Release info

미운 우리 새끼 My Ugly Duckling Episode 130
미운 우리 새끼 My Ugly Duckling Episode 130 [IKLAN]
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Special Host: Park Hee-soon. Special Cast: -. Guests: Kim Soo-mi, Tak Jae-hoon, Gab Jin

Tags

other
Published on: 2019-03-18
Downloads: 13
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aneh sekali duduk di sini.

Benar. Rasanya sangat aneh ketika ganti tempat duduk.

Omong-omong, kenapa kami tidak diberi itu?

Ini adalah...

- Kita punya yang lebih baik. - Memangnya apa itu?

- Kita punya cokelat. - Ini bukan untuk diminum.

Mereka mengiklankannya. Tunggu.

- Kamu tidak boleh meminumnya. - Ini penempatan produk.

- Apa itu? - Ini...

- Iklan. - Ini kopi.

- Kopi. - Aku selalu ingin tahu soal itu.

Kamu juga penasaran? Aku juga penasaran.

- Kenapa cuma mereka yang punya. - Aku selalu bertanya-tanya

kenapa kita diperlakukan secara berbeda.

Akan aku sampaikan itu.

Bahkan beberapa pemirsa juga bertanya-tanya tentangnya.

- Tentu saja. - Beberapa menulis tentangnya.

Aku akan memberitahumu ini.

Karena acara kami dicintai oleh banyak orang, banyak perusahaan

mensponsori kami dan meminta kami mempromosikan produk mereka.

Itu sebabnya ini diletakkan di hadapan kami.

Jika kami meletakkan satu di depan kalian masing-masing...

Kami hanya boleh mengiklankannya secara moderat.

Kami tidak boleh terlalu mengiklankannya.

Itu pemasaran tertanam.

- Ya. - Bu, itu tidak untuk diminum.

- Mereka harus menaruhnya di sini. - Kadang,

- Itu hanya iklan. - saat kamu minum

- es kopi, - Benar? Kamu juga harus

- aku juga sering menginginkannya. - memberi kami.

Kami semua begitu.

- Tidak, es kopi... - Tolong beri mereka kopi.

- Setelah syuting beberapa lama, - Aku...

- Aku tidak suka es kopi. - saat aku melihatmu minum kopi...

Mereka pada usia

- ketika mereka mudah iri. - Aku mengidamkannya.

"Usia 70 tahun adalah masa ketika kamu mudah iri"

Mereka mudah iri.

Itu waktu kamu paling mudah iri.

Benar.

Aku tidak tahu apakah aku sedang menonton TV

atau sedang tampil di acara.

Kamu harus bersantai.

Aku biasa minum pil pembuat santai ketika pertama bergabung.

- Sekarang pun kadang aku minum. - Benar.

Anggap saja kamu sedang tampil dengan ibu dan bibi-bibimu.

- Santai saja. - Sejak kapan...

"Tertawa"

Sekarang Ibu Choi memberi tip pada orang lain.

Aku sudah melakukan ini selama lebih dari setahun,

tapi aku masih gugup.

Tapi dia sudah memberi saran pada orang lain.

Aku masih gugup, jadi, aku minum pil pembuat santai.

Kudengar kamu sudah tampan

sejak kamu masih sangat muda.

- Jadi... - Kami dapat beberapa foto.

Itu dari waktu dia masih sangat kecil.

Dia tampan.

Astaga.

Dia tampan karena wajahnya tegas.

Tidak mudah untuk bayi

- jadi setampan itu. - Matanya besar sekali.

Dia menggemaskan sekali.

Dia tampak sangat pintar.

- Dia tampan. - Dia rupawan.

- Aku masih SD. - Dia tampak polos dan tampan.

- Astaga. - Bagus.

Dia masih punya wajah itu.

- Memang, bukan? - Ya.

- Lihat mata dan hidungnya. - Itu menarik.

Dia masih bayi saat itu.

Bobotnya baru turun.

- Foto bayinya - Dia menggemaskan.

terlihat seperti diambil setelah kemerdekaan.

Dia mirip putra mahkota Kekaisaran Korea.

Memang.

"Rumah Kakak Beradik Hong yang sedang menjalani puasa intermiten"

Baik. Sebelumnya...

Dia sedang puasa intermiten,

tapi tidur lewat pukul 6 petang.

Bukan begitu?

"Apa itu puasa intermiten?"

"Itu metode diet makan dalam waktu 8 jam"

"Dan berpuasa selama 16 jam"

"Pekan lalu, Sun Young memutuskan untuk melakukan puasa intermiten"

"Dia boleh makan dari pukul 10 pagi sampai pukul 6 petang"

"Dia harus berpuasa setelah pukul 6 petang"

"Namun"

"Dia tertidur"

"Alarm berbunyi pada pukul 5 petang"

"Dia mematikan alarm untuk santapan terakhir dan tidur"

Sekarang sudah lewat pukul 6 petang.

"Sudah lewat pukul 6 petang"

- Sudah lewat pukul 6 petang. - Dia dalam masalah besar.

"Selagi dia tidur, waktu puasanya dimulai"

"Jin Young membuat kimchi jeon, dan Sun Young masih tidur"

"Jurnal observasi puasa 2 Kakak Beradik Hong"

"Puasa 16 jam"

"Kini pukul 6 petang, waktu mulai puasa, dan dia masih tidur"

"Bergerak"

"Pukul berapa sekarang?"

Sial.

Dia tidak memperhatikan itu sudah lewat pukul 6 petang.

Pukul 7 malam.

"Sun Young memeriksa waktu saat ini"

- Hei. - Dia pasti mencium bau kimchi jeon.

Hei.

"Dia mematung"

"Para ibu juga jadi tegang"

Hei.

"Sun Young sudah bangun"

"Gemetar"

Hei.

Ke mana saja kamu?

Kenapa tidak membangunkanku?

Bukannya aku tidak membangunkanmu.

Aku tidak boleh makan sekarang.

Aku sengaja tidak membangunkanmu.

Kamu tidur nyenyak, jadi kupikir kamu akan bangun besok pagi.

"Dia gelisah"

Apa kamu bercanda? Aku hanya boleh makan sampai pukul 6 petang.

"Kimchi jeon itu menarik perhatiannya"

Dia menginginkannya.

Astaga. Aku lapar sekarang.

Aku menggosongkannya, jadi ini tidak akan enak.

"Dia berusaha menghibur kakaknya"

Ini sangat buruk.

Aku harus apa?

Aku harus apa? Ini pukul 7 malam.

Aku hanya boleh makan sampai pukul 6 petang.

Sekarang pukul 7.05 malam.

Aku kesal sekali sekarang.

- Dia kesal. - Aku kesal sekali.

Dia sudah berjanji pada diri sendiri,

jadi, dia harus menepati janji itu.

- Dia ketiduran. - Aku harus apa?

Kenapa dia begitu kecewa karena tidak bisa makan?

Astaga.

"Dia tidak nyaman"

Kamu bisa saja membangunkanku sedikit lebih awal.

Kamu seharusnya bangun jika ingin makan.

- Benar. Seharusnya begitu. - Aku tadinya akan bangun

sejam sebelumnya dan makan.

Aku tidak tahu tidurku akan begitu nyenyak.

Tidurmu amat nyenyak. Aku tidak bisa membangunkanmu hanya untuk makan.

Kamu membangunkanku sepanjang waktu. Kenapa hari ini tidak?

"Aku sedang main gim, jadi, aku tidak tahu"

Jika kamu membangunkanku 1 jam dan 7 menit lalu, aku bisa makan.

Dia ingin makan. Apa yang akan dia lakukan?

Itu tampak lezat.

Ini sangat buruk.

Aku menaruh terlalu banyak tepung.

Itu pasti lebih padat dan lebih lezat kalau begitu.

Aku ingin memakannya.

Aku tidak suka jika kimchi jeon terlalu lembek.

"Itu filosofinya tentang makan kimchi jeon"

Astaga. Itu...

- Kalau begitu jangan dimakan. - Apa kamu menaruh telur?

Kutambahkan dua.

Seberapa lembek itu pasti?

Ini tidak lembek. Ini kering.

Dia positif tentang segalanya.

Hei. Kemarilah.

"Ya, Bu"

"Dia sangat ingin makan"

Pergi ke kamarmu.

Aku sudah bangun sekarang.

"Dia makin mengidamkan kimchi jeon sekarang setelah tidak boleh makan"

Aku benar-benar menginginkannya.

Bagaimana kalau satu gigitan saja?

Aku tidak percaya dia.

Bagaimana kalau satu gigitan saja?

Tidak.

Tidak?

Kamu benar-benar kejam.

Kamu egois.

Apa?

Hentikan itu.

- Makanlah jika kamu sangat ingin. - Tidak.

- Makanlah. - Tidak.

"Godaan kuat"

Katamu kamu ingin. Makanlah.

Tidak.

Aku tidak akan makan. Sudah kubilang tidak.

Kamu yang bilang ingin.

Tidak, sekarang sudah lewat pukul 6 petang.

Aku tidak akan makan.

- Tidak. - Kalau begitu, cium baunya saja.

Kalau begitu, cium baunya saja.

"Mengendus"

Aku tidak akan makan. Itu pasti lezat.

- Aku merasa buruk. - Aku jadi lebih baik.

- Dia menahannya. - Ya.

"Menatap"

Bukanlah lebih baik kalau dia tetap di kamarnya?

- Itu yang terbaik bagi mereka. - Tetap di kamarnya?

Kamu makin mengidamkannya ketika melihat orang makan.

- Benar. - Benar.

Kenapa dia tetap di luar dan menontonnya makan?

Memang.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left