Release info

The Prince Who Turns Into A Frog E03 INDO PecintaSosis
A Commentary by PecintaSosis
♡ Subtitle by WeTV ♡ PecintaSosis ♡

Tags

other
Published on: 2021-01-14
Downloads: 14
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 187 lines.

The Prince Who Turns Into A Frog

Prince Become Frog-

Episode ke-3-

Halo, Nitcha.

Apakah kau bisa menghubungi Kin?

Aku meneleponnya berkali-kali dan tidak dijawab.

Jangan gelisah, Kin mungkin sedang sibuk.

Biasanya tidak peduli seberapa sibuk, dia akan meneleponku kembali.

Namun sampai sekarang tidak ada respons darinya.

Hatiku tidak enak, Seb.

Jangan terlalu banyak pikir, Nitcha.

Kamu dimana?

Apakah sudah pulang dari hotel?

Apakah hari ini semua lancar?

Aku berencana pulang ke rumah.

Semuanya lancar.

Kalau begitu kau cepat pulang.

Tunggu aku menghubungi Kin.

Aku akan memintanya untuk menelponmu kembali.

Halo, Pak Nakhon.

Aku tidak bisa menghubungi Kin.

Bisakah kau membantuku mencari tahu dia lagi dimana sekarang?

Kalian siapa?

Halo, kau.

Kamu mungkin bisa sedikit bingung,

karena kau baru bangun.

Tapi,

Kamu mungkin akan sangat bingung mengapa kau bisa ada disini.

Bagaimana bisa terbangun di dalam kamar mandi?

Aku minta maaf untuk situasi seperti ini.

Mari kita berbicara secara damai.

Apa yang sedang kalian bicarakan?

Aku tidak mengerti.

Lalu...

Ini dimana?

Kalian siapa?

Ha?

Sebentar.

Lalu... Siapa aku?

Bercanda.

Hahaha. Masih saja memainkan trik baru.

Aduh, aduh.

Tapi ini sudah terlalu kuno.

orang-orang sudah tidak pakai lagi.

Candaan apa ini?

Sudahlah. Mari kita bahas dengan serius.

Langsung saja ke intinya.

Membuatmu terluka,

aku mewakili ibu dan adikku minta maaf padamu.

Aku akan membantumu membalutnya.

Nanti kau periksa lagi ke rumah sakit.

Sini berikan padaku kotak obatnya.

Akan sakit sedikit.

Sebentar.

Aku siapa? Kenapa aku sama sekali tidak ingat?

Apa?

Jangan bercanda lagi.

Kembalilah ke kau yang dulu.

Ingin memarahi aku ya?

Marahlah, marah seperti dulu.

Kita mengaku bersalah.

Kalau ingin marah, marah saja.

Aku tidak sedang bercanda.

Aku sungguh tidak ingat.

Dan kenapa aku harus memarahimu?

Halo.

Halo.

Kamu tidak sedang bercanda ya?

Bercanda.

Bercanda apa?

Kak,

aku rasa dia...

Amnesia.

Apa?

Baru terbentur kepala saja,

sudah lupa ingatan.

Apakah saat dia terbentur,

terkena pukulan yang sangat keras?

Mungkin juga Ibu tidak menangkapnya,

suara hantaman saat terjatuh sangat keras.

Tidak peduli kapan.

Sekarang saatnya pikir harus bagaimana.

Bawa dia ke rumah sakit saja?

Atau pergi ke kantor polisi.

Bagaimana?

Menabrak orang hingga lupa ingatan, Kak.

Ini bukan hal yang kecil.

Bawa dia ke ruma sakit, lalu lapor ke polisi.

Lalu berakhirlah kita.

Bagaimana kalau kita membuangnya ke hutan?

-Ibu. -Ibu.

Ini adalah manusia,

bukan kucing ataupun anjing.

Bagaimana bisa membuangnya begitu saja?

Ini sudah terlalu kejam, Ibu.

Setengahnya salah kami.

Baik, aku juga tahu aku salah.

Namun kalian berdua pikirlah baik-baik.

Apa yang pernah dia lakukan pada kita?

Desa kita sekarang juga sudah tidak karuan.

Dia yang duluan kasar pada kita.

Yang paling penting adalah

kalian juga sangat jelas.

Keadaan rumah kita sekarang itu seperti apa.

Seberapa sulit.

Bahkan menghidupi orang juga sudah hampir tidak sanggup.

Jadi kita harus apakan dia?

Apakah Kin masih di Phitsanulok?

Iya.

Aku telah memerika lokasi hpnya Pak Kin.

Dia masih di Phitsanulok.

Namun yang anehnya adalah

Posisinya sudah tidak berpindah untuk beberapa saat.

Tidak ada pergerakan sama sekali

Ini berarti Kin masih di Penginapan Chiwa.

Iya.

Aku tahu tidak seharusnya berpikir sembarangan.

Namun hatiku tidak tenang.

Aku bisa ke Phitsanulok untuk mencari Kin.

Aku pasti akan membawanya pulang sebelum acara pernikahan besok.

-Rambu Lalu Lintas Jarak menuju Phitsanulok 125-

Aku adalah saudara jauh kalian.

Benar.

Kamu adalah kerabat jauh kami.

Berasal dari Maolemi.

Kamu datang melihat kami,

tapi siapa suruh kau bodoh.

Jalan tidak hati-hati sampai jatuh terbentur bak mandi,

sampai lupa ingatan.

Iya, benar.

Ah...

Aku serius.

Iya, benar.

Semalam kau mengunjungi kami,

tidak sengaja tersandung,

terjatuh di dalam kamar mandi,

kepala terbentur sangat keras.

Jadi tadi di bawah,

kau bilang Ibu dan adikmu membuatku terluka.

Apa yang telah kalian lakukan padaku?

Tidak.

Tidak ada yang pernah melakukan apa-apa kepadamu.

Tidak ada masalah.

TIdak, bukan begitu.

Tidak ada yang melakukan apa-apa padamu.

Tidak mungkin, tidak ada masalah.

Kepalamu terbentur dan terjatuh di dalam toilet.

Kamu tahu tidak luka kau membuat

Ibu dan adikku sangat terkejut.

Benar.

Buat orang terkejut saja.

Jadi, sebenarnya nama aku siapa?

- Nam. - Thong.

Dipanggil Thongnam.

Dipanggil Thongnam.

- Benar, Thongnam. - Iya, Thongnam.

Namun panggilan Ibuku dengan Lookhin tidak sama.

Benarkan, Ibu. Lebih enak panggilnya.

Benar, aku panggil kau Nam.

Tidak peduli Nam atau Thong, terserah.

Iya, seperti ini.

Thongnam.

Iya.

Thongnam.

Aku merasa asing.

Bagaimana bisa tidak asing?

Tidak asing barulah aneh. Kamu sudah lupa ingatan.

Iya, iya.

Jadi, berapa umurku?

Umur berapa..

Bagaimana aku bisa tahu?

Kami tidak tahu dan sudah lupa.

Karena juga bukan keluarga dekat.

Oh, kalau bukan keluarga dekat,

kenapa aku datang mengunjungi kalian?

Kita adalah keluarga jauh,

hubungan sangat jauh.

Jauh sampai jarang ketemu.

Benar.

Jadi baru diajak untuk bertemu.

Benar.

Iya, benar.

Hubungannya sudah terlalu jauh.

Benar, kan? Apa yang harus ditanyakan?

Jika kau ingin tahu sesuatu,

tanyakan saja pada orang dekatmu.

Jangan tanya pada keluarga jauh seperti kami.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left