The first 112 lines.
Angelica, semua pesanannya sudah lengkap?
Hugo.
Ya, sudah semua kalau berdasarkan pada surat yang dikirimnya.
Apa semua ini untuk muridnya?
Mungkin.
Ya, bisa dibilang ini adalah perlengkapan untuk pemula.
Tapi, tak disangka juga pria setengah matang sepertinya bisa punya murid.
Hugo.
Dasar.
Baiklah, kita mulai.
Ya.
Aku sudah siap kok, Angelica.
Ya.
Menitis, menitiskan air.
Menempa, menempakan baja.
Urai emasnya, potong lumpangnya, putar...
Angelica!
Apa-apaan, sih?
Kalau tak salah ada di sekitar sini.
Ketemu.
Ini adalah hadiah dariku.
Aku harap mereka menyukainya.
Makanya, tadi sudah kutanya apa semua pesanannya sudah lengkap atau belum.
Aku lupa yang satu ini.
Buku dari negeri si murid, ya?
Kebetulan aku menemukannya di toko buku bekas.
Ayo kita ulangi, Hugo.
Siap.
Menitis, menitiskan air.
Menempa, menempakan baja.
Urai emasnya, potong lumpangnya,
putar kincir air dalam selimut pekat malam dengan tangan.
Biarkan apa yang seharusnya pergi, terus mengalir menuju ke tempat semestinya.
Nah, tolong langsung kirimkan ke Ainsworth dan muridnya, Chise.
ZainuddinAri mempersembahkan
Penantian pada Bintang
Penantian pada Bintang
Selamat pagi, Ruth.
Selamat pagi, Chise.
Ya?
Apa obat yang kupesan sudah siap?
Obat batuk, ya?
Elias.
Mau teh Darjeeling?
Ya.
Tolong buatkan.
Belakangan ini, sering sekali masakan berbahan tomat, ya.
Karena sekarang musim panas, jadi kita dapat banyak panen.
Begitu rupanya.
Ruth, kau juga mau sarapan, 'kan?
Ya, Chise.
Gremlin?
Aku menyuruhnya betulkan sesuatu yang dia rusak.
Selamat makan.
Kau tak makan?
Oh, bukan begitu.
Suasana hatinya terlihat sedang jelek.
Se-Selamat makan.
Duh, berlepotan begitu, Ruth.
Chise.
Ya?
Apa jadwalmu hari ini?
Aku akan periksa kebun di belakang, dan memetik yang sudah siap panen.
Herbanya pun sudah tumbuh dengan baik,
jadi aku ingin mengeringkannya.
Setelah selesai, aku akan belajar sihir seperti biasa.
Apa yang mau kau pelajari?
Ada buku yang belum selesai kubaca, jadi ingin kuteruskan.
Buku yang kuberikan tempo hari?
Ya.
Chise, menambah pengetahuan secara teori memang baik,
tapi kau pun harus cari pengalaman lewat praktik.
Tapi, rasanya cukup berbahaya.
Jadi, kupikir lebih baik dipelajari menyeluruh dulu.
Itu pun merupakan hal yang penting.
Tapi, aku adalah gurumu.
Kau boleh memberitahuku kapan pun di saat ingin bereksperimen.
Baik.
Biar kupilihkan buku yang cocok untukmu,
jadi beri tahu...
Sebentar.
Ma-Maaf.
Aku tak bisa tangkap semua barang yang tiba-tiba jatuh menimpaku ini.
Tak masalah.
Tapi, Angie benar-benar mengepak barang terlalu banyak, ya.
Kak Angelica?
Aku pesan peralatan yang bisa kaugunakan untuk belajar.
Jadi, semua ini untukku?
Benar.
Buku-bukunya sendiri mungkin masih terlalu dini untukmu,
tapi aku akan siapkan peralatan lain supaya bisa kaugunakan.
Ada apa?
Tidak.
Oh.
Gunakan ini saat ingin pergi ke hutan.
Gunakan ini saat ingin kumpulkan peri.
Buku ini cukup mudah untuk dipahami, lo.
Kalau yang ini...
Nah, Chise, ayo kita bawa ini ke ruang belajar.
Ruang belajar?
Ah, aku belum menunjukkannya padamu, ya?
Belum.
Apa boleh kuselesaikan sarapan dulu?
Sepertinya harus.
Kau tak mau masuk?
Baik.
Ada apa?
Elias, begini...
Apa boleh kurapikan ruangan ini?
Karena rasanya agak sulit kalau ingin cari sesuatu.
Ya, aku tak keberatan.
Ruth.
No comments yet. Be the first to leave one.