Release info

핀시카고 타자기ㅡㅡChicago TypewriterㅡE02ㅡDitaSafitri
A Commentary by Writer_Ayra
Chicago Typewriter E02 manually translated by Dita Safitri. Enjoy and rate if you like!

Tags

other
Published on: 2017-04-09
Downloads: 47
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Jangan ngawur kau.

Mana ada orang tolol yang membiarkan sebuah novel menghancurkan hidupnya.

Kaulah yang menghancurkan hidupmu sendiri.

Tunggu apa lagi? Cepat telpon polisi.

- Ada masalah apa - Apa yang terjadi?

Astaga. - Mohon minggir.

- Ya ampun. - Ada apa ini sebenarnya?

- Aku tidak tahu. - Yang kudengar ada suara tembakan.

Aku dengar suara tembakan.

- Seram sekali. - Ngeri.

Benarkah?

Ya ampun.

Terima kasih atas kerjasamanya.

Akan kutelpon kalau terjadi sesuatu lagi. Aku permisi.

Bisa kita bicara sekarang?

Omong-omong,

aku merasa agak pusing sekarang.

Bisakah kita masuk dan..

Kau tidak paham ya dengan situasi ini?

Setelah aku memeriksa apakah kau kaki tangan si penguntit itu atau bukan,

aku baru bisa memutuskan apakah aku akan menyerahkanmu ke polisi atau tidak.

- Aku... - Jadi kenapa juga aku harus mengizinkanmu masuk?

Aku bukan kaki tangannya.

Aku hanya mencoba membantumu.

Kalau begitu, jawab aku.

Bagaimana kau bisa masuk tadi?

Gerbang dan pintu depannya terbuka.

Menurutku, penguntitnya..

yang membuka pintu.

Polisi bisa mengeceknya nanti, jadi lupakan saja soal itu.

Lantas, bagaimana bisa kau kembali lagi?

Bagaimana kau bisa tahu aku dalam bahaya dan kau kembali ke rumahku?

Itu karena...

mendadak anjingnya menyalak, jadi aku mengikutinya.

Kau bilang itu karena anjingnya yang menggonggong.

Ya. Omong-omong..

Aku.. aku merasa...

agak sedikit pusing sekarang.

Hei! Hei, bangunlah!

Tidak!

Apa?

Oh, astaga.

Ya.

Di mana kau? Kenapa kau belum pulang juga?

Kau kan seharusnya mengetik untukku, 'kan?

Apa karena bayaranku yang kuberikan kurang?

Maafkan aku, tapi sekarang aku sedang tidak bisa bicara denganmu.

Kenapa kau kedengaran sedang mengendap-endap?

Di mana kau sekarang?

Aku sedang ada di kamar Penulis Han Se Ju.

Apa?

Kenapa kau bisa ada di sana?

Aku tidak tahu. Aku seperti hilang ingatan. Aku tutup, ya. Dah.

Heol.

Sepertinya kalau kau berharap setengah mati pada sesuatu..

pada akhirnya kau akan mendapatkannya.

Apa tidak ada orang di sini?

Lihat buku-buku ini.

Di mana pintu depannya?

Tempat ini keren sekali.

Lihat koleksi bukunya.

Apa yang kau lakukan di sini?

Keluarlah.

Astaga.

Tunggu, Penulis Han.

Tunggu.

Kenapa kau terus-terusan masuk ke ruanganku tanpa izin?

Maafkan aku. Tapi pintunya memang terbuka.

Ampun deh.

Bukan begitu, kok.

Siapa kau sebenarnya?

Apa kau gadis penjaga lift?

Kenapa pintunya selalu terbuka setiap kali kau ke sini?

Sekarang kau percaya soal itu?

Kalau aku percaya, kenapa memangnya?

Sekarang kau mau main masuk saja ke rumahku tanpa rencana apapun?

Kenapa? Apa kau sudah pecah kongsi dengan anjingnya?

Apa dia mengundurkan diri karena bayarannya terlalu kecil?

Jadi, kau masih tidak percaya padaku soal anjing itu.

Kenapa kau begitu tertarik pada mesin ketik itu?

Apaah kau juga yang memeriksa kamera pengintainya?

Apa yang kau... kapan aku.. Bagaimana aku..

Yang membawanya 'kan kau. Jadi itu mungkin saja.

Kapan aku..

Sebuah paket dikirimkan untukmu. Tunggu!

Apa paketnya..

Lupakan saja.

Kau berpura-pura pingsan seolah kau tidak akan..

bangun selama jutaan tahun.

Kenapa kau ke sini?

Fokus saja pada ramyeonnya.

Makanlah dalam diam.

Kalau kau tidak bisa memamah biak seperti sapi,

kunyahlah makananmu dengan benar.

Aku tidak bisa memanggil dokternya sampai dua kali.

Baiklah.

Omong-omong, apa kau duduk di sini karena kau tidak mau aku makan sendirian?

Jangan mimpi kau.

Aku memperhatikanmu karena aku takut..

kau akan berkeliaran dan melakukan yang tidak-tidak di sini.

Begitu, ya.

Jadi kau sekarang percaya kalau aku bukan penguntit..

Jangan ngarep, deh.

Aku sekarang sedang mencurigaimu.

Setelah aku menyelamatkan nyawamu, kau masih saja bersikap dingin.

Mari kita luruskan semuanya.

Aku tidak minta kau selamatkan, kau sendiri yang mendadak muncul.

Seperti yang kubilang,

aku ini jago bela diri.

Aku bisa saja melumpuhkan dia.

Tapi bukankah kau sengaja tidak membawaku ke rumah sakit dan membiarkanku di sini...

karena kau agak cemas dan sedikit berterima kasih..

Ada banyak wartawan di mana-mana

Semua koran dan obrolan masyarakat serta koran..

akan dipenuhi olehku besok.

Apa aku harus masuk kolom gosip juga?

Kau ini lebih panikan daripada Barisan Demarkasi Militer, ya.

Padahal ini sama sekali bukan zona militer.

Apa kau pernah belajar menembak?

Caramu memegang pistol seperti seorang penembak jitu.

Apa kau pernah belajar menembak?

Pernah, dulu sekali.

Apa maksudmu 'dulu sekali'?

Kapan memangnya?

Saat aku masih SMA.

Aku dulu adalah anggota tim penembak nasional.

Aku berhenti di kelas 2.

Waktu SMA.

Kau sepertinya mulai agak tertarik..

- padaku, - Sudah kubilang jangan ngarep.

Aku tidak pernah tertarik pada orang lain.

Kenapa kau terus menyuruhku berhenti berharap padamu? Memangnya aku ini biksu?

- Kenapa kau berhenti? - Apa?

Kenapa kau berhenti menembak?

Apa karena tanganmu gemetaran?

Itu rahasia besarku.

Ada luka yang tak bisa kuceritakan.

Apa karena kau seorang penggila alkohol?

Tidak. Biasanya orang akan meninggalkanku saat mereka tahu rahasiaku ini.

Akan kuceritakan kalau kita sudah dekat nanti.

Sayang sekali.

Itu artinya aku tidak akan pernah tahu apa rahasiamu.

Pergilah kalau kau sudah selesai.

Aku berharap hidupmu bahagia.

Haruskah aku membantumu mengetik?

Kenapa memangnya?

Apakah menenggak semangkok ramyeon membuatmu jadi bersemangat..

untuk membuat kerusuhan lain di sini?

Sepertinya kau sedang terdesak, tapi kau tidak bisa mengetik dengan baik sekarang.

Aku punya sertifikat mengetik. Aku bisa mengetik dengan sangat cepat.

Aku bisa mengetik dengan kecepatan 700 sampai 900 karakter permenit.

Bisakah aku membantumu dan kita impaskan semua?

Aku tidak bisa percaya aku sedang membaca naskah mentahmu. Aku merasa bersemangat.

Jangan katakan hal-hal semacam itu.

Itu selalu membuatku ngeri dan mengingatkanku pada film "Misery".

Oh, benar. Ada satu kalimat dari "Misery".

"Orang yang bisa membaca naskah awalku adalah editorku,"

"perwakilan resmiku, dan seseorang yang sudah menyelamatkan nyawaku."

Astaga. Kupikir-pikir, aku sepertinya memang menyelamatkan nyawamu..

Akulah yang menyelamatkan nyawamu.

Kau pingsan sehabis menghancurkan peralatan golfku..

yang merupakan hadiah dari Tiger Woods.

Aku lalu memanggilkan dokterku yang mahal untuk menyelamatkan hidupmu.

Itu benar, tapi aku menyelamatkanmu..

Tidak bisakah kau jangan bernapas dan tutup saja mulutmu itu?

Seperti seekor ikan branchia.

Kau mau aku tutup mulut? Aku harap aku salah paham dengan ucapanmu.

Kau paham ucapanku dengan sangat baik.

Baiklah.

Astaga.

Tidak bisakah kau lebih cepat? Lakukan dengan cepat.

Kau sendiri yang bilang kalau kau ini adalah seorang pembelajar yang cepat paham.

Kapan selesainya kalau cara mengetikmu begitu?

Kalau begitu perbaikilah tulisan tanganmu.

Karena tulisanmu acak-acakan makanya aku jadi lama mengetiknya.

Waktumu 30 menit lagi.

Kalau terlambat tulisannya tidak akan dimuat di koran.

Apa aku pernah menyuruhmu mabuk-mabukan dan melukai tanganmu sendiri dengan botol bir?

Aku 'kan tidak pernah memintamu berbuat seenaknya kalau tenggat menulismu sudah dekat.

Pergilah. Korannya akan naik cetak dalam 10 menit. Cepat!

- Kenapa juga aku harus melakukannya? - Kau kan lebih cepat bergerak dari aku.

Sialan. Akan kuberikan setengah bayaranku padamu.

Cepatlah, kumohon.

Baiklah!

Pergi.

Sudah kubilang tulislah sesuatu yang luar biasa.

Novelmu itu novel kelas 3. Buang-buang kertas saja.

Hei, Yoo Su Yeon!

Omong-omong,

Apa kau merasakan perasaan aneh juga?

Tunggu, kau juga?

Aku merasa seolah-olah ruang dan waktu seperti runtuh.

Apakah..

ada gempa?

Apa?

- Bukan gempa! - Gempa!

Omong-omong,

apakah kau merasakan perasaan yang aneh juga?

Tunggu, kau juga merasakannya?

Rasanya ruang dan waktu seakan runtuh.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left