Release info

일당백집사ㆍMayIHelpYouㆍE06ㆍMBCㆍAMZN=>WEBDL(PrimeVideoRetail)
A Commentary by LenteraMalam
Prime Video Retail

Tags

webdl
web
WEBDL
Published on: 2022-11-10
Downloads: 62
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Baek Dong-joo.

Mereka cantik.

Dan benar-benar keren.

Tanganmu.

Mau pergi minum bir?

Segelas saja.

Kau selalu menahan emosi seperti itu?

Jika kau tak bisa langsung memaki mereka, cobalah memakiku.

Kau tak tahu caranya?

Aku akan mengajarimu.

Pilih satu.

Yang memuaskan? Yang tebal?

- Yang penuh semangat? - Apa yang akan…

Apa yang akan apa? Itu lebih baik daripada hanya duduk di sana.

Baiklah, ulangi perkataanku.

- Nyonya… - Apa gunanya?

Mengubah yang dilakukan tanganku?

Tidak, itu tak akan terjadi.

Namun, seseorang memiliki kesempatan untuk bertemu putranya

dan orang lain

mampu memberi keluarganya simpanan uang rahasianya.

Tanpa tanganmu,

suami ibu Apel juga tak akan berhasil kembali hidup-hidup.

Pekerjaanmu luar biasa,

dan aku iri padamu.

Konyol.

Kau tak tahu apa itu pekerjaan rumah? Astaga…

Aku sungguh

hanya memaksa diri melakukannya karena itu pekerjaan rumah.

Jika benar, kau tak perlu melakukannya.

Kenapa berjuang begitu keras?

Jika kau menunda dan tak menyelesaikannya,

yang kau miliki hanyalah omelan dari guru.

Dipukul dan pelajaran dilanjutkan.

Kenapa kau berusaha begitu keras jika itu hanya pekerjaan rumah?

Sambil menahan emosi seperti itu.

Karena itulah menjadi sulit.

Kau tak bisa memberi tahu siapa pun.

Aku yakin kau kesepian.

Menantu perempuan itu ajumma sangat menyebalkan.

Jangan urus keberangkatan mereka besok!

- Jangan urus! - Jangan urus!

Aku memberimu izin.

- Kau payah! - Kenapa kau memukulku?

Aku memang tak ingin pergi, kenapa kau memberi pengaruh buruk?

Jika aku tak pergi, itu semua salahmu.

Beraninya kau berbicara padaku begitu?

Kau bilang usiamu 25, usiaku 30. 30!

- Menyebalkan sekali. - Apa yang menyebalkan?

- Menyebalkan! - Omong kosong menyebalkan!

Astaga, seumur hidup aku tak pernah…

Dari sana ke sini

berapa kilo?

Baek Dong-joo, bangunlah.

Ayo, bangun.

Wah, banyak sekali tangganya.

Aku tak bisa melakukan ini.

Terlalu banyak tangga.

Bangun.

Hentikan suara aneh itu. Berapa kode kuncinya?

Apa? Apa katamu?

- Satu, dua, tiga, empat… - Satu, dua, tiga, empat?

Aku lelah sekali.

Apa?

Kenapa kau di sini?

- Di mana aku? Kenapa aku bisa ada di sini? - Ini rumahku…

Apa kita

tidur bersama?

- Tidak, kita tak tidur bersama. - Tidak?

Tidak. Tak terjadi apa pun.

Syukurlah…

Kalau begitu… Ya.

Maafkan aku.

Dong-joo!

Hei, Dong-joo!

- Kita harus bagaimana? - Bagaimana aku tahu?

Apa yang kita lakukan?

- Dong-joo, barusan… - Astaga.

… kau berteriak, 'kan?

- Bukalah. Aku Seo Hae-an dari sebelah. - Apa yang aku lakukan?

- Tidak, itu bukan apa-apa. - Apa maksudmu?

Aku tahu aku mendengar teriakan.

Ada kecoak di kamarku.

Astaga, kecoak?

Bukalah jadi aku bisa

membunuh kecoak itu.

Katakan padanya kau sudah menangkapnya.

Aku sudah menangkapnya! Semua baik-baik saja sekarang.

Namun, aku tak mau tangan Dong-joo berdarah.

Tidak, tak apa-apa.

- Semuanya baik-baik saja? - Tentu saja.

Dong-joo.

Mulai sekarang, untuk hal seperti itu, cepat panggil Seo Hae-an.

- Paham? - Baiklah.

- Dong-joo. - Ya?

- Selamat pagi! - Ya, terima kasih.

"Selamat pagi," omong kosong.

Tunggu.

Baiklah, dia sudah pergi. Kau bisa pergi.

Siapa "Paman Hyang-bok?"

Panggilan Anda telah diteruskan ke pesan suara…

Anak ini, astaga!

Kak, ada apa sepagi ini?

Apa kau melihat keponakanku?

Tae-hee tak pulang semalam?

Anak ini…

Nama pemiliknya Hyang-bok?

-Ya. - Mereka tak bisa mendengar kita.

Kupikir dia mencoba kabur dari tugas kebersihan.

Kau juga curiga begitu?

Betapa hebatnya rumah tangga ini!

Dia benar-benar harus tumbuh dewasa.

Aku ingin membantu, tapi

aku harus pergi bekerja.

Tak apa-apa.

Kau lebih baik dari keponakanku sendiri.

Bedebah ini…

Bagaimana sekarang?

Apa lagi yang bisa kita lakukan selain menunggu?

Aku harus pergi. Aku punya pekerjaan.

Pergilah. Aku akan pergi sebentar lagi.

Aku harus mandi.

Keponakan pergi entah ke mana, entah melakukan apa semalaman

dan pamannya menyapu tangga.

Sebentar lagi usiaku 40 tahun dan…

Aduh, punggungku.

Astaga, kenapa tangganya banyak sekali?

Seharusnya kujual semua ini dan pindah ke apartemen atau semacamnya.

EPISODE 6 - METODE PENGHIBURAN

Kau di sana?

Ke mana dia pergi?

Baek Dong Joo.

Jangan takut!

Pengurus pemakaman.

Ya.

Semoga kau tak salah paham.

Anakku nakal sekali.

Dia tak paham banyak hal.

Tolong jangan salah paham.

Kau tak tahu betapa bersyukurnya aku.

Berkat Anda, aku bisa mengirim ibu mertuaku dengan benar.

Terima kasih banyak.

Sungguh. Semoga kau diberkati.

Aku akan menyimpan kartu namamu.

Aku akan senang bertemu kau lagi jika ada almarhum lain.

Tidak bertemu lagi, itu yang terbaik.

Benar.

Aku bukan ayam!

Bersenang-senang?

Bisakah kau tersenyum saat ini?

Kendalikan dirimu.

Ada apa denganmu?

Di mana saja kau semalaman?

- Usiaku 30 sekarang. - Sungguh?

Aku pamanmu.

Kau tertawa?

KIM GEON-WOO PUTRA KIM JOON-HO

SEWA MURAH UNTUK PEKERJAAN

KIM TAE-HEE

- Kerja bagus, Dong-joo. - Terima kasih. Kau juga.

PEMBAYARAN KARTU TOKO KELONTONG RUMAH SAKIT BAGIAN ANAK

Hei, Sayang.

Apa Seoul sudah memberi penghargaan kepadamu?

Putri Tahun Ini?

Apa?

Kau memberi ayahmu pekerjaan jika dia terlalu bosan berdiam saja.

Kau bilang akan datang jadi Ayah membeli buah.

Sekarang semuanya segera busuk. Ayah akan bersenang-senang.

Ayah, kenapa begitu sinis?

Seharusnya Ayah makan saja. Kenapa disimpan begitu lama?

Aku cukup makan. Aku tak membutuhkan semua itu.

Ya, benar. Tak mudah menghabiskan buah jika hidup sendirian.

Ada sesuatu yang lain di sini!

Ada sebungkus besar ikan sabuk karena mungkin kau tak akan memakannya

tapi tampaknya bagus untuk beberapa kucing liar sekarang.

Baiklah. Aku akan segera pulang!

Di mana lagi?

Aku belajar di sekolah.

Kenapa kau ke sini?

Untuk Misa Peringatan. Lalu Paman teringat kepadamu.

Aku telah

pindah kembali ke rumah itu.

Sewa Murah Untuk Pekerjaan.

Apa pria itu sudah pindah?

Apa Paman salah dengar?

Bukankah itu rumah pemiliknya?

Benar.

Dia minta maaf.

Mengejutkan.

- Setelah mengamuk kepadamu? - Aku tahu.

Namun, lalu aku mengetahui dia

- pergi ke Jembatan Incheon. - Apa?

Dia bilang terus memikirkannya.

Omong-omong,

dia menyelamatkan kepala pelayat kami. Kupikir dia bukan orang jahat.

Sungguh orang yang tak terduga.

"Aku tak bisa mendengarnya. Karena kau."

Rupanya itu yang paling membebani pikirannya.

Mungkin dia tak tahan menyalahkan diri. Ada orang yang tak bisa.

Kenapa itu membebani pikirannya?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left