The first 200 lines.
Edited
Edited some
Edited some timing
Edited some timing and
Edited some timing and subtrans
Edited some timing and subtrans by
Edited some timing and subtrans by
Edited some timing and subtrans by i
Edited some timing and subtrans by it
Edited some timing and subtrans by it'
Edited some timing and subtrans by it's
Edited some timing and subtrans by it's 2
Edited some timing and subtrans by it's 29
Edited some timing and subtrans by it's 29
Edited some timing and subtrans by it's 29
Thanks for original translator : Deslycious
Kau mau gantian?
Tidak usah, aku masih kuat.
Kita pulang aja yuk.
Michiru sendiri kan yang ngajak kami ke sini.
Iya sih.
Sudahlah, aku bisa jalan sendiri.
Tidak boleh. Jangan memaksakan diri.
Sudah kubilang, aku tak apa.
Aku sudah putuskan! Aku akan menggendong Saku sampai ke puncak.
Kenapa aku harus menuruti keputusanmu? Kau kan bukan seorang raja.
Kau seperti seorang raja yang sedang menggendong prajuritnya.
Ayo lari!
Lihat.
Pelangi!
Enoshima Prism
江 ノ 島 プ リ ズ ム
Kau mau tidur sampai kapan?
Jendelanya kubuka ya.
Buka saja.
Cepat siap-siap.
Sudah dua tahun berlalu. Apa Michiru tidak pulang?
Dia tidak akan pulang.
Aduh!
Jangan lemas begitu!
Kenapa, sih?
Sudah lama aku tidak bermimpi tentang masa kecilku.
Dulu kami selalu bertiga.
Sampai saat sebelum kematian Saku.
Shu-chan, tunggu diatas saja.
Ini.
Tolong berikan pada Saku./ Ini surat cinta?
Bisa dibilang begitu./ Kalau begitu berikan saja sendiri.
Kau tidak pernah mengerti perasaan seorang gadis, ya.
Tunggu./ Kau ada pertandingan, kan.
Hei, kembalikan!
Tolong, ya.
Apa kau tidak datang ke pertandinganku?
Kau cemas ya kalau Dewi Kemenangan tidak datang?/ Dewi Kemenangan apanya?
Mungkin aku baru akan bertemu Saku setelah pertandingan.
Tidak apa-apa.
Shuta!
Jaga dirimu, ya.
Kenapa bisa begini?
Ah, Shu-chan. Ada apa?
Apa Saku ada?
Dia ada pemeriksaan./ Ah, begitu. Apa aku boleh meminjam sepeda Saku? Rantai sepedaku putus.
Pakai saja.
Lalu, ini. Ini dari Michiru, tolong berikan pada Saku kalau dia sudah kembali./ Ya.
Shuta!
Shuta!
Dia ditemukan terjatuh di depan stasiun.
Kenapa dia harus berlari sekuat tenaga seperti itu?
Kenapa?
Dia ingin mengantar Michiru.
Michiru?
Katanya dia akan pergi ke Inggris untuk belajar.
Itu yang tertulis di dalam surat.
Shu-chan.
Ingatlah wajah Saku baik-baik.
Maaf menunggu lama.
Maaf, ya.
Silahkan kopinya./ Terima kasih banyak.
Gulanya 1.. 2.. 3.. 4, ya?/ Ah, itu waktu aku masih SD.
Ah, begitu, ya. Shu-chan sudah jadi mahasiswa, ya?/ Aku murid sekolah malam.
Kalau begitu akan aku ambilkan lagi./ Tidak perlu./ Yang benar?
Rasanya sama seperti dulu.
Semua barang disini kubiarkan seperti dulu.
Hanya di sini waktu rasanya seperti berhenti.
Kupikir Shu-chan tidak akan datang./ Maaf.
Saat upacara pemakaman kau juga tidak masuk ke dalam, kan?
Apa kau... merasa bertanggung jawab?
Yang pasti, dia meninggal karena penyakitnya.
Sudah menjadi takdir bahwa waktunya hanya sampai di situ.
Aku selalu berfikir seperti itu. Kalau alasannya begitu aku bisa menerimanya.
Sering-seringlah datang kemari.
Saku pasti akan senang, aku sendiri juga pasti merasa senang.
Baik.
Kalau kau mau, kau boleh mengambil sesuatu. Sebut saja warisan, untuk kenang-kenangan.
Kenangan?/ Aku tidak ingin Saku dilupakan oleh temannya.
Karena hal yang paling menyedihkan adalah saat kita dilupakan.
Aku tidak akan mungkin melupakannya.
Terima kasih.
Silahkan kalau mau melihat-lihat, aku ke bawah dulu.
Kimi mo Time Traveler
Kau Juga Penjelajah Waktu
Apa ini?
Cara pakai. Bayangkan masa yang ingin kau datangi.
Apa benar bisa menjelajah waktu dengan barang seperti ini?
Kenapa kau berpakaian seperti itu?
Saku?!
2010. Berarti ini 2 tahun yang lalu. / Hei! Apa yang kau lakukan?
Maaf.
Saku, tanggal berapa sekarang?
20 Desember, apa kau baik-baik saja?
Berarti hari ini sehari sebelum kematianmu?
Rasanya aku pernah melihat ini./ Aku datang dari masa depan.
Wah, hebat. kalau begitu mana mesin waktunya?/ Kau tidak mempercayaiku?
Apa kau pikir aku akan percaya?/ Tentu saja kau... tidak akan percaya, ya.
Kita harus segera berangkat, kalau terlambat Michiru pasti akan berisik.
Michiru?
Sial, sebenarnya ada apa dia memanggil kita di saat libur musin dingin seperti ini?
Saku. Kau benar Saku, kan?/ Ya aku Saku.
Pagi.
Kalian lama!
Kalian lama sekali!
Lama tidak jumpa.
Bukannya kemarin kita baru bertemu? Lagipula kenapa kau berpakaian seperti itu?
Hari ini dia aneh sekali, apa karena dia habis makan jamur yang tumbuh di belakang gedung olahraga, ya?
Katanya dia itu penjelajah waktu.
Kau mau saja makan jamur seperti itu, untung perutmu tidak bermasalah.
Benar juga, 2 tahun yang lalu hari ini aku keracunan makanan dan terkena diare.
Dasar Saku, kenapa aku percaya saja padanya dan memakannya.
Gara-gara itu, saat pertandingan keesokan harinya aku sama sekali tidak bisa berkutik.
Saku sialan!
Jelaskan kenapa kau menyuruh kami datang ke sekolah./ Itu... rahasia.
Apa-apan itu.
Shuta!
Apanya yang Shuta!
Perutku sakit sekali tahu./ Itu kan perutmu.
Apa kita datang ke sekolah hanya untuk bersih-bersih?
Apa?/ Bukan apa-apa.
Jangan hanya mengeluh. Menurutku ini justru menjadi kenangan yang indah.
Bersih-bersih pekerjaan anggota OSIS, kan? Kemana yang lainnya?
Mereka sibuk belajar, kerja paruh waktu dan pacaran. Yang senggang hanya kalian.
Kalau aku sih tidak masalah, tapi Shuta besok ada pertandingan penting, tahu!/ Kau ada latihan basket jam berapa?
Sudahlah, besok kami sudah pasti kalah.
Kenapa kau bicara begitu?
Tidak seperti biasanya.
Kami akan kalah. Aku mengincar Three point, tapi gagal.
Sepertinya kau sudah mengetahui hasil akhirnya. Benar juga, katanya kau datang dari masa depan, kan?/ Masa depan?
Jam tangan mesin waktu!
Dasar bocah!
Apa kau tidak percaya?
Kenapa?
Benar atau tidak kita buktikan saja nanti.
Siap?
Ini foto untuk apa?/ Bukti kalau kita sudah bersih-bersih. Lihat kedepan dan tersenyumlah.
Apa terpotret dengan bagus?
Kalau hari memang benar 20 desember 2 tahun yang lalu...
..maka besok, Michiru akan pergi ke Inggris tanpa memberitahu kami.
Shuta!
Wah, hebat.
Hei, coba lihat!/ Apa?/ Hebat. Indahnya.
Prisma, ya?
Ah, aku punya ide bagus.
Selesai!
Shuta! Sudah jadi.
Terima kasih.
Kau harus memikirkan kemana arah cahayanya. Kenapa ada celah selebar ini?
Harusnya begini./ Ah, begitu ya.
Indah sekali.
Aku pasti tidak akan melupakan pemandangan ini.
Sebelumnya juga pernah ada hal seperti ini, kan?
Benar!
Waktu kita masih kelas 3 SD saat mendaki puncak bukit Enoshima.
Pelangi! Kita melihatnya, ya./ Shuta kau masih mengingatnya dengan baik, ya.
Aku tidak mungkin melupakannya.
Andai ini abadi selamanya.
Eh, bukannya itu Shuta?
Bukannya dia bilang tidak datang latihan karena keracunan makanan?
Hanya alasan, ya. Tidak akan kubiarkan.
Ayo kita pergi./ Ya.
Michiru, kau besok...
Shuta?
Dia menghilang.
Kau mau tidur sampai kapan?
Jendelanya kubuka ya.
Buka saja.
Cepat siap-siap.
Sudah 2 tahun berlalu. Apa Michiru tidak pulang?
Dia tidak akan kembali.
Hei!
Ada apa?
Ibu, hari ini tanggal berapa, bulan apa dan tahun berapa?
20 Desember 2012. Apa kau lupa hari kematian Saku-chan?
Jadi aku sudah kembali?
Apa kau baik-baik saja? Kau bermimpi aneh, ya?
Mimpi? Sepertinya bukan.
Kau harus benar-benar bangun!
Shuta-kun?
Sudah lama tidak berjumpa Matsuda-sensei./ Sudah lama tidak berjumpa, ada apa?
2 tahun lalu, apa Anda melihat pelangi di kelas ini?
Pelangi?
Ah jadi itu ulah kalian?/ Anda melihatnya?/ Benar-benar indah.
No comments yet. Be the first to leave one.