The first 200 lines.
Ayo kita pergi, Ibu. Kita pulang saja.
Minumlah dan buat dirimu nyaman.
Nyaman apanya? Kau bahkan bukan manusia.
Aku bilang ada sesuatu yang terjadi antara dirinya dan suamiku.
Tapi kau ingat apa yang kaukatakan?
Kau bilang mereka sungguh tidak berselingkuh.
Kau tahu segalanya. Kalau saja kau tidak berbohong...,
...aku tidak akan melihat...
...mereka berdua tidur bersama di kamar tidurku sendiri!
Aku percaya padamu. Tapi teganya kau mengkhianatiku seperti itu?
Ibu, ayo kita pergi.
Dasar kau.../ Ibu.
Kemana kau pergi? Kalian harus bertengkar.
Entah kalian mati disini...
...atau berbaikan, kalian harus selesaikan semuanya disini.
Kalian sudah menghabiskan beberapa dekade bertengkar karena hal ini.
Hei, ini Sook Hee.
Kau...
Apa kau masih berhubungan dengan selingkuhan suamiku, Sook Hee?
Aigoo.
Lepas./ Tidak tidak.
Jangan lakukan ini./ Ibu, Ibu.
Ibu./ Astaga.
Ibu.
Ibu.
Apa?
Hei, hentikan.
Lepaskan.
Ada apa ini?/ Matilah kau.
Lepas./ Nenek.
Nan Hee itulah yang kejam. Yeong Won tidak salah.
Tutup mulutmu.
Kenapa pula seorang pria ikut campur dalam urusan perempuan?
Memangnya pernah kalian menganggapku pria?
Toh bukannya Yeong Won yang tidur dengan suaminya Nan Hee.
Tapi temannya Yeong Won.
Suaminya Nan Hee selingkuh 30 tahun yang lalu...,
...dan sudah 10 tahun sejak dia meninggal. Nan Hee harusnya sudah bisa melupakannya.
Dia bertingkah seolah-olah hal itu baru terjadi kemarin.
Bagaimana bisa 30 tahun itu waktu yang lama?
Seok Gyun, masalah ikut campurmu itu sudah berlangsung selama 60 tahun.
Jangan memanggilku dengan namaku. Aku lebih tua darimu.
Aku lebih tua 2 tahun, 6 bulan dan 14 hari.
Ya ampun, ingat saja ulang tahunku bukan ulang tahunnya.
Bagaimana denganmu? Kau tidak curiga dengan suamimu...
Apa katamu?
Jadi itu benar?
Hee Ja mengunci suaminya di dalam lemari dan membuatnya kelaparan...
Tidur saja kau, tidur.
Aku tidur.
Tidurlah./ Kenapa mataku jadi redup?
Ya kenapa lagi? Karena kau sudah tua.
Karena kau, semuanya hancur.
Kenapa kau menyuruhku mengangkat telepon dari Sook Hee?
Apa kau berusaha untuk buat masalah ini tambah parah?
Sudah kubilang aku minta maaf.
Tidak bisakah kau tahu betapa menyesalnya aku? Aku ini malah ikut denganmu...
...padahal rambutku masih basah. Aku sangat menyesal.
Dan juga, kenapa kau menunjukkan pada Nan Hee foto kami bertiga...
...di Niagara Falls? Apa kau melakukannya dengan sengaja?
Aku memang bodoh. Kenapa juga aku mau melakukan itu dengan sengaja?
Kelemahanku itu bodoh dan ceroboh.
Aku memang sembrono. Lihat saja aku. Tidak bisakah kau lihat dari wajahku?
Berjanjilah saja padaaku dan lupakan itu semua.
Dan juga, kau harus berhenti membuat Nan Hee kesal.
Orang akan mengira kalau kaulah orang yang mencuri suaminya.
Kau ini...
Seseorang akan mencintaiku
Seorang teman
Nan Hee.
Biar kuperjelas.
Setelah hari ini, aku tidak akan datang lagi ke reuni Ibu.
Jangan pernah memintaku datang lagi denganmu.
Bagaimana dengan traktorku?/ Apa yang akan kaulakukan jika aku memintanya?
Ya ampun.
Dimana traktorku?
Jong Sik yang akan membawanya. Aku 'kan sudah bilang padamu, Bu.
Katakan padaku. Apa yang akan kaulakukan jika aku memaksamu datang?
Kenapa kau menatapku?
Astaga.
Lihatlah Nenek itu. Dia cari perhatian padamu.
Apa kau itu anaknya Yeong Won atau aku sebenarnya?
Ibu...
Ibu, Ayah, dan aku, kita bertiga saling memiliki.
Tapi Bibi Yeong Won selalu sendirian.
Apa gunanya punya seorang putri kalau kau tidak memihakku?
Apa lagi?
Kau pasti senang. Nenek menjambak rambutnya Bibi Yeong Won.
Kau senang?
Mana traktorku?
Jika Nenek tunggu di rumah, Jong Sik...
...yang akan membawanya besok.
Kami sudah bilang padamu lebih dari 10 kali!
Jadi bagaimana dengan traktorku?
Cukup bicarakan traktor itu...
Ada apa, Hee Ja?
Jeong A.
Bagaimana Gi Ja tahu kalau suamiku meninggal di dalam lemari?
Aku tidak pernah cerita padanya.
Apa itu kau yang cerita padanya?
Kenapa juga aku mau memberitahunya?
Ada apa?/ Kembalilah tidur.
Ini jam tiga pagi.
Seok Gyun bilang aku punya kecurigaan yang tidak wajar terhadap suamiku.
Kau tidak berpikiran seperti itu 'kan.
Ya 'kan?
Aku besok harus kerja.
Dia kumat lagi.
Mereka memang menusuk sarang lebah.
Sedang apa kau?/ Buat sarapan.
Aku terlambat, karena kau.
Apa yang kaulakukan setelah itu?
Kami akan memakannya, tentu saja.
Dan setelah itu?
Aku harus pergi membersihkan rumah anak-anak.
Sayang, ayo makan sarapan.
Kenapa kalian sudah teleponan pagi-pagi begini?
Hee Ja, kenapa kau menelepon?
Tutup teleponnya.
Kau gila? Dia meneleponmu juga di malam hari.
Tutup saja!
Hentikan. Aku yang membayar tagihan teleponku sendiri. Apa aku tidak boleh bicara dengan teman-temanku?
Kau ngomel terus.
Hee Ja, kenapa kau menelepon?
Tidak ada apa-apa.
Halo./ Halo.
Sayang! Sayang!
Bawa aku bersamamu! Menyebalkan.
Ya, Soo Young.
Aku sedang dalam perjalanan.
Aku akan segera kesana. Maaf.
Aku harus buat sarapan untuk Ayah!
Kenapa kau lama sekali?
Kalau aku bilang aku akan menunggu 10 menit, kau harusnya sudah keluar lebih cepat.
Kau perlu belajar dari kesalahanmu.
Halo.
Aku meninggalkan uang untuk tagihan rumah sakitnya Jae Gyun...
...dan biaya kuliah anak bungsumu di depan toko.
Ambil itu, oke?
Tunggu, Seok Gyun. Bawa ini kembali.
Seok Gyun.
Bagaimana bisa itu tidak masalah? Kau baru bilang padaku kalau kaki dan lenganmu...
...berdarah.
Panggil saja ambulans.
Aku tidak bisa pergi sekarang karena aku harus kerja.
Ha Neul dengan Ibunya juga ada di rumah sakit.
Ibu.
Panggil saja ambulannya. Ya?
Jika kau baik-baik saja, kenapa kau menghubungiku?
Apa kau yakin kau tidak menghubungiku karena kau tidak baik-baik saja?
Jika aku memanggil ambulans...,
...bagaimana dengan orang yang lebih membutuhkan perawatan dariku?
Baiklah.
Maaf aku menghubungimu padahal aku baik-baik saja.
Tahan.
Aduh.
Apa yang harus kulakukan?
Wan, jangan bicara dengan Ibumu tentang apa yang terjadi kemarin.
Ayo kita minum teh.
Aku mencintaimu.
Jadi?
Kau tidak akan mengantarku ke rumah Bibi Hee Ja?
Dia terluka.
Bibi juga punya anak.
Kudengar anaknya tinggal dekat dengan rumahnya.
Dan sudah kubilang padamu...
...aku tidak akan mau lagi terlibat dengan Ibu dan bibi-bibi.
Dasar pembohong.
Apa kau tidak ingat janjimu?
Kau bilang kau akan menjadi teman Ibu kalau kau bertambah tua.
Memangnya pikirmu apa yang menyenangkan seusia Ibu ini?
Tapi aku tidak menyerah dan menunggumu selama ini...
...tumbuh dewasa supaya kita bisa ngobrol sambil minum bir sebagai teman.
Aku sudah bekerja keras sendirian demi dirimu.
Baiklah.
Mari berteman.
Jadi aku hanya harus melihatmu sebulan sekali, 'kan?
Aku hanya menemui teman-temanku sekali sebulan.
Di akhir bulan.
Aku akan datang 30 hari lagi, temanku.
Apa yang kuharapkan darimu?
Aku hanya akan mati seperti ini.
Aigoo.
Iya Unni. Aku akan segera kesana.
Apa? Min Ho datang?
Oke, baguslah. Hati-hati.
Astaga, aku terlihat tua.
Halo, teman.
Jangan datang ke reuni lagi.
Jika kau muncul lagi...,
...bukan hanya rambutmu yang akan kujambak. Aku akan mencekikmu.
Jika kau tidak ingin melihatku, kau tidak perlu datang.
Apa?
Kau harusnya menyerah selagi aku memberikanmu kesempatan.
Dasar penyihir.
Dia akan memasang senyum palsu dan pura-pura baik...
...di depan yang lain.
"Kau harusnya menyerah selagi aku memberimu kesempatan?"
Dasar wanita tua gila. Menyebalkan sekali.
Tanganmu.
No comments yet. Be the first to leave one.