The first 200 lines.
"Aula Pertanian"
Ayah!
- Cepat! - Ayo!
Nak, tunggu!
Ada apa?
"Aula Pertanian"
Yang He, kau mau pergi?
Pak Film mencari masalah.
Siapa yang berani pergi selarut ini?
Mari minum.
Yang yang mana?
Dari pertanian kolektif.
Siapa lagi?
Jadi, Pengawas Yang adalah kakakmu?
Ya.
Filmnya sudah selesai?
Apa ada warta beritanya?
Warta berita.
Lihatlah sendiri.
Di mana aku bisa melihatnya?
Besok, di unit kedua.
Bagaimana caraku ke sana?
Pergilah ke timur.
"Restoran"
"Dilarang Masuk"
"Putra dan Putri Pahlawan "
Andai tahu kau perempuan, aku tak akan memukulmu.
Kenapa kau mencuri ini? Untuk dijual?
Bukan urusanmu.
Siapa kau?
Pergilah.
Bagaimana kalau kita bagi dua?
Gadis macam apa yang berlarian di malam hari...
...dan membawa pisau?
Kembalikan pisauku.
Kau tinggal di mana?
Hei, aku serius.
Mari kita bagi, ya?
Bagaimana kalau beri aku 12,5 meter?
Dua belas koma lima meter? Untuk apa?
Bukan untuk apa-apa. Berikan saja kepadaku.
Kau dari unit kedua?
Aku dari unit keempat.
Kenapa kau sendirian?
Aku mencari seseorang.
Siapa yang kau cari?
Sudah kubilang, kau tidak bisa berkeliaran di sini.
Ini gurun kosong.
Jika aku tak menjemputmu...
...kau pasti mati kehausan.
Tolong ajak orang itu juga.
- Tidak, tak cukup ruang. - Dialah yang kucari.
Siapa dia?
Putriku.
Dia kabur tiga hari lalu.
Hei, hentikan truknya!
Baiklah, cepat!
Kau pikir bisa lari?
Anak ini mengerikan.
Kau mencuri sesuatu dan melarikan diri?
Kenapa kau gila sekali, Nak?
Ayahmu mengejarmu berhari-hari.
Siapa?
Ayahmu yang ada di sana.
Dia?
Ayahku sudah mati bagiku.
Seharusnya aku menamparmu, tahu?
Bagaimana kau bisa bilang begitu?
Dia sangat mencemaskanmu saat kau melarikan diri.
Kau tahu itu?
Kau beruntung bertemu denganku.
Bagaimana jika dia mati kehausan?
Kau tak akan punya rumah untuk menangis.
Nak.
Aku tidak tahu urusan keluargamu...
...tapi sejauh apa pun kau berlari...
...dia tetap ayahmu.
Kau hanya punya satu ayah, bukan?
Jangan lakukan sesuatu yang akan kau sesali.
Baiklah.
Kalian berdua ada di trukku. Jadi, kalian harus mendengarkanku.
Minta maaflah kepada ayahmu.
Baiklah, terserah kau saja.
Dia ayahku, bukan?
Kau tahu dia pria seperti apa?
Ayahmu pria seperti apa?
Dia punya wanita simpanan.
Keluarga kami bahkan tidak punya cukup uang untuk makan...
...tapi dia memberikan hasil panen setahun penuh pada simpanannya.
Ibuku berusaha menghentikannya.
Jadi, mereka bertengkar dan dia mengancam akan menceraikannya.
Ibuku sakit karena itu...
...tapi kami tidak mampu membeli obat.
Hanya ada aku dan adikku sekarang.
Ibu sudah meninggal.
Adikku masih kecil dan aku tidak punya pekerjaan.
Kami tidak bisa terus begini. Jadi, kami pergi mencarinya.
Dia tidak mau buka pintunya, dan kami mengetuk pintu lama sekali.
Akhirnya, simpanannya keluar dengan marah...
...lalu memukuliku dan adikku.
Cukup.
Itu sama seperti ayahku.
Apa kau manusia?
Benar-benar tidak berperasaan! Lebih buruk dari anjing!
Sebenarnya, aku bukan ayahnya.
Sekarang kau menyangkal?
Dia mengejarku sejauh ini hanya untuk mengambil kalengku.
Di dalamnya, ada uang dan kupon makanan yang ditinggalkan ibuku.
Dia bahkan ingin mengambilnya.
Berikan kalengnya!
Berikan kalengnya! Sekarang!
Tidak mungkin. Kau percaya padanya?
Berhenti!
Cepat hentikan truknya!
Beraninya kau menyuruhku berhenti!
Turun!
Ayo!
Beraninya kau!
Aku tidak bisa berhenti atau ini akan rusak!
Hentikan truk itu! Filmnya ada di sana!
Hentikan!
Gulungan filmnya!
Hentikan truk itu!
Dasar bodoh!
"Pengumuman, Kami akan Merilis Film Lokal Pukul 20.00 Hari Ini"
"Putra dan Putri Pahlawan "
Pak Film, pukul berapa pemutaran filmnya?
Filmnya belum tiba. Tenanglah.
- Makanlah kacang ini. - Baiklah.
- Makanlah biji ini. - Kapan filmnya tiba?
Itu tergantung apakah Yang He mengacaukannya atau tidak.
Bagaimana dengan Melawan Utara dan Selatan ?
KenapaPutra dan Putri Pahlawan lagi?
Putra dan Putri Pahlawan lebih bagus, bukan?
Tentu saja.Putra dan Putri Pahlawan lebih bagus.
Kami sukaPutra dan Putri Pahlawan .
Apa bagusnya Melawan Utara dan Selatan ?
Paman.
Pak Film, mau mi?
Pak Film datang.
Duduklah.
Pak Film.
Pak Film datang.
Silakan duduk, Pak Film.
Aku akan duduk di sana.
"Teknisi Proyektor"
Ini mi pesananmu.
Ayahmu makan mi milikmu. Apa itu sulit bagimu?
Duduklah.
Lapor, Kamerad Teknisi Proyektor!
Filmnya!
Film apa?
"Putra dan Putri Pahlawan "
Gulungan keenam dariPutra dan Putri Pahlawan .
Ini benar-benar Putra dan Putri Pahlawan .
Dari mana kau mendapatkan ini?
Aku hanya mengembalikannya.
Kembali!
Duduk.
Duduk!
Aku mengenalmu.
Bukankah kau putri Liu dari unit kedua kami?
Lalu kamerad ini bukan dari unit kedua, ya?
Aku dari unit pertama.
Unit pertama?
Lalu bagaimana kalian saling mengenal?
Bagaimana gulungan itu bisa ada di tanganmu?
Apa aku salah mengembalikan gulungan itu kepadamu?
Tentu saja tidak.
Kamerad yang baik harus menjelaskan perbuatan baik.
Pelayan, bawakan dua mangkuk mi lagi.
- Baiklah. - Aku yang bayar.
- Dan bawakan barang-barangku. - Baik, aku datang.
Mi pesananmu.
Aku menambahkan cabai ekstra pedas di mi.
Tolong beri aku kursi bagus saat pemutaran film.
Tenang saja.
Kau tahu kenapa aku dapat cabai ekstra pedas?
Itu karena aku sangat dihormati oleh revolusioner unit kedua.
Kau tahu kenapa semua orang memanggilku Pak Film?
Karena aku sudah memutar film seumur hidupku...
...dan aku tidak pernah membuat kesalahan.
Pemutaran film di sini adalah bisnis serius.
Kerumunan di luar sana sulit. Mereka menunggu berbulan-bulan.
Setiap kali kami memutar film, itu seperti perayaan Tahun Baru.
Gulungan film adalah harta karun bagi kami.
Tak peduli berapa banyak yang masuk, jumlah yang sama harus dikembalikan.
Kami memeriksa jumlahnya beberapa kali.
Ini disebut bertanggung jawab.
"Teknisi Proyektor"
Bagaimana gulungan ini bisa terpisah?
Apa hubungan kalian dengan Yang He?
- Pria di motor itu? - Ya, benar.
Dia yang memindahkan gulungan. Namanya Yang He.
Bagaimana gulungan ini bisa ada di tanganmu?
Kami memungutnya di jalan.
Jalan mana?
Jalan dari unit pertama.
Ini pasti diamankan dengan buruk, dan jatuh dari motor saat itu.
Beraninya Yang He ingin menjadi teknisi proyektor.
No comments yet. Be the first to leave one.