The first 200 lines.
"Episode 22"
Selamat.
Untuk apa kamu menyelamatiku?
Hei, kawan-kawan. Bisakah kita bicara...
Kami dengar kamu akan menikah.
"Menikah"?
Kamu tidak tahu?
Maaf, Se Hyun. Sepertinya kami mengacaukannya untukmu.
Kami akan segera pergi jika belum terlambat.
Hei, akan lebih aneh jika kita pergi sekarang.
Bukankah kamu setuju, So Yu?
Ya, kurasa. Kalian harus duduk.
Dia benar. Kalian harus bergabung dengan kami karena sudah datang.
Ada apa? Kenapa kamu bersikap begitu aneh?
Jika kamu merasa tidak nyaman, kita bisa ke tempat lain.
Tidak, tidak apa-apa.
Ayo makan. Aku lapar.
Tempat ini terkenal karena hidangan lengkapnya.
- Kalian bisa memilih A atau B. - Baik.
Kamu mau apa, Ji Yoon?
Aku mau Course A.
"Course A"
"320 dolar"
Daging sapi atau boga bahari. Gnocchi atau pasta.
Hanya itu perbedaannya.
Maka aku akan memilih Course B.
Bagaimana denganmu, So Yu?
Itu... Aku...
Tempat ini gila.
Hei, ada apa?
Kenapa ini sangat mahal?
Hentikan.
Saat di New York, kamu terbiasa makan
di restoran berbintang Michelin tiga tiap hari.
Tempat ini lebih murah dibandingkan tempat itu.
Hei, bagaimana kamu bisa menyebut ini murah?
Kamu mau pesan apa?
Aku juga akan memilih Course B.
Bagaimana denganmu?
Sepertinya kita memilih yang sama dengan yang datang bersama kita.
Jadi, aku akan pilih Course A.
- Selamat. - Selamat.
Kurasa ini terlalu dini untuk itu kecuali Se Hyun berencana
untuk menculikku.
Jangan katakan padaku kamu akan menolaknya.
Aku tidak punya uang untuk menikah saat ini.
Astaga, itu alasannya?
Se Hyun bisa mengurus semuanya.
Ibu Se Hyun punya cukup uang untuk membayar semua pengeluarannya.
- Ji Yoon. - Lebih bik
untuk mendengar hal semacam ini dari orang ketiga.
Aku melihat banyak pasangan berpisah
karena khawatir sendiri.
Apa kalian akan tinggal terpisah jika sudah menikah?
Aku tidak yakin. Ayo kita bicarakan yang lain.
Ibunya tidak akan menjadi mertua yang sulit. Kamu tahu itu, bukan?
Kamu juga harus mempertimbangkan tentang tinggal bersamanya.
Maka kamu tidak perlu khawatir tentang membeli rumah.
Minumlah saja.
Yang penting kalian berdua saling mencintai.
Kalian akan hidup bersama orang yang kalian cintai.
Memangnya kenapa jika kalian harus tinggal dengan mertua atau tidak?
Aku bahkan tidak keberatan tinggal di tenda di alam liar.
Inilah yang mereka katakan tentang pernikahan.
"Pernikahan adalah dua orang yang berjalan ke arah yang sama."
Romantis, bukan?
Ada seseorang di sisiku dalam perjalanan hidup yang sepi ini.
Aku bisa hidup satu atap dengan belahan jiwaku.
So Yu.
Menyalahkan status keuanganmu terdengar seperti alasan bagiku.
Aku akan mengerti jika kamu tidak cukup mencintainya.
Kami permisi dahulu.
Ya, Bu Yoon.
Ibuku?
Dia memintaku tidak memberitahumu.
Namun kurasa kamu harus tahu.
Dia belum makan apa pun seharian.
Dan kurasa semalam pun dia tidak tidur sama sekali.
Baik, aku akan memeriksanya. Jangan khawatir dan pulanglah.
Ada apa? Ada yang salah dengan ibumu?
Ya.
Apa itu buruk?
Tidak, dia hanya agak sakit.
Kalau begitu, ayo kita pergi.
Kamu harus pergi, Se Hyun.
Kami akan memanggil layanan sopir lalu mengantar So Yu.
- Itu tidak masalah? - Ya, kamu harus pergi.
Baik.
Layanan sopirnya akan tiba.
Kamu baik-baik saja, So Yu?
Ya.
Astaga, wajahmu memerah.
Kamu sedang apa?
Ada apa denganmu hari ini?
Kamu biasanya gembira saat sesuatu yang baik terjadi pada Se Hyun.
Kenapa kamu tiba-tiba menjadi serius?
Kamu membuatku berbicara seharian hari ini.
Aku permisi dahulu.
Kurasa aku harus berjalan sedikit.
So Yu!
Apa kamu sudah memanggil layanan sopir?
Ya. Mobilnya di sebelah sana.
Hei! Kamu mau ke mana?
Seo Jun!
Kenapa kamu banyak meregang walaupun sudah cukup tinggi?
Aku harus meregang agar berat badanku tidak bertambah.
Kamu benar-benar seperti orang yang berbeda.
Kenapa?
Karena kamu membayar biaya operasi ibu So Dam,
dan kamu bahkan membiarkan So Dam memulai debut sebagai bintang idola.
Aku sangat terharu olehmu, Sayang.
Apa kamu begitu senang?
Ya.
Aku merasa iba pada So Dam sampai tidak bisa makan enak.
Kamu begitu khawatir?
Gadis muda itu
menahan masa latihan panjang sebagai peserta didik, tapi akhirnya...
Astaga.
Aku akan menemukan bedebah itu dan menghajarnya habis-habisan.
Bagaimana bisa ada yang tega seperti itu pada gadis muda lembut?
Astaga.
Kamu sesedih itu?
Kenapa aku menangis?
Saat So Dam memulai debut sebagai bintang idola,
dia hanya perlu waktu untuk menjadi populer.
Aku mengamatinya saat dia datang ke agensi sebagai peserta didik.
Saat itu, dia agak tembam.
Dia menggemaskan, namun juga seksi.
Dia punya pesona yang sangat misterius.
Tae Woong.
Ada apa?
Eun Byeol.
Apa pun caranya aku akan menjadi terkenal,
agar kamu tidak akan melupakanku.
"Memorandum"
Kamu sudah selesai menulis?
- Ya. - Baca dengan keras.
- Aku, Mo Tae Woong... - Tanganmu.
"Aku, Mo Tae Woong, tidak membahas So Dam lebih dari tiga kali sehari."
"Aku, Mo Tae Woong,
tidak akan ada di tempat yang sama dengan So Dam tiga menit lebih."
Dan apa yang kukatakan akan terjadi jika kamu melanggar ini?
Aku akan mati.
Itu benar. Kamu akan mati.
Ibu.
Se Hyun, kamu datang.
Ibu harus ke rumah sakit.
Ibu bisa bangun?
Tidak, tidak apa-apa.
Ibu merasa jauh lebih baik setelah diinfus.
Ibu hanya ingin tidur.
Ibu baik-baik saja, Se Hyun.
Maafkan aku, Ibu.
Jangan katakan itu.
Ini hanya perasaan kehilangan.
Selama lebih dari 30 tahun, hanya ada ibu dan kamu.
Seumur hidup ibu hanya memikirkanmu dan ibu sendiri.
Ya, aku tahu itu.
Jangan sedih. Ibu harap kamu mengerti.
Ya, tentu saja.
Ibu ingin mengundang So Yu untuk makan malam.
Namun, sepertinya kita harus menunda itu.
Tidak perlu terburu-buru, Ibu.
Baik.
Apa Ibu kedinginan?
Akan kubawakan kompres panas.
Tidak perlu, Se Hyun.
Tetaplah di sisi ibu seperti ini...
Tetaplah di sisi ibu seperti ini
sebentar saja.
Sampai kapan kamu akan mengikutiku?
Aku akan pergi setelah melihatmu sampai di rumah.
Jadi, jangan khawatir.
Kenapa kamu peduli aku mau pulang atau ke bar
untuk mabuk-mabukan?
Aku tidak pernah meniatkannya,
tapi sepertinya aku terus membuatmu marah.
Kamu tidak perlu meminta maaf atau menghiburku.
Jadi, tolong pergilah.
Aku tidak akan
mengganggumu lagi.
Senang mendengarnya.
Hari ini, aku menyadari
betapa kamu menyukai Se Hyun.
Kamu memperlakukanku seperti musuh bebuyutanmu
dan sangat galak padaku.
Sementara itu, Se Hyun mengumumkan
pernikahan tanpa memberitahumu,
tapi kamu terlihat tenang dan menghabiskan makananmu.
Kamu bahkan berbohong
akan naik mobil Ji Yoon padahal kamu tidak mau.
Kamu sangat patuh, tidak seperti Eun So Yu yang kukenal.
Aku sangat terkejut.
Aku penasaran apa itu cinta.
Kamu harus mencintai dengan ketulusan, percaya diri,
dan hasrat.
Sepertinya kamu sudah sadar, maka aku akan pergi sekarang.
"Ji Yoon"
"Ji Yoon"
Hei, Ji Yoon. Kamu sampai rumah dengan selamat?
No comments yet. Be the first to leave one.