The first 200 lines.
~ Episode 6 ~
Aku ingin menulis naskah menggunakan Bos Ling dan Chu Yan sebagai tokohnya, sebuah drama cinta yang menyentuh antara seorang konglomerat dan seorang bintang film.
Bagaimana menurutmu?
Feifei, bisakah kamu memberikanku ketenangan?
Bisakah kamu tidak sebut-sebut nama Ling Yizhou?
Apa yang terjadi lagi?
Kalian berdua belum baikan?
Aku butuh waktu untuk memikirkan kembali tentang Ling Yizhou itu...
Kenapa dengan Ling Yizhou?
Bos Ling pasti taruh GPS di badanmu.
Apa maksudmu?
Kebetulan sekali. Apa kalian sudah makan?
Belum.
Aku kebetulan ada waktu. Ayo kita pergi makan.
Tentu saja.
Ayo.
Ini bukannya aku bakal buat suamimu bangkrut.
Apa kamu kebetulan lewat?
Aku datang menjemputmu.
Kamu datang hanya untuk menjemputnya?
CEO Ling, kamu begitu perhatian.
Kenapa bengong?
Cepat masuk.
Kenapa?
Cepat. Cepat masuk.
Berangkat!
CEO Ling kenapa kamu tidak masuk? Ayo kita berangkat.
Nona Jia, silahkan pesan yang kamu mau. Aku sudah memesan.
Yang sudah di pesan CEO Ling pasti kami juga suka. Seleraku sama dengan Linlin.
Tapi aku masih ingin memesan yang sedikit pedas.
Dia tidak bisa makan pedas.
Aku sudah pernah makan di rumah Nenek.
Aku pikir kamu baru saja mengatakan itu.
Daripada mengatakan, aku lebih bisa melakukannya.
Maaf, pemikiranku sangat terbuka.
Itu sangat bagus.
Feifei.
Kontrakan kita apa sudah jatuh tempo?
Lupakan. Pemilik ingin menjualnya dan memintaku untuk segera pindah.
Dua hari ini aku sibuk menyelesaikan naskahku. Tidak ada waktu mencari kontrakan baru.
Kalau begitu kamu bisa pindah ketempat kami.
Bolehkan?
Kamu saja yang putuskan.
Nona Jia, jika kamu tidak keberatan, kamu bisa pindah ke tempatku.
Berkorban untuk cinta.
Yah, Wen Li sangat bisa diandalkan.
Tidak nyaman bagi pria dan wanita untuk tinggal bersama.
Tidak apa. Toh, aku juga butuh seseorang untuk bisa menjagaku.
Kalau begitu, aku akan mengandalkanmu di masa depan Asisten Wen.
Kak Lisa.
Aku mengusahakan peran untukmu di Ming Yue Bai Ru Shuang.
Meskipun kamu mendapat pemeran ketiga, tapi karakternya sangat disukai. Aku kirimkan naskahnya ke emailmu.
Terima kasih Kak Lisa. Aku akan bersiap.
Kalau begitu kapan aku bisa mulai?
Pemeran utamanya akan mulai lusa. Kamu tunggu saja dikabari.
Bisakah aku juga mulai lusa? Aku mau mengenal lingkungannya dulu.
Kalau begitu aku akan bilang sutradaranya.
Kamu mau mulai syuting lagi?
Aku baru saja ditelepon. Aku akan mulai lusa.
Aku sudah dengar.
Apa kamu sedang menghindariku?
Aku pikir, sebaiknya kita berpisah untuk sementara waktu.
Kenapa?
Di kontrak tercantum bahwa kita tidak boleh saling mencampuri kehidupan pribadi dan pekerjaan masing-masing.
Bukannya kamu kemarin ngotot akan bersama anjing itu apapun yang terjadi.
Dan sekarang kamu hanya ingin pergi begitu saja?
Pemiliknya akan menjemputnya sore ini. Pas sekali waktunya.
Terserah.
Ini sudah sore. Kenapa dia belum datang juga?
Apa dia lupa padamu?
Aku Xia Lin.
Kapan kamu akan menjemput Eleven?
Maaf, aku tidak bisa keluar hari ini. Bagaimana kalau besok?
Tapi besok aku harus ke suatu tempat. Begini saja. Kamu kirim aku alamatmu dan aku akan mengantarnya.
Baiklah kalau begitu. Maaf merepotkanmu.
Tidak masalah.
Ayo.
Kamu?
Nona dasi?
Iya, kebetulan sekali, ternyata tempat tinggal kita satu komplek.
Dan kau bahkan yang menemukan anjingku. Benar-benar kebetulan.
Masuklah.
Tidak perlu. Sekarang aku tidak perlu khawatir lagi karena dia sudah bersamamu.
Kamu sudah membantuku. Tapi aku bahkan tidak bisa menawarimu minum. Aku akan merasa sangat menyesal.
Baiklah kalau begitu, maaf merepotkanmu.
Silahkan duduk.
Rumahmu sangat bagus.
Aku benar-benar berterima kasih padamu.
Pasti sudah sangat menyusahkanmu.
Tidak juga. Hanya saja seseorang di rumahku tidak mengijinkan ada hewan peliharaan.
Lalu apa yang terjadi pada kalian?
Tidak masalah. Akhirnya dia menyetujuinya.
Aku bisa mengerti. Awalnya, aku juga tidak bisa pelihara anjing.
Kenapa?
Karena anjing tidak bisa berumur panjang. Itu takdir, mereka akan pergi dan meninggalkan kita.
Tapi kemudian aku menyadari, sebenarnya didunia ini, manusialah yang paling lebih baik dalam hal meninggalkan.
Mereka meninggalkan kekasih mereka, keluarga, bahkan anak mereka sendiri.
Mungkin bagi beberapa orang itu adalah keharusan.
Mungkin.
Jadi jika kamu tidak ingin menjadi orang yang ditinggalkan, kamu harus memiliki semuanya dalam genggamanmu.
Dan segala sesuatunya, akan berjalan sesuai dengan apa yang kamu inginkan.
Ada apa?
Aku merasa kamu memiliki banyak sekali kisah.
Mungkin itu karena aku pernah mengalaminya.
Kenapa? Apa kamu sakit?
Sedikit demam.
Aku sudah tidur seharian.
Itulah mengapa aku lupa menjemput Eleven.
Apa kamu belum makan seharian ini?
Aku tidak ada kekuatan untuk memasak.
Kalau begitu dimana keluarga dan temanmu?
Mereka tidak merawatmu?
Mereka semuanya di luar negeri.
Kalau begitu kamu bisa menelpon pesan antar. Kamu harus makan kalau sedang sakit.
Aku tidak terbiasa dengan masakan siap saji.
Di mana dapurmu?
Disana. Kenapa?
Tentu saja untuk merawat orang sakit. Dan sebagai terima kasih karena membiarkanku memiliki dasi itu.
Oh ya, aku masih belum tahu namamu.
Kamu bisa panggil aku Ah Nan.
Baiklah, Ah Nan kamu bisa istirahat dulu. Kalau sudah selesai aku akan memberitahumu.
Istirahatlah.
Terima kasih.
Ah Nan, aku pergi dulu.
Jangan lupa makan buburnya. Kalau sudah dingin, panasi dulu.
Kenapa? Kamu mau juga?
Aku pikir kamu sudah pergi.
Ini karena aku datang telat.
Tapi kita tidak searah.
Tidak apa-apa. Lagian sudah telat juga. Tidak masalah.
Masuklah.
Jika kamu tidak ingin meninggalkanku. Kita masih bisa putar balik.
Kamu tidak marah lagi?
Apa aku kelihatan begitu?
Tidak. Hanya saja.
Kalau begitu sepertinya aku harus mengingat ini.
Apa?
Kalau sudah sampai, tidak boleh bicara dengan pria asing.
Tidak boleh adegan ranjang, tidak boleh adegan ciuman.
Tidak boleh pakai pakaian yang mengundang.
Jadi apa standarmu tentang pakaian mengundang itu?
Potongan leher tidak boleh lebih rendah dari bahu.
Panjang kemeja tidak boleh lebih pendek dari pusar.
Rok harus dibawah lutut.
Hal ini juga harus kamu atur?
CEO Ling, kamu sudah terlalu jauh.
Aku hanya mengingat bahwa aku sudah menikah.
Baiklah, tidak perlu mengatakannya lagi. Aku janji padamu.
Mana cincinmu?
Aku selalu membawanya.
Apa yang kamu lakukan?
Begini, baru namanya selalu membawanya.
Tapi aku tidak bisa pakai ini kalau sedang syuting.
Kalau begitu coba saja kamu lepaskan.
Toh, kamu juga tidak akan lihat, kamu tidak bisa apa-apa.
Kamu coba saja.
Berhenti. Aku bisa pergi dari sini.
Aku pergi dulu. Sampai jumpa.
Begitu caramu mengucapkan selamat tinggal pada suamimu?
Jangan lupa telepon aku kalau sudah sampai.
Baik.
Aku harus pergi.
Aku pergi, sampai jumpa.
Bos, drama yang Nyonya sedang syuting in adalah investasi Xing An Entertainment.
Jika Anda khawatir, Anda bisa menelpon Nona An untuk menjaga Nyonya.
Tidak perlu.
Bukannya Chu Yan juga sedang syuting disana?
Betul.
Pergi ke kantor.
Baik.
Linlin, kenapa kamu disini?
Aku disini untuk syuting, kalian?
Aku akan mengenalkannya padamu, ini Lu Di. Artis kami.
Ini Xia Lin, dia adalah teman terbaikku disini.
Nona Xia juga sedang syuting Ming Yue Bai Ru Shuang?
Aku pemeran ketiga.
Aku ingin kamu main drama di produksi kami. Aku tidak menyangka akan secepat ini. Lain kali,
jika kamu butuh bantuan, kamu bisa mencarinya. Dia bisa diandalkan.
Bisa membantu seorang wanita cantik adalah kebahagiaanku.
Kalau begitu terima kasih Senior Lu.
An Ran, aku naik dulu. Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
CEO An, jika kalian berteman, kenapa kamu mau aku buat gosip dengannya?
Lakukan saja apa yang harus kamu lakukan.
Yang lainnya bukan urusanmu.
Apa masih ada yang lain?
Dua bulan terakhir ini, karyawan inti dari Departemen R&D banyak yang mengundurkan diri.
Dan bekerja pada perusahaan yang lain.
Lakukan investigasi terlebih dahulu di bagian internal, jika tidak ada masalah,
aku ingat dalam kontrak kerja, ada tentang larangan perselisihan 'kan?
Betul.
Dan juga cek perusahaan mana mereka pindah.
Jika itu adalah perusahaan saingan kita,
ikuti kewajiban atas pelanggaran kontrak bagi mereka yang berhenti.
Aku mengerti.
Hanya saja, jika para karyawan inti terus melakukan pengunduran diri, itu akan menimbulkan spekulasi.
Beritahu semuanya, mulai hari ini akan ada penyesuaian terhadap para karyawan.
Hanya yang pantas yang dapat bertahan.
Hanya ada satu syarat.
Baik itu dipindah atau mengundurkan diri.
No comments yet. Be the first to leave one.