Specials

Release info

강남 스캔들 Gangnam Scandal E07 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-12-05
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 7"

Aku mencintaimu, So Yu.

Astaga, dia sangat romantis.

Apa kamu gila?

Ya, aku tergila-gila padamu.

Astaga, kata-katanya sangat bagus. Cium dia!

- Cium dia! - Cium dia!

- Cium dia! - Cium dia!

- Cium dia! - Cium dia!

- Cium dia! - Cium dia!

- Cium dia! - Cium dia!

- Cium dia! - Cium dia!

- Cium dia! - Cium dia!

Bagaimana kamu bisa melakukan hal yang tidak masuk akal?

Sudah kubilang aku pacar Se Hyun.

Tidak bisakah kamu melihat ini?

Lihat? Aku sudah tergila-gila padamu.

- Apa kamu pikir aku bercanda? - Aku juga tidak bercanda.

Lalu kenapa kamu

menyatakan perasaanmu kepada pacar orang lain?

Maksudnya, bahwa orang lain yang bisa dibilang adalah saudaraku.

Jadi, ini seperti menyatakan perasaanku kepada saudara iparku.

Apa kamu akhirnya sadar?

Apa pentingnya itu bila aku tergila-gila kepadamu?

Aku jatuh cinta kepadamu

begitu aku melihatmu.

Aku ingin kamu memilih antara aku dan Se Hyun.

Aku memilih Se Hyun. Mengerti?

- Apa yang kamu sukai dari dia? - Semuanya. Paham?

Apa yang tidak kamu sukai dariku?

Semuanya dari kepala sampai ujung kaki. Paham?

Kamu pasti bosan.

Mau kujodohkan dengan gadis cantik yang punya banyak waktu?

Aku punya daftar gadis seperti itu di ponselku.

Berarti kamu harus memberikan ini kepada salah satu dari mereka.

Mereka sudah mendapatkannya.

Kamu mudah merasa takut.

Itu karena aku trauma setelah kamu memukulku dengan bantal.

Bawalah ini.

Jika semua gadis yang ingin bunga dariku kubariskan,

antreannya sampai tiga kali keliling Stadion Piala Dunia Seoul.

Kamu harus menerimanya daripada menyesalinya nanti.

Kamu Myung Ji Yoon, si penyiar itu, bukan?

Maaf, tapi bisakah kita berfoto bersama?

Kamu bisa melihat bunga saat mencuci piring.

Aku tidak bisa bedakan kamu dengan bunganya.

Kamu bisa menjadi model sarung tangan karet.

Kamu tampak cantik meski memakai sarung tangan karet.

Astaga.

Mari jangan bertindak sejauh itu.

Semangkuk besar air terlalu berlebihan.

Kamu bisa menyiramkan itu padaku setelah kita menikah.

Astaga.

Hei, Ji Yoon.

Ayo cari makan.

Tidak, aku harus menyelesaikan pekerjaan rumahku untuk les privat.

Kamu bisa suruh Se Hyun mengerjakannya untukmu.

Kamu pernah dimarahi karena melakukan itu.

Apa kamu tahu betapa sedih rasanya

jika kamu lapar saat dimarahi?

- Ayo. Mari makan. - Aku sedang diet.

Kenapa kamu mau menurunkan berat badan? Kamu sudah cantik.

Hei, Seo Jun! Berhenti!

Astaga. Hei!

Hei, Ji Yoon. Ada apa?

Seo Kyung, bisakah kita bertemu?

Ada sesuatu yang ingin kukatakan kepadamu.

Aku sudah cari jalan keluarnya dengan Tim Hukum.

Bu Hong mungkin memiliki bakat,

tapi dia akan berakhir di penjara saat dia mengambil

sebungkus kopi instan dari kantor.

Apa kamu pikir dia akan benar-benar berhenti?

Bagaimana jika dia kembali dengan tahi lalat palsu di wajahnya?

Astaga, Ayah mengejutkanku.

Ayah, bisakah Ayah mengetuk?

Ini perusahaanku.

Kami sedang mendiskusikan masa depan Grup LX.

Apa kalian batu gerinda?

Kalian berdua memiliki otak batu.

Ayah.

Di mana meja Seo Jun?

Apa maksud Ayah?

Dia setuju untuk belajar darimu.

Seo Jun akan bekerja untuk Seo Hyung? Sejak kapan?

Bagaimana Ayah bisa memutuskan itu tanpa memberitahuku?

Di mana kantor Seo Jun? Bagaimana kamu mendesainnya?

Aku belum membuatkan kantor untuknya.

Dahulu saat kantormu sedang dibuat, kamu begitu heboh

ingin mengimpor furnitur dari Prancis.

Tapi kamu tidak peduli sama sekali tentang kantor Seo Jun.

Tidak, bukan begitu. Aku hanya perlu menyelesaikan suatu hal dengannya.

Berhentilah membuat alasan, dan mulailah membangun kantornya.

Baik.

Sekarang juga.

Tolong masuk sekarang.

Kami membutuhkan kantor untuk Seo Jun.

Sudah selesai, Bu Choi.

Bagus. Ayah lihat itu?

Tapi siapa yang menyuruhmu membangun kantornya?

Bu Hong.

Dia memilih semua desain interior dan furnitur.

Ayah, jangan teperdaya.

Dia hanya

memanfaatkan Seo Jun untuk mengelabui Ayah.

Ayah bisa saja memanggilnya ke kantor daripada datang ke sini.

Apa? Apa dia sudah mengambil semua barangnya dan pergi?

Astaga, Ayah. Apa Ayah baik-baik saja?

Astaga.

Astaga, itu sakit.

Ke mana ruang tunggunya?

Aku tidak tahu.

Bukankah itu ruang rapat?

Mereka pasti merobohkan temboknya.

"Direktur Perencanaan Strategis, Choi Seo Jun."

Apa ini kantor Seo Jun?

Astaga, Sayang.

Kamu sedang di kantor.

Aku ingin Bibi memanggilnya sesuai jabatannya.

Kamu harus melakukan hal yang sama.

Sedang apa Bibi di kantor adikku?

Kami pikir ini ruang tunggu.

Sayang, kantornya sangat bagus.

Seolah-olah aku ada di Manhattan, New York.

Ini persis seperti yang diinginkan Seo Jun.

Bu Choi, aku sangat terkesan.

Kamu memang punya selera bagus.

Aku bisa merasakan cintamu untuk adikmu di penjuru kantor ini.

Seo Jun kita akan sangat tersentuh.

"Seo Jun kita"?

Aku dengar kamu berada di tahap awal Alzheimer

jika kamu mulai salah memilih kosakata.

Kamu harus berobat.

Bu Choi.

Sayang.

Ada apa dengan semua ini?

Bu Hong menyuruh kami untuk mengisi kulkas.

Apa dia sudah kembali?

Di mana dia sekarang?

Maafkan aku, Pak.

Kami kurang tahu.

Aku sudah punya firasat kalau dia merencanakan semua ini.

Lihatlah bagaimana dia mengantarkan

semuanya tepat waktu ketika Ayah di sini.

Dia sangat mengesankan.

Apa kamu mengatakan itu padaku?

Kamu pasti berpikir

aku sengaja menunggu di sini agar aku bisa bertemu Jin Bok.

- Aku tidak punya banyak waktu... - Bibi.

UUS.

Apa? Apa artinya itu?

Dia baru memakiku, bukan?

Itu hanya singkatan dari "urus urusanmu sendiri".

Astaga, kenapa dia begitu kasar?

Jika kamu menyebut tren itu kasar, aku tidak bisa bilang apa-apa.

Kami akan kembali lagi nanti.

Kami tidak tahu Anda akan ada di sini, Pak.

Hei, apa itu?

- Ini... - Dia baru bertanya apa itu.

Bukan apa-apa.

"Pengaturan Kulkas Direktur Choi Seo Jun"

"Bagian Sayur. Wortel dan seledri"

"Lemari Pembeku. Bersihkan kotak es setiap tiga hari"

"Jus tomat, susu kedelai, minuman olahraga. Soda dilarang"

Apa ini?

Bu Hong...

Dia mendapat bayaran sebesar itu, dan hanya ini

yang dia lakukan?

Dia lebih seperti pembantu daripada penasihat.

Berikan itu padaku.

Jangan melihatnya, Ayah.

"Pengaturan Kulkas Direktur Choi Seo Jun"

Bu Hong sangat teliti.

Perusahaan kita tidak bisa berjalan tanpa dia.

Ayah, jangan bilang Ayah tersentuh oleh tipuan murahannya.

Datanglah ke kantorku

dengan Direktur Hong setelah selesai membersihkan.

Baik, Pak.

Sayang.

Mi Ri.

Kalian antek-antek Bu Hong.

Ibu?

Ibu, buka pintunya.

Ibu baik-baik saja, jangan ganggu ibu.

Cepat buka pintunya.

Ibu, apa Ibu baik-baik saja?

Ya, ibu baik-baik saja.

Ibu.

Ibu hanya pusing. Ibu baik-baik saja.

Gantilah baju agar kita bisa pergi ke rumah sakit.

Ibu akan baik-baik saja jika berbaring sebentar.

Lekaslah ganti baju.

Ibu.

Apa masalahnya?

Apa kondisinya tiba-tiba menjadi lebih buruk?

Tidak, bukan itu masalahnya.

Apa kamu malas makan belakangan ini?

Aku sudah mencoba makan, tapi aku benar-benar tidak bisa.

Kamu perlu makan dengan rutin agar bisa menerima pengobatan.

Akan butuh stamina besar.

Kenapa dia tiba-tiba sakit?

Gangnam Scandal subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Gangnam Scandal

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left