi?
Eh? Loh ....
Yah, sudahlah.
Kani, apa segini cukup?
Iya. Terima kasih.
Sisanya bagiin saja sama kelompok lain.
Yosh!
Isaki, kentangnya sudah dikupas?
Sudah, sih ....
Kecil banget.
Kok apinya kecil banget?
Apa kalau ditiup bisa membesar?
Tolong lakukan.
Baiklah.
Panas!
Celemekku bolong!
Wah, rupanya kau bisa memasak, ya.
Hebat.
Mending ditambahin kaldu, 'kan?
Tidak usah.
Kelompok yang sudah selesai memasak boleh mulai makan!
Wah, kelompokmu hebat, Haida!
Tenda dan masakanmu sempurna!
Iya, 'kan?
Begini-begini kami anak alam!
Iya, Nakamicchi?
Beneran kamu yang masak, Haida?
Jelaslah!
Cicipi saja.
Beneran? Asik!
Ah, tapi cuma nyicip, loh.
Selamat makan!
Eh, ngambilnya banyak banget!
Enak!
Enak banget.
Selamat tidur.
Selamat tidur. Aku matikan lampunya, ya.
Wah, boneka!
Aku enggak bisa tidur tanpa guling!
Apaan?!
Aku enggak bisa tidur tanpa piyama!
Walau cuaca kurang cerah, tapi untuk tidak ada masalah!
Kerja bagus!
Kerja bagus!
Kerja bagus.
Bu Kurashiki, apa itu?
Air putih.
Kalau ditumpuk bisa jadi kasur, 'kan?
Balikin, Haida!
Yang kalah suit harus tidur tanpa alas, ya.
Cewek-cewek lama banget.
Mereka beneran mau datang enggak, sih?
Apa mending kita saja yang nyamperin?
Ide bagus!
Kau ikut juga, yuk, Nakamicchi!
Tidak.
Hei, hei.
Jangan sampai lupa.
Di sebelah sana adalah tenda-tenda cewek. Toilet di arah sebaliknya.
Sial!
Kita benar-benar diawasi!
Hakui sialan!
Dia bolak-balik ke depan tenda kita!
Bagaimana ini, Rui?
Sudah jelaslah!
Kita tetap seru-seruan walau tanpa cewek!
Buat mereka menyesal karena tak datang!
Eh? I-Iya ....
Siapa rajanya?
Aku!
No comments yet. Be the first to leave one.