The first 200 lines.
diriku menunggu, menunggu dirimu
sampai esok hari berjalan seperti masa lalu
aku datang untuk berhenti, berhenti untuk berkaca
pada hari di mana aku harus meratapi diri
kenanganku terbentang menjadi abadi
dan kusadari diriku tak bisa mencari kebenarannya
aku pun jadi selalu menyakiti diri
menangis sendirian di sudut hatiku
masa lalu menyuruhku jangan menyerah
namun semua mengalir layaknya air di sungai
"penyesalan," aku ingin sekali mengatakannya
tapi aku kehilangan kesempatanku di hari itu
aku menunggu, menunggu dirimu
sampai esok hari berjalan seperti masa lalu
hari ini aku menyakiti diriku lagi
mengukir bekas luka agar selalu kuingat
karena ku tak ingin melupakan dirimu
hanya akulah satu-satunya yang mengawasimu
masa lalu maupun masa depanmu
penderitaanmu maupun kegembiraanmu segalanya
aku percaya seseorang akan menjadi lebih baik hati
saat mereka sudah lebih dewasa
namun diriku masih tak berubah dari saat kecil
karena aku masih ingin melindungimu
selagi diriku terbangun dari kegelapan
cakrawala yang luas di depan menantiku
kota yang menyembunyikan kita berdua
tertutupi salju sampai tak diketahui siapapun
di dalam lubuk hatiku ini dirimulah luka yang terbesar yang pernah terukir
yang biasa membuatmu tersenyum di dalam dunia ini
akan kurebut kembali nyanyian yang membuatmu tersenyum
Satoru Fujinuma,
Anda ditahan atas tuduhan pembunuhan dan percobaan pembunuhan dengan cara membakar rumah.
Dia!
Ini tidak akan berakhir di sini.
Masih ada sesuatu ...
... yang harus kulakukan.
Hei.
Kembalilah.
Kembalilah!
Sekali lagi saja!
Kumohon!
Kumohon!
Kembali!
Aku senang karena aku sudah berani untuk datang ke sini.
Aku benar-benar ...
... bersyukur.
Kau bodoh, ya?
Ya.
Satoru!
Hinazuki!
Yo!
Aku menyelesaikan urusanku lebih cepat, makanya aku kemari.
Maaf karena kami terlambat.
Apa kami mengganggu?
Tentu saja tidak!
Iya, 'kan, Hinazuki?
Ya.
Aku harus menariknya.
Satoru jantan sekali!
Kali ini pasti.
Kali ini pasti.
Meski hanya sendiri atau nanti aku menjadi jelek,
aku tidak akan menyesal.
Karena jika aku gagal, aku tidak punya kesempatan lagi.
Ini adalah pengulangan terakhirku.
Aku lapar.
Mau cari makan dulu?
Aku tidak punya uang.
Aku baru saja mendapatkan uang saku.
Apa kalian semua mau kutraktir okonomiyaki?
- Ya! - Nice, Satoru!
Hore!
Oh iya, Satoru ....
Apa kau sudah membaca buku yang kupinjamkan padamu minggu lalu?
Buku karya Poe "Laki-Laki yang Bertukar."
Maaf, aku belum membacanya.
Aku tidak mengingatnya.
Buku yang dipinjamkan padaku 18 tahun yang lalu ....
Ceritanya sangat menarik.
Saat pulang nanti, coba kaubaca.
Aku pulang!
Selamat datang, Satoru.
Makan malam akan segera siap, jadi bersabarlah sebentar, ya.
Ada apa, Satoru?
Jangan hanya berdiri di sana ....
Apa kau sedang bertengkar dengan Kayo?
Tidak, aku baik-baik saja.
Begitu, ya.
Baiklah, mari kita makan.
Maaf bu, tolong ingat ini.
Sebenarnya, kau bisa langsung pergi ke Ueno tanpa harus berganti kereta.
Apa maksudmu?
29 Februari 1988
29 Februari 1988.
Hari sebelum Kayo Hinazuki menjadi korban pertama dari kasus penculikan dan pembunuhan berantai.
Ini adalah ketiga kalinya aku bertemu dengannya hari ini.
Satoru, kau jantan sekali!
Pagi-pagi begini, dia mengatakan hal yang sama seperti kemarin.
Juara Nasional Hoki Tahun 1988
Hari ini aku akan lebih berhati-hati.
Kenya.
Anu, maaf.
Sepertinya aku kehilangan buku yang kaupinjamkan.
Satoru, apa kita bisa berbicara sebentar di lorong?
Jangan khawatir tentang bukunya.
Itu memang tidak pernah ada.
Satoru, biarkan aku mengatakan hal ini.
Akhir-akhir ini, bagaimana, ya?
Kau menjadi orang yang serius ...
... dan itu membuatku senang.
Sebelumnya, kau hanya berpura-pura peduli,
meski kau tidak peduli dengan orang lain.
Saat itu kau memang sudah melakukan yang terbaik,
tapi aku lebih menyukai dirimu yang sekarang.
Tapi, aku menginginkan sebuah jawaban yang terus menggangguku selama ini.
Satoru,
sebenarnya kau siapa?
Bagiku, kau terlihat seperti orang lain.
Tidak, lebih tepatnya kalau ada kepribadian lain yang tercampur di dalam dirimu.
Aku mulai menyadari perubahanmu saat kau mulai peduli pada Hinazuki.
Aku sudah lama menyadari luka dan memar pada tubuh Hinazuki.
Tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa.
Aku hanya bisa ...
... melihat dari kejauhan.
Tapi kau mulai mencari tahu masalah itu tepat di depan mataku.
Bagiku, seolah-olah
ada sesuatu yang merasuki tubuhmu yang membuatmu harus bertindak
dan itu membuatku malu.
Satoru, siapa kau sebenarnya?
Aku ....
Aku ....
Aku ...
... adalah sekutu keadilan.
Lebih tepatnya, aku ingin jadi seperti itu.
Ternyata kau benar-benar Satoru.
Kenya.
Hinazuki akan dibunuh.
Aku melihatnya disiksa.
Selanjutnya, aku pasti akan menghentikannya.
Satoru, untuk menjadi sekutu keadilan, kau tak perlu harus melakukan sesuatu dulu.
Karena kau sudah menjadi sekutu keadilan.
Biarkan aku membantumu.
Aku juga ingin sepertimu.
Menjadi sekutu keadilan.
Aku pikir kau membenci Hinazuki.
Seperti kebanyakan orang yang enggan berhubungan dengan orang yang mirip dengannya.
Ya, aku memang membencinya.
Tapi sebaliknya, aku juga tertarik padanya.
Kurang lebih, aku mengerti.
Satoru, Kenya.
Kalian harus berdiri di lorong sambil membawa ember.
Sekutu keadilan pun bisa mengalami hal seperti ini juga.
Aku juga tahu.
Aku mau mampir ke suatu tempat dulu.
Hiromi, Kenya, dan Hinazuki,
apa kalian mau menungguku di penitipan anak?
Ya.
Oke.
MARET
Besok, tanggal 1 Maret,
Hinazuki pasti akan aman selama dia tidak ditinggalkan sendiri di taman.
Masalahnya adalah di tanggal 2 Maret, hari perayaan ulang tahun.
Aku ingin agar Kak Yuuki memiliki alibi.
Hei Kak Yuuki, apa kamar Ayahmu ada di lantai satu?
Be-Benar.
Menghadap ke jalan utama.
Kenapa?
Tidak, aku hanya penasaran, apa kalau malam tidak berisik?
Tidak terlalu berisik, kok.
Yosh, satu hal lagi.
Kak Yuuki,
apa kau sering bertemu Kayo Hinazuki?
Ke-Kenapa?
Akhir-akhir ini, dia bergabung dengan kelompok kami.
Be-Begitu, ya?
Pantas saja aku tidak melihatnya akhir-akhir ini.
Hore, Kayo!
Itu adalah hasil yang membahagiakan!
Ini pertama kalinya aku mendengar Kak Yuuki bicara dengan lancar.
Da-Dadah, Satoru!
Dadah!
Dari reaksinya, sepertinya dia mendekati Hinazuki
bukan karena sedang dimanfaatkan oleh penculiknya.
Kak Yuuki, tunggu aku.
Aku akan mencegah insiden itu.
PUSAT BERMAIN ANAK-ANAK
Hinazuki! Kenya!
Hiromi ....
29 Februari (Senin) Satoru, kami berada di ruang olahraga sebelah! Kenya
Sebelah sini!
Maaf, Satoru!
Semuanya datang ke sini.
Hei Satoru, cepat bergabunglah!
Kalau lebih dari tiga orang, pantas saja tak bisa bermain Othello.
Aku harus berhati-hati.
Jika aku tidak bisa menghadapi perubahan drastis seperti ini,
aku tidak bisa memprediksi kejadian yang akan terjadi tanggal 2 Maret.
Aku pulang!
Satu, dua ....
No comments yet. Be the first to leave one.