The first 200 lines.
Astaga.
Kami berusia 39 tahun.
Kami bertemu saat 18 tahun,
dan kami ada di usia yang sangat menikmati layanan pijat.
Apa tulang kami tak patah?
Ketika kongko dan makan tteokbokki pada usia 18 tahun,
kami tak menyangka akan tetap melakukannya di usia hampir 40 tahun.
Yang berbeda hanya minum soju sebagai pengganti kola.
Tteokbokki masih tetap makanan penyemangat.
Makan ini.
Ini enak.
HATI-HATI DENGAN LEBAH PATUHI ATURAN KEAMANAN
PUKUL 13.57
Kita harus berhati-hati.
Bisa terluka jika terburu-buru.
Pergelangan kakiku terkilir saat main golf kemarin.
Maka, kau tak bisa haiking.
Mau makan baeksuk ?
- Tentu. - Baiklah.
Bu, kami pesan sebotol makgeolli.
- Tidak ada banyak perubahan… - Hei.
…meski usia 40 sudah di depan mata.
Yang berubah, kini hanya kosmetik mahal yang bekerja pada kulit kami,
kami menyukai sauna,
serta kami membayar minuman bukan dengan uang orang tua, tapi uang sendiri.
Hanya itu.
Sama, 'kan?
TUTORIAL GOLF
Sial.
Kenapa?
Tak sengaja kutekan "suka".
Apa itu?
Foto prapernikahan teman sekolahku.
Sial. Berarti aku harus memberinya angpau.
Ya ampun, kenapa kau melakukannya?
Jangan main medsos lagi.
Pesta nikah dan ultah anak kami hindari sebab berpikir takkan pernah mengalaminya.
Kami justru rajin hadir ke pemakaman di usia 39 tahun.
Begitulah kehidupan kami di usia 39 tahun.
Kenapa dia?
- Pukulan bagus. - Hei, bulunya.
Dasar.
Hei, coba lakukan hal lain.
Syukurlah, kami menemukan belahan jiwa masing-masing
dan belajar mencintai dengan sungguh-sungguh.
Kemudian…
setelah berteman selama lebih dari 20 tahun,
perpisahan pertama pun datang.
Kami tak tahu bahwa di antara kami akan ada yang akan mengadakan pemakaman
di akhir usia 30-an.
Kami sering tertawa…
dan lebih sering menangis.
Inilah…
kisah kami yang emosional.
TIGA PULUH, SEMBILAN
EPISODE 1
- Ya? - Bu Cha Mi-jo, selamat pagi.
- Sudah berangkat? - Ada apa denganmu?
Aku harus bersikap baik karena akan mendapat perawatan gratis.
Siapa bilang gratis? Aku hanya bilang akan memberi diskon.
Kalau begitu, aku akan mencicil 100 bulan.
Aku boleh pergi bersama Chan-young hari ini, 'kan?
Kau sudah tanya semalam. Kenapa tanya lagi?
Kau sering lupa.
Seharusnya kau menelepon orang yang lebih pelupa.
Ya. Busnya datang. Sudah dulu, ya.
JOO-HEE
Apa?
Jangan lupa kita akan ke klinik Mi-jo hari ini. Jangan telat.
Apa kau harus menyampaikan itu sepagi ini?
Ya, jangan lupa.
Aku kehilangan keseimbangan gara-gara kau.
Kalau aku telat, itu salahmu.
Sial.
KLINIK DERMATOLOGI J
Selamat pagi.
Selamat pagi.
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
Selamat pagi, Bu.
Ya, selamat pagi.
- Bu Kepala. - Ya?
- Selamat pagi. - Hei.
Aku mendengar rumor aneh.
Apa itu?
KEPALA KLINIK DERMATOLOGI, CHA MI-JO
Ada yang bilang kepala klinik kita akan diganti.
Ya, tapi hanya sementara. Hanya satu tahun.
Apa yang akan kau lakukan selama satu tahun itu?
Aku akan belajar di luar negeri.
Kini kau akan belajar di luar negeri?
Ya. Belajar bermain golf.
Aku berencana untuk cuti panjang selama satu tahun.
Sesuka hatimu?
Aku sudah bekerja keras selama lima tahun.
Aku ingin istirahat, menyegarkan pikiran sebelum kembali lagi.
Akan kuadukan ke Ayah.
Mi-hyeon.
Pinjaman klinik baru dilunasi. Kenapa tiba-tiba istirahat?
Itu dia maksudku.
Kita sudah lunasi pinjaman, jadi, aku bisa beristirahat.
Lantas, uangku? Kapan akan kau lunasi?
Sepertinya kau lupa.
Delapan pyeong tanah ini dari uangku.
Ambil saja klinik ini. Gaji aku saja tiap bulan.
Dasar!
Tolong jangan terima biaya perawatan untuk dua orang sore nanti, Bu Cha.
Chan-young dan Joo-hee.
Perayaan cuti sabatikal dan acara persahabatan.
Astaga. Tekanan darahku naik.
Aku demam.
Itu namanya menopause.
Kau minta dihajar, ya?
Aku juga akan mengadu pada Ayah karena kau main tangan.
Apa boleh begini kepada adik angkatmu?
Ayah dan Ibu seharusnya mengadopsi anak baik. Kenapa malah mengadopsimu?
Aku mengalami penuaan dini karena kau.
Kenapa seorang perawan tua melakukan ini padaku?
Lihat siapa yang bicara.
Tapi aku bukan perawan tua.
Kau perawan tua.
Tidak. Tak ada yang melihatku sebagai perawan tua.
Kau juga akan menua.
PASARAYA
Sedang mencari produk apa?
Aku ingin mencari serum.
- Begitu. Serum di sebelah sini. - Baik.
Bagaimana?
Ini bagus.
Sangat lembut, 'kan?
STUDIO AKTING FLOW KELAS PRIVAT
Aku perlu disuntik botoks.
Bukankah dunia ini sedikit kejam?
- Kenapa? - Lihatlah.
Kau tak pandai berakting, tapi mendapat peran penting karena wajah.
Kau juga hidup karena ada orang seperti ini.
Dasar kau…
Jangan menghajarku.
Sekali lagi kudengar soal akting burukmu, aku akan menghajarmu.
Kenapa kau selalu mengancamku seperti itu?
Kalau begitu, kau akan tinggal denganku?
Tutup mulutmu. Buka naskahmu!
BAGAIMANA MENGINTERPRETASIKAN SUATU KARAKTER?
BUKAN AKSI, NAMUN REAKSI
- Rabu depan… - Bu Kepala segera selesai,
- jadi, mohon ditunggu. - Dah.
- Baik. - Terima kasih.
Aku gugup.
Kenapa?
Ini kali pertama untukku.
Kenapa? Siapa yang tak tahu kau perawan?
Apa? Kau sudah gila, ya?
Kubilang ini kali pertama aku mendapat suntik filler .
- Begitu. Kukira soal keperawananmu… - Yang benar saja.
Hei, diam! Dasar gila.
MEMBERSIHKAN DAN MEWARNAI ANTIOKSIDAN
Apa pelangganmu suka produk-produknya?
- Mi-hyeon. - Hei, lama tak berjumpa.
Klinik ini juga lancar, kan?
Masih sama.
Jadi, kalian saling mengecek bisnis masing-masing karena lama tak jumpa?
- Ini hanya salam. - Dasar.
Omong-omong, Mi-hyeon, kau makin awet muda.
- Ya, 'kan? - Ya.
Aku akan senang jika Mi-jo berkata baik seperti Joo-hee.
Kenapa? Apa dia masih membuat lelucon sebagai anak angkat?
Dia selalu begitu.
Bukankah itu memalukan?
Lakukan saja pembatalan adopsi.
Dia sudah 39 tahun. Itu sudah terlambat.
Aku pergi dulu, ada urusan. Pergilah setelah cantik.
- Ya. - Sampai jumpa.
Ubah wajah.
Sekarang pun aku cantik.
Semua keluarga Mi-jo memang ramah. Bukankah begitu?
Ya.
Karena itu, Mi-jo tumbuh dengan baik.
Terkadang kau bicara jujur juga, ya.
Jangan bilang ke Mi-jo, ya.
Nanti sikapnya menjadi buruk.
Aduh, aku gugup sekali. Bagaimana ini?
- Baiklah. Santai saja. - Pelan-pelan.
Masukkan yang banyak.
Biar kecantikannya meledak.
Hei, ini rasanya aneh sekali.
Sudah?
Pegang seperti ini, tapi jangan ditekan.
Baiklah.
Hei, kau juga punya teman yang melakukan operasi plastik, 'kan?
Kau terlalu sering menduga-duga. Jangan bermimpi untuk operasi plastik.
Harga diriku hancur. Aku sudah sempurna.
Bukan aku, tapi Joo-hee.
Bagaimana kalau kau operasi lipatan mata sedikit?
Apa mataku kecil?
Matamu baik-baik saja.
Kenapa mau terjebak omong kosong Chan-young?
Omong kosong?
- Itu hanya saran. - Astaga.
Hei.
- Panggil kepala klinik! - Ada masalah apa?
- Bisa kubantu? - Di mana dia?
No comments yet. Be the first to leave one.